Tampilkan postingan dengan label diy toys. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diy toys. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Yuk Mainan Jepit Jemuran Mama

Kamis, Februari 22, 2018 0 Comments
Siapa ibu-ibu disini yang ga punya jepit jemuran? Semua pasti punya deh, kayaknya itu barang yang wajib ada di rumah kita. Walaupun nyuciin baju di laundry, kayaknya pasti punya juga deh jepit jemuran ini. Karena jepit ini kan multifungsi banget. Selain buat jepit jemuran, biasanya saya pake buat jepit belahan korden supaya menutup sempurna..hahaha..

Oke, jadi ceritanya setelah cucian saya kering habis dijemur kan pasti ada ritual melipat baju. Yes, baju-baju ini langsung dilipat karena saya jarang banget setrika baju. Paling yang saya setrika cuma seragam sekolah Sakha di play grup aja..hehehe..

Baca : Gimana Playgrup Tempat Sakha Bermain dan Belajar?

Supaya baju bisa halus tanpa disetrika triknya cukup gampang sih, salah satunya jangan sampe kita numpuk baju kering. Ya setelah kering di jemuran atau hanger, langsung aja dilipat dan disimpan di lemari. Lumayan ga kusut-kusut amat kan jadinya.. :D

Sebelum lipat-lipat baju kan otomatis saya harus lepasin jepit jemuran yang nempel di baju. Nah waktu itu Sakha tertarik banget sama jepit jemuran ini. Dia jepitinlah jepit ini ke tangan saya. Daripada saya tersulut emosi, yaudah saya ajak Sakha main jepit jemuran aja memanfaatkan media yang ada asalkan bukan tangan saya..

Kebetulan tangan Sakha udah kuat membuka tutup jepit jemuran yang terbuat dari plastik ini. Sebelumnya saya pernah latih Sakha supaya bisa membuka tutup jepit yang terbuat dari kayu yang didapat dari paketan El Hana Busy Bag, tapi tangan Sakha waktu itu masih belum kuat. Dia buka tutup jepit kayu ini pake dua tangan. Alhasil doi ga antusias main waktu itu.

Baca : Unboxing : El Hana First Busy Bag

Oke, untuk main jepitan mama ini apa sih yang harus dipersiapkan? Simple aja sih, waktu itu saya cuma siapin tutup es krim campina sebagai media untuk jepit, sama beberapa buah jepit jemuran warna-warni. Oke yuk dimulai aja.. Cara mainnya gampang aja, saya minta Sakha untuk menjepit jepitan ini dibagian pinggir tutup es krim. Kalau si jepit udah terpasang semua, saya pinta Sakha untuk melepasnya dari tutup es krim. Dan seperti biasa, ulangi permainan ini sampai bosaaaan.. :D
Njepit dulu
Sakha seneng banget main jepitan ini, yang mungkin karena tangan dia udah kuat buat menjepit. Cuma butuh satu tangan aja buat buka tutup penjepitnya. Kalau belum kuat, boro-boro, paling cuma disebar aja tuh jepitnya.

Sebenernya banyak ide permainan yang bisa dikreasikan dengan menggunakan jepit jemuran ini, contohnya :

1. Mengenal Warna
Jepit jemuran bisa menjadi alat bantu untuk si kecil mengenal warna. Sambil menjepitkan jepitnya, minta si kecil untuk menyebutkan warna-warnanya. Kalau mereka belum hafal nama warna-warna, bunda bisa membantunya.

2. Klasifikasi Warna
Dengan tambahan beberapa buah piring atau mangkuk, bunda bisa meminta si kecil untuk mengelompokkan warna jepit tersebut. Dulu saya dan Sakha pernah main klasifikasi warna menggunakan bantuan pompom dan mangkuk ikea kalas. Kalau males ngeluarin pompom, jepit jemuran ini bisa jadi bahan alternatif.

Baca : Ide Kegiatan Permainan Menggunakan Pompom

Baca : Ide Permainan Menggunakan Mangkuk Ikea Kalas

3. Belajar Menghitung
Dengan beberapa tambahan kertas karton, kita bisa mengajarkan si kecil untuk belajar menghitung. Caranya potong kertas karton menjadi bentuk persegi panjang. Misal kita siapkan delapan buah karton, masing-masing karton ditulis angka satu sampai dengan delapan.

Minta si kecil untuk menjepitkan jepit ke karton tersebut, jumlah jepitnya harus sesuai dengan angka yang tertera pada karton. Kalau si kecil belum bisa membaca angka, kita bisa membantunya. Selain dapat melatih motorik halus, si kecil juga bisa belajar berhitung.

4. Bermain Peran
Para balita suka sekali bermain peran, misalkan menjadi dokter, montir, koki, dan sebagainya. Jepit jemuran ini bisa jadi salah satu media bermain peran. Cukup tambahkan beberapa lembar kertas dan tali, ajak si kecil untuk berpura-pura sedang menjemur pakaian. Pasang tali di tempat yang bisa dijangkau si kecil. Gunting kertas menjadi pola baju. Taraaa..siap dimainkan.. Yuk nak pura-pura jemur pakaian sendiri.. :D

Baca : Macam-macam Pretend Play Untuk Anak

Ternyata dari jepit jemuran yang harga satu setnya ga lebih dari Rp. 10.000, banyak manfaat yang bisa didapat ya. Jepit jemuran yang murah meriah ini bisa banget jadi media permainan yang mengasyikkan untuk si kecil. Tapi diusahakan jangan biarkan si kecil main jepitan sendiri ya bunda, kalau tiba-tiba dia pasang jepitnya ke ekor empuss kan jadi berabe..

Selamat bermain.. :D

Sumber gambar :
Jepit jemuran : https://sc01.alicdn.com/kf/HTB1cqwiLXXXXXXbXVXXq6xXFXXXC/223426528/HTB1cqwiLXXXXXXbXVXXq6xXFXXXC.jpg

Rabu, 17 Januari 2018

Permainan Murah Meriah : Menabung Koin

Rabu, Januari 17, 2018 0 Comments
Hai ibu hai bapak, apakah sering nemu koin bergeletakan di area rumah? Bisa jadi nyempil di rak buku, di kasur atau di meja. Pasti ada rasanya sebel juga, bikin keadaan rumah ga rapi karena koin-koin itu mrintil disana sini. Daripada emosi mending koin itu dikumpulkan trus dijadikan salah satu media permainan buat si kecil..hohoho.. :D

Caranya gampang banget kok, dulu saya pernah bikin buat Sakha. Dulu pas Sakha berumur sekitar satu tahun, saya pengen belajarin Sakha cara memasukkan objek ke dalam suatu wadah, selain itu saya pengen juga ngajarin Sakha tentang perbedaan warna. Akhirnya tercetuslah ide membuat mainan ini. 
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah :
  1. Toples dan penutup plastik bekas kue
  2. Pensil
  3. Gunting
  4. Beberapa buah uang koin limaratusan
  5. Kertas origami warna-warni
  6. Lem atau solasi
Cara membuatnya gampang banget :
  1. Cetak kertas origami warna-warni menjadi bentuk lingkaran menggunakan pensil, sesuai dengan diameter uang limaratusan. Saya menggunakan kertas berwarna merah, hijau dan kuning. Kemudian gunting pola cetakan lingkaran pada kertas tersebut.
  2. Tempelkan pola lingkaran tersebut pada masing-masing sisi uang koin. Bisa ditempel menggunakan lem atau solasi. Jadi semua bagian koin tersebut akan tertutup kertas warna.
  3. Lubangi penutup toples sesuai dengan diameter koin yang dipakai. Tutup toples tersebut.
  4. Toples yang berfungsi sebagai celengan beserta uang koin warna-warni sudah jadi..hohohoho..
Koin warna-warni
Sebenarnya ide untuk melatih si kecil menjimpit suatu objek dan mengenal berbagai macam warna bisa juga lho dengan menggunakan media pompom. Tapi alangkah bagusnya menggunakan berbagai jenis media, supaya si kecil semakin mengenal konsep tentang benda-benda yang dia pegang, apakah itu tebal, tipis, berat, ringan, empuk atau kasar.

