Selasa, 12 Maret 2019

Februariku Yang Abu-Abu

Selasa, Maret 12, 2019 0 Comments
Hai-hai rasanya saya sudah kangen berat pengen nulis semua uneg-uneg di blog. Emejing, terakhir ngeblog itu akhir Januari. Dan sekarang sudah pertangahan bulan Maret sodara! Artinya bulan Februari saya ga ngeblog sama sekali. Lho kok tumben? Nah begini ceritanya.. 

Release Project
Pertengahan bulan Januari kontrak project saya dan klien Aussie berakhir. Saya join di project ini udah dua tahun lebih. Project ini super duper enak. Test lead saya sangat baik orangnya. Kerjaan kadang ada hecticnya, kadang bisa sangat santai. Yang paling saya suka kerjaannya adalah testing manual, bukan automation pake coding-coding itu. Karena skill coding saya pas-pas'an adalah alasan saya pindah haluan dari developer menjadi tester..hahaha..

Intinya saya sedih banget kontrak dengan klien ini berakhir dan klien ga berniat memperpanjang kontrak. Teman setim saya semua juga pada sedih. But life must go on. Pak Bos bilang mereka ga memperpanjang kontrak bukan karena faktor performance kinerja kami, tapi mereka lagi pake sistem kerja yang baru. Maklum CTO nya ganti gengs, jadinya banyak pembaharuan dimana-mana.

Setelah last day di project, besoknya saya join Tester Bootcamp. Intinya itu adalah tempat pengembangan skill testing. Harus belajar hal baru bos! Jadi udah ada list mau belajar tentang automation testing, performance testing, security testing, dll. Tinggal kita pilih aja mau yang mana. Kebetulan klien sekarang lebih prefer merekrut tester yang punya skill automation testing alias coding. Akhirnya mau ga mau saya balik belajar tentang coding automation testing 

Rasanya berat sodara. Kayak ditempeleng gitu dah. Berasa cengo nya. Hampir tiga tahun di project yang sama dan testing programnya secara manual, sekarang harus berjibaku dengan selenium c#. Mumet saya. Apalagi saya orangnya tipe panikan. Saya juga ga bisa cari referensi di internet secara cepat dan menggabungkan referensi itu untuk memecahkan masalah. Kalau pelan-pelan dikit masih bisa lah. Ini tiap hari harus laporan progress. Saya merasa tertekan kalau ga bisa..hahaha.. Kadang ada perasaan "Kok si dia bisa, sedangkan aku gak bisa!" gitu-gitu lah..

Untungnya ada mbak senior yang baik mengarahkan saya untuk mengambil referensi automation testing dari youtube orang India. Setelah belajar dari youtube itu saya jadi tambah mudeng. Tutorialnya mudah dipahami. Thanks mbak!

Giliran udah bisa ngikutin flow automation testing selenium, saya dapat kabar untuk join project baru. Padahal interviewnya baru beberapa hari lalu. Alhamdulillah ketrima. Projectnya ga lama sih, cuma satu bulan. Lumayan lah ada tambahan uang project. Oh ya, pak Bos nyaranin untuk belajar tentang robotest mobile Firebase. Karena clientnya butuh itu. Paniklah sudah. Pakar android paling senior di kantor aja belum pernah belajar itu. Tanya-tanya teman lain, juga pada belum pernah pegang robotest 

Oke sebelum join project baru saya banyak melakukan research tentang robotest. Saya juga udah coba untuk record roboscriptnya, dan itu lemot banget sodara. Scriptnya sendiri menggunakan json file. Ga ada tuh sesi debug-debug gitu, semua pake feeling..hahaha.. Okelah masalah robotest ini akan saya konsulkan lebih lanjut dengan pak Bos.

Join Project Baru
Hari join project baru telah tiba. Thanks God karena requirement untuk robotest itu cuma nice to have aja. Jadi sementara akan fokus ke testing manual seperti biasa, create test case, execute, log and verify bug. Tapi tetep aja kerjaan baru ini bikin saya hectic, karena testernya cuma satu, saya thok. Di hari-hari awal adaptasi, saya beberapa kali melakukan testing di rumah saat Sakha Sakhi udah bobok. Gila totalitas banget. Padahal saya sering banget ngolokin pak Yayan karena sering bawa kerjaan ke rumah. Eh sekarang saya merasakannya juga.. Fiuuh..

Alhamdulillah semakin bertambahnya hari, load kerjaan semakin normal. Hectic pun bisa sedikit dikurangin. Semoga sampe release nanti semuanya tetap smooth seperti ini. Ga ada lembur-lemburan lagi. Ga ada bawa-bawa kerjaan ke rumah lagi. Amin!!

