Tampilkan postingan dengan label mainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mainan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Main Tempel-Tempel Stiker Yuk

Selasa, Maret 13, 2018 0 Comments
Menindak lanjuti tentang postingan jaman dulu, tentang cerita Sakha main tempel-tempel kertas, saya akhirnya coba belikan Sakha sticker murah meriah di Tokopedia. Ceritanya sebagai kado ulang tahun Sakha ketiga kemarin..hehehe.. Kadonya murah meriah aja, semoga Sakha suka ya..


Kenapa kok saya tiba-tiba tertarik untuk kasih Sakha sticker? Jadi ceritanya saya pernah belikan Sakha buku Cerdas Bersama Piko. Buku ini berisi aktivitas-aktivitas seru untuk si kecil, seperti mewarnai, melengkapi pola, mencari perbedaan antara kedua gambar, menghitung, mencari rute, dan lain-lain. Kapan-kapan saya review ya bukunya! Nah di buku ini terdapat sticker reward berbentuk bintang. Kalau si kecil udah berhasil menyelesaikan aktivitas dengan benar di satu halaman, maka sticker reward ini ditempel deh di halaman buku tersebut. Nah Sakha demen banget saat sesi nempelin sticker ini. Dia girang banget dapet reward bintang trus nempelinnya dengan semangat.

Baca : Review Buku Cerdas Bersama Piko


Nah saya punya feeling kalau kegiatan tempel-tempel sticker ini bisa mengurangi kontak Sakha dengan gadget. Karena Sakha juga lagi demen-demennya nonton video Poli Robocar, Super Wing atau Paw Patrol lewat hp. Coba ah, yuk Sakha dibelikan sticker aja, mumpung kalau belanja online selalu dapet cashback 2%an dari Shopback..


Akhirnya setelah milih-milih sticker yang sesuai budget, pilihannya jatuh pada sticker laser, harga selembarnya Rp. 2.500 aja. Plus saya ga lupa beli album stickernya juga seharga Rp. 6.000 per buku. Waktu itu saya beli dua album dan delapan lembar sticker dengan berbagai jenis karakter kartun. Kurang lebih begini penampakannya.
Sticker murah meriah
Album sticker
Pas barang ini sampe, Sakha langsung kegirangan banget. Semangat banget dia buat mainin sticker ini. Walaupun nempelinnya masih asal-asalan, sticker ini sukses bikin Sakha betah bermain. Sukses bikin ga bosen. Jadinya saya bisa nyambi leyeh-leyeh deh..hohoho..
Senengnya dapet sticker
Dengan main tempel-tempel ini Sakha juga sambil berimajinasi, sambil cerita gitu biasanya. Saya dengerin aja sambil mesem-mesem soalnya Sakha bikin plot cerita sendiri, kadang cerita film Robocar digabung sama film Thomas.. saksenengmu le.. :D
Asyik main sticker
Oh ya sticker berjenis laser yang saya beli ini ada kelebihan dan kekurangannya ternyata. Kekurangannya menurut saya, si sticker ini agak susah dilepas dari lembarannya. Stickernya juga ga timbul teksturnya, jadi Sakha kesulitan. Salah tarik dikit, bisa sobek deh. Kelebihannya tentunya harganya yang murah banget. Kalau ditempel di album stickernya bisa dilepas dan ditempel berkali-kali..hehehe..

Dengan antengnya Sakha main ini, saya jadi sadar kalau Sakha demen banget main tempel-tempel. Saya juga jadi semangat belikan Sakha mainan yang ada unsur stickernya. Selain melatih imajinasi, bisa juga untuk melatih motorik halus anak sebagai persiapan latihan menulis nanti.

Lagi-lagi saya nemu mainan sticker dengan harga yang sangat terjangkau pas jalan-jalan di toko alat tulis. Ga sampe duaribu rupiah harganya, jadinya saya kalap buat belikan Sakha ini..hehehe.. Kali ini tipe stickernya agak bulky tapi bentuknya kecil, jadinya gampang banget buat dicabut dan ditempel..
Sticker mini
Trus waktu gajian bulan ini, saya juga tergoda buat belikan Sakha mainan sticker lagi. Gara-gara liat iklan di instagram. Ada akun yang menjual buku sticker Risugumi. Bentuk bukunya sebesar ukuran A5, dengan puluhan sticker yang bisa dilepas pasang berkali-kali. Temanya pun bermacam-macam, mulai dari hewan, dinosaurus, perbelanjaan, pakaian, dll. Sekarang lagi proses kirim, nanti kalau udah sampai, saya review ya..hohoho.. :D