Yuhuu, mainan koinnya udah jadi. Saatnya ajak si kecil untuk main..hohoho. Cara bermainnya simple aja, minta si kecil untuk memasukkan koin warna-warni tersebut ke dalam lubang toples. Saat si kecil memasukkan koin, bunda bisa sambil menyebutkan nama warna koin tersebut. Buibu juga bisa mengenalkan konsep kosong dan isi pada si kecil. Kalau celengan toples udah terisi penuh, minta si kecil untuk membukanya dan mengeluarkan koin-koin di dalamnya. Ulangi permainan ini sampe bosan..hahaha..
Ayo masukkan le!
Di awal mencoba Sakha mengalami sedikit kesulitan saat memasukkan koin. Karena kan lubang koinnya mendatar, nah waktu itu Sakha masukin koinnya dalam posisi tegak, jadinya si koin ga masuk. Disini saya bisa kasih arahan ke Sakha kalau masukin koin harus pula diperhatikan posisinya supaya pas. Dengan begini Sakha juga bisa melatih kesabaran
Seiring bertambah usianya Sakha, dia udah bisa masukin koin dengan gampang ke dalam celengan. Selain itu Sakha juga udah mengerti tentang perbedaan warna. Nah, kali ini saya coba ganti konsep permainan koin ini menjadi permainan menabung. Ceritanya Sakha juga barusan dapet goodie bag berisi celengan dari temannya yang ultah. Wah, pas banget.
Menabung koin
Nah dalam rangka mendukung Sakha bebas diapers 2018, saya dan ayah Sakha ini kasih reward uang koin tiap Sakha berhasil pipis di kamar mandi. Kadang uang kertas juga seribu atau duaribu. Nah biasanya kami akan bilang ke Sakha "Sakha nanti kalau pipis di kamar mandi ya, nanti Sakha bisa nabung, trus bisa buat beli mainan". Dengan adanya ajakan itu Sakha jadi lebih semangat pipis di kamar mandi. Udah jarang banget ngompol.
Sesi pecah celengan
Sakha juga semakin sering menabung. Jadi misal lagi jalan-jalan di mall dan Sakha merengek pengen beli suatu mainan, saya akan bilang "Iya bisa beli, tapi kan Sakha nabung dulu, nanti tabungannya dihitung dulu, kalau cukup baru dibelikan ya". Untungnya Sakha kooperatif, jadinya dia sabar banget buat nunggu tabungannya cukup. Nah setelah uang di tabungan cukup, baru saya akan tawari Sakha beli mainan. 

Pernah di suatu sore kami membuka celengan Sakha dan menghitung uang di dalamnya. Lumayan bisa dibelikan mainan set dokter-dokteran dan mainan topeng yang memang dipingini Sakha. Sakha seneng banget. Saat dia nunjuk-nunjuk mainan lain dan minta dibelikan, kami tinggal bilang "Sakha uangnya ga cukup, Sakha harus nabung dulu". Syukurlah dia mengerti.. :D

Huwoow..postingan permainan menabung koin ini kok jadi panjang lebar..hehehe.. Intinya banyak manfaat yang didapat dari permainan ini, antara lain :
  • mengasah kemampuan motorik halus
  • mematangkan kemampuan menjumput suatu objek
  • mengasah kemampuan koordinasi mata dengan tangan
  • membiasakan gerakan persimpangan (contohnya saat Sakha membolak balikkan posisi koin tegak atau mendatar disesuaikan dengan lubang celengan)
  • melatih kesabaran
  • mengenal macam-macam warna (contohnya saat Sakha memasukkan koin berwarna-warni) 
  • mengenal konsep uang, jenis dan nominalnya
  • melatih berhemat dan menabung
Waaaah, ayo tunggu apa lagi. Yuk ajak si kecil bermain menabung koin ini! Kelihatannya bagi orang dewasa permainan ini sangat sepele ya, tapi tetep punya manfaat yang banyak untuk si kecil. Yuk menabung. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit! :D


Sumber gambar :
Kartun : https://img.clipartxtras.com/51137e50621af6deda6ea1d876d7ef48_378-kid-saving-stock-illustrations-cliparts-and-royalty-free-kid-kids-saving-money-clipart_1300-974.jpeg

Senin, 25 September 2017

Transfer Air Pake Pipet

Senin, September 25, 2017 0 Comments

Ceritanya saya pengen ajak Sakha main sesuatu yang baru, yang simple tapi berhubungan dengan air. Dulu pernah kami main tuang air dan memeras spons, seru sekali. Kami belajar mentransfer air dengan menggunakan media spons. Kali ini saya pengen coba transfer air tapi menggunakan media yang berbeda, yaitu pipet. Mengingat banyak banget pipet bekas minum obat Sakha yang ga terpakai.. :D


Yuk mari dimulai, kira-kira bahan apa aja yang perlu dipersiapkan?

  1. Tiga buah wadah air
  2. Air secukupnya
  3. Dua cat air dengan warna berbeda, saya pakai warna kuning dan hijau
  4. Satu buah pipet besar
  5. Satu buah pipet kecil
Nah cukup simple kan bahan-bahannya, pasti bisa ditemui di sekitar rumah. Setelah semua bahan-bahan tersebut siap saya membuat dua jenis larutan berwarna kuning dan hijau, yang masing masing ditempatkan di wadah berbeda. Satu wadah air khusus dikosongkan karena memang untuk tempat tujuan transfer air.
Larutan yang sudah disiapkan
Setelah semua larutan siap, yuk mari kita mainkan..hoho.. Cara mainnya seadanya saja sih ga pake patokan..
  1. Contohkan ke anak bagaimana cara memegang pipet, mengambil air dan memindahkan ke wadah yang lain
  2. Minta anak memencet pipet untuk mengambil air di wadah asal
  3. Minta anak menahan pencetan pipet
  4. Minta anak melepas pipet untuk memindahkan air ke wadah tujuan
  5. Ulangi sampe bosan :D

Untuk memindahkan air menggunakan pipet ini Sakha kadang masih kurang sabar. Saya berulang kali kasih petunjuk "pencet, masuk ke air, lepas, pindah, pencet" hahhahaha.. Ya Alhamdulillah Sakha udah mulai ngerti dikit-dikit. Sebelumnya dia cuma bisa mindahin air sedikit banget, wajahnya pun tampak ga bersemangat.
Cuma dikit yang ada di pipet
Setelah beberapa kali coba akhirnya Sakha bisa. Setelah setetes demi setetes mengumpulkan air ke wadah kosong, akhirnya tercampurlah warna hijau dan kuning. Setelah semua air sukses ditransfer ke wadah kosong akhirnya Sakha semakin ga sabar pengen pindahin air ke wadah yang lain lagi. Kali ini ga pake pipet, melainkan langsung dituang..hahaha.. ya udah monggo le..

