Selasa, 29 Agustus 2017

Macam-macam Pretend Play Untuk Anak

Selasa, Agustus 29, 2017 0 Comments
Saat Sakha memasuki usia dua tahun dia semakin lancar dalam berbicara. Selain itu daya imajinasinya sudah semakin berkembang juga. Dari buku saya sering membacakan cerita tentang bermacam-macamnya jenis profesi di Indonesia. Sakha paling tertarik dengan profesi dokter, driver, penyanyi, tukang bangunan dan koki. Mungkin karena Sakha pernah bertemu profesi itu secara langsung, jadi dia lebih tertarik. Sebagai contoh saat Sakha bertemu dokter anak di rumah sakit, dia antusias sekali..


Saat di rumah, Sakha juga sering berpura-pura menjadi dokter. Saat saya bilang kalau lagi ga enak badan, Sakha langsung bilang "Ama lagi sakit ya, coba Sakha liat". Langsung dia berpura-pura memeriksa saya sambil sesekali bergaya sok meminumkan obat ke saya. Dalam hati saya berkata "Wow, anakku sudah pinter acting". Alangkah lebih baik kami sebagai orang tua memfasilitasinya..hoho..

Selesai gajian seperti biasa saya mengalokasikan uang untuk keperluan mainan atau buku Sakha. Kalau ga salah inget saat itu bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional, dimana pasti banyak diskon-diskon bermunculan. Karena mengetahui Sakha yang senang berimajinasi, akhirnya saya putuskan untuk membelikan mainan pretend play di Lazada. Free ongkir kan..hoho...

Baca : Tips Belanja Hemat Dan Nyaman Saat Harbolnas

Karena Sakha suka banget profesi yang saya sebutkan di atas, sementara saya belikan mainan dokter-dokteran, potong-potong buah dan alat pertukangan..hehehe.. Kalau media untuk pura-pura jadi penyanyi kan gampang tinggal pake botol aqua dibalik jadilah mic. Kalau media untuk pura-pura jadi driver cukup ambil piring nganggur, trus dibalik, jadilah setir mobil. Sama kayak yang dilakuin Tipa Tupa, yang memanfaatkan barang di sekitar sebagai media mainan.


Berikut penampakan pretend play Sakha yang saya beli di Lazada. Harganya cukup murah sekitar Rp. 40.000 per set nya. Dan ternyata setelah saya buka, plastik sebagai bahan dasar mainan ini kualitasnya bagus banget. Plastiknya tebal dan tidak tajam.

Set dokter-dokteran
Ceritaya di toko Toylogy di Lazada ini, untuk mainan dokter-dokteran dengan merk ini ada banyak jenisnya. Nah karena saya milihnya cepet-cepet, akhirnya saya beli yang jenis ini. Padahal ada jenis lain yang di dalamnya terdapat stetoskop..huhu.. Padahal Sakha demen banget sama stetoskop, karena tiap ke dokter selalu nunjuk-nunjuk stetoskop yang dipakai dokter.
Set dokter-dokteran
Set mainan dokter-dokteran ini terdiri dari alat pengukur tekanan  darah, kaca mata, id card staff, perban, penjepit, sendok obat, botol obat, pisau, jarum suntik dan alat pengukur gula darah. Dengan mainan ini si kecil bisa berpura-pura menjadi dokter, seperti melakukan kegiatan memeriksa pasien, menyuntik pasien, atau memberikan obat ke pasien. Seru sekali, Sakha paling demen berpura-pura nyuntik saya dan kasih obat, ga lupa dia selalu pake kacamata saat pura-pura jadi dokter ini..wkwkwk..

Set pertukangan
Kadang saat ayah Sakha lagi benerin motor atau lagi pasang-pasang sesuatu, Sakha penasaran banget sama obeng, mur, paku atau palu yang sering dibawa ayahnya. Mau ngenalin Sakha dengan alat pertukangan yang beneran kok saya masih ngerasa agak berbahaya. Akhirnya ngenalinnya lewat mainan aja.
Set pertukangan
Set mainan pertukangan ini terdiri dari kunci penjepit, kunci tabung, baut, tang, kunci inggris, obeng, dan kunci pas. Sakha paling tertarik sama obengnya, karena dia pernah liat ayah Sakha lepas pasang obeng plus dan minus, akhirnya Sakha ikut-ikutan deh. Dengan mainan ini, saat si ayah sibuk dengan kegiatan pertukangan "nyata", si anak bisa juga dilibatkan tapi dengan media mainan. Pasti seru sekali bikin bonding antara bapak dan anak jadi bertambah lengket. Trus si emak bisa me time deh.. :p

Set potong buah
Sebelum masak saya biasanya potong sayur lesehan di depan TV. Nah Sakha ini kadang penasaran sama pisau yang saya pegang. Daripada Sakha deket-deket sama pisau, akhirnya saya melipir pergi ke dapur aja. Nah sejak nemu mainan potong buah ini Sakha jadi ga gitu penasaran sama pisau yang saya pegang. Dia antusias potong-potong mainannya sendiri.
Set potong buah
Sebenarnya banyak jenis mainan potong sayur dan buah. Tapi akhirnya saya memilih ini karena warnanya menarik. Eh ternyata setelah saya coba, selain warnanya menarik, plastiknya juga tebal dan bagus. Set potong buah ini terdiri dari piring, pisau, buah apel, jeruk, pisang, lemon, dan semangka.