Tepar Sekeluarga
Di saat kerjaan udah agak smooth, datanglah ujian sakit. Kami sekeluarga tepar bergantian. Dimulai dari pak Yayan. Sering begadang ngerjain kerjaan kantor yang belum slese membuat daya tahan tubuh pak Yayan ngedrop. Batuk dan flu lah dia. Mana sering keluapaan pake masker kalau di rumah...huuft.. 

Setelah pak Yayan sembuh, giliran Sakha Sakhi yang sakit berbarengan. Sakit batuk pilek demam juga. Kalau Sakha plus diare dan muntah. Ya Allah rasanya badan saya juga ikut ngedrop menghadapi drama sakitnya anak-anak ini. Ga kuat begadangnya gengs.

Drama banget ketika di tengah-tengah tidur malam Sakha kebangun. Btw Sakha ini tipenya kayak saya, kalau tidurnya keganggu akan langsung bad mood. Hmmm, lebih dari bad mood sih kalau Sakha. Pas kebangun itu dia akan menendang-nendang kasur, tentunya menyebabkan Sakhi yang tidur di sebelahnya akan kebangun juga.. 😐 Padahal saya sebelumnya nimang-nimang Sakhi itu lama banget sampe dia mau tidur.. huufft Gusti..

Beberapa hari setelah Sakha Sakhi sembuh, giliran saya yang sakit. Flu parah, sampe level mbeler dan bolak balik bersin. Sampe mata sembab terus-terusan juga. Hmmm.. Setelah minum obat andalan intunal saya pun sembuh. Alhamdulillah. Oh ya kebetulan saya dapat undian jadi PJ kopdar JCC untuk bulan Februari. Hmmmm, rencananya acara pengen diadain di rumah aja di awal bulan Maret. Dulu saya pernah jadi PJ juga pas jaman masih ngontrak rumah. Karena rumah kontrakan yang kecil, jadinya acara ga diadakan di rumah.

Renovasi Rumah
Udah dari akhir tahun sebelum mudik kami punya rencana renovasi rumah. Part utama yang akan direnovasi adalah halaman belakang rumah dan dapur. Kami juga berencana memasang kitchen set. Dari dulu saya dan pak Yayan punya mimpi menghiasi dapur dengan kitchen set serba putih. Alhamdulillah tabungan terkumpul di bulan Januari ini, langsung cuz menghubungi pihak jasa pembuat kitchen set atas rekomendasi temen kami.

Tapi sayang ga jodoh saudara, karena jasa tersebut lagi overload, jadinya kami masuk deretan waiting list. Kami mencari jasa lain karena butuh cepat, alhamdulillah nemu dengan harga yang lebih terjangkau per meternya. Jasa ini adalah tempat dimana kami pesan sofa rotan dulu. Kami sudah membuat design sederhana untuk kitchen set idaman. Mas petugas yang suvey untuk melakukan pengukuran pun sudah mudheng dengan part-part yang kami pengen.

Singkat cerita pembuatan kitchen set itu memakan waktu dua minggu. Di waktu weekend selama dua minggu itu kami rutin melakukan kegiatan bersih-bersih rumah. Pak Yayan sukses tergugah untuk memulai hidup minimalis. Jadinya kami kerja bakti bersih-bersih sambil memilah-milah barang mana aja yang mau dipake, mana yang mau disumbangin, dan mana yang mau dibuang.

Oh ya pas weekend itu juga ada tukang yang datang untuk memplester halaman belakang dengan semen. Dulu saya pernah cerita kan kalau halaman belakang tuh sudah ditanamin rumput jepang sama pak Yayan. Hasilnya fail gengs! Rumputnya jamuran karena lembab kekurangan cahaya. Kan di atas rumput itu pas ada atap polikarbonat, lumayan menghalau cahaya untuk masuk. Planning ke depan kami adalah melapisi pleseteran semen itu dengan rumput sintetis. Tapi setelah tau harga rumput sintetis, kami nabung dulu deh..hehehe.. Maklum halaman belakang itu ukurannya lumayan, 3 x 2,5 meter gitu...hmmm..
Plester halaman belakang
Baca : Saat Ayah Sakha Semangat Beberes

Oh ya selain pak tukang mamplester halaman, beliau juga memasang exhaust fan. Exhaust fan dipasang di dinding dapur berbatasan langsung dengan sawah. Jadi pake acara jebol dinding gitu. Lumayan debu-debunya banyak. Untung pak tukang mau bantu bersih-bersih.
Pemasangan exhaust fan
Setelah dua minggu yang capek karena bersih-bersih, kecapekan berikutnya berlanjut lagi. Waktu pemasangan kitchen set telah tiba. Mana waktu itu pak Yayan lagi tepar. Iyes, beliau sakit lagi kecapekan karena bersih-bersih. Plus karena dalam seminggu itu dia kebagian kerjaan deploy server malam hari. Remuk sudah tubuhnya.