Permainan transfer air menggunakan pipet ini berfungsi untuk memperkuat otot-otot jari anak dan bisa melatih koordinasi mata dengan tangan. Dengan ini daya konsentrasi anak juga akan semakin terlatih.
Pipetnya dua ama
Sejujurnya Sakha lebih gampang menggunakan pipet kecil daripada pipet besar..hohoho. Kegiatan transfer air ini bisa dilakukan dengan variasi yang lain lho, misalnya dengan media sendok atau suntikan. Pasti lebih seru, yang pasti anak akan belajar sabar dalam bermain transfer air.

Seru kan.. Dengan kegiatan simple seperti ini lumayan banyak manfaat yang didapat. Yuk ajak main si kecil menggunakan barang-barang di sekitar kita.. Contoh variasinya bisa klik kategori diy toys di blog saya ya.. Thanks..

Sumber gambar :
Pipet : https://i.ytimg.com/vi/7UXikHtgPs4/maxresdefault.jpg

Jumat, 18 Agustus 2017

Belajar Mewarnai Plus Mengenal Warna, Siapa Mau?

Jumat, Agustus 18, 2017 1 Comments
Halouuuu rasanya udah lama banget ga nulis tentang topik mainan. Bosen ah dari kemarin nulis tentang travelling atau tentang curhatan melulu. Kali ini saya mau sharing cerita kegiatan yang akhir-akhir ini jadi favorit Sakha. Apakah itu? Dari judulnya udah ketauan banget kalau kegiatannya adalah mewarnai..hahaha..

Ya emang bener Sakha kemarin-kemarin suka banget kalau disuruh mewarnai. Jangan kira hasil mewarnai Sakha bagus dan rapi lho. Hasil mewarnainya ya ala kadarnya coret-coretan gitu. Tapi saya senang karena Sakha udah bisa mengenal warna. Mungkin karena Sakha sebelumnya sering banget main pompom beraneka warna, jadi kemampuan sorting colornya meningkat.


Ceritanya dulu awal-awal saat mengenalkan kegiatan mewarnai, saya mengenalkan Sakha dengan pensil warna dan buku gambar sebagai medianya. Nah karena hasil polesan pensil warna di buku tersebut kurang terang, Sakha jadi ga terlalu tertarik waktu itu. Plus saat itu dia mewarnai buku gambar sambil menekan pensilnya semangat banget, sampai si pensil "bujel" semua. Jadi tambah ga tertarik deh. Akhirnya daripada Sakha stress dengan kegiatan mewarnai *yang dia juga tidak puas dengan hasilnya akhirnya saya membelikan Water Doodle..


Kegiatan mewarnai dengan Water Doodle tersebut bikin Sakha seneng. Water Doodle ini juga sukses bikin Sakha anteng di mobil saat mudik kemarin. Di kampung halaman pun Sakha ga lupa unjuk kebolehan mewarnai di Water Doodle ke yang ti, yang kung, pakdhe, budhe, dan tantenya..heleh-heleh.. :D


Nah suatu ketika saat Sakha kami ajak ke supermarket, di area ATK dia nunjuk-nunjuk seperangkat alat krayon. Kami jadi berpikir, walah di usia Sakha yang udah dua tahun lebih ini masa' belum pernah diajari mewarnai pakai krayon. Akhirnya terbelilah satu set krayon berukuran medium ini. Tepatnya oil pastel ding, soalnya kami ga menemukan krayon dengan ukuran medium, akhirnya terpaksa pilih yang berjenis oil pastel. Oil pastel ini teksturnya lebih lunak daripada krayon.
Penampakan oil pastel
Di rumah saat saya mau nemenin Sakha melakukan kegiatan barunya ini, saya buka sosmed. Kebetulan ada teman yang posting tentang kegiatannya menemani anaknya belajar mewarnai. Kayaknya seru juga kalau diterapkan ke Sakha. Si kecil bisa belajar mewarnai sambil mengenal warna. Apa bahan yang perlu dipersiapkan?
  1. Krayon, pensil warna atau oil pastel
  2. Buku gambar polosan
  3. Senyuman
  4. Hati yang ceria..eaaa
Trus habis itu diapain ya?
  1. Gambarlah garis berbetuk pola dengan menggunakan warna yang berbeda. Pola yang digambar bisa berupa lingkaran, kotak, ellips, persegi panjang, segitiga, dll.
  2. Gambar pola ini kalau bisa jangan terlalu besar, satu kertas buku gambar bisa digambar sekitar lima atau enam pola.
  3. Setelah gambar jadi, mintalah si kecil untuk mewarnai pola tersebut sesuai dengan warna garis yang ada di pola.
  4. Selain itu ajak si kecil untuk menyebutkan nama pola yang dia warnai, ajak pula menyebutkan warna krayon yang sedang mereka pegang.
  5. Ulangi kegiatan itu sampe bosaaaan..hahaha,,
Sakha demen banget sama kegiatan ini. Mungkin karena pola gambarnya tidak terlalu besar, jadi dia seneng karena untuk menyelesaikan proses mewarnai ini ga butuh waktu lama. Saya juga tak lupa berpesan agar mewarnainya ga keluar garis, ya tapi namanya baru pertama kali coba alhasil masih offside krayonnya.
Sakha mewarnai dulu ya
Setelah semua pola selesai diwarnai, Sakha minta dibikin pola lagi di kertas gambar yang kosong. Lumayan kegiatan ini bisa bikin Sakha anteng. Sakha sempat bingung sama bentuk pola yang belum pernah dia temui seperti ellips, jajaran genjang, trapesium, oval. Karena di permainan lain seperti di puzzle knob dan di el hana bussy bag dia cuma nemuin bentuk dasar seperti persegi, pesegi panjang, lingkaran dan segitiga..

Baca : Yuk Main Puzzle Knob!

Baca : Unboxing : El Hana First Bussy Bag

Ga diragukan lagi kan, kegiatan mewarnai ini punya banyak banget manfaat untuk si kecil, antara lain:
  • Mengembangkan kemampuan motorik
  • Media berekspresi
  • Melatih menggenggam pensil sebagai persiapan nanti saat sekolah
  • Mengenal perbedaan warna
  • Mengenal garis batas bidang
  • Melatih daya konsentrasi
Woh, mantab kan. Jadi tunggu apa lagi, mengajak si kecil belajar mewarnai, siapa mau?

Sumber gambar :
Judul : https://i.ytimg.com/vi/UAPmRSIsBGo/maxresdefault.jpg

Selasa, 13 Juni 2017

Ide Permainan Menggunakan Mangkuk Ikea Kalas

Selasa, Juni 13, 2017 0 Comments
Ceritanya Sakha punya sepaket mangkuk warna-warni yang lucu. Mangkuk ini dibeli jaman dahulu kala sepaket dengan pompom. Ceritanya saya dulu lagi demen sama El Hana Learning Kit, jadinya kepo ke websitenya. Akhirnya tergodalah membeli paket lengkap pompom, mangkuk beserta penjepitnya. Karena emang akan berguna banget saat Sakha belajar sorting warna nanti.