Mainan di atas kira-kira saya beli bulan Desember tahun lalu dan sekarang kondisinya masih awet walaupun sering dimainin Sakha. Kalau saya lagi capek banget, yaudah Sakha main ini sendiri, sedangkan saya atau ayah Sakha sering jadi korbannya objeknya, misalnya jadi si pasien atau customer
Sakha memeriksa Saliha
Biasanya saya yang sering diperiksa Sakha, tapi waktu itu dia lagi semangatnya memeriksa Saliha yang pura-puranya lagi sakit..hohoho.. Kalau mainan potong buah, biasanya saya sering jadi customernya. Jadi Sakha berpura-pura menjadi chef yang lagi bikin salad buah, kemudian disajikan ke saya.
Sakha lagi bikin salad buah
Seru banget kan ternyata pretend play atau bermain peran ini. Selain seru, pretend play ini juga memiliki manfaat antara lain :
  1. Membangun rasa percaya diri. Dengan bermain peran menjadi sosok yang si kecil inginkan dapat menjadikan si kecil lebih percaya diri.
  2. Belajar memecahkan masalah. Saat bermain peran, pikiran si kecil akan berkembang sehingga dia seakan-akan menemukan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya ketika ada pasien sakit, si kecil akan bepura-pura memeriksa dan memberikan obat.
  3. Melatih kecakapan sosial. Bermain peran terutama saat bersama teman-temannya membuat si kecil berlatih untuk saling berempati, berbagi, bergantian dalam memainkan sesuatu, mendengar atau mengemukakan pendapat.
  4. Mengembangkan kemampuan berbahasa. Dengan sering "mengoceh" saat bermain, akan membuat kosa kata anak semakin meningkat sehingga pelafalannya menjadi lebih sempurna.
Wah yuk tunggu apa lagi, mari ajak si kecil bermain peran. Selain dengan jenis mainan di atas, ada juga ide pretend play yang lain contohnya bermain menjaga toko, main polisi-polisian, main sekolah-sekolahan, main rumah-rumahan dalam tenda, atau berpura-pura mencetak kue dengan menggunakan pasir kinetik atau playdough.

Baca : Tenda, si Mainan Favorit Anak? Iya Dong..

Baca : Asyiknya Bermain Playdough

Anyway thanks for reading ya.. Sampe jumpa di postingan yang lain.. ^_^

Sumber gambar :
Judul : http://3.bp.blogspot.com/-S2aY_96rz8o/Ua-V8sPQxtI/AAAAAAAADdU/fVilkFN-i5E/s1600/01(800)v01.gif 
Mainan : Lazada

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ngadem di Taman Fatmawati Wonosobo Yuk!

Sabtu, Agustus 26, 2017 1 Comments
Di suatu hari Minggu yang cerah ceria, kami sekeluarga akan bertandang ke daerah Wonosobo untuk menghadiri resepsi pernikahan teman kantor kami. Acara dimulai pukul 11.00 siang, kami memutuskan berangkat pukul 07.00 dari Jogja. Dulu kami sekeluarga pernah juga menghadiri acara nikahan di Solo, dan ternyata di Solo tradisi acara resepsinya adalah piring terbang. Gimana kalau di Wonosobo ya?


Kami masih setia mengandalkan google map sebagai penunjuk jalan. Wonosobo adalah dataran tinggi, jadi bisa dipastikan gimana berkelok-keloknya jalur yang musti kami lalui.. Hahahaha.. Kami melewati jalan naik turun dan belak belok. Kadang sampe ga kelihatan ujung jalannya, eh tiba-tiba dia udah belok aja. Sungguh perjalanan yang seru dan anti ngantuk! *kecuali buat Sakha yang angrem bobok di jok belakang
Rute Jogja - Wonosobo
Kurang lebih selama tiga jam kami melewati rute dasyat di atas, nyampe juga kami di Kabupaten Wonosobo. Kami mampir sebentar ke pom bensin untuk touch up supaya ga terlalu mbambes lah ya. Saat cuci muka, waaaaw... air disini dingin banget buk.. Dinginnya sama kayak di Batu Malang..


Yuhuuu, setelah siap langsung kami ke lokasi nikahan. Acara nikahan disini beda banget sama di Jawa Timur. Makanya kami pas nyampe sana tu plonga plongo karena tiba-tiba udah dikasih segepok kue dan souvenir. Eh ternyata ada ibu-ibu yang menunjukkan lokasi dimana kami harus duduk untuk menikmati acara. Hoho.. rupanya ini mirip acara walimahan kalau di Jawa Timur..

Acara nikahan berjalan lancar dan seru. Kenapa seru? Karena ada sesi tausiyah ustazah kece. Orangnya lucu banget pokoknya kalau jelasin, bikin kami semua ketawa..hoho.. Selesai menikmati acara nikahan kami berpamitan pulang..

Sampai di mobil, baru kami mikir.. "Walah masak ke Wonosobo ga main kemana gitu?" Mau ke Dieng kok ya effort banget, mau kuliner juga kami bingung karena cuma tau makanan khas Wonosobo adalah carica..wkwkwk.. Untung ada mbah google, kami searching dengan keyword "taman di Wonosobo", eh nemulah tempat ini..jengjengjeng... "Taman Fatmawati" namanya..

Taman Fatmawati ini terletak di Jalan Banyumas, Tawangsari, Kec. Wonosobo. Kurang lebih sekitar 20 menit dari tempat kondangan kami di Desa Gandok. Kalau ada koneksi ke google map, dijamin ga akan nyasar..hohoho.. Taman ini gampang banget ditemukan, karena tulisan "taman Fatmawati Wonosobo" di bagian depannya..

Hari minggu siang itu, kondisi di taman ini cukup ramai. Selesai memarkir kendaraan kami langsung masuk ke area taman. Dan ternyata untuk masuk taman, tidak dipungut biaya alias gratis..hohoho.. Masuk di area taman kami disambut dengan bangunan arsitektur modern yang di bagian tengahnya terdapat kolam ikan.
Bangunan di taman Fatmawati
Di bangunan terbuka ini terdapat tiang-tiang tinggi yang di bawahnya terdapat kursi yang bisa digunakan untuk duduk santai. Siang itu hawa di taman ini cukup sejuk. Kami menikmati duduk-duduk santai di kursi, sambil sesekali melihat Sakha berlarian di sekitar kolam ikan.
Leyeh-leyeh santai dulu di kursi yang disediakan
Menurut kami keadaan kolam ikan disini kurang terawat, airnya berwarna kehijauan. Selain itu air mancur di area kolam ikan tidak diaktifkan. Mungkin karena hari masih siang. Mungkin pemerintah kota berpikir kalau lebih menarik perhatian apabila air mancur dinyalakan pada malam hari, seperti yang pernah kami lihat di Alun-alun Ungaran..