Baca : Bebas Gadget dengan Buku Stiker Risugumi

Okey, kayaknya sekian dulu sharing saya tentang serunya Sakha bermain sticker. Ga ada ruginya untuk mencoba kegiatan ini buibu, mengingat banyak manfaat yang didapat antara lain :
  • Melatih konsentrasi anak
  • Melatih kesabaran anak dan pendamping bermain
  • Melatih koordinasi mata dan tangan
  • Menstimulasi motorik halus
  • Melatih daya imajinasi
  • Mengurangi kontak dengan gadget
Sampe jumpa di postingan yang lain ya.. Terimakasih sudah membaca.. :)


Sumber gambar :
Main sticker : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcliBf0xnMnXVDMJpl-iHQW0OB3zQhxd30vwWfbIuLOByRCI5CnoARYZchSS-Uz0dKhaA5huwOtOgu1uX2Xb5jzseH9t8ARGkDI3QiHHZr0kHxpdMiCI-iFK7vfbbmNxMo4YOFYFUPf8Gs/s1600/1+playing+with+DK+Monsters+
University+sticker+book.jpg
Sticker & album sticker : https://www.tokopedia.com/tokomamasekar

Kamis, 21 Desember 2017

Yuk Main Seru-seruan Dengan Water Beads

Kamis, Desember 21, 2017 0 Comments
Ada yang tau tentang benda bernama hidrogel? Pasti tau dong ya. Soalnya zaman saya SMP dulu pernah booming banget hidrogel ini sebagai media menanam tanaman hias. Saya masih inget banget di buffet rumah orang tua saya ada gelas yang berisikan hidrogel, trus ada tanaman hias yang nancep disana. Dulu seinget saya warnanya itu putih bening aja. Tapi saya ga tau, kalau hidrogel ini wujud aslinya seperti butiran-butiran kayak manik-manik gitu.
Nah akhir-akhir ini hidrogel juga booming lagi, tepatnya di kalangan anak-anak. Tepatnya sebagai sensory play yang digunakan untuk melatih kemampuan motorik halus anak, selain mainan pasir kinetik, playdough atau slime. Nama beken benda ini sekarang bukan hidrogel lagi, melainkan water beads. Jadi apa itu water beads?

Baca : Sekarang Main Pasir Ga Harus Ke Pantai Lho..

Baca : Asyiknya Bermain Playdough

Baca : Main Slime Yuk!

Water beads adalah butiran-butiran yang dapat menyerap air, yang mana ketika butiran itu direndam maka butiran tersebut berubah menjadi bola-bola jelly kecil yang teksturnya lentur dan dapat dipecahkan. Seperti yang udah saya singgung di awal tulisan tadi, water beads ini mulanya dimanfaatkan sebagai media menanam tanaman pengganti tanah, khususnya untuk tanaman hias.

Selain itu tekstur water beads yang unik, lentur dan licin ini cocok banget untuk anak-anak, khususnya balita sebagai media latihan meremas dan melatih kelenturan tangan. Jadi ceritanya saat Sakha berumur setahunan saya tertarik banget sama sensory play dari El Hana. Waktu itu, selain saya membeli paket permainan pompom, saya juga penasaran untuk membeli water beads ini.


Harga water beads per plastik kecilnya adalah Rp. 1.500. Di dalam sebungkus plastik kecil water beads itu juga dilengkapi satu mainan hewan kecil yang terbuat dari karet. Sebelum memainkan water beads ini, kita harus merendamnya dahulu ke dalam air kurang lebih selama 30 menit. Jangan lupa mainan hewan dari karet itu juga ikut direndam ya, karena akan tumbuh semakin besar dan besar..hohoho..
Bentuk water beads sebelum mengembang
Setelah bentuk water beads bertambah besar, saya coba memainkannya bareng Sakha. Waktu itu Sakha masih berumur satu tahunan, dia happy banget saat tangannya menyentuh water beads. Ekspresinya geli-geli gimana gitu. Hasrat untuk melempar-lempar water beads pun tidak terbantahkan, alhasil mainan itu berceceran kemana-mana. Selain itu hasrat Sakha untuk memasukkan mainan water beads ini ke mulutnya juga sangat besar. Jadinya saya hebooh sendiri dan kurang sabar juga ngingetin Sakha terus..hahaha..
Hewan karet yang ikut mengembang juga
Bener sih waktu itu Sakha antusias banget main ini, tapi saya takut aja water beadsnya dimakan. Jadinya mainan ini saya pensiunkan dini dulu ke dalam lemari. Mungkin nanti ketika Sakha sudah lebih komunikatif, kami akan memainkannya lagi..hohoho.. :D