Selain untuk media sorting warna, ternyata akhir-akhir ini si mangkuk mempunyai banyak kegunaan lain. Selain dijadikan tempat makan, dari mangkuk ini juga muncul ide permainan lain.. Apa aja ya? Yuk cekidot..

1. Setir
Mangkuk ini bisa dijadikan mainan setir-setiran. Tinggal kasih satu mangkuk ini ke Sakha, sambil dia nonton video Tipa Tupa yang lagi nyetir, langsung dah Sakha happy. Saya juga kadang ikutan mainin setir-setiran ini biar lebih seru, biar mirip Tipa Tupa juga mainnya berdua..hohoho..

Baca : Serunya Main Bareng Tipa Tupa

2. Masak-masakan
Mangkuk ini juga bisa dijadikan property tambahan untuk bermain masak-masakan. Lho kok cowok mainan masak-masakan? Ga ada yang salah kan..hohoho.. Toh jaman sekarang juga ada banyak chef-chef cowok yang hebat. Dengan mengenalkan permainan masak-masakan ini saya juga berharap biar nanti kalau Sakha udah gede bisa bantuin saya siapin makan. Nanti kalau udah nikah dia juga bisa bantu istrinya juga siapin makanan..hoho.. *mikirnya jauh banget bukk.. :D

3. Drum
Sepaket mangkuk Ikea kalas ini berisi enam buah mangkuk. Dengan jumlah mangkuk yang banyak ini bisa dijadikan media dalam bermain drum. Tinggal siapkan beberapa mangkuk yang dibalik, plus sepasang sumpit, maka drum pun sudah siap dimainkan..hehehe..

Kebetulan Sakha lagi demen sama lagunya Boboiboy Galaxy, saya downloadin dah video clipnya di Youtube. Kebetulan disitu ada si drummer Bunkface yang acting drumnya gokil abis. Jadinya Sakha ngikutin dia, bergaya sok bisa ngedrum..hahaha..
Drummer cilik elok-elok bawang
4. Injak Jalur
Bosen bermain drum Sakha eksplorasi sendiri sama si mangkuk ini. Mangkuknya tiba-tiba dia injak. Ya udah deh saya bikin jalur paralel dari enam buah mangkuk yang dibalik. Tugas Sakha adalah menginjak mangkuk sesuai dengan jalurnya. Mangkuk ini harus ditaruh di atas Evamat ya, supaya ga licin kalau diinjak.
Injak jalur
Dengan bermain injak jalur ini Sakha bisa latihan keseimbangan juga. Dia jadi berpikir gimana caranya supaya ga keluar dari jalur. Ajaibnya ini mangkuk kuat banget diinjak Sakha. Ga ada tanda-tanda pecah atau retak..hoho..

Yaissshh, dengan satu jenis benda aja bisa dijadikan berbagai jenis permainan lhoo. Yuk manfaatkan benda-benda di sekitar kita sebagai sarana bermain anak. Jangan lupa selalu dampingi anak saat bermain ya.. Happy playing..

"You will always be your childs favorite toy" ~ Vicki Lansky

Sumber gambar :
Ikea kalas : https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2015/11/29/5622209/5622209_3d8225c5-7a10-4b32-ba5c-c985a4e66402.jpg 

Jumat, 12 Mei 2017

Serunya Main Bareng Tipa Tupa

Jumat, Mei 12, 2017 2 Comments
Sebenernya udah lama banget saya pengen nulis ini. Tapi karena kemarin saya sangat antusias menceritakan wisata keluarga kami ke Cimory dan di sekitar Ungaran sana, jadinya pending dulu cerita tentang permainan..hoho..


Siapa yang ga tau Tipa Tupa? Sayaaaa.. Yes, sebelumnya saya ga tau sebenernya Tipa Tupa ini apa atau siapa. Ceritanya saya ini adalah salah satu follower mom blogger gracemelia (Gesi) di instagram. Kebetulan waktu itu beliau lagi sharing hal parenting tentang kebiasaan menonton TV pada anak. Beliau 'yay' soal bolehin anak nonton TV asal beliau yang pilih acaranya plus mendampingi anaknya nonton TV juga. Nah acara TV yang direkomendasikan adalah Tipa Tupa yang tayang di Baby TV.
Sharing mba Gesi
Tipa Tupa ini sejenis karakter dalam acara TV. Mereka adalah dua orang cowok dan cewek yang memakai kostum warna warni yang lucu. Dalam setiap episode, Tipa Tupa mengajak kita untuk bermain imajinasi memanfaatkan objek-objek yang ada di sekitar kita, seperti selimut, kaos kaki, piring, panci, sapu, dll. Banyak banget gerakan yang mereka lakukan dalam memainkan objeknya. Gerakannya lambat, jadi si kecil pasti bisa memahaminya.

Ceritanya Aiden, anak mba Gesi ini demen banget sama acara ini. Bisa liat kan ekspresi cerianya di gambar. Aiden lagi asik mainin panci ngikutin gerakan yang diperagain Tipa Tupa. Seru banget kan. Nah karena saya ga punya tipi langganan Baby TV, akhirnya saya cari video Tipa Tupa di Youtube atas saran mba Gesi di instagram. Setelah liat videonya, ternyata bagus menurut saya. Langsung deh save as offline..

Setelah video Tipa Tupa tersimpan banyak, saya mengajak Sakha untuk menontonnya..hoho.. Gimana ekspresi Sakha? Dia demen banget. Pas pertama liat dia masih anteng. Selanjutnya dia mencoba mengikuti gerakan Tipa Tupa. Berhubung objek yang paling gampang adalah piring, saya langsung ambilin piring buat Sakha mainin. Sakha serius banget memperhatikan dan mengikuti gerakan di video.
Ngeng ngeng pake piring
Dengan objek piring ini bisa dimainkan jadi macem-macem. Bisa jadi pintu yang diketuk-ketuk, bisa jadi setir mobil, bisa jadi kaca, bisa jadi topi, dll. Sakha paling seneng mainin piring jadi setir mobil. Lama banget maininnya ga bosen-bosen..hahaha.. Emak jadi happy juga nih..

Selain menggunakan piring, ada episode lain dari Tipa Tupa yang memanfaatkan selimut dan kaos kaki sebagai objeknya. Dengan selimut kita bisa menjadikannya sayap. Kaos kaki bisa dijadikan aneka permainan tangan, seperti menirukan berbagai jenis bentuk hewan. Seru banget. Saya happy banget dampingin Sakha main Tipa Tupa ini.

Emeng bener kata Mba Gesi kalau tayangan Tipa Tupa ini direkomendasikan untuk anak-anak. Jadi bagi ibu-ibu semua yang lagi ga ada ide si kecil mau diajak mainan apa, nonton bareng Tipa Tupa ini bisa dijadikan pilihan lho. Jangan cuma ditonton, tapi praktekkan juga ya.. 

Kalau pengen coba ide permainan murah meriah yang lain, silahkan cek di link ini ya..