Baca : Kerlap-Kerlip Becak Lampu Ada Lho Di Alun-Alun Bung Karno Ungaran

Di area bangunan terbuka ini juga terdapat taman bunga, yang membuat nyaman mata memandang. Jangan khawatir kehabisan tempat duduk, karena kursi yang disediakan cukup banyak. Misalkan ga kebagian kursi, kita bisa kok leyeh-leyeh di hamparan rumput hijau..hohoho..
Tanaman hias disini
Puas menemani Sakha lari-larian di sekitar kolam ikan, kami lanjut leyeh-leyeh di rumput hijau. Dari dulu ayah Sakha pengen banget punya taman yang ada rumput gajah mininya. Trus dia bisa bobok-bobok di di atas rumput sambil menikmati cuaca cerah. Sayang kami belum punya rumah dengan taman rumput nih, sementara kita leyeh-leyeh disini dulu aja ya Yah.. :D
Leyeh-leyeh di taman
Asik leyeh-leyeh di rumput tiba-tiba Sakha nunjuk-nunjuk kereta mini yang lagi parkir. Singkat dikata dia minta naik kereta mini dong. Akhirnya kami berdua naik kereta mini. Cukup membayar Rp. 5.000 per orang kita sudah bisa keliling taman Fatmawati ini dua kali putaran. Ga perlu nunggu kereta mini ini penuh penumpang untuk berjalan. Walaupun isi kereta ini cuma saya dan Sakha aja, bapak operator tetap menjalankan kereta.. :D
Naik kereta mini
Saat memutari taman ini saya melihat banyak anak-anak bersepeda santai. Selain itu ada pula keluarga yang lagi asik menaiki becak mini. Yup, taman ini cocok banget buat area bersepeda anak-anak. Selain itu juga cocok buat jogging track. Nah ternyata di sekitar tempat parkiran kereta mini tadi tuh terdapat persewaan sepeda dan becak mini. Sepedanya pun terdiri dari banyak jenis, mulai dari roda empat, roda tiga, sampai roda dua. Karena Sakha belum bisa mengayuh sepeda, kami lebih tertarik untuk menyewa becak mini saja..hoho..
Area parkir kereta mini dan sewa sepeda
Harga sewa sepeda atau becak mini disini adalah Rp. 10.000 bisa main sepuasnya. Wow, mayan terjangkau kan. Disini banyak banget pasangan suami istri yang menyewakan anaknya sepeda. Saat anaknya sibuk bersepeda, mereka asik wefie atau sekedar ngobrol seru di rumput hijau kayak di film-film India. Seru kan..hahaha.. Banyak juga yang asik berbecak ria seperti yang kami lakukan ini.. Seru banget, Sakha suka, ama suka, ayah yang ga suka karena harus genjot becaknya.. :D
Masih kuat nggenjot kalau penumpangnya Sakha
Yang ini mulai ngos-ngosan
Hahaha ayah Sakha nggenjot becak ini dua kali putaran taman Fatmawati. Capek banget katanya. Melihat ayah Sakha capek kami memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil duduk-duduk di kursi. Di sekitar area rumput hijau ini terdapat banyak penjual makanan dan minuman. Jadi kalau laper atau haus ga perlu khawatir ya. Di taman ini juga disediakan mushola untuk sholat.
Area rumput hijau
Keadaan taman ini menurut saya cukup bersih. Banyak banget disediakan tempat sampah disini, yang disesuaikan dengan jenis sampahnya. Menurut saya taman ini cocok banget untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga yang murah meriah di Wonosobo, sama seperti Alun-alun Tugu di Kota Malang, dimana juga tidak memungut biaya tiket masuk.

Baca : Bundaran Tugu dan Alun-Alun, Tempat Rekreasi Ramah Anak Yang Murah Meriah Di Kota Malang

Akhirnya setelah kurang lebih satu jam kami ngadem di taman ini, waktunya kami balik ke Jogja lagi. Untuk tarif parkir mobil, kami membayar Rp. 5.000. So jadi gimana, kalau lagi berkunjung ke Wonosobo jangan lupa mampir kesini ya.. Recommended place buat ngadem dan kumpul-kumpul..

Thanks for reading.. See you on my next post..

Ringkasan :
Nama Tempat : Taman Fatmawati
Alamat : Jalan Banyumas, Tamansari, Kec. Wonosobo
Harga tiket masuk : GRATIS
Harga parkir : mobi Rp. 5.000
Fasilitas : taman, mushola, jogging track/area bersepeda, sewa sepeda dan becak mini
Rate : 4.8/5

Rabu, 23 Agustus 2017

Blog Dikasih Tanda Tangan? Bisa Kok..

Rabu, Agustus 23, 2017 0 Comments

Yuhuu, beberapa hari terakhir ini ada perubahan yang tidak terlalu signifikan di blog saya..wkwkwk. Ya walaupun perubahan itu kecil, tapi saya tetep demen lah. Perubahan apakah itu? Silahkan perhatikan di bagian kiri bawah tiap postingan saya..jeng jeng jeng.. Iyes, ada tanda tangan disana..hahahaha.. Awalnya saya iseng-iseng nih pengen bubuhin tanda tangan alias signature saya di tiap postingan, biar kayak blogger-blogger yang profesional dan keren gitu.. Akhirnya nemu juga cara gampangnya..hohoho.. Daripada lupa mending saya share disini aja.. :D

Nah kasih signature di blog ini ada cara yang berbayar, jadi kayak kita beli font yang kece gitu buat format tanda tangan. Ada pula cara yang gratisan lho, salah satu caranya adalah yang saya pakai ini.. Saya nemu format tanda tangan gratisan di situs mylivesignature.com. Yuk mari kepoin gimana bikin tanda tangan digital disini..

1) Di halaman home mylivesignature.com klik "Start Now" button untuk mulai membuat tanda tangan baru.

2) Klik "Start!" button pada pilihan pada kotak "Create using our step-by-step wizard".

3) Ketikkan nama yang ingin kita tampilkan di tanda tangan kita nanti pada bagian "Step 1 : Enter your name". Klik "Next Step" button untuk melanjutkan.