Ya tapi mau ga mau harus sembuh, karena kalau pemasangan kitchen set diundur bakal terlalu mepet dengan jadwal kopdar emak JCC. Dan ternyata pemasangan kitchen set ini ga bisa berjalan cepat. Kenapa? Karena cor-coran tempat kompor di dapur kami itu miring. Potongan keramik-keramiknya juga ga rapi gitu. Otomatis kotakan kitchen set harus dikulik supaya pas masangnya. Mas-mas yang masang juga sampe gobyos. Fiuh.
Pemasangan kitchen set
Setelah mengarungi beberapa jam proses pemasangan kitchen set pun selesai. Alhamdulillah! Apakah hasilnya sesuai dengan design kami? Sesuai gengs! Kami kegirangan banget..hahaha.. Kegirangan saya cuma berjalan sebentar aja, karena setelah itu saya kebagian menata barang-barang masuk ke kitchen set. Pak Yayan sudah tidak mampu, dia tepar kecapekan. Oke siaap, saya minum imunos dulu biar setrong.

Sakit Lagi
Yap, pak Yayan masih tepar sakit. Batuk pileknya belum sembuh, tapi demamnya sudah berangsur hilang. Rupanya virusnya berpindah ke Sakhi. Dia batuk, pilek, demam, lemes gitu. Sedih banget saya lihatnya. Sakha juga pilek dan demam. Alhamdulillah setelah minum rhinos dan rajin olesin minyak kutus-kutus, Sakha sudah berangsur sembuh. Sakhi ini nih yang agak lama. Dia batuk sampe muntah gitu. Diminumin obat juga muntah. Badan demam naik turun.

Kami berniat periksa ke dokter langganan, tapi sayang beliau ga praktek. Di RS Happyland waktu itu juga kebetulan semua dokter anak izin tidak praktek, jadinya kami memilih ke RS Siloam yang posisinya juga ga terlalu jauh dari rumah. Di RS Siloam ternyata dokter cuma meresepkan vitamin untuk Sakhi. Common cold katanya akan sembuh sendiri gitu sesuai dengan daya tahan tubuh anak. Oke kami minumin aja vitaminnya.

Baca : Medical Check Up di Siloam Hospital Yogyakarta

Setelah beberapa hari minum rhinos dan vitamin, alhamdulillah Sakhi mulai berangsur membaik. Oh ya di masa sakit ini Sakhi sangat amat mellow. Disambi ngerjain sesuatu pun dia ga mau. Maunya dikekep terus, dikelonin, ditemenin. Ya alhasil saya ga bisa beres-beres untuk persiapan kopdar. Alhamdulillah Allah maha baik, hari Sabtu malam Sakhi boboknya nyenyak banget, ga terbangun karena batuk-batuk. Jadinya saya bisa nyicil bersih-bersih rumah, menggelar karpet dan tikar untuk acara besok. Alhamdulillah ayah Sakha juga udah ga batuk-batuk lagi, jadinya beliau sangat ikut andil membantu.

PJ Kopdar Emak-emak JCC
Hari H pun tiba. Oh ya seminggu sebelum hari H saya sudah memesan nasi kotak untuk konsumsi dan kue basah untuk sajian di rumah. Saya punya ide untuk pesan nasi bebek Buma untuk menu dewasa dan Rocket Chicken untuk menu anak. Kebetulan beberapa waktu lalu grup emak-emak JCC lagi rame mambahas nasi bebek Madura. Alhamdulillah ibu-ibu pada setuju.

Oh ya jangan dikira saya menanggung biayanya semua ya..hehehe.. Jadi PJ ini cuma mengkoordinir aja kok. Jadi kalau sudah sepakat menunya apa, berapa jumlah yang datang, baru deh nanti si PJ memesankan nasi kotaknya.

Kopdar ini bukan cuma untuk ibu-ibu saja, bapak-bapak dan anak-anak pun juga ikut diajak. Pastinya Sakha seneng banget karena banyak teman main bareng. Untuk jajanan anak-anak, saya menyiapkan jelly dan klethikan makaroni. Untuk sajian kue basah saya memesan lapis legit roll, lumpia, arem-arem dan sus buah di toko kue langganan. Untuk minuman saya memesan es degan di warung langganan juga. Pas banget es degan ini diminum saat cuaca lagi panas-panasnya. Oh ya pas sekalian waktu itu lagi belanja buah mingguan, saya juga menyiapkan buah kelengkeng dan jeruk untuk disajikan.

