Selasa, 29 Januari 2019

Medical Check Up di Siloam Hospital Yogyakarta

Selasa, Januari 29, 2019 0 Comments
Jadwal Medical Check Up alias MCU dari kantor sudah tiba lagi. Fasilitas MCU dari kantor tempat kami bekerja ini bisa digunakan dua tahun sekali. Masih inget banget sekitar tahun 2016 lalu saya dan Pak Yayan melakukan MCU di Pramita Lab.


Untuk tahun ini saya pengen mencoba provider baru yang lokasinya lebih dekat dari tempat tinggal kami, yaitu Siloam Hospital. RS Siloam berlokasi tepat di sebelah Lippo Plaza Jogja. Lokasinya strategis banget kan di Jalan Laksda Adi Sucipto. Ceritanya kami dijadwalkan untuk menjalani test darah puasa dua jam PP. Jadi sambil menunggu dua jam berlalu untuk ambil darah, kami bisa ngemall sebentar .


Alasan lain memilih RS Siloam sebagai provider MCU adalah karena rumah sakit ini masih baru, jadi kayaknya pasiennya gak terlalu banyak gitu, antriannya minimalis. MCU kali ini mencakup :
  1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
  2. Pemeriksaan Fisik
  3. EKG
  4. Foto Thorax
  5. Laboratorium :
    • Hematologi (Darah lengkap) dan LED
    • Gula Darah (Glukosa : Berpuasa dan 2 jam setelah makan)
    • Faal Hati
    • Lemak Jantung
    • Urine Lengkap
    • Faeces Lengkap
    • VDRL
    • Pap smear

Malamnya kami udah berpuasa selama kurang lebih delapan jam. Paginya kami sampe RS sekitar pukul 08.00. Dengan membawa surat pengantar dari kantor kami langsung menuju bagian perawat jaga di depan loket pendaftaran. Kami menyerahkan surat pengantar ke bagian pendaftaran, plus menyertakan KTP untuk difotokopi. Setelah mengisi data diri kami diarahkan untuk menuju ruang Medical Check Up.
Bagian MCU
Selanjutnya petugas MCU mengarahkan kami ke bagian penimbangan berat badan. Disana berat badan dan tinggi badan kami diukur. Pengukurannya menggunakan timbangan digital yang langsung bisa menghitung BMI, jadinya langsung ketahuan over weight, under weight atau normal.

Saya sempat amazed aja karena bangunan rumah sakit ini masih kinyis-kinyis. Semua-muanya baru dan mutakhir. Ternyata Siloam Hospital Jogja baru resmi beroperasi sekitar setahun yang lalu. Pantesan masih kelihatan buersih dan kinclong.

Selesai cek berat badan kami diminta mengisi form riwayat medis secara detail. Form berisikan nama berbagai jenis penyakit. Apakah pasien pernah mengalami penyakit tersebut? Jika jawabannya adalah "Ya" maka pasien menjelaskan lebih lanjut tentang kapan dan seberapa sering terjadinya penyakit tersebut.
Form riwayat medis
Rasanya kami sangat bersyukur karena list di atas lebih banyak dengan isian "Tidak". Sungguh list nama penyakitnya sangat aneh-aneh. Pertanyaan yang paling menohok adalah "Apakah Anda rutin melakukan olah raga?" Sangat menyedihkan karena kami menjawab "Tidak" Hey sadarlah olah raga itu penting kisanak!

Selesai mengisi form kami diarahkan ke ruangan pengambilan darah. Disini petugas mengambil sample darah saya dan ditempatkan di tiga tabung kecil terpisah. Petugas juga memberikan tabung kecil tempat sample urine dan feses. Seperti biasa saat mengambil sample, cuma urine aja yang berhasil keluar. Sang F masih malu-malu kucing. Diputuskan kalau sample feses akan saya antar hari Senin, karena MCU di RS ini tutup kalau hari Minggu.