4) Pilihlah jenis huruf yang akan digunakan pada tanda tangan kita. Pada step ini "Step 2 : Choose the font style" terdapat 120 jenis font yang bisa kita pilih. Untuk berpindah ke jenis font berikutnya cukup klik pada button font pagination berwarna orange.
Klik "Next Step" button untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

5) Pilih ukuran tanda tangan yang diinginkan. Klik salah satu pilihan ini pada bagian "Step 3 : Choose the signature size". Klik "Next Step" button untuk lanjut ke langkah selanjutnya.

6) Pilihlah tingkat kemiringan tanda tangan yang diinginkan pada bagian "Step 4 : Choose the signature slope (angle)". Saya lebih suka style pertama tanpa tingkat kemiringan. Klik "Next Step" untuk lanjut.

7) Pilih warna tanda tangan yang kita pengen pada bagian "Step 5 : Choose the signature colors". Klik "Next Step" untuk melanjutkan.

8) Horeee tanda tangan kita sudah jadi. Klik kanan pada bagian gambar tanda tangan lalu pilih "Save Image As" untuk meyimpan tanda tangan tersebut ke lokal komputer kita.

9) Buka akun Google Plus pada browser baru. Nah setelah sukses menyimpan gambar tersebut di lokal komputer, selanjutnya adalah menyimpan gambar tersebut ke direktori Google Plus milik kita. Kita bikin koleksi baru yang telah di set Publik.

10) Pilih gambar tanda tangan pada collection album Google Plus. Pilih opsi "Copy Image Location" untuk mengcopy alamat url gambar tanda tangan ini. Alamat ini akan digunakan saat kita mengedit tema blog.

11) Buka Blogger pada browser baru. Navigate ke menu Tema. Klik "Edit HTML" button untuk mengedit kode CSS supaya tanda tangan tampil di blog kita. Paste alamat gambar tersebut di bagian bergaris hijau di bawah ini (di bawah bagian data post body).

Taraaaaa... Saat template sudah berhasil disimpan, maka tanda tangan akan tampil di setiap postingan blog kita. Seperti bisa dilihat di postingan saya ini...hoho.. Sekian tutorial dari saya.. Semoga bermanfaat ya... :D Untuk tutorial yang lain bisa dibaca disini ya..

Sumber gambar :
Judul : https://prettydarncute.com/wp-content/uploads/2012/05/signature.jpg

Minggu, 20 Agustus 2017

Selamat Ulang Tahun Ketiga Sakha

Minggu, Agustus 20, 2017 1 Comments
Wohoooo, tak terasa tanggal 10 Agustus 2017 Sakha udah berumur 3 tahun. Wah, perasaan baru kemarin saya merasakan gimana tak terlupakannya proses persalinan Sakha. Kayaknya baru kemarin juga Sakha masuk daycare setelah cuti melahirkan saya habis. Kayaknya juga baru kemarin saya sibuk mompa asi supaya Sakha bisa asi ekslusif sampai dia disapih... wow.. time flies so fast..




Di ulang tahun Sakha yang ketiga ini sebenernya kami udah berencana untuk mengadakan acara tiup lilin di daycare. Pikir saya kan Sakha udah mudeng gimana caranya niup lilin, plus dia juga udah bisa nyanyi lagu "Selamat Ulang Tahun" atau "Panjang Umurnya". Pasti seru banget ngadain acara tiup lilin bareng temen-temennya di daycare.

Tapi sayang banget, rencana itu ga bisa terealisasi karena keterbatasan cuti saya. Sedih banget. Masih ingat kan tahun lalu kasus seperti ini juga terjadi. Saat semua sudah siap, tiba-tiba Sakha kena musibah jatuh dari motor. Alhasil saya ambil banyak cuti untuk jagain Sakha yang lagi recovery di rumah.


Tahun ini pun sama, di akhir bulan Juli Sakha kena musibah lagi, yang membuat dia harus dirawat di rumah sakit. Lagi-lagi saya ambil cuti untuk menjaga Sakha di rumah sakit. Kalau balance cuti ayah Sakha sih masih banyak, dia ga fakir cuti. Andaikan balance cuti bisa ditransfer ya, saya ga perlu ambil unpaid leave berhari-hari.. 


Sebenarnya acara tiup lilin bisa dilakukan saat kami istirahat kerja, tapi itu adalah jam tidur siang anak-anak daycare. Akhirnya kami memutuskan ultah Sakha tahun ini seperti tahun-tahun yang lalu saja, yaitu bagi-bagi goodie bag dan nasi kotak di daycare.


Souvenir dan plastik pembungkus goodie bag ini udah dari pertengahan bulan Juli saya pesan. Saya memilih beli secara online saja, karena cocok dengan budgetnya. Untuk memilih souvenir ini saya sempat kebingungan. Saya iseng buka profil penjual souvenir ultah Sakha tahun lalu, disana toko itu menjual botol plastik berbentuk kartun minion, pinguin dan katak yang menurut saya lucu bentuknya. Setelah berdiskusi dengan ayah Sakha, akhirnya diputuskanlah botol plastik kartun itu sebagai souvenir.
Souvenir botol Clio Evo Kids
Untuk plastik pembungkus goodie bag, saya memilih yang bergambar Boboiboy karena Sakha demen banget sama kartun ini..hohoho.. Untung nemu juga di Tokopedia. Saya sempat ragu si botol akan muat di plastik, karena emang plastik pembungkus yang saya beli ini ukurannya kecil.

Saat ultah Sakha yang pertama, kedua dan ketiga ini, snack isian goodie bag masih kami percayakan pada Lotte Mart. Sekitar H-5 kami baru sempat beli snack ini. Kami sengaja memilih snack yang ukurannya tidak terlalu besar, supaya muat di plastik pembungkus goodie bag :D. Oh ya saya baru tau kalau Lotte Mart Jogja sudah berganti judul menjadi Lotte Grosir. Saya juga baru tau kalau sekarang doi udah jual kantong kresek plastik. Kayaknya blog saya di bawah ini perlu diupdate lagi deh...