Selamat mencoba.. :D


Sumber gambar :
Tipa tupa : youtube
Aiden : instagram @gracemelia

Kamis, 20 April 2017

Permainan Murah Meriah : Latihan Menempel dengan Kertas Bekas

Kamis, April 20, 2017 0 Comments
Hallo buibu semua, jumpa lagi dalam rubrik Permainan Murah Meriah. Rasanya udah lama ga update tentang permainan DIY ini. Beberapa waktu lalu ayah Sakha lagi keluar kota jadi saya ga bisa nyambi-nyambi ngeblog, plus Sakha lagi anget badannya..huhu.. Eh kok jadi curhat ya.. maaf.. maaf.. :D

Back to the topic, kali ini Permainan Murah Meriah cuma memanfaatkan barang yang ada di sekitar tas. Lho kok di sekitar tas? Yap, soale di tas saya ini terdapat brosur bergambar lucu. Rupanya ini merupakan brosur imunisasi dari rumah sakit. Waktu itu saya iseng-iseng lagi bersih-bersih isi tas, nemulah brosur itu. "Wah, asik nih kayaknya kalau brosur ini digunting-gunting trus dijadikan mainan", begitu pikir saya waktu itu..hoho..

Jadi kita mau bikin mainan apa sih? Ceritanya Sakha ini belum mahir dalam hal nempel-nempel. Dia juga agak jijik sama sesuatu yang lengket-lengket. Biasanya sekali coba dia jijik, habis itu kalau udah beberapa kali nyoba dia bakal biasa aja. Wah mumpung di rumah juga ada lem stick, yuk kita bikin media latihan tempel-tempel buat Sakha. Alat bahannya gampang didapat kok, cekidot :
  1. Kertas bekas brosur atau kertas kado yang memiliki karakter menarik
  2. Gunting
  3. Wadah kertas
  4. Kertas lipat warna-warni
  5. Lem stick
Cara membuatnya juga gampang :
  1. Gunting kertas bekas brosur atau kado membentuk karakter yang ada
  2. Masukkan kertas berkarakter tersebut ke dalam wadah
  3. Siapkan lem stick dan kertas sebagai media menempel
Hore alat bahannya sudah selesai dibuat. Saatnya mengajak Sakha main. Kebetulan Sakha habis minum yogurt Havently Blush Yo, dapet hadiah berupa kartu-kartu berkarakter monster. Ya udah kayaknya seru kalau kartunya sekalian ditempel di kertas.. :D Gimana cara main nya?
  1. Ajak anak untuk mengambil kertas berkarakter di dalam wadah
  2. Beri contoh bagaimana cara mengoles lem stick ke permukaan kertas karakter
  3. Beri contoh bagaimana cara menempelkan kertas yang sudah diberi lem itu ke bagian kertas lipat
  4. Biarkan anak mengeksplorasi kegiatan nemempel tersebut
Simple aja kan ya aktifitasnya..hehehe.. Hasil Sakha menempel pun juga ga beraturan..wkwkwk.. Ga apa lah, yang penting sekarang Sakha udah ga begitu jijik sama lengketnya lem..
Sakha lagi asyik menempel
Hasil tempel Sakha yang seadanya.. :D
Dari permainan simpel ini sebenernya banyak manfaat yang didapat lho.. Antara lain :
  1. Melatih motorik halus
  2. Melatih koordinasi mata dan tangan
  3. Melatih daya konsentrasi
  4. Mengembangkan imajinasi
  5. Mengenal jenis karakter atau objek yang ditempel
  6. Mengurangi rasa jijik anak terhadap benda yang lengket
Sebenernya selain membuat mainan DIY ini, kemampuan menempel juga bisa disalurkan lewat sticker. Kalau belajar nempelnya pake buku sticker pasti akan lebih terstuktur dan menarik..hoho... Yuk, sudahkan si kecil diajak main tempel-tempel..hehehe.. Kalau belum, marilah dimulai dari sekarang.. :) Selamat nemenin si kecil main ya..

Oh ya kumpulan postingan saya tentang Permainan Murah Meriah, bisa diliat di sini ya...

See you on my next post..

Sumber gambar :
Contoh stiker : https://ae01.alicdn.com/kf/HTB10AUUKVXXXXbmapXXq6xXFXXX5/Cartoon-Pokemon-Wall-Stickers-for-Kids-Rooms-Home-Decorations-Pikachu-Wall-Decal-Poster-Wall-Art-Children.jpg_640x640.jpg

Rabu, 08 Maret 2017

Permainan Murah Meriah : Melasnya Sakha Ga Punya Mainan Pancing

Rabu, Maret 08, 2017 0 Comments
Ceritanya pas ada kumpul2 arisan buibu PT Ungu Terong, Sakha kusyuk banget mainan pancing punya mba Kiya. Yap, pastinya kita tau kan mainan pancing yang legendaris itu. Si ikan akan muter-muter di tempatnya trus mulutnya bakal mangap-mingkem. Pas mangap itu tinggal pancing deh si ikan pake pancing mini yang udah ada magnetnya. Sakha girang banget pas dia berhasil tangkap ikannya..hahaha..

Nah pengen rasanya beliin Sakha mainan ini, tapi pas waktu itu saya ngerasa Sakha belum cukup umur. Takutnya si mainan pancing ini ga bakal berumur lama juga karena dibanting atau dirusakin Sakha..hahaha.. Jadinya yuk mari kita manfaatin barang sekitar yang dipunya Sakha dan emaknya buat bikin mainan pancing yang tahan banting..wkwkwk.. Melasnya kamu tole Sakha.. :*

Saya keinget punya magnet kecil-kecil dan tali kur. Ga ada salahnya ni barang dimanfaatkan buat jadi pancingan. Alat dan bahan selengkapnya adalah :
  1. 6 buah magnet kecil
  2. Tali kur
  3. Tusuk sate
  4. Selotip
  5. Nampan dan wadah kecil
  6. Boneka jari hewan atau aneka magnet kulkas yang nanti pura-puranya akan dijadikan sebagai ikan
Trus gimana cara bikinnya ya?
  1. Ikat satu magnet pada tali kur bagian kanan, supaya ga lepas mending diselotip aja.
  2. Di bagian tali kur bagian kiri, ikat dengan tusuk sate. Supaya ga mudah lepas, rekatkan juga dengan selotip.
  3. Pancingan udah jadi. Silahkan atur panjang pendeknya tali dengan cara menggulungnya.
  4. Masukkan sisa magnet kecil di bagian dalam boneka jari. Selotip juga supaya si magnet ga menyembul keluar saat dimainkan.
Yuhuuu pancingan udah jadi nih. Gimana dengan si ikan? Hehehe.. ya ceritanya si boneka jari sama aneka magnet kulkas itu pura-puranya dijadikan sebagai ikan. Atau simpelnya anggep aja ini lagi memancing hewan deh.. :p. Yuk mari kita maiiin..

Cara mainnya simpel aja lhoo..
  1. Masukkan ikan pura-pura (boneka jari dan magnet kulkas) tersebut ke dalam nampan. Nah karena si nampan lagi dipake di dapur, jadi maap saya pake saringan magic com aja..hahaha..
  2. Minta anak memancing ikan tersebut.
  3. Setelah sukses mendapatkan ikan, minta anak untuk memindahkan ikan ke wadah kecil.
  4. Kalau ikan udah terpancing semua, masukkan kembali ikan ke nampan dan ulangi langkah di atas.
Pancingan abal-abal
Keliatannya mainan ini sangat simpel, tapi terbukti udah bikin Sakha anteng. Fokus banget mancingnya Nak! Dia heboh juga kalau udah berhasil memancing semua ikannya. Ga kalah heboh saat main pancing beneran, bukan yang abal-abal macam gini..hahaha..
Aku mau mancing hewan
Saat semangat Sakha tampak menurun, waktunya saya bikin permainan ini jadi lebih menantang. Gimana? Caranya pas Sakha mancing, saya pegangin si nampan sambil digerak-gerakin ke kanan ke kiri gitu, kadang juga muter-muter gerakannya. Ya intinya saya buat Sakha sedikit kesulitan dalam memancing. Hasilnya dia semakin kepo gimana caranya buat dapetin ikannya. Dia ngakak saat berhasil menakhlukkan saya..hoho.. Seru-seru..