Selesai mengantar sample urine ke bagian MCU, saya diarahkan ke bagian EKG untuk pemeriksaan aktifitas jantung. Petugas mendampingi dengan ramah. Dalam pemeriksaan EKG ini pasien diminta untuk melepas perhiasan, bros atau asesoris yang mengandung logam. Alat pemeriksaan EKG yang saya lihat di RS ini beda dengan alat yang pernah saya pakai saat periksa di Pramita Lab. Disini alatnya lebih besar dan tampak sedikit mengerikan. Oh ya proses periksa jantung ini gak memakan waktu lama.

Selesai periksa EKG kami disarankan untuk makan dulu. Ternyata kami dapat fasilitas free sarapan. Alhamdulillah gak kelaparan gaes! Kami makan dulu sebelum melakukan pemeriksaan selanjutnya, yaitu pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik oleh dokter umum.

Horay, menu sarapannya adalah omelet telor dan kentang goreng. Huwow, omelet nya tebel banget. Makanan ini sukses mengganjal perut kami yang kelaparan.
Free sarapan
Selesai santap sarapan saya lanjut menemui dokter umum untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Disini dokter memeriksa menggunakan stetoskop serta melakukan pemeriksaan mulut, mata dan telinga. Dokter nya enak banget diajak konsultasi. Saya cerita kalau memiliki gangguan kulit semenjak menerima transfusi darah saat lahiran Sakhi dulu. Dokter banyak menjelaskan tentang alergi pada saya.

Baca : Cerita Lahiran Adik Sakha

Pemeriksaan fisik selesai, petugas MCU mendampingi saya untuk periksa mata. Alhamdulillah saya sukses akurat membaca huruf menggunakan satu mata ditutup. Ya walaupun bacanya gak bisa "cak-cek" gitu. Membaca sambil mikir itu huruf P atau F yaaaa..

Lanjut setelah periksa mata petugas mengarahkan ke bagian Radiologi untuk dilakukan rontgen. Ruangan radiologi ada di lantai 2. Untuk pindah dari satu lantai ke lantai yang lain pengunjung bisa memilih menggunakan lift atau tangga berjalan. Yes, di dalam rumah sakit ini ada eskalatornya! 
Eskalator di dalam RS
Sampai di ruang Radiologi saya diminta untuk mengganti baju sebelum melakukan rontgen. Bajunya berbentuk seperti kimono. Bajunya masih dalam plastik alias masih baru! Huwow. Bahannya adem, motifnya garus-garis, cocok dipadupadankan dengan jilbab polos.. #lhaa 
Baju ganti yang masih baru
Saat melakukan rontgen alias foto thorax ini pasien juga tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan berbahan logam. Untuk pasien wanita diwajibkan melepas bra. Untuk yang berhijab boleh tetep pakai hijabnya asal gak ada asesoris peniti atau bros yang menempel.

Tes darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat kesehatan dan rontgen udah sukses dilakukan. Tahap selanjutnya adalah puasa dua jam kemudian balik untuk test gula darah PP. Nah tenggang waktu dua jam ini kami gunakan untuk ngemall. Oh ya saya juga ada jadwal Pap Smear. Pap Smear di RS Siloam ini harus menunggu dokter Obgyn yang available jam 16.00.

Aneh rasanya ngemall gak bareng duo krucils. Walaupun aneh tapi kami tetap menikmati, ya mau kapan lagi dong bisa pacaran kayak gini? Jalan-jalan tanpa gangguan gitu .

Sungguh dua jam itu berlalu sangat cepat. Selesai jalan-jalan dan dzuhuran kami balik ke RS lagi. Pengambilan darah yang kedua ini agak drama karena pembuluh darah saya terlalu tipis. Akhirnya darah diambil di bagian dekat lipatan siku..fiuuh, agak sakit juga.