Satu jam sebelum acara kerempongan dimulai. Saya harus menata kue yang sudah dipesan. Pak Yayan ga bisa bantu karena harus pesan es degan. Waktu itu Sakhi sangat tidak kooperatif. Dia mellow banget karena pagi itu belum tidur. Ditaruh nangis, dikasih mainan nangis, diajak main masnya juga nangis. Maunya digendong Ama. Menggendong anak sambil menata sajian ini sangat challenging banget. Sakhi ngobrak abrik yang udah ditata..hmmmm.. Gobyos saya..
Sajian yang belum tertata karena Sakhi rewel
Untung ada teman yang datang duluan. Alhamdulillah beliau ikut membantu menata sajian. Seneng banget saya. Gobyos keringat pun sedikit berkurang. Alhamdulillah pak Yayan datang tepat waktu bersama es degan sejembung besar. Semua beres tepat sebelum tamu datang, alhamdulillah!

Satu demi satu tamu datang bergantian. Tamu ibu-ibu dan anak-anak menempati lesehan dalam ruangan sedangkan tamu bapak-bapak menempati lesehan di garasi mobil. Saya sengaja meminta Sakha untuk menata area playground untuk tempat dia main bersama teman-teman. Taraaa, dia menyiapkan sangat baik.
Playground anak tataan Sakha
Oh ya tamu-tamu yang datang juga banyak yang membawa jajan, klethikan atau kue untuk disajikan dan dinikmati bersama. Wah hari itu rumah sangat penuh dengan makanan. Teman cerita, makanan dan es degan! What a perfect day..hehehe.. 
Kopdar JCC Feb/Maret
Alhamdulillah saya seneng banget waktu itu. Tanggung jawab sebagai PJ sudah terlaksana dengan lancar. Sampai jumpa di kopdar selanjutnya ibu-ibu. Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam sikap, kata, sajian dan apapun dalam kopdar Februari/Maret kali ini. Semoga tali silaturahmi ini tetap berjalan dengan baik. Aamiin.. 

Selesai acara saya dan pak Yayan lanjut membagikan nasi kotak dan kue yang emang sengaja kami pesan lebih untuk tetangga sekitar rumah. Kami rehat sebentar kemudian melanjutkan sesi membersihkan rumah lagi..hahaha.. Semangat!


*          *          *


Selesai sudah curhatan saya tentang kejadian-kejadian yang terjadi di satu bulan belakang ini. Welcome to bulan Maret. Semoga bulan Maret ini menjadi bulan yang lebih baik dari bulan sebelumnya. Semoga banyak kebaikan yang terjadi. Yes, Maret bulan baik. Kenapa? Karena saya ultah di bulan ini..  *maksa gengs

Yowislah, sekian curhatan saya. Thanks for reading.. 


Sumber gambar :
Gloomy day : https://i.ytimg.com/vi/QPt1_etCQ08/maxresdefault.jpg

Selasa, 29 Januari 2019

Medical Check Up di Siloam Hospital Yogyakarta

Selasa, Januari 29, 2019 0 Comments
Jadwal Medical Check Up alias MCU dari kantor sudah tiba lagi. Fasilitas MCU dari kantor tempat kami bekerja ini bisa digunakan dua tahun sekali. Masih inget banget sekitar tahun 2016 lalu saya dan Pak Yayan melakukan MCU di Pramita Lab.


Untuk tahun ini saya pengen mencoba provider baru yang lokasinya lebih dekat dari tempat tinggal kami, yaitu Siloam Hospital. RS Siloam berlokasi tepat di sebelah Lippo Plaza Jogja. Lokasinya strategis banget kan di Jalan Laksda Adi Sucipto. Ceritanya kami dijadwalkan untuk menjalani test darah puasa dua jam PP. Jadi sambil menunggu dua jam berlalu untuk ambil darah, kami bisa ngemall sebentar .