Setelah muterin rak jajanan di Lotte, akhirnya kami menemukan snack yang pas. Sakha juga ikut serta dalam pemilihan ini. Saat kami bingung memilih antara dua jajanan, kami langsung bertanya pada Sakha dan akhirnya dia yang meilih..hoho..Selain itu dia juga bantu masukin jajanan ini ke dalam troli. Pokoknya Sakha semangat banget buat persiapan ultahnya tahun ini. Berikut adalah snack isian goodie bagnya :
  • Susu UHT Ultra rasa cokelat
  • My jelly wong coco cup
  • Gerry kreker beras
  • Top chocolate strawberry
  • Nyam-nyam double puff
  • Trenz crackers cheese
  • Choki-choki
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya saya minta tolong lagi ke mas Topan untuk membuatkan kartu yang akan diselipkan di goodie bag. Mas Topan tau kalau Sakha demen banget sama Boboiboy, akhirnya dibikinin design yang bertemakan Boboiboy. Woww, bisa pas sama plastik pembungkus goodie bagnya.. So tema ultah Sakha kali ini adalah Boboiboy.. :D Sakha demen banget lihat kartu hasil bikinan mas Topan. Sakha ga berhenti mesem-mesem lho liatnya.. Emak sama bapak Sakha juga mesem-mesem liat kartunya seperti ini.. Bagussss designnya... :D
Sakha jadi Boboiboy..hohoho..
Snack, souvenir, kartu, dan plastik pembungkus goodie bag sudah beres. Saatnya kami mulai tahap pembungkusan. Tahap packaging ini dimulai saat H-2 ultah Sakha..hahaha.. Ngedadak banget kan, mana kami harus membungkus 54 pack goodie bag. Proses packaging agak ndadak karena kami baru ngeprint kartu di H-2 siang hari, belum lagi godaan kantuk dan letih saat pulang kerja, jadi kepending mulu deh. Atas bantuan Sakha dan ayahnya, akhirnya semua goodie bag berhasil terbungkus rapi di H-1 malam hari.. Kecup semuaaaa.. :*
Proses packaging
Hasil packaging
Rencananya 54 pack goodie bag ini akan diberikan pada teman Sakha di daycare, bunda-bunda di daycare, juga beberapa tetangga yang memiliki anak kecil, serta beberapa teman kerja yang tempat tinggalnya ga jauh dari kontrakan kami. Selain mempersiapkan goodie bag, kami juga memesan nasi timbel Cimoll Resto untuk bunda daycare supaya bisa disantap saat makan siang. Supaya fresh saat dihantarkan, sepulang kerja, kami juga memesan ayam panggang 3Berku untuk dihantarkan ke beberapa tetangga dan teman kerja yang rumahnya tidak terlalu jauh. Kira-kira sekitar pukul 20.00 kami baru nyampai rumah lagi setelah muter-muter menghantarkan bingkisan..

Sebelum pulang ke rumah, kami mampir dulu ke toko kue untuk membelikan Sakha kue tart mini. Kami udah berjanji pada Sakha bahwa akan ada sesi tiup lilin kecil-kecilan. Dia antusias banget..hohoho.. Yuk nak ditiup lilinnya. Sebelumnya mari kita nyanyi dulu...
Sesi tiup lilin ini kami lakukan berulang-ulang demi mendapatkan foto yang banyak..wkwkwk.. Sakha juga seneng bolak-balik tiup lilin. Capek tiup lilin, akhirnya kami makan kuenya. Selesai makan kue, Sakha ga sabar pengen buka kado dari bunda-bunda daycare. Sakha seneng banget, karena ultah tahun ini dia dapet banyak kado.. Selamat ulang tahun ya tole sayaaang..
Selamat ultah yang ketiga
Semoga kamu panjang umur, sehat selalu, makin pinter, makin sholeh, mandiri, berkah hidupmu dan bermanfaat bagi orang banyak. Target dalam waktu dekat ini semoga kamu bisa lulus toilet training yo le..hoho.. Semangat Sakha sayang. Ama dan ayah sayang Sakha selalu.. :*

Sumber gambar :
Owl : https://thumbs.dreamstime.com/z/third-birthday-greeting-card-cute-owl-balloon-birthday-cake-vector-background-68725941.jpg 
Souvenir : https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2016/4/5/38816921/38816921_f3f43ce9-52ac-4996-a15b-d4505b89ecb8.jpg

Jumat, 18 Agustus 2017

Belajar Mewarnai Plus Mengenal Warna, Siapa Mau?

Jumat, Agustus 18, 2017 1 Comments
Halouuuu rasanya udah lama banget ga nulis tentang topik mainan. Bosen ah dari kemarin nulis tentang travelling atau tentang curhatan melulu. Kali ini saya mau sharing cerita kegiatan yang akhir-akhir ini jadi favorit Sakha. Apakah itu? Dari judulnya udah ketauan banget kalau kegiatannya adalah mewarnai..hahaha..

Ya emang bener Sakha kemarin-kemarin suka banget kalau disuruh mewarnai. Jangan kira hasil mewarnai Sakha bagus dan rapi lho. Hasil mewarnainya ya ala kadarnya coret-coretan gitu. Tapi saya senang karena Sakha udah bisa mengenal warna. Mungkin karena Sakha sebelumnya sering banget main pompom beraneka warna, jadi kemampuan sorting colornya meningkat.


Ceritanya dulu awal-awal saat mengenalkan kegiatan mewarnai, saya mengenalkan Sakha dengan pensil warna dan buku gambar sebagai medianya. Nah karena hasil polesan pensil warna di buku tersebut kurang terang, Sakha jadi ga terlalu tertarik waktu itu. Plus saat itu dia mewarnai buku gambar sambil menekan pensilnya semangat banget, sampai si pensil "bujel" semua. Jadi tambah ga tertarik deh. Akhirnya daripada Sakha stress dengan kegiatan mewarnai *yang dia juga tidak puas dengan hasilnya akhirnya saya membelikan Water Doodle..