Selesai ambil darah kami disuruh makan lagi dong. Yes, kami dapet fasilitas makan siang gratis! Huwow alhamdulillah. Menunya kali ini adalah nasi goreng special pake telor. Porsinya banyak gaes, tulung.
Free makan siang
Harapan kami setelah makan tuh bakal ada output sample yang keluar, ternyata engga dong. Setelah makan siang kami disarankan untuk pulang dan kembali lagi saat Pap Smear nanti. Jadi rencananya kami akan menjemput Sakha dan Sakhi di daycare dulu, karena di hari Sabtu daycare cuma sampai jam 16.00 kan. Sebelum jemput Sakha Sakhi, saya sempetin pumping dulu karena rasanya udah gak enak banget. Gak lupa ashar'an juga. Setelah jemput Sakha Sakhi, kami balik ke RS lagi untuk saya Pap Smear.

Baca : Menitipkan Anak di Daycare??

Waktu itu cuma ada dua antrian ke dokter Sp. OG. Jadi saya ga menunggu terlalu lama. Waktu saya Pap Smear, pak Yayan menjaga Sakha Sakhi main di playground RS.
Main di playground dulu
Ini adalah Pap Smear kedua saya, tapi rasanya kok lebih sakit ya daripada yg pertama..hehehe.. Dulu lahiran kedua rasanya juga lebih sakit dari yang pertama. Anggap aja itu faktor U gaes!

Akhirnya rentetan agenda MCU selesai sudah. Sebenernya belum selesai sempurna karena kami belom ngumpulin sample faeces . Rencananya sample penting itu akan kami anter hari Senin aja gitu. Pas outputnya keluar saat jam kantor, izin sebentar cuz ke Siloam naik gojek. Tampaknya itu adalah solusinya.

Hokey, kayaknya sekian dulu sharing saya tentang MCU di Siloam Hospital. Pernah tanya sama petugasnya, paket lengkap MCU yang kami jalankan ini kata beliau biayanya sekitar sejutaan. Tapi saya lihat RS Siloam juga menyediakan paket MCU yang harganya affordable.
Paket MCU
Jadwal MCU di RS Siloam hari Senin - Jum'at pukul 07.00 - 15.00. Sedangkan untuk hari Sabtu pukul 08.00 - 12.00. Hari Minggu tutup ya. Gimana, penasaran? Segera kunjungi RS Siloam terdekat.. 

Thanks for reading..



Sumber gambar :
Logo Siloam : http://images1.rri.co.id/thumbs/berita_301303_800x600_images.jpg

Minggu, 27 Januari 2019

Menginap di The Himana Hotel Malang

Minggu, Januari 27, 2019 0 Comments
Akhir tahun 2018 kemarin kami sekeluarga seneng banget bisa jalan-jalan ke kota Malang. Dulu pernah sih jalan-jalan kesini pas Sakha masih kecil. Sekarang udah hadir Sakhi yang makin memeriahkan suasana. Bikin suasana ramai karena tangisannya juga

Baca : Mbolang ke Malang

Nah selama di Malang kemarin kami menginap di The Himana Hotel. Kami udah hunting hotel jauh-jauh hari sebelum mudik, jatuhlah pilihan ke hotel ini karena on budget gitu. Selain on budget, hotel ini juga terletak di tengah kota plus dekat dengan mall juga. Pengalaman nyaman menginap hotel dekat mall saat di Magelang dulu membuat kami ingin mengulanginya lagi.

Baca : Grand Artos, Hotel Strategis di Magelang

Kami booking hotel lewat situs Pegipegi.com, lumayan waktu itu dapet diskon 10%.  Untuk dua malam kami merogoh kocek total sejuta. Untuk tahun baru, rate ini tergolong affordable karena hotel lain di kota Malang bisa sampe sejuta harga per malamnya. Khusus customer yang booking lewat Pegipegi.com dianjurkan untuk menelepon pihak hotel H-1 kedatangan untuk konfirmasi.