Nah dua tahun berlalu, ada temen saya di grup whatsapp yang sharing tentang kegiatan anaknya bermain water beads. Saya jadi inget sama mainan yang sudah saya pensiunkan dini ini. Apalagi Sakha udah berumur tiga tahun, saya rasa usia segitu udah pas banget buat mainin ini lagi. Udah ga ada lagi rasa penasaran pengen maem si water beads ini.
Water beads yang sudah menjadi jelly
Baca : Selamat Ulang Tahun Ketiga Sakha

Ceritanya waktu itu Sakha lagi ngambek, pengen ikut ayahnya ketemu tukang, eh tapi ga dibolehin karena emang ketemunya bakal lama. Apalagi saya lagi hamil jadinya mager banget buat keluar rumah, akhirnya Sakha saya bujuk buat main sesuatu yang asik. Saya keluarkanlah water beads yang mangkrak lama di lemari. Pas mainin itu Sakha seneng banget. Wajah sedihnya karena ditinggal ayah berubah jadi ceria, Sakha demen banget remas-remas water beads ini, gemes sama teksturnya.

Waktu itu kami mainnya simple aja kok, cukup sediakan wadah besar untuk water beads plus botol kosong. Tugas Sakha waktu itu adalah memasukkan water beads ke dalam botol sambil menyebutkan warnanya. Setelah botol penuh, water beads itu dituang lagi deh ke wadah besar. Begitu seterusnya direpeat sampai bosan. Ajaibnya Sakha ga bosen-bosen main ini, kira-kira sekitar satu jam-an Sakha betah banget mainin ini.
Cieee main water beads
Selain permainan memasukkan water beads ke dalam botol, sebenernya masih banyak permainan lain yang bisa dikreasikan seperti menyendok, mencapit, meremas, menghitung, mengelompokkan warna, memancing atau menyaring water beads. Ga kebayang kan, dari benda sekecil dan semurah ini anak kita mendapatkan manfaat yang banyak. Yang pasti setelah bermain ini si kecil jadi lebih happy lho. Sebaiknya saat si kecil bermain kita juga mendampingi nya ya buibu, biar aura happy si kecil juga nular ke kita.. :D

Kayaknya sekian dulu postingan dari saya. Yuk ajak si kecil main water beads alias hidrogel ini, karena seru bangeeet! Thanks for reading ya..


Sumber gambar :
Waterbeads : https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/I/51yoqS7gNoL.jpg

Selasa, 29 Agustus 2017

Macam-macam Pretend Play Untuk Anak

Selasa, Agustus 29, 2017 0 Comments
Saat Sakha memasuki usia dua tahun dia semakin lancar dalam berbicara. Selain itu daya imajinasinya sudah semakin berkembang juga. Dari buku saya sering membacakan cerita tentang bermacam-macamnya jenis profesi di Indonesia. Sakha paling tertarik dengan profesi dokter, driver, penyanyi, tukang bangunan dan koki. Mungkin karena Sakha pernah bertemu profesi itu secara langsung, jadi dia lebih tertarik. Sebagai contoh saat Sakha bertemu dokter anak di rumah sakit, dia antusias sekali..


Saat di rumah, Sakha juga sering berpura-pura menjadi dokter. Saat saya bilang kalau lagi ga enak badan, Sakha langsung bilang "Ama lagi sakit ya, coba Sakha liat". Langsung dia berpura-pura memeriksa saya sambil sesekali bergaya sok meminumkan obat ke saya. Dalam hati saya berkata "Wow, anakku sudah pinter acting". Alangkah lebih baik kami sebagai orang tua memfasilitasinya..hoho..