Kegiatan mewarnai dengan Water Doodle tersebut bikin Sakha seneng. Water Doodle ini juga sukses bikin Sakha anteng di mobil saat mudik kemarin. Di kampung halaman pun Sakha ga lupa unjuk kebolehan mewarnai di Water Doodle ke yang ti, yang kung, pakdhe, budhe, dan tantenya..heleh-heleh.. :D


Nah suatu ketika saat Sakha kami ajak ke supermarket, di area ATK dia nunjuk-nunjuk seperangkat alat krayon. Kami jadi berpikir, walah di usia Sakha yang udah dua tahun lebih ini masa' belum pernah diajari mewarnai pakai krayon. Akhirnya terbelilah satu set krayon berukuran medium ini. Tepatnya oil pastel ding, soalnya kami ga menemukan krayon dengan ukuran medium, akhirnya terpaksa pilih yang berjenis oil pastel. Oil pastel ini teksturnya lebih lunak daripada krayon.
Penampakan oil pastel
Di rumah saat saya mau nemenin Sakha melakukan kegiatan barunya ini, saya buka sosmed. Kebetulan ada teman yang posting tentang kegiatannya menemani anaknya belajar mewarnai. Kayaknya seru juga kalau diterapkan ke Sakha. Si kecil bisa belajar mewarnai sambil mengenal warna. Apa bahan yang perlu dipersiapkan?
  1. Krayon, pensil warna atau oil pastel
  2. Buku gambar polosan
  3. Senyuman
  4. Hati yang ceria..eaaa
Trus habis itu diapain ya?
  1. Gambarlah garis berbetuk pola dengan menggunakan warna yang berbeda. Pola yang digambar bisa berupa lingkaran, kotak, ellips, persegi panjang, segitiga, dll.
  2. Gambar pola ini kalau bisa jangan terlalu besar, satu kertas buku gambar bisa digambar sekitar lima atau enam pola.
  3. Setelah gambar jadi, mintalah si kecil untuk mewarnai pola tersebut sesuai dengan warna garis yang ada di pola.
  4. Selain itu ajak si kecil untuk menyebutkan nama pola yang dia warnai, ajak pula menyebutkan warna krayon yang sedang mereka pegang.
  5. Ulangi kegiatan itu sampe bosaaaan..hahaha,,
Sakha demen banget sama kegiatan ini. Mungkin karena pola gambarnya tidak terlalu besar, jadi dia seneng karena untuk menyelesaikan proses mewarnai ini ga butuh waktu lama. Saya juga tak lupa berpesan agar mewarnainya ga keluar garis, ya tapi namanya baru pertama kali coba alhasil masih offside krayonnya.
Sakha mewarnai dulu ya
Setelah semua pola selesai diwarnai, Sakha minta dibikin pola lagi di kertas gambar yang kosong. Lumayan kegiatan ini bisa bikin Sakha anteng. Sakha sempat bingung sama bentuk pola yang belum pernah dia temui seperti ellips, jajaran genjang, trapesium, oval. Karena di permainan lain seperti di puzzle knob dan di el hana bussy bag dia cuma nemuin bentuk dasar seperti persegi, pesegi panjang, lingkaran dan segitiga..

Baca : Yuk Main Puzzle Knob!

Baca : Unboxing : El Hana First Bussy Bag

Ga diragukan lagi kan, kegiatan mewarnai ini punya banyak banget manfaat untuk si kecil, antara lain:
  • Mengembangkan kemampuan motorik
  • Media berekspresi
  • Melatih menggenggam pensil sebagai persiapan nanti saat sekolah
  • Mengenal perbedaan warna
  • Mengenal garis batas bidang
  • Melatih daya konsentrasi
Woh, mantab kan. Jadi tunggu apa lagi, mengajak si kecil belajar mewarnai, siapa mau?

Sumber gambar :
Judul : https://i.ytimg.com/vi/UAPmRSIsBGo/maxresdefault.jpg

Selasa, 15 Agustus 2017

Rumah

Selasa, Agustus 15, 2017 0 Comments
Rumah adalah sebuah tempat peristirahatan, tempat kita pulang dari capeknya rutinitas pekerjaan setiap harinya. Masih ingat pelajaran zaman SD dulu, bahwa kebutuhan primer manusia untuk hidup ada tiga macam yaitu pangan, sandang, dan papan. Pangan : kita harus makan supaya tetep punya tenaga untuk beraktifitas. Sandang : kita harus memakai baju yang layak supaya kehangatan tubuh kita tetap terjaga, selain itu demi norma yang harus kita patuhi dalam bermasyarakat. Papan : kita harus tinggal di dalam rumah untuk berlindung dari panas, hujan, badai atau tindakan kriminalitas yang tidak diinginkan.

Nah pada kebutuhan primer nomer tiga ini sering terjadi polemik atau pro kontra. Biasanya polemik ini sering terjadi antara pasangan suami istri dengan orang tuanya. Berdasarkan pengamatan saya, banyak sekali para orang tua yang mendesak anaknya untuk segera membeli rumah setelah menikah, karena harga rumah yang semakin lama semakin tinggi menjulang. Tapi Pak, Buk, tolong maklumilah si anak, hasil tabungan jerih payah mereka selama bekerja saat masih single sudah kembali ke fitri lagi lho, alias kembali ke enol karena untuk mewujudkan pesta pernikahan yang sama-sama kalian idamkan.

Nah karena emang kondisi si anak yang belum punya rezeki buat beli rumah, akhirnya si anak memilih untuk mengontrak rumah. Para orang tuapun menyetujuinya. Sekian. Apakah case closed? Tidak dong.

Biaya sewa kontrakan pun dari tahun ke tahun semakin meningkat, plus tabungan si anak untuk DP rumah kok rasanya gak ngumpul-ngumpul. Belum lagi si kecil hasil pernikahan udah mulai lahir di dunia. Rasanya tidak tega saat mengantar si kecil ke dokter atau saat ada keharusan keluar rumah harus berpanas-panas dan berhujan-hujan dengan menggunakan motor. Rasanya pengen membeli mobil supaya si kecil nyaman dalam berkendara. Dengan adanya mobil, biaya mudik ke kampung halaman pun bisa dipangkas. Dengan adanya mobil, tak perlu menyewa taksi saat keluarga besar datang untuk berjalan-jalan. Impian untuk segera membeli rumah pun dikalahkan oleh impian untuk membeli kendaraan roda empat. 


Mendengar harga sewa kontrak rumah yang semakin lama semakin naik, desakan untuk membeli rumah pun lagi-lagi dialami si anak. Keep calm Pak, Buk. Prioritas si anak sudah berubah semenjak adanya bayi, tolong maklumi. Si anak memilih untuk membeli kendaraan roda empat dulu supaya si kecil nyaman dalam berkendara, jadi tabungan pun sudah kembali ke fitri lagi. Mari kembali menabung dari enol untuk membeli rumah, sesuatu yang kalian sering desakkan kepada si anak.