Singkat kata, hari H pun tiba. Kami sampai The Himana Hotel sekitar pukul 14.00. The Himana Hotel terletak di Jalan Raya Dieng no 31, Pisang Candi, Malang. Hotel ini satu area dengan mall Malang City Point. Karena satu area dengan mall, tamu hotel bisa memarkirkan kendaraan di parkiran basement mall.

Kami check-in tanggal 30 Desember sekitar pukul 15.00. Proses check-in tidak membutuhkan waktu lama. Saya cuma dimintain KTP untuk difotokopi. Tapi agak mengagetkan juga karena hotel ini menerapkan sistem deposit. Tamu hotel diwajibkan deposit sejumlah Rp. 100.000. Untuk mendapat free parking, tamu hotel harus meminta stempel kepada resepsionis setiap menerima tiket parkir baru. Akhirnya proses check-in selesai, kami mendapatkan kartu kunci kamar dan kwitansi untuk pengambilan deposit saat check-out nanti. Kami mendapat kamar di lantai 15 gaes

Lobby
Area lobby di hotel ini tidak terlalu "wah" dengan design kekinian. Mungkin memang tema hotel ini minimalis. Sofa yang digunakan sebagai ruang tunggu pun juga sofa seperti layaknya di ruang tamu rumah, memberi kesan homey. Sofa tunggu terbagi menjadi tiga bagian, satu di depan dekat pintu masuk, sedangkan yang lain di depan kanan kiri meja resepsionis.
Sofa dekat pintu masuk
Sofa depan kanan resepsionis
Sofa depan kiri resepsionis
Area lobby ini besar dan bersih. Part paling mencolok dari lobby adalah meja resepsionis dengan corak merah kuning yang dihiasi dengan lampu lampion. Terdapat dua resepsionis yang stand by disini. Semuanya ramah.
Meja lobby
Walaupun mengusung tema minimalis, corak warna kombinasi antara dinding, meja dan sofa membuat area lobby menjadi "hidup".

Lift
Tidak seperti lift di Same Hotel Malang, dimana sebelum menggunakannya tamu wajib men-scan kartu kunci kamar, di Himana Hotel ini tamu bisa langsung menggunakan liftnya. Terdapat dua lift di hotel ini. Ukuran liftnya juga tidak terlalu besar.

Baca : Menginap di Same Hotel Malang

Kamar
Kami dapat kamar nomor 22 di lantai 15! Lokasi kamarnya dekat dengan pintu darurat. Kamar nomor 22 ini menghadap jalan utama alias Jalan Dieng. Seperti dugaan kami di awal, kamar ini luasnya gak terlalu besar. Furniturenya juga minimalis. It's okey, karena kan disini cuma numpang bobok aja tho..hehehe.. Gak niat goleran di hotel doang kayak pas ke Magelang dulu.

Walaupun ruangannya gak terlalu besar, tapi fasilitas kamar hotel ini cukup lengkap lho. Di dalam kamar bisa ditemuin rak untuk tempat baju, rak sepatu, meja rias merangkap meja kerja, tv LCD dan mini bar. Huwow, mayan banget kan.
Rak baju dan rak sepatu
Meja kerja mernagkap meja rias
Lorong kamar
Mini bar
Ini gongnya, pas gorden kamar dibuka tuh kami bisa melihat pemandangan indah kota Malang. Bikin fresh mata! Sebenernya agak ngeri juga karena jendela kamar ini tipenya yang bisa dibuka gitu, tapi doi agak tinggi jadi aman untuk anak-anak.
Pemandangan saat mendung
Pemandangan saat cerah, ada gunung!
Pas malam pergantian tahun tiba bisa dibayangin kan gimana serunya menikmati gempita kembang api di kota Malang dari lantai 22 ini. Plus pihak Malang City Point sendiri juga ada agenda menyalakan kembang api. Rasanya seneng banget, kapan lagi bisa lihat kembang api dari atas dan dekat Pertama kali dalam hidup ini!
Kembang api dari dekat
Menikmati kembang api yg nyala di jauh sana