Selesai gajian seperti biasa saya mengalokasikan uang untuk keperluan mainan atau buku Sakha. Kalau ga salah inget saat itu bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional, dimana pasti banyak diskon-diskon bermunculan. Karena mengetahui Sakha yang senang berimajinasi, akhirnya saya putuskan untuk membelikan mainan pretend play di Lazada. Free ongkir kan..hoho...

Baca : Tips Belanja Hemat Dan Nyaman Saat Harbolnas

Karena Sakha suka banget profesi yang saya sebutkan di atas, sementara saya belikan mainan dokter-dokteran, potong-potong buah dan alat pertukangan..hehehe.. Kalau media untuk pura-pura jadi penyanyi kan gampang tinggal pake botol aqua dibalik jadilah mic. Kalau media untuk pura-pura jadi driver cukup ambil piring nganggur, trus dibalik, jadilah setir mobil. Sama kayak yang dilakuin Tipa Tupa, yang memanfaatkan barang di sekitar sebagai media mainan.


Berikut penampakan pretend play Sakha yang saya beli di Lazada. Harganya cukup murah sekitar Rp. 40.000 per set nya. Dan ternyata setelah saya buka, plastik sebagai bahan dasar mainan ini kualitasnya bagus banget. Plastiknya tebal dan tidak tajam.

Set dokter-dokteran
Ceritaya di toko Toylogy di Lazada ini, untuk mainan dokter-dokteran dengan merk ini ada banyak jenisnya. Nah karena saya milihnya cepet-cepet, akhirnya saya beli yang jenis ini. Padahal ada jenis lain yang di dalamnya terdapat stetoskop..huhu.. Padahal Sakha demen banget sama stetoskop, karena tiap ke dokter selalu nunjuk-nunjuk stetoskop yang dipakai dokter.
Set dokter-dokteran
Set mainan dokter-dokteran ini terdiri dari alat pengukur tekanan  darah, kaca mata, id card staff, perban, penjepit, sendok obat, botol obat, pisau, jarum suntik dan alat pengukur gula darah. Dengan mainan ini si kecil bisa berpura-pura menjadi dokter, seperti melakukan kegiatan memeriksa pasien, menyuntik pasien, atau memberikan obat ke pasien. Seru sekali, Sakha paling demen berpura-pura nyuntik saya dan kasih obat, ga lupa dia selalu pake kacamata saat pura-pura jadi dokter ini..wkwkwk..

Set pertukangan
Kadang saat ayah Sakha lagi benerin motor atau lagi pasang-pasang sesuatu, Sakha penasaran banget sama obeng, mur, paku atau palu yang sering dibawa ayahnya. Mau ngenalin Sakha dengan alat pertukangan yang beneran kok saya masih ngerasa agak berbahaya. Akhirnya ngenalinnya lewat mainan aja.
Set pertukangan
Set mainan pertukangan ini terdiri dari kunci penjepit, kunci tabung, baut, tang, kunci inggris, obeng, dan kunci pas. Sakha paling tertarik sama obengnya, karena dia pernah liat ayah Sakha lepas pasang obeng plus dan minus, akhirnya Sakha ikut-ikutan deh. Dengan mainan ini, saat si ayah sibuk dengan kegiatan pertukangan "nyata", si anak bisa juga dilibatkan tapi dengan media mainan. Pasti seru sekali bikin bonding antara bapak dan anak jadi bertambah lengket. Trus si emak bisa me time deh.. :p

Set potong buah
Sebelum masak saya biasanya potong sayur lesehan di depan TV. Nah Sakha ini kadang penasaran sama pisau yang saya pegang. Daripada Sakha deket-deket sama pisau, akhirnya saya melipir pergi ke dapur aja. Nah sejak nemu mainan potong buah ini Sakha jadi ga gitu penasaran sama pisau yang saya pegang. Dia antusias potong-potong mainannya sendiri.
Set potong buah
Sebenarnya banyak jenis mainan potong sayur dan buah. Tapi akhirnya saya memilih ini karena warnanya menarik. Eh ternyata setelah saya coba, selain warnanya menarik, plastiknya juga tebal dan bagus. Set potong buah ini terdiri dari piring, pisau, buah apel, jeruk, pisang, lemon, dan semangka.