Alasan lain memilih RS Siloam sebagai provider MCU adalah karena rumah sakit ini masih baru, jadi kayaknya pasiennya gak terlalu banyak gitu, antriannya minimalis. MCU kali ini mencakup :
  1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
  2. Pemeriksaan Fisik
  3. EKG
  4. Foto Thorax
  5. Laboratorium :
    • Hematologi (Darah lengkap) dan LED
    • Gula Darah (Glukosa : Berpuasa dan 2 jam setelah makan)
    • Faal Hati
    • Lemak Jantung
    • Urine Lengkap
    • Faeces Lengkap
    • VDRL
    • Pap smear

Malamnya kami udah berpuasa selama kurang lebih delapan jam. Paginya kami sampe RS sekitar pukul 08.00. Dengan membawa surat pengantar dari kantor kami langsung menuju bagian perawat jaga di depan loket pendaftaran. Kami menyerahkan surat pengantar ke bagian pendaftaran, plus menyertakan KTP untuk difotokopi. Setelah mengisi data diri kami diarahkan untuk menuju ruang Medical Check Up.
Bagian MCU
Selanjutnya petugas MCU mengarahkan kami ke bagian penimbangan berat badan. Disana berat badan dan tinggi badan kami diukur. Pengukurannya menggunakan timbangan digital yang langsung bisa menghitung BMI, jadinya langsung ketahuan over weight, under weight atau normal.

Saya sempat amazed aja karena bangunan rumah sakit ini masih kinyis-kinyis. Semua-muanya baru dan mutakhir. Ternyata Siloam Hospital Jogja baru resmi beroperasi sekitar setahun yang lalu. Pantesan masih kelihatan buersih dan kinclong.

Selesai cek berat badan kami diminta mengisi form riwayat medis secara detail. Form berisikan nama berbagai jenis penyakit. Apakah pasien pernah mengalami penyakit tersebut? Jika jawabannya adalah "Ya" maka pasien menjelaskan lebih lanjut tentang kapan dan seberapa sering terjadinya penyakit tersebut.
Form riwayat medis
Rasanya kami sangat bersyukur karena list di atas lebih banyak dengan isian "Tidak". Sungguh list nama penyakitnya sangat aneh-aneh. Pertanyaan yang paling menohok adalah "Apakah Anda rutin melakukan olah raga?" Sangat menyedihkan karena kami menjawab "Tidak" Hey sadarlah olah raga itu penting kisanak!

Selesai mengisi form kami diarahkan ke ruangan pengambilan darah. Disini petugas mengambil sample darah saya dan ditempatkan di tiga tabung kecil terpisah. Petugas juga memberikan tabung kecil tempat sample urine dan feses. Seperti biasa saat mengambil sample, cuma urine aja yang berhasil keluar. Sang F masih malu-malu kucing. Diputuskan kalau sample feses akan saya antar hari Senin, karena MCU di RS ini tutup kalau hari Minggu.

Selesai mengantar sample urine ke bagian MCU, saya diarahkan ke bagian EKG untuk pemeriksaan aktifitas jantung. Petugas mendampingi dengan ramah. Dalam pemeriksaan EKG ini pasien diminta untuk melepas perhiasan, bros atau asesoris yang mengandung logam. Alat pemeriksaan EKG yang saya lihat di RS ini beda dengan alat yang pernah saya pakai saat periksa di Pramita Lab. Disini alatnya lebih besar dan tampak sedikit mengerikan. Oh ya proses periksa jantung ini gak memakan waktu lama.

Selesai periksa EKG kami disarankan untuk makan dulu. Ternyata kami dapat fasilitas free sarapan. Alhamdulillah gak kelaparan gaes! Kami makan dulu sebelum melakukan pemeriksaan selanjutnya, yaitu pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik oleh dokter umum.

Horay, menu sarapannya adalah omelet telor dan kentang goreng. Huwow, omelet nya tebel banget. Makanan ini sukses mengganjal perut kami yang kelaparan.
Free sarapan
Selesai santap sarapan saya lanjut menemui dokter umum untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Disini dokter memeriksa menggunakan stetoskop serta melakukan pemeriksaan mulut, mata dan telinga. Dokter nya enak banget diajak konsultasi. Saya cerita kalau memiliki gangguan kulit semenjak menerima transfusi darah saat lahiran Sakhi dulu. Dokter banyak menjelaskan tentang alergi pada saya.

Baca : Cerita Lahiran Adik Sakha

Pemeriksaan fisik selesai, petugas MCU mendampingi saya untuk periksa mata. Alhamdulillah saya sukses akurat membaca huruf menggunakan satu mata ditutup. Ya walaupun bacanya gak bisa "cak-cek" gitu. Membaca sambil mikir itu huruf P atau F yaaaa..