Bed
Bed yang digunakan di kamar ini bertipe Queen size. Sempat ragu juga apa muat bed ukuran ini dibobokin orang empat? Plus luas kamar kan gak terlalu besar tho, ayah Sakha juga gak mungkin goleran di lantai.
Queen bed
Eng ing eng, ternyata muat sodara buat dibobokin orang empat. Kami berempat bobok nyaman kecuali Sakhi. Saya ngerasanya Sakhi ini capek setelah perjalanan jauh, plus sumpek juga karena gak bisa explore merangkak. Jadinya harus ditimang-timang dulu baru dia kalem.
Si susah tidur

Bathroom
Di dalam kamar mandi fasilitasnya juga oke lho. Tamu hotel mendapatkan toiletries berisi sabun batang, sabun cair merangkap shampoo, sikat gigi, odol, shower cap, kresek dan cotton bud.
Toiletries set
Jujur aja area kamar mandi ini terbilang kecil. Saat akan memandikan Sakhi di wastafel, kami harus berdesak-desakan gitu. Tapi gak apa-apa so far aman-aman aja. Oh ya air di wastafel juga anget lho, gak cuma anget di shower utamanya aja.
Area wastafel
Area mandi
Shower di kamar mandi ini cuma satu, yaitu shower besar yang nancep di bagian atas itu. Tidak tersedia shower yang bisa dipegang tangan. Dua buah handuk bersih berukuran besar juga disediakan untuk tamu. Area basah dan kering dipisahkan oleh kaca tanpa pintu. Ya walaupun area kering bisa jadi basah banget karena keberingasan Sakha saat mandi.
Handuk
Walaupun kamar mandi ini ukurannya kecil tapi kebersihan tetep terjaga. Kegiatan mandi juga enjoy aja walaupun sempit. Oh ya ada satu nilai plus juga, hotel ini menyediakan hair dryer. Asik ngebantu banget untuk keringin rambut sebelum pake jilbab.
 
Service
Jadi ceritanya saat sampe kamar, TV kamar kami mengalami gangguan. Blas gak ada channel apa-apa gitu. Telepon lobby untuk minta dibenerin, lalu staff hotel pun datang gercep ke kamar. Setelah beberapa menit menunggu, channel TV pun sukses dibenerin. Channel TVnya sangat lengkap ternyata.
List channel TV
Saat kami meninggalkan hotel untuk perjalanan ke Batu, kami memberikan note "Do Not Disturb" di pintu kamar. Tapi agaknya gak terbaca oleh staff kebersihan hotel, ternyata kamar kami tetep dibersihin dong . Semoga lain waktu bisa lebih teliti lagi ya..

So far service di hotel ini memuaskan. Staff hotel yang kami temuin ramah-ramah dan komunikatif. Oh ya fyi pada hotel ini tidak tersedia fasilitas free swimming dan free breakfast karena area kolam renang dan resto masih dalam tahap maintenance.

What's Near The Hotel
Hotel ini bersebelahan dengan mall Malang City Point dan Cyber Mall Malang (dulu Dieng Plaza). Walaupun mall Malang City Point ini gak terlalu besar, tapi cocok sebagai jujug'an refreshing. Wendy's, J.co, Chatime, Starbucks, Fun City, Miniso, Ace Hardware, Guardian adalah beberapa brand beken yang terdapat di mall ini. Di mall ini juga ada bioskopnya lho, Aurora Cinema namanya.

Untuk urusan makan malam kami gak dipusingkan sama sekali karena di lantai 2 mall Malang City Point lagi ada event Go Food Festival. Beli makan pake Gopay bisa dapet cashback 50%. Wow mantab dan hemat!