Mainan di atas kira-kira saya beli bulan Desember tahun lalu dan sekarang kondisinya masih awet walaupun sering dimainin Sakha. Kalau saya lagi capek banget, yaudah Sakha main ini sendiri, sedangkan saya atau ayah Sakha sering jadi korbannya objeknya, misalnya jadi si pasien atau customer
Sakha memeriksa Saliha
Biasanya saya yang sering diperiksa Sakha, tapi waktu itu dia lagi semangatnya memeriksa Saliha yang pura-puranya lagi sakit..hohoho.. Kalau mainan potong buah, biasanya saya sering jadi customernya. Jadi Sakha berpura-pura menjadi chef yang lagi bikin salad buah, kemudian disajikan ke saya.
Sakha lagi bikin salad buah
Seru banget kan ternyata pretend play atau bermain peran ini. Selain seru, pretend play ini juga memiliki manfaat antara lain :
  1. Membangun rasa percaya diri. Dengan bermain peran menjadi sosok yang si kecil inginkan dapat menjadikan si kecil lebih percaya diri.
  2. Belajar memecahkan masalah. Saat bermain peran, pikiran si kecil akan berkembang sehingga dia seakan-akan menemukan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya ketika ada pasien sakit, si kecil akan bepura-pura memeriksa dan memberikan obat.
  3. Melatih kecakapan sosial. Bermain peran terutama saat bersama teman-temannya membuat si kecil berlatih untuk saling berempati, berbagi, bergantian dalam memainkan sesuatu, mendengar atau mengemukakan pendapat.
  4. Mengembangkan kemampuan berbahasa. Dengan sering "mengoceh" saat bermain, akan membuat kosa kata anak semakin meningkat sehingga pelafalannya menjadi lebih sempurna.
Wah yuk tunggu apa lagi, mari ajak si kecil bermain peran. Selain dengan jenis mainan di atas, ada juga ide pretend play yang lain contohnya bermain menjaga toko, main polisi-polisian, main sekolah-sekolahan, main rumah-rumahan dalam tenda, atau berpura-pura mencetak kue dengan menggunakan pasir kinetik atau playdough.

Baca : Tenda, si Mainan Favorit Anak? Iya Dong..

Baca : Asyiknya Bermain Playdough

Anyway thanks for reading ya.. Sampe jumpa di postingan yang lain.. ^_^

Sumber gambar :
Judul : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOnZ_bbaMivF-VuSTnXgcdZejzIdnf6KEIo9lpV7rbjP5OExH5PqVr0i2D0IiwAsc628LuAtXlDatwxXL2SAPWkJHsscK-J3Rmfit3tVjehW81JfVIXQaXm-nUnjAk8ATPrANcHT61Iw/s1600/01(800)v01.gif 
Mainan : Lazada

Jumat, 09 Juni 2017

Main Slime Yuk!

Jumat, Juni 09, 2017 1 Comments
Dunia mainan anak akhir-akhir ini diramaikan dengan mainan 'Slime'. Slime ini sejenis mainan bertekstur seperti lendir yang memiliki beraneka macam warna. Saya tau mainan ini pertama kali tuh di TV. Ga sengaja lagi nonton Net.TV ada liputan tentang anak bernama Naya. Bocah berusia 9 tahun ini adalah pengusaha slime yang konon katanya punya onset sampai puluhan juta rupiah. Berawal dari kesenangannya membuat Slime sendiri, setelah mengalami beberapa kali eksperimen akhirnya dia menemukan formula Slime yang tepat. Dia pun percaya diri memasarkan Slime itu kepada teman-temannya. Sang ibu pun sangat mendukung bakat anaknya tersebut, akhirnya diperjual belikanlah Naya Slime ini secara online.

Lho kok jadi bahas Naya sih..hehehe.. Ya intinya saya pengen coba belikan mainan Slime ini untuk Sakha. Kebetulan waktu kami jalan-jalan ke Jogja City Mall buat refreshing ke Amazone, kami nemu ada stand penjual Slime di lantai 1. Waktu itu standnya rame bangeeet sama anak-anak plus ibuk-ibuknya, saya jadi kepo dong..