Si anak sedang berproses dalam menabung Pak, Buk. Tolong jangan lihat si anak dengan sebelah mata saat si anak meluangkan waktu untuk rekreasi dan menginap di hotel bersama keluarganya. Tolong jangan ragukan niat menabung si anak hanya karena kalian tau si anak dan keluarganya sering berjalan-jalan ke mall saat weekend tiba. 

Pak, Buk, si anak hanya ingin menikmati hidupnya setelah capek dengan rutinitas pekerjaan. Rekreasi dan sesi menginap di hotel pun tak dilakukan setiap minggu kan. Hal tersebut memiliki anggaran tersendiri yang sudah si anak kumpulkan supaya mereka sekeluarga tetep waras dalam menjalani hidup. Kenapa waras? Ya karena dengan waras, si anak dapat bekerja dengan lebih baik sehingga dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah, lalu bisa menabung untuk membeli rumah, sesuatu yang sering kalian desakkan kepada si anak.

Tentang jalan-jalan ke mall itu..ah sudahlah, si anak cuma ingin berjalan-jalan saja, menyenangkan keluarganya. Daripada berjalan-jalan ke pantai atau ke tempat wisata yang tiket masuknya berbayar, tentunya wisata mall ini merupakan pilihan bijak. Si anak cukup membayar parkir saja Pak, Buk. Tenang, si anak juga bukan orang yang suka barang-barang branded, jadi jangan khawatir saat mereka berjalan-jalan di mall. Sebenarnya godaan yang menggiurkan selama ini cuma makanan di mall. Si anak sedang mencari solusinya, sebelum ke mall mereka mengusahakan untuk makan berat dulu Pak, Buk.. :)

Melihat proses menabung si anak yang tak kunjung menemui titik hasil, ada kalanya para orang tua menawarkan bantuan. Bisa jadi kalau orang tuanya kaya raya, soal rumah ini bukan merupakan masalah besar. "Ini nak, rumah di perum xx buat kamu ya", "yang di perum yy buat adekmu". Wow, betapa beruntungnya. Tapi rasanya tetap beda kalau kita memiliki sesuatu bukan dari hasil jerih payah sendiri.

Bantuan pun tak datang hanya dari orang tua yang kaya. Walaupun keadaan orang tua pas-pasan, mereka tetep menawarkan uang tabungannya untuk tambahan biaya beli rumah anaknya. Hmmm.. Please Pak, Buk, si anak sudah tidak ingin merepotkan kalian lagi. Tolong pahamilah itu. Kalian sudah capek-capek menyekolahkan si anak mulai dari TK sampai ke jenjang sarjana, tentunya jika ditotal nomimalnya pun tidak terkira. Nah, sekarang nikmatilah uang tabungan kalian dengan suatu hal yang kalian suka dan butuhkan..hohohoho.. Biarlah si anak mencoba untuk mandiri demi mendapatkan rumah, sesuatu yang sering kalian desakkan kepada si anak.

Si anak hanya butuh doa Pak, Buk. Doakan semoga semua yang si anak rencanakan ini lancar dan sukses. Doakan segera supaya rumah impian si anak segera terealisasi. Semoga rumah yang si anak tinggali memberikan berkah dan kehidupan si anak selalu dalam ridho Allah. Tak usah sering menanyakan apalagi mendesak dalam hal rumah merumah ini. Cukup nikmati prosesnya. Karena hasil tidak akan mengkhianati proses. Doakan kami ya Pak, Buk, untuk segera memiliki hal itu.. sebuah rumah..

Baca : Alhamdulillah Pindahan Rumah
 

Sumber gambar :
Kartun : https://cdn.pixabay.com/photo/2012/04/02/15/29/building-24773_1280.png

Minggu, 13 Agustus 2017

Sakha Mau Sholat Amaaa

Minggu, Agustus 13, 2017 0 Comments
Kapan kita sebagai orang tua mulai mengajarkan si kecil untuk sholat? Sebaiknya orang tua mengajarkan kebiasaan sholat sejak dini. Hal tersebut juga yang pengen saya lakukan, sedini mungkin udah mengenalkan Sakha sama sholat. Tapi pada kenyataannya menanamkan kebiasaan ini tidaklah mudah.. :D

Walaupun saat membacakan Sakha buku Halo Balita udah berkali-kali saya sounding tentang kebiasaan sholat, tapi Sakha ga serta merta mau ngikutin saya melakukannya. Sebagai ibu baru, dulu saat Sakha masih berumur belum ada setahun, saya pernah sengaja membiarkan Sakha duduk di bouncer, sedangkan saya sholat di sebelahnya. Planningnya sih supaya Sakha kenal dengan gerakan-gerakan sholat. Tapi apa yang terjadi? Ya Sakha nangis kejer lah.. :D


Sampai pernah saat Sakha pertama kali berlebaran, kami ga mengajak Sakha untuk sholat Ied. Kami lebih memilih menitipkan Sakha ke eyang dhe nya yang kebetulan berhalangan sholat Ied. Kenapa? Karena kami ga pengen Sakha nangis saat sholat dan mengganggu jamaah sholat Ied..hehehe..

Perjuangan untuk mengenalkan Sakha dengan sholat masih kami lakukan. Seiring bertambahnya usia, ketertarikan Sakha pada kegiatan sholat semakin bertambah. Pernah saat ayahnya sholat, dia menirukan gerakan ayahnya itu. Saat ayah Sakha memakaikan sarung miliknya untuk Sakha sholat, Sakha semakin senang. Duh saya mikir, kok melas banget Sakha ga punya sarung..hahaha..
Sakha sholat pake sarung ayah
Saat Sakha berumur sekitar satu setengah tahun, kami membelikan Sakha set sarung instan dan peci, supaya Sakha lebih semangat dalam mengikuti gerakan sholat. Sebelumnya saya dan ayah Sakha jarang sholat berjamaah karena kami harus bergantian menjaga Sakha, supaya Sakha ga nangis merasa ditinggal sendirian. Kali ini kami mencoba untuk sholat berjamaah sambil mengajak Sakha. Apa yang terjadi?
Sarung dan peci baru
Sakha mau sih diajak sholat berjamaah. Dia juga ga nangis saat kami tidak merespon celotehnya, ga nangis juga saat kami ga merespon panggilannya saat kami sholat. Tapiiii..karena dia bosan menirukan gerakan kami, akhirnya dia mulai berulah. Dia mulai berjalan-jalan memutari kami, dia mulai berusaha naik punggung ayahnya saat ayahnya ruku', dia mulai nggandol di bahu ayahnya saat ayahnya duduk, dia mulai duduk di kaki saya saat saya sujud dan kemudian saat saya duduk, kakinya akan kecepit kaki saya lalu dia menangis..hahaha..