Gimana dengan sarapan? Pilihan sarapan di daerah Jalan Dieng ini cukup beragam. Di sekitar hotel banyak penjual makanan seperti bubur, pecel, nasi uduk dan soto. Maklum daerah ini sangat dekat dengan kampus Universitas Merdeka Malang, jadinya banyak penjual makanan.



Overall rasanya puas bisa menginap disini. Hotel ini bisa menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang dia punya..hehehe.. Walaupun gak ada fasilitas kolam renang dan free breakfast gak menjadi masalah yang berarti.

Bagi teman-teman yang bingung mencari hotel yang dekat dengan mall, The Himana Hotel ini bisa dijadikan pilihan. Hotel ini sangat cocok dinikmati saat malam pergantian tahun karena kita bisa melihat riuhnya kembang api dari ketinggian.

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat yaaa.. Thanks for reading!


Ringkasan :  
Nama Tempat : The Himana Malang
Alamat : Jalan Raya Dieng no 31, Pisang Candi, Sukun, Malang
Range harga kamar : Rp.280.000 - Rp. 350.000 (normal season)
Pros : Lokasi strategis dekat mall, hotel bersih, fasilitas kamar lengkap, staff ramah, koneksi wifi cepat, view yang bagus dari kamar
Cons : Tidak tersedia free breakfast, kolam renang under maintenance, luas kamar tidak terlalu luas
Rate : 4.6/5

Selasa, 22 Januari 2019

Masakan Rumahan Ala Fancy di Kenes Resto

Selasa, Januari 22, 2019 0 Comments
 
Setiap melewati Jalan Kusumanegara Jogja, saya dan pak Yayan selalu dibuat penasaran sama resto satu ini. Alasan pertama karena tulisan "Nasi Pedas" yang terpampang nyata di baliho resto. Maklum, kami adalah pecinta makanan yang membuat bibir kepanasan, plus di Jogja jarang banget ditemuin makanan pedas yang cocok di lidah. Alasan kedua lebih karena resto ini punya arsitektur yang kekinian nan mewah, instagramable gitu nama bekennya. Akhirnya diputuskan di suatu istirahat makan siang kami mampir kesini.

Sempat deg-deg'an juga pas masuk, karena waktu itu restonya lagi sepi. Sempat gugup juga membayangkan kami bakal merogoh kocek seratus ribuan demi makan siang di tempat kekinian. Kira-kira menu yang ditawarkan tempat fancy ini seperti apa sih? Bikin kami penasaran aja. Akhirnya papan menu di dinding menjawab rasa penasaran kami, ternyata harga menu tak semahal yang dikira. Ternyata resto ini menawarkan menu masakan rumahan sis..ulala..
Menu makanan
Menu minuman
Menu nasi kendil
Sistem ordernya mirip kayak resto fast food. Pilih, bayar, makan! Kami sempat bingung juga mau makan apa, akhirnya pilihan jatuh pada menu "Kendil Spesial". Menu Kendil Spesial ini terdiri dari nasi, ayam, mie, tumis / oseng, dan sambal. Pengunjung bisa memilih sendiri varian masakannya. Mau nasi putih atau nasi pedas. Mau ayam krispi, ayam rica atau opor ayam. Mau mie bihun atau mie pedas. Mau oseng putih telur, usus, atau tetelan. Kami kompak memilih varian Nasi Pedas, Ayam Rica, Mie Pedas, dan Oseng Usus. Yummmyyy..

Setelah bayar, makanan langsung kami bawa. Sedangkan minumnya nanti di antar ke lokasi tempat kami duduk. Pengunjung bisa bebas memilih mau duduk di area lantai satu atau lantai dua. Di lantai satu terdapat tempat duduk yang semi outdoor dengan nuansa taman kehijauan.
Tempat duduk di lantai satu
Tempat duduk di lantai satu
Meja kursi di lantai satu ini bermaterialkan kayu jati kokoh. Tembok di lantai satu ini dihiasi mural bertemakan bunga dan burung. Sedangkan tembok taman bertemakan semi industrialis karena memanfaatkan besi sebagai alat bantu media tanam.
Pemandangan taman
Menurut saya tempat makan di area taman ini cocok digunakan saat sore hari, karena kalau siang panas banget bok. Banyaknya kipas angin gak begitu membantu. Fyi, bangunan ini menggunakan besi kontainer sebagai temboknya, sehingga akan memantulkan panas. Udara panas seakan "terjebak" di area outdoor ini.