Jadi gimana buibu.. Kalau si kecil belum punya mainan pancing, bisa bikin mainan pancing abal-abal kayak saya.. Atau silahkan kepoin link-link di bawah ini supaya dapet ide mainan apa yang bisa dibikin sendiri.. Selamat mencoba yaa.. :)





Sumber gambar:
Judul : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/474x/b4/4b/d2/b44bd2218da6f0c14a51d8778aca0538.jpg

Sabtu, 21 Januari 2017

Permainan Murah Meriah : Bikin Mainan Bowling Sendiri Yuk!

Sabtu, Januari 21, 2017 0 Comments
Halo buibu cantique, jumpa lagi di rubrik Permainan Murah Meriah, dimana mainan buat si kecil bisa dibikin dari bahan-bahan di sekitar rumah. Kali ini saya akan sharing pengalaman bikin mainan bowling buat Sakha beberapa waktu lalu. Mengingat saya punya banyak stok sisa botol plastik, alangkah baiknya dimanfaatkan dulu sebelum mereka benar-benar terbuang di tempat sampah.. :D

Yuk, alat dan bahan apa aja sih yang perlu dipersiapkan? Simple aja kok :
  1. 6 buah botol bekas, kalau bisa yang sama ukurannya
  2. Kertas krep warna-warni
  3. Lem plastik
  4. Bola plastik
Cara membuat :
  1. Bersihkan botol
  2. Gunting kertas krep warna-warni
  3. Tempelkan kertas krep di badan botol
    Sebenernya kertas krep bisa ditempel semua sampai seluruh botol tertutup kertas krep. Tapi sayang karena saya males, jadinya sekenanya aja asal botolnya ga polosan..hehehe..
Walaaaa.. akhirnya udah jadi deh. Botol-botol bekas tadi udah keliatan agak cakep, siap untuk dimainkan.. :)

Trus gimana cara mainnya? Simple aja kok :
  1. Susun botol dengan urutan 1 botol di depan, 2 botol di tengah dan 3 botol di belakang
  2. Minta si kecil berdiri menjaga jarak dari susunan botol tersebut
  3. Minta si kecil untuk menggelindingkan bola sampai mengenai botol
  4. Minta si kecil untuk mencoba menyusun botolnya kembali
  5. Ulangi sampai bosan :D
Dengan permainan sesimpel ini Sakha bisa melatih koordinasi mata, tangan dan kaki. Sakha juga jadi belajar mengarahkan bola ke target sasaran. Untuk menyusun kembali botol yang jatuh juga diperlukan kesabaran, otomatis dia juga belajar gimana caranya supaya sabar dan ga tergesa-gesa. 

Lalu berapa lama permainan ini betah dimainkan Sakha? Kurang lebih 20 menit, abis itu dia bosen dan lebih tertarik buat mukul-mukul botol di lantai.. :D Okay deh.. Besok lanjut bikin mainan yang lain ya.. 

Gimana buibu yang lain, tertarikkah membuat mainan sendiri? Yuk manfaatkan barang di sekitar kita untuk main bareng si kecil.. Selamat maiinn..jangan lupa kepoin permainan murah meriah yang lain ya.. Cekidot..




Selasa, 17 Januari 2017

Ide Kegiatan Permainan Menggunakan Pompom

Selasa, Januari 17, 2017 0 Comments
Halo buibu semua, pasti ga asing lagi kan dengan alat atau media bernama pompom. Bukan pompom untuk property cheerleaders bersorak sorai lho ya, tapi pompom yang sering dipakai untuk menghias baju, kerudung, boneka atau barang-barang crafting. Pompom ini terbuat dari benang. Banyak tersedia tutorial untuk membuat pompom secara DIY. Kali ini saya ga akan cerita gimana caranya bikin DIY pompom, ya karena emang saya ga bisa..hehehe. Saya akan berbagi cerita bahwa pompom ini bisa menjadi macam-macam permainan yang mengasyikkan untuk si kecil. Setidaknya menyenangkan bagi Sakha.. :D Yuk intip permainannya..

Sorting Warna Dengan Pompom
Pompom bisa dijadikan media pengenalan warna untuk si kecil. Kebetulan Sakha punya pompom dengan 6 macam warna, yaitu merah muda, kuning, hijau, biru, ungu dan orange. Sakha sebenernya belum terlalu ngerti nama-nama warna, tapi dia udah bisa membedakan warna yang satu dengan yang lainnya pas main sorting warna ini setelah beberapa kali main.

Alat dan bahan :
  1. Pompom warna merah muda, kuning, hijau, biru, ungu dan orange
  2. Mangkok plastik warna merah muda, kuning, hijau, biru dan orange
  3. Alas main/tray
Cara main :
  1. Tuang pompom dengan bermacam warna ke dalam alas main/tray
  2. Tata manguk warna mengelilingi tray
  3. Ambil satu pompom dan sebutkan warna pompom tersebut kepada si kecil
  4. Ajak si kecil untuk memasukkan pompom ke dalam mangkuk yang warnanya sama seperti pompom yang diambil
  5. Lanjutkan sampai selesai
  6. Biarkan si kecil untuk mengeksplor sendiri langkah 1 sampai 5
Serunya main sorting warna
Pas pertama kali main ini kira-kira pas umur 18 bulan, Sakha belum ngerti kalau dia diminta buat kelompokin warna. Dia malah antusias buat tuang pompom dari satu mangkok ke magkok lainnya.. :D

Menjepit Pompom
Permainan ini sebenarnya merupakan modifikasi dari permainan sorting warna, namun membutuhkan alat tambahan yaitu penjepit kue atau tweezer sebagai media memindahkan pompom dari alas main ke mangkuk warna.

Alat dan Bahan :
  1. Pompom warna merah muda, kuning, hijau, biru, ungu dan orange
  2. Mangkok plastik warna merah muda, kuning, hijau, biru dan orange
  3. Alas main/tray
  4. Penjepit kue atau tweezer
Cara main :
  1. Tuang pompom dengan bermacam warna ke dalam alas main/tray
  2. Tata manguk warna mengelilingi tray
  3. Ambil satu pompom dengan menggunakan penjepit atau tweezer dan sebutkan warna pompom tersebut kepada si kecil
  4. Ajak si kecil untuk memasukkan pompom ke dalam mangkuk yang warnanya sama seperti pompom yang dijepit
  5. Lanjutkan sampai selesai
  6. Biarkan si kecil untuk mengeksplor sendiri langkah 1 sampai 5
Ciee ada yang belajar menjepit
Pas pertama kali main ini kira-kira pas umur 18 bulan, Sakha ga antusias sama si tweezer. Karena emang dia belum bisa menjepit. Akhirnya si tweezer ini baru bisa dimainin ketika Sakha berumur 2 tahun, pas tangannya kuat buat menjepit.