Lanjut setelah periksa mata petugas mengarahkan ke bagian Radiologi untuk dilakukan rontgen. Ruangan radiologi ada di lantai 2. Untuk pindah dari satu lantai ke lantai yang lain pengunjung bisa memilih menggunakan lift atau tangga berjalan. Yes, di dalam rumah sakit ini ada eskalatornya! 
Eskalator di dalam RS
Sampai di ruang Radiologi saya diminta untuk mengganti baju sebelum melakukan rontgen. Bajunya berbentuk seperti kimono. Bajunya masih dalam plastik alias masih baru! Huwow. Bahannya adem, motifnya garus-garis, cocok dipadupadankan dengan jilbab polos.. #lhaa 
Baju ganti yang masih baru
Saat melakukan rontgen alias foto thorax ini pasien juga tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan berbahan logam. Untuk pasien wanita diwajibkan melepas bra. Untuk yang berhijab boleh tetep pakai hijabnya asal gak ada asesoris peniti atau bros yang menempel.

Tes darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat kesehatan dan rontgen udah sukses dilakukan. Tahap selanjutnya adalah puasa dua jam kemudian balik untuk test gula darah PP. Nah tenggang waktu dua jam ini kami gunakan untuk ngemall. Oh ya saya juga ada jadwal Pap Smear. Pap Smear di RS Siloam ini harus menunggu dokter Obgyn yang available jam 16.00.

Aneh rasanya ngemall gak bareng duo krucils. Walaupun aneh tapi kami tetap menikmati, ya mau kapan lagi dong bisa pacaran kayak gini? Jalan-jalan tanpa gangguan gitu .

Sungguh dua jam itu berlalu sangat cepat. Selesai jalan-jalan dan dzuhuran kami balik ke RS lagi. Pengambilan darah yang kedua ini agak drama karena pembuluh darah saya terlalu tipis. Akhirnya darah diambil di bagian dekat lipatan siku..fiuuh, agak sakit juga.

Selesai ambil darah kami disuruh makan lagi dong. Yes, kami dapet fasilitas makan siang gratis! Huwow alhamdulillah. Menunya kali ini adalah nasi goreng special pake telor. Porsinya banyak gaes, tulung.
Free makan siang
Harapan kami setelah makan tuh bakal ada output sample yang keluar, ternyata engga dong. Setelah makan siang kami disarankan untuk pulang dan kembali lagi saat Pap Smear nanti. Jadi rencananya kami akan menjemput Sakha dan Sakhi di daycare dulu, karena di hari Sabtu daycare cuma sampai jam 16.00 kan. Sebelum jemput Sakha Sakhi, saya sempetin pumping dulu karena rasanya udah gak enak banget. Gak lupa ashar'an juga. Setelah jemput Sakha Sakhi, kami balik ke RS lagi untuk saya Pap Smear.

Baca : Menitipkan Anak di Daycare??

Waktu itu cuma ada dua antrian ke dokter Sp. OG. Jadi saya ga menunggu terlalu lama. Waktu saya Pap Smear, pak Yayan menjaga Sakha Sakhi main di playground RS.
Main di playground dulu
Ini adalah Pap Smear kedua saya, tapi rasanya kok lebih sakit ya daripada yg pertama..hehehe.. Dulu lahiran kedua rasanya juga lebih sakit dari yang pertama. Anggap aja itu faktor U gaes!

Akhirnya rentetan agenda MCU selesai sudah. Sebenernya belum selesai sempurna karena kami belom ngumpulin sample faeces . Rencananya sample penting itu akan kami anter hari Senin aja gitu. Pas outputnya keluar saat jam kantor, izin sebentar cuz ke Siloam naik gojek. Tampaknya itu adalah solusinya.

Hokey, kayaknya sekian dulu sharing saya tentang MCU di Siloam Hospital. Pernah tanya sama petugasnya, paket lengkap MCU yang kami jalankan ini kata beliau biayanya sekitar sejutaan. Tapi saya lihat RS Siloam juga menyediakan paket MCU yang harganya affordable.
Paket MCU
Jadwal MCU di RS Siloam hari Senin - Jum'at pukul 07.00 - 15.00. Sedangkan untuk hari Sabtu pukul 08.00 - 12.00. Hari Minggu tutup ya. Gimana, penasaran? Segera kunjungi RS Siloam terdekat.. 

Thanks for reading..



Sumber gambar :
Logo Siloam : http://images1.rri.co.id/thumbs/berita_301303_800x600_images.jpg

Minggu, 27 Januari 2019

Menginap di The Himana Hotel Malang

Minggu, Januari 27, 2019 0 Comments
Akhir tahun 2018 kemarin kami sekeluarga seneng banget bisa jalan-jalan ke kota Malang. Dulu pernah sih jalan-jalan kesini pas Sakha masih kecil. Sekarang udah hadir Sakhi yang makin memeriahkan suasana. Bikin suasana ramai karena tangisannya juga

Baca : Mbolang ke Malang

Nah selama di Malang kemarin kami menginap di The Himana Hotel. Kami udah hunting hotel jauh-jauh hari sebelum mudik, jatuhlah pilihan ke hotel ini karena on budget gitu. Selain on budget, hotel ini juga terletak di tengah kota plus dekat dengan mall juga. Pengalaman nyaman menginap hotel dekat mall saat di Magelang dulu membuat kami ingin mengulanginya lagi.