Di lantai dua pengunjung juga bisa memilih mau di dalam ruangan full AC atau memilih di balkon luar supaya bisa sambil menikmati pemandangan jalan. Lantai dua juga mengusung tema industrialis. Perpaduan meja kayu dan kursi besi menghiasi lantai ini. Pengunjung juga bisa duduk di sofa jika ingin suasana yang lebih santai. Tembok lantai dua dihiasi lukisan bertemakan gambar jaman dulu. Pernak pernik pajangan dan lampu-lampu unik juga turut memeriahkan suasana lantai dua.
Suasana lantai dua
Sofa di lantai dua
Kami memilih duduk di lantai dua di area balkon. Suasananya mirip dengan area dalam, minusnya cuma gak ada AC aja. Saya paling demen sama lampu yang menggantung di area ini. Mungkin pas dinyalakan saat malam tiba, ruangan ini bakal jadi sangat manis dengan temaram lampu kuning.
Area balkon lantai dua
Lampunya unik banget gaes
Duh saya semangat banget membahas tentang arsitektur fancy resto ini, sampe kelupaan kasih liat gimana penampakan makanan kami. Begini nih penampakan Kendil Spesial yang siap menggoyang lidah.
Kendil Spesial by Kenes Resto
Dari suapan pertama saya langsung jatuh cinta sama cita rasanya, pak Yayan juga gaes. Nasi pedas ini ternyata adalah nasi putih yang digoreng dengan kemangi plus irisan cabe rawit. Di atasnya ditaburi kremesan yang membuat rasanya semakin gurih. Oseng ususnya ini juga pedas, nampol banget, kusuka! Yang paling epic adalah ayam ricanya. Kuahnya pedes kentel, berminyak dan kaya akan bumbu. Sedangkan ayamnya super empuk banget. Semuanya cocok berpadu di mulut. Pedas enak!
Kepedesen gaes, gobyos
Lain waktu saya dan pak Yayan pengen makan siang disini lagi. Nagih cuy! Oh ya tempat makan ini cocok sebagai destinasi kuliner keluarga. Cocok pula untuk tempat nongkrong bareng teman-teman. Pernah juga pas kami lagi makan disini ada seorang mahasiswi lagi mengerjakan tugas dengan nyamannya.

Jadi gimana penasaran dengan resto ini? Jangan lupa mampir ke Kenes Bakery and Resto cabang Kusumanegara. Alamatnya di Jalan Glagahsari no 1-3, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Selain menikmati sajian masakan rumahan, pengunjung juga bisa mampir ke outlet bakery yang terletak di lantai satu. Di outlet tersebut terdapat berbagai jenis oleh-oleh khas Jogja, terutama bakpia. Beraneka jenis kue, tart dan snack juga tersedia. Paket lengkap kan!

Jangan lupa kunjungi tempat makan lain di sekitar sini ya, seperti outlet Bakso Alex dan Mie Kepang Jayakarta..


Ringkasan :   
Nama : Kenes Bakery and Resto cabang Kusumanegara 
Lokasi : Jalan Glagahsari no 1-3, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta  
Jam buka : 06.00 - 22.00    
Porsi : Kenyang 
Rasa : Enak banget 
Rating : 4.8/5

Sumber gambar :
Kenes : https://siva.jsstatic.com/id/74373/images/banner/74373_banner_0_853097.jpg

Follow Me @granitprihara