Memasukkan Pompom Ke Dalam Botol
Ini merupakan permainan favorit Sakha, karena dia ga perlu mikir tentang perbedaan-perbedaan warna. Intinya Sakha ini demen banget main keluar masukin benda-benda, entah itu ke dalam kotak, botol atau wadah kecil. Kebetulan saya punya banyak stok botol bekas Miranda latte, ga ada salahnya dimanfaatkan buat mainan.. :D

Baca : Jatuh Hati sama Miranda Latte

Alat dan Bahan :
  1. Pompom aneka warna
  2. 2 Botol bekas
  3. Alas main/tray
Cara main :
  1. Tuang pompom ke dalam tray
  2. Minta si kecil untuk memasukkan pompom ke dalam botol
  3. Jika sudah penuh, minta si kecil untuk menutup botol
  4. Lakukan sampai semua botol terisi
  5. Jika semua sudah terisi, minta si kecil untuk mengeluarkan pompom dari dalam botol
  6. Lakukan kembali langkah 1 sampai 5
Sakha dijamin anteng main begini
Pas main ini Sakha mengalami kesulitan di langkah 5, yaitu saat mengeluarkan pompom dari dalam botol. Hal tersebut bikin Sakha penasaran, jadinya dia ngerti kalau mau ngeluarin pompom dari botol itu ga bisa langsung dituang. Musti diambil dikit-dikit pompomnya baru bisa keluar :D

Transfer Pompom Antar Botol
Ide permainan ini muncul saat Sakha main memasukkan pompom ke dalam botol. Saya minta Sakha untuk menuang pompom dari satu botol ke botol lainnya. Dia akhirnya paham kalau pompomnya berjumlah satu atau dua bisa dituang ke botol lain. Tapi kalau pompomnya berjumlah banyak tuh ga bisa dituang deh.. :D

Alat dan Bahan : Sama seperti permainan Memasukkan Pompom Ke Dalam Botol

Cara main :
  1. Sediakan 2 buah botol
  2. Minta si kecil untuk memasukkan satu atau dua pompom ke dalam botol pertama
  3. Minta si kecil untuk menuang pompom tersebut dari botol pertama ke botol kedua
  4. Jelaskan mengapa si kecil bisa menuang pompom dengan mudah
  5. Minta si kecil untuk memasukkan banyak pompom ke dalam botol pertama
  6. Minta si kecil untuk menuang pompom tersebut dari botol pertama ke botol kedua
  7. Jelaskan mengapa si kecil kesulitan saat menuang banyak pompom
  8. Ulangi langkah 1 sampai 7, sampai bosan :D 
Sukses menuang pompom
Mandi Pompom
Ide permainan ini muncul saat Sakha udah bosen mainan pompom trus mulai deh disebar-sebar pompomnya. Akhirnya daripada saya sebel pompomnya berserakan dimana-mana, lebih baik Sakha main mandi pompom aja di dalam bak.

Alat dan Bahan :
  1. Pompom warna-warni
  2. Bak mandi
Cara main :
  1. Masukkan banyak pompom warna-warni ke dalam bak mandi
  2. Minta si kecil untuk bermain pompom di dalam bak
  3. Buat peraturan boleh disebar-sebar asal masih di dalam bak :D
Sayang banget soalnya Sakha ga kefoto pas main ini. Dia demen banget apalagi pas ada pompom yang nempel di baju dan celananya. Dia girang banget.. :D

Menyusun Pola
Kalau si kecil udah mudeng sama pola angka atau huruf, pompom ini bisa dijadikan media supaya mereka lebih tertarik belajar pola lho. Sayang pas main ini Sakha belum tertarik. Jadi susah payah si emak nyusun pola huruf menggunakan pompom, eh ga lama udah diberantakin lagi sama Sakha :D

Alat dan Bahan :
  1. Pompom warna-warni
  2. Alas main
Cara main :
  1. Letakkan pompom ke alas main
  2. Beri contoh si kecil membuat pola huruf atau angka menggunakan pompom
  3. Sebutkan nama pola tersebut
  4. Minta si kecil untuk menirukan pola tersebut
  5. Lakukan kembail langkah 1 sampai 4
Saya lagi cari-cari dokumentasi saat Sakha main ini, tapi ternyata ga nemu. Padahal dulu sempat saya pake DP BBM. Ya sudahlah, maaf banget karena permainan terakhir ini juga tanpa foto.. (bow)

Selain bermain pompom dapat dikreasikan menjadi banyak kegiatan, permainan menggunakan pompom di atas juga memiliki banyak manfaat, antara lain :
  1. Mengenalkan warna kepada si kecil
  2. Mengasah otak, karena si kecil belajar mencocokkan warna pompom dengan mangkuk
  3. Melatih motorik halus
  4. Melatih koordinasi mata dengan tangan
  5. Melatih kesabaran, karena si kecil belajar mengeluarkan pompom dari dalam botol 
  6. Meningkatkan bonding orang tua dan anak, karena mereka bermain bersama-sama
Jadi gimana buibu semua, jadi tertarik kan untuk bermain pompom? Selamat bermain dengan si kecil ya.. :)

Kalau ingin bermain dengan memanfaatkan barang di sekitar kita seperti bola plastik, sedotan dan spons cuci piring, jangan lupa cek link di bawah ya :)

Permainan Murah Meriah : Memetik Bola

Permainan Murah Meriah : Meronce Sedotan

Permainan Murah Meriah : Tuang Air dan Memeras Spons

Sumber Gambar :
Pompom : https://img0.etsystatic.com/000/0/5412333/il_fullxfull.250537558.jpg

Jumat, 06 Januari 2017

Permainan Murah Meriah : Tuang Air dan Memeras Spons

Jumat, Januari 06, 2017 0 Comments
Hi semua, berjumpa lagi dengan rubrik Permainan Murah Meriah. Rasanya lama sekali saya ga posting tentang ini. Ga papa kan kalau saya pengen bercerita tentang mainan murah meriah yang dimainkan Sakha beberapa waktu lalu. Sebenernya Sakha udah main ini sedari bulan Agustus lalu, tapi sayang emaknya males buat nulis topik ini. Baru sempat sekarang (*karena mulai kehabisan bahan) Hahaha.. :D

Masih inget kan kalau dulu kita pernah memanfaatkan bola dan sedotan untuk sarana bermain anak. Kalau yang sekarang kita akan memanfaatkan spons. Yupii, spons yang sehari-hari kita gunakan untuk cuci piring itu buk. Buibu pasti punya semua kan. Ide permainan ini juga masih dari buku Rumah Main Anak. Saya mau minta maaf lagi karena belum sempat juga review bukunya karena memang saya belum pernah review buku jadi musti banyak belajar (*alasan klasik, padahal males).
Jadi kita akan bikin permainan apa? Jeng..jeng..jeng.. simple aja kok yaitu main tuang air dan memeras spons. Saya kira pasti anak kecil pasti akan tertarik dengan mainan ini, karena permainannya mengandung air. Siapa sih yang ga suka main air coba? Saya aja suka..kecuali berenang ya.. karena saya ga bisa :D. Yang pasti siap-siap lantai rumah basah ya buibu..