Baca : Main Sepuasnya di Amazone Jogja City Mall (JCM)

Setelah kami masuk stand, kami dibuat bingung karena banyak banget jenis Slime yang dijual disana, mulai dari yang biasa, bening, milky, creamy sampe yang berglitter. Selain menyediakan Slime dalam bentuk jadi, stand ini juga menyediakan bahan-bahan dasar untuk membuat Slime. Untuk first try Sakha saya belikan Slime yang biasa aja, berwarna kuning dan biru. Masing-masing harganya Rp. 20.000 per cup.

Yuhuuu, nyampe rumah kami langsung mainin Slime ini. Kami mainin dulu Slime yang berwarna kuning. Sebelumnya saya sudah nyiapin piring besar untuk alas main. Saya juga kepo sebenernya tekstur Slime ini kayak apa, soalnya saya belum pernah pegang langsung..hohoho..

Pertama kali buka cup Slime ini yang tercium adalah bau wangi. Wangi nya seger banget. Saya juga baru ngerti dari mbah Google kalau salah satu bahan baku Slime ini adalah sabun atau lotion. Pantesan wangiii..hahaha.. Langsung deh Slime cantik ini dituang ke piring..
Slime setelah dituang ke piring
Yuk mari main.. Saya, Sakha dan ayahnya mulai bereksplorasi mainin Slime ini. Ternyata bener emang teskturnya seperti lendir. Reaksi pertama Sakha dan ayahnya saat main adalah kayak jijik gitu. Kalau saya seneeeeng, soale lucu bisa 'ndleler-ndleler' pas ditarik-tarik. Aduh bahasaku.. semoga kalian paham dengan arti kata 'ndleler'.. :D

Yap, tekstur Slime ini lebih cair daripada playdough. Konon selain sabun dan lotion, bahan dasar Slime ini juga berupa lem. Pantesan kok berasa lengket-lengket gimana gitu. Nah ada yang unik dari cara memainkan Slime ini. Jadi semakin kita jijik maininnya, maka Slime akan semakin lengket. Kalau kita pegang Slime ini sambil ditekan-tekan dengan cara ikhlas alias ga jijik, si Slime ini ga akan lengket di tangan..hehehe..

Baca : Asyiknya Bermain Playdough

Kami pun lanjut mainin ini sampai bosan. Tepatnya sampai Sakha protes soalnya banyak banget Slime yang nempel di tangannya..hehehe.. Ya maklum tangannya kecil, jadi belum bisa tekan-tekan Slime ini dengan kuat.
Asik main Slime
Lumayanlah wajah jijik Sakha perlahan mulai hilang. Tampaknya dia mulai menikmati main Slime ini. Walaupun dia masih belum bisa membersihkan Slime nya sendiri saat selesai main, tak apa.. Misi saya berhasil dalam mengenalkan Slime ini. Apakah Sakha antusias? Lumayan antusias sih, tapi responnya lebih antusias saat bermain pasir kinetik..hehehe..

Baca : Sekarang Main Pasir Ga Harus Ke Pantai Lho..

Jadi apa manfaat yang didapat saat bermain Slime ini? Berdasarkan hasil googling, ternyata manfaatnya mayan banyak lhoo..
  1. Melatih sensorik anak. Unsur sensorik anak yang berhubungan langsung dalam aktifitas tubuh akan semakin terlatih saat semakin sering anak bermain Slime. Anak jadi juga ga gampang jijik dengan sesuatu yang teksturnya lengket.
  2. Membuat anak menjadi lebih bahagia. Bermain Slime dapat membantu memproduksi hormon endorphin. Hormon ini membuat hati seseorang menjadi lebih bahagia.
  3. Media menyalurkan emosi. Saat si kecil sedang emosi atau marah, Slime ini bisa dijadikan media pelampiasan. Dengan mengepal, menekan atau menarik-narik Slime, rasa emosi atau perasaan marah pun dapat disalurkan tanpa harus berteriak atau memukul orang lain.
  4. Melepas bosan. Dengan bermain Slime pikiran jenuh atau rasa bosan dapat dihilangkan. Gimana mau bosan lha udah terlanjur sibuk sama Slime yang nempel di tangan..hehehe..
  5. Membuat anak menjadi lebih kreatif. Tidak ada aturan paten dalam cara bermain Slime ini. Anak bebas bereksplorasi sehingga dapat meningkatkan daya kreatifitas. Kegiatan membuat Slime sendiri dengan variasi yang berbeda-beda juga akan menumbuhkan kreatifitas si kecil.
Yuhuu, mayan kan manfaat yang bisa didapat. Yuk mari ajak si kecil main Slime. Kalaupun mau bikin Slime sendiri juga bisa kok, sekarang udah banyak tutorial video cara membuat Slime di Youtube. Tentunya akan semakin lebih seru saat mengajak si kecil dalam proses pembuatan Slime ini. Jangan lupa selalu awasin si kecil dalam bermain ya..bahaya kalau Slime ini sampai termakan.. Happy playing.. ^_^