Baca : Grand Artos, Hotel Strategis di Magelang

Kami booking hotel lewat situs Pegipegi.com, lumayan waktu itu dapet diskon 10%.  Untuk dua malam kami merogoh kocek total sejuta. Untuk tahun baru, rate ini tergolong affordable karena hotel lain di kota Malang bisa sampe sejuta harga per malamnya. Khusus customer yang booking lewat Pegipegi.com dianjurkan untuk menelepon pihak hotel H-1 kedatangan untuk konfirmasi.

Singkat kata, hari H pun tiba. Kami sampai The Himana Hotel sekitar pukul 14.00. The Himana Hotel terletak di Jalan Raya Dieng no 31, Pisang Candi, Malang. Hotel ini satu area dengan mall Malang City Point. Karena satu area dengan mall, tamu hotel bisa memarkirkan kendaraan di parkiran basement mall.

Kami check-in tanggal 30 Desember sekitar pukul 15.00. Proses check-in tidak membutuhkan waktu lama. Saya cuma dimintain KTP untuk difotokopi. Tapi agak mengagetkan juga karena hotel ini menerapkan sistem deposit. Tamu hotel diwajibkan deposit sejumlah Rp. 100.000. Untuk mendapat free parking, tamu hotel harus meminta stempel kepada resepsionis setiap menerima tiket parkir baru. Akhirnya proses check-in selesai, kami mendapatkan kartu kunci kamar dan kwitansi untuk pengambilan deposit saat check-out nanti. Kami mendapat kamar di lantai 15 gaes

Lobby
Area lobby di hotel ini tidak terlalu "wah" dengan design kekinian. Mungkin memang tema hotel ini minimalis. Sofa yang digunakan sebagai ruang tunggu pun juga sofa seperti layaknya di ruang tamu rumah, memberi kesan homey. Sofa tunggu terbagi menjadi tiga bagian, satu di depan dekat pintu masuk, sedangkan yang lain di depan kanan kiri meja resepsionis.
Sofa dekat pintu masuk
Sofa depan kanan resepsionis
Sofa depan kiri resepsionis
Area lobby ini besar dan bersih. Part paling mencolok dari lobby adalah meja resepsionis dengan corak merah kuning yang dihiasi dengan lampu lampion. Terdapat dua resepsionis yang stand by disini. Semuanya ramah.
Meja lobby
Walaupun mengusung tema minimalis, corak warna kombinasi antara dinding, meja dan sofa membuat area lobby menjadi "hidup".

Lift
Tidak seperti lift di Same Hotel Malang, dimana sebelum menggunakannya tamu wajib men-scan kartu kunci kamar, di Himana Hotel ini tamu bisa langsung menggunakan liftnya. Terdapat dua lift di hotel ini. Ukuran liftnya juga tidak terlalu besar.

Baca : Menginap di Same Hotel Malang

Kamar
Kami dapat kamar nomor 22 di lantai 15! Lokasi kamarnya dekat dengan pintu darurat. Kamar nomor 22 ini menghadap jalan utama alias Jalan Dieng. Seperti dugaan kami di awal, kamar ini luasnya gak terlalu besar. Furniturenya juga minimalis. It's okey, karena kan disini cuma numpang bobok aja tho..hehehe.. Gak niat goleran di hotel doang kayak pas ke Magelang dulu.

Walaupun ruangannya gak terlalu besar, tapi fasilitas kamar hotel ini cukup lengkap lho. Di dalam kamar bisa ditemuin rak untuk tempat baju, rak sepatu, meja rias merangkap meja kerja, tv LCD dan mini bar. Huwow, mayan banget kan.
Rak baju dan rak sepatu
Meja kerja mernagkap meja rias
Lorong kamar
Mini bar
Ini gongnya, pas gorden kamar dibuka tuh kami bisa melihat pemandangan indah kota Malang. Bikin fresh mata! Sebenernya agak ngeri juga karena jendela kamar ini tipenya yang bisa dibuka gitu, tapi doi agak tinggi jadi aman untuk anak-anak.
Pemandangan saat mendung
Pemandangan saat cerah, ada gunung!
Pas malam pergantian tahun tiba bisa dibayangin kan gimana serunya menikmati gempita kembang api di kota Malang dari lantai 22 ini. Plus pihak Malang City Point sendiri juga ada agenda menyalakan kembang api. Rasanya seneng banget, kapan lagi bisa lihat kembang api dari atas dan dekat Pertama kali dalam hidup ini!
Kembang api dari dekat
Menikmati kembang api yg nyala di jauh sana