Ga hanya itu, saat dia bosan, dia mulai masuk ke dalam mukena saya sambil mengibar-ngibarkan mukena saya. Dia juga kadang duduk pas di depan saya saat saya berdiri, lalu ketika ruku' saya akan sedikit menggeser tubuh saya supaya tidak menabrak Sakha...hahaha.. Yah masih banyak tingkah polah Sakha saat kami melakukan sholat jamaah.. :D

Akhirnya saat lebaran kedua Sakha tiba, kami memberanikan diri mengajak Sakha sholat Ied. Takut Sakha akan berjalan-jalan dan mengganggu jamaah lainnya saat sholat, saya menyiapkan cemilan untuk Sakha. What, di masjid kok bawa cemilan..hehehe.. Ya ga papa deh ya, demi kenyamanan jamaah juga. Emang kalau Sakha nangis-nangis plus teriak-teriak situ mau tanggung jawab?hihihi..

Alhamdulillah Sakha anteng saat sholat Ied. Walaupun dia cuma duduk ngemil dan tidak mengikuti gerakan sholat, saya seneng aja karena Sakha ga bikin kegaduhan di tempat ibadah. Selanjutnya mari kita latih Sakha supaya Sakha mampu mengikuti gerakan sholat tanpa dilanda kebosanan..

Kami selalu berusaha sounding ke Sakha, kami sering bilang "Sakha, kalau sholat itu ga boleh jalan-jalan ya.. Sakha harus ngikutin gerakan ayah". Atau kadang bilang "Sakha kalau sholat itu ga boleh keluar dari sajadah ya". Mungkin karena Sakha bosen disounding terus, pada akhirnya dia melakukan pembuktian diri. Sekitar umur dua tahunan Sakha berhasil sholat dengan tidak keluar dari sajadah, alias ga pake jalan-jalan sholatnya..hohoho.. Walaupun kadang gerakannya masih acak-acakan. At least, Sakha tidak mengganggu jamaah lain saat sholat karena dia tetep stay pada sajadahnya..hoho.. Good job tole.. 

Mendekati momen Idul Fitri ketiga buat Sakha, tepatnya di tahun 2017 ini, kami memberikan Sakha hadiah karena minat sholatnya semakin bertambah. Hadiahnya tak lain tak bukan adalah peci. Sakha sendiri yang memilih pecinya, dia pilih yang gambarnya Thomas Train..hoho...


Sakha sholat pake peci baru
Saat sholat Ied tiba, kami mengajak Sakha lagi. Karena malam takbir saya tidurnya kemalaman, paginya saya bangun agak siang. Ga ada kepikiran bawain Sakha cemilan atau mainan yang bisa bikin Sakha anteng di masjid. Saya cuma fokus bawa sajadah aja. Baru kepikiran Sakha bakal rewel atau engga saat kami udah nyampe di masjid.
Sakha berangkat sholat Ied
Bismillah semoga Sakha ga rewel di masjid, gitu doa saya. Alhamdulillah saat sholat Ied dilakukan Sakha engga rewel, ga nangis juga. Kata tante yang duduk di belakang Sakha, dia bilang Sakha kayak kebingungan karena sholat Ied ini "Allahuakbar" nya ada banyak kali, jadi Sakha celingak celinguk ke kanan kiri. Mungkin dia mikir kali ya, lho kok sholatnya ga kayak biasanya di rumah.. :D

Selesai sholat Sakha langsung bilang "Amaaa..Sakha pinter, sholatnya ga jalan-jalan".. Duuh..saya kok jadi mellow, rasanya seneng banget lihat Sakha kayak gitu. Seiring berjalannya waktu, mendekati usia Sakha tiga tahun ini, Sakha selalu bilang "Sakha mau sholat Amaa" setiap dia mendengar adzan. Alhamdulillah.

Pernah setelah kejadian Sakha kepleset dan kepala bagian belakangnya kejedug lantai beberapa waktu lalu, ada kejadian lagi yang bikin saya ngelus dada. Jadi saking semangatnya Sakha untuk sujud saat sholat, keningnya Sakha kejedug lantai dong. Padahal dokter bilang kalau Sakha ga boleh kejedug lagi dalam waktu dekat ini.. Fiuuhh..


PR kami untuk memupuk kebiasaan sholat Sakha ini masih panjang. Selanjutnya kami ingin sounding ke Sakha tentang pentingnya sholat, tentang bacaan sholat beserta artinya, tentang konsekuensinya ketika tidak melaksanakan sholat, tentang manfaat sholat untuk jiwa raga, dan lain sebagainya.. Semangaaaaat..

Yang ingin saya tekankan dari tulisan saya ini adalah, saat kita ingin mengajarkan kebiasaan sholat dari usia dini jangan sampai kita melakukan pemaksaan. Biarlah anak melihat kebiasaan kita sholat tiap hari dulu, jangan serta merta langsung dipaksa untuk berjamaah. Dengan melihat kebiasaan baik kita, maka si kecil secara otomatis akan menirunya.. Jadi janganlah lelah melakukan hal yang baik.. :)

Thanks for reading..

Sumber gambar :
Kartun :http://4.bp.blogspot.com/-cBfymmwYkyw/VZ6OfeGcnRI/AAAAAAAAKS0/PF2aBcu8E6/s320/Gambar%2BKartun%
2BAnak%2BSholeh%2BLagi%2BShalat.jpg

Follow Me @granitprihara