"Time spent playing with children is never wasted" ~ Dawn Iantero

Sumber gambar:
Slime : https://aws-dist.brta.in/2017-03/original_700/c8564953f8ae3bd9580fd098a3bf5c20.jpg

Senin, 15 Mei 2017

Sekarang Main Pasir Ga Harus ke Pantai Lho..

Senin, Mei 15, 2017 0 Comments
Siapa yang udah mengenalkan si kecil main pasir? Kalau lokasi tempat tinggal kita deket pantai sih ga apa-apa bolak balik kesana buat main pasir, plus buat si emak refreshing juga liat pemandangan pantai..hehehe.. Tapi kalau jarak tempat tinggal kita jauh dari pantai, gimana dong? Asyik sih sekali-sekali main pasir atau tanah di sekitar pekarangan rumah, tapi kalau sering-sering pasti emak ini bakal capek cuci baju si kecil yang kotor, belum lagi bersihin kotoran hitam di sela-sela kuku si kecil.. :D Saya melambaikan bendera putih dulu buk...

Salah satu godaan emak-emak adalah follow akun-akun toko mainan anak-anak di instagram.. Salah satu emak yang ga tahan godaan adalah saya :D. Saya banyak follow akun instagram toko mainan. Dari situ saya tau ada mainan keluaran terbaru. Kalau mainan itu cocok di kantong dan bener-bener bermanfaat buat Sakha, baru saya nabung buat beli. Kali ini mainan barunya adalah pasir kinetik Play Sand. Menyadari Sakha yang cuma pernah main pasir di pantai dua kali aja, saya pengen beli pasir kinetik itu supaya bisa sering melatih kemampuan motorik halus Sakha.

Lagi-lagi saya akan hunting harga paling murah di berbagai situs e-commerce sebelum membeli mainan tersebut. Akhirnya nemulah harga termurah di Shopee. Saya sekalian beli playdough supaya mendapat free ongkir :D. Begini penampakan pasir kinetik di web Shopee.
Pasir kinetik Play Sand
Baca : Asyiknya Bermain Playdough

Saya beli mainan ini Agustus tahun 2016 lalu seharga Rp. 50.000. Mainan ini terdiri dari satu set pasir seberat 400 gram plus lima buah cetakan. Saya pilih pasir yang berwarna kuning, supaya mirip sama warna pasir pantai..hehehe..

Pertama kali Sakha mainan pasir ini adalah saat Sakha libur daycare karena habis dijahit..huhu.. Waktu itu mainnya bareng ayah. Sakha masih belum ngerti gimana cara cetak pasirnya. Jadinya ayah Sakha yang cetak, Sakha cuma kebagian nuang pasir yang udah dicetak ke alas main. Selain itu Sakha seneng banget remet-remet pasirnya. Ya anggep aja dia lagi mengenal tekstur pasir.

Baca : Bunda Panik Lagi, Nak!!

Sakha main pasir sama ayah
Nah karena saya belum punya wadah untuk tempat pasirnya, jadi waktu dimainin pasir ini bisa tercecer kemana-mana. Akhirnya mainan pasir kinetik ini sempat vakum beberapa lama ga dimainin sampai nunggu saya punya tray alias baki tempat main :D