Bahan apa aja yang perlu dipersiapkan? Cekidot..
  1. Spons cuci piring : saya belah jadi 2 supaya ga terlalu besar saat dipegang anak
  2. Mangkuk untuk wadah air
  3. Nampan
  4. Cat air : saya pake warna merah
  5. Teko kecil transparan
Karena saya pake bahan seadanya di rumah, cara memainkannya pun saya bikin seadanya aja ya..hehehe.. Sebelumnya ambil air dalam teko dan beri warna merah. Kenapa saya pake warna merah? Karena supaya air terlihat jelas saat diserap spons dan saat dituang dari teko.

Begini cara main tuang air :
  1. Taruh mangkuk di atas nampan.
  2. Ajak anak untuk menuangkan air dari teko ke mangkuk. Lalu tuangkan air dari mangkuk ke nampan.
  3. Kosongkan isi nampan dengan menuangkan air ke dalam teko lagi.
  4. Ulangi berkali-kali sampai bosan..hahaha.. :D
Untuk main tuang air ini, sebaiknya menggunakan lebih dari satu teko dan beberapa gelas. Sayangnya saya cuma punya satu teko. Gelas plastikpun juga ga ada..hahaha.. Jadi kalau bahan-bahan yang lengkap tersebut tersedia, anak bisa memainkan tuang air antar teko, tuang air dari teko ke gelas, atau tuang air dari gelas ke gelas lainnya. Tingkat kesulitannya jadi berbeda kan..

Lalu kalau memeras spons, gimana cara mainnya ya?
  1. Taruh mangkuk di atas nampan.
  2. Tuang air dari teko ke dalam mangkuk. Ga usah sampe penuh, kira-kira sampai seperempat bagian mangkuk.
  3. Minta anak untuk merendam spons ke dalam mangkuk. Pada kegiatan ini kita bisa menjelaskan kenapa air di mangkuk akan berkurang, sedangkan spons menjadi berat dan berwarna merah karena air.
  4. Minta anak untuk memeras spons ke bagian nampan yang kosong. Pada kegiatan ini kita bisa menjelaskan kenapa sekarang nampannya menjadi basah.
  5. Ulangi berkali-kali sampai air pada nampan terisi penuh.
Senagnya Sakha main air
Gimana reaksi Sakha waktu mainan ini? Dia seneng bangeeet. Kami main ini di pagi hari saat Sakha belum mandi. Jadi ga papa lah berbasah-basahan. Kalau udah puas main, tinggal deh si Sakha dimandiin..hehehe.. Lokasi bermain kami di teras rumah. Kalau basah, tinggal dipel "sret-sret", beres dah. :D

Ternyata kegiatan sesimpel ini bisa punya banyak manfaat untuk si kecil lho, antara lain :
  1. Melatih motorik halus
  2. Melatih kekuatan tangan dan lengan
  3. Melatih koordinasi mata dengan tangan
  4. Melatih problem solving
  5. Melatih kemandirian dan kesabaran
Jadi gimana buibu semua tertarik untuk mencoba mainan ini? Yuk ajak si kecil berbasah-basahan dengan main tuang air dan memeras spons.. Selamat bermain ya.. :)

Sabtu, 14 Mei 2016

Permainan Murah Meriah : Meronce Sedotan

Sabtu, Mei 14, 2016 0 Comments

Halo berjumpa lagi pada rubrik Permainan Murah Meriah. Sebenernya ide dari permainan ini adalah dari Buku Rumah Main Anak. Saya akan mencari daftar permainan yang kebetulan bahan-bahan untuk membuatnya tersedia di rumah. Di postingan sebelumnya saya sudah sharing betapa senengnya Sakha main Petik Bola, yang bahan untuk membuatnya hanya membutuhkan bola warna-warni dan lakban saja.


Maaf banget karena di postingan sebelumnya saya sudah pernah janji untuk mereview buku Rumah Main Anak, tapi sampai sekarang belum direview (bow). Karena saya belum pernah mereview buku, jadi harus bikin draftnya dulu..sabar ya...hehehe.. Ya intinya Buku Rumah Main Anak ini recommended banget untuk dimiliki para mommy.. :D

Oke, sekarang saya akan bikin mainan apa ya? Kebetulan saya punya sedotan yang ga terpakai. Saya langsung buka buku Rumah Main Anak dan mencari kira-kira mainan apa yang bisa saya bikin dari sedotan. Muncul lah permainan Meronce Sedotan. Lebih lengkapnya bahan apa aja sih yang dibutuhkan? Dan gimana cara membuatnya?

Bahan :
  1.  Sedotan warna warni, saya memakai 6 warna
  2. 6 buah tusuk sate
  3. Kardus besar bekas Choco Chips atau Koko Crunch
  4. Cat Air
  5. Kuas
  6. Wadah kecil
Cara membuat :
  1. Warnai tusuk sate sesuai dengan warna sedotan menggunakan kuas dan cat air. Saya menggunakan warna merah, kuning, biru, pink, hijau dan cokelat. Biarkan tusuk sate mengering.
  2. Tancapkan tusuk sate ke kardus bekas. Kalau bisa jarak antara satu tusuk sate dengan yang lainnya jangan terlalu dekat.
  3. Potong masing-masing sedotan menjadi 3 bagian. Ya intinya potongan sedotan ga terlalu kecil dan ga terlalu besar.
  4. Masukkan potongan sedotan ke dalam wadah kecil.
Taraaa, jadi deh. Gampang banget kan bikinnya. Trus gimana dong cara mainnya? Cara mainnya simple aja kok, minta sang anak untuk memasukkan potongan sedotan ke dalam tusuk sate yang sudah ditancapkan ke kardus. Kalau anak sudah mengerti jenis-jenis warna, minta anak untuk memasukkan sedotan ke dalam tusuk sate yang warnanya sama dengan sedotan.

Dari permainan ini banyak manfaat yang bisa didapat, antara lain :
  1. Melatih motorik halus anak
  2. Melatih koordinasi mata dan tangan
  3. Melatih ketelitian dan kesabaran
  4. Melatih pengenalan warna
Reaksi Sakha pas main ini dia sempat kebingungan. Mungkin dia pikir "Ini sebenernya apa sih kok kecil-kecil warna warni". Setelah saya minta dia untuk masukin sedotan ke dalam tusuk sate, baru deh dia paham. Dia penasaran banget pengen cepet-cepet masukin sedotan ke tusuk satenya. Dia happy banget setelah berhasil mengisi penuh satu tusuk sate dengan beberapa potong sedotan.
Ada yang lagi serius nyusun sedotan
Tapi mainan ini ga bertahan lama. Jadi kayaknya sedotan yang saya pakai ini terlalu kecil buat Sakha, jadinya dia kesulitan. Akhirnya dia bosen deh karena sedotannya susah masuk ke tusuk sate, alhasil sedotannya disebar..hahaha.. Tusuk satenya pun dicopot dari kardusnya... :D

Ya ga papa deh, lain kali kita main lagi ya Sakha. Kalau Sakha tambah gede harusnya dia bisa mengerti arti kesulitan hidup ya (apa sih :|). Harusnya saya pake sedotan yang agak besar pas bikin mainan ini. Oh ya karena Sakha udah cabut tusuk satenya, jadinya saya bisa memperkenalkan prinsip benda lancip dan tumpul. Seru dah..

Sekian sharing saya tentang mainan murah meriah kali ini. Kalau mommy-mommy di rumah punya stok sedotan yang banyak, ga ada salahnya untuk membuatkan mainan ini untuk sang buah hati. Ternyata dari sedotan, banyak manfaat yang didapat ya.. :)