Oh ya dari tadi udah dibahas kan kalau mainan ini bernama pasir kinetik. Nah sebenernya apa sih kelebihan pasir kinetik ini daripada pasir biasa. Kelebihan pasir kinetik ini adalah :
  1. Aman dan tidak beracun
  2. Tidak berbau
  3. Tidak lengket di tangan dan di cetakan
  4. Dapat digunakan berulang kali
  5. Tidak mengeras
  6. Lembut dan mudah dibersihkan
Akhirnya setelah saya punya tray yang lumayan besar, lanjut lagi deh acara main pasir sama Sakha. Kali ini saya pilih mainnya di teras rumah aja, biar ga susah bersihinnya. Sebelum main pun siapkan koran atau kertas bekas untuk alasnya.. :D
Sakha seneng banget mainnya
Kali ini Sakha udah bisa mencetak pasirnya. Sakha paling seneng sama cetakan kura-kura. Walaupun hasil cetakannya ga terlalu rapi, tapi dia bahagia banget. "Ama, ini kura-kura buat ama..", begitu kata Sakha waktu selesai mencetak.. :D Makasih yo le! Sakha anteng banget main pasir ini. Kurang lebih kami main selama satu jam. Saya harus menyetopnya karena waktu udah beranjak sore, berarti saatnya mandi sore.
Sakha udah bisa mencetak
Berdasarkan hasil googling, ternyata main pasir itu punya banyak manfaat buat anak-anak, antara lain:
  1. Mengasah kemampuan fisik dan motorik. Saat anak bermain pasir dia akan menggunakan kedua tangannya untuk mengeruk, menyendok dan membuat pasir tersebut menjadi berbagai bentuk. Koordinasi antara mata dengan tangan, serta kekuatan otot semakin terlatih dengan kegiatan-kegiatan tersebut.
  2. Mengasah kreativitas dan daya imajinasi. Dengan tersedianya berbagai macam peralatan pendukung, seperti cetakan dan sendok, anak bisa bebas mengembangkan daya imajinasinya. Ga ada aturan paten dalam permainan pasir ini, sehingga anak bebas berkreasi.
  3. Melatih kemampuan kognitif. Dengan pasir kinetik ini anak bisa belajar berbagai macam bentuk, ukuran dan warna. Anak juga mempelajari bagaimana proses perubahan wujud pasir yang menggumpal menjadi pasir yang sudah berbentuk karena dicetak.
  4. Melatih kemampuan bersosialisasi. Jika permainan ini dimainkan bersama teman, dapat meningkatkan kemampuan sosial anak, seperti saling bekerja sama, berbagi, meminta atau menawarkan sesuatu. Sehingga dapat membangun hubungan baik dengan teman mainnya.
  5. Meredakan emosi. Bermain pasir dapat menenangkan perasaan anak yang sedang sedih. Karena bermain pasir itu menyenangkan! Saya aja demen, apalagi anak-anak :D. Anak-anak akan tersibukkan dalam kegiatan ini. Yang tadinya galau, risau, gundah atau emosi, setelah main pasir tentunya akan kembali ceria lagi.. :D
  6. Bonding orang tua dengan anak. Bermain pasir bersama orang tua akan mempererat hubungan emosinal antara orang tua dengan anak. Pendampingan orang tua saat bermain akan membuat suasana rumah menjadi lebih hangat. 
Melihat banyak manfaat yang didapat saat bermain pasir, tunggu apa lagi yuk ajak si kecil main pasir sekarang. Bagi yang tempat tinggalnya jauh dari pantai, ga perlu khawatir lagi karena pasir yang bersih dan aman ada di kinetik Play Sand ini. Sebenernya sekarang ada juga area permainan pasir kinetik ini di mall-mall gitu. Pernah liat di JCM, harganya saat weekend Rp. 35.000 bisa main sepuasnya. Tapi kan lebih asik punya sendiri. Kalau mau sering main, ga perlu sering ke mall kan.. :D Meminimalisir emaknya akan kalap juga kalau ngemol.. :p

Baca : Main Sepuasnya Di Amazone Jogja City Mall (JCM)

Menurut saya harga Rp. 50.000 per wadah pasir kinetik ini sangat worth it. Karena pasir ini bisa digunakan berulang kali. Selesai main tinggal masukin lagi ke wadah tertutup. Ga perlu khawatir pasir akan mengering. Besok besoknya siap dimainin lagi.. Praktis kan! Yuk mari maiiin.. :)

Ringkasan :
Nama Mainan : Play Sand Spesifikasi : 1 wadah terdiri dari 400 gram pasir kinetik dan lima buah cetakan random 
Harga (Agustus 2016) : Rp. 50.000 per wadah
Jenis : Warna pink, merah, kuning
Rating : 5/5
Sumber gambar :
Istana pasir : http://www.clipartkid.com/images/740/cartoon-sand-castle-clipart-best-T7tdE6-clipart.png