Bed
Bed yang digunakan di kamar ini bertipe Queen size. Sempat ragu juga apa muat bed ukuran ini dibobokin orang empat? Plus luas kamar kan gak terlalu besar tho, ayah Sakha juga gak mungkin goleran di lantai.
Queen bed
Eng ing eng, ternyata muat sodara buat dibobokin orang empat. Kami berempat bobok nyaman kecuali Sakhi. Saya ngerasanya Sakhi ini capek setelah perjalanan jauh, plus sumpek juga karena gak bisa explore merangkak. Jadinya harus ditimang-timang dulu baru dia kalem.
Si susah tidur

Bathroom
Di dalam kamar mandi fasilitasnya juga oke lho. Tamu hotel mendapatkan toiletries berisi sabun batang, sabun cair merangkap shampoo, sikat gigi, odol, shower cap, kresek dan cotton bud.
Toiletries set
Jujur aja area kamar mandi ini terbilang kecil. Saat akan memandikan Sakhi di wastafel, kami harus berdesak-desakan gitu. Tapi gak apa-apa so far aman-aman aja. Oh ya air di wastafel juga anget lho, gak cuma anget di shower utamanya aja.
Area wastafel
Area mandi
Shower di kamar mandi ini cuma satu, yaitu shower besar yang nancep di bagian atas itu. Tidak tersedia shower yang bisa dipegang tangan. Dua buah handuk bersih berukuran besar juga disediakan untuk tamu. Area basah dan kering dipisahkan oleh kaca tanpa pintu. Ya walaupun area kering bisa jadi basah banget karena keberingasan Sakha saat mandi.
Handuk
Walaupun kamar mandi ini ukurannya kecil tapi kebersihan tetep terjaga. Kegiatan mandi juga enjoy aja walaupun sempit. Oh ya ada satu nilai plus juga, hotel ini menyediakan hair dryer. Asik ngebantu banget untuk keringin rambut sebelum pake jilbab.
 
Service
Jadi ceritanya saat sampe kamar, TV kamar kami mengalami gangguan. Blas gak ada channel apa-apa gitu. Telepon lobby untuk minta dibenerin, lalu staff hotel pun datang gercep ke kamar. Setelah beberapa menit menunggu, channel TV pun sukses dibenerin. Channel TVnya sangat lengkap ternyata.
List channel TV
Saat kami meninggalkan hotel untuk perjalanan ke Batu, kami memberikan note "Do Not Disturb" di pintu kamar. Tapi agaknya gak terbaca oleh staff kebersihan hotel, ternyata kamar kami tetep dibersihin dong . Semoga lain waktu bisa lebih teliti lagi ya..

So far service di hotel ini memuaskan. Staff hotel yang kami temuin ramah-ramah dan komunikatif. Oh ya fyi pada hotel ini tidak tersedia fasilitas free swimming dan free breakfast karena area kolam renang dan resto masih dalam tahap maintenance.

What's Near The Hotel
Hotel ini bersebelahan dengan mall Malang City Point dan Cyber Mall Malang (dulu Dieng Plaza). Walaupun mall Malang City Point ini gak terlalu besar, tapi cocok sebagai jujug'an refreshing. Wendy's, J.co, Chatime, Starbucks, Fun City, Miniso, Ace Hardware, Guardian adalah beberapa brand beken yang terdapat di mall ini. Di mall ini juga ada bioskopnya lho, Aurora Cinema namanya.

Untuk urusan makan malam kami gak dipusingkan sama sekali karena di lantai 2 mall Malang City Point lagi ada event Go Food Festival. Beli makan pake Gopay bisa dapet cashback 50%. Wow mantab dan hemat!

Gimana dengan sarapan? Pilihan sarapan di daerah Jalan Dieng ini cukup beragam. Di sekitar hotel banyak penjual makanan seperti bubur, pecel, nasi uduk dan soto. Maklum daerah ini sangat dekat dengan kampus Universitas Merdeka Malang, jadinya banyak penjual makanan.



Overall rasanya puas bisa menginap disini. Hotel ini bisa menutupi kekurangannya dengan kelebihan yang dia punya..hehehe.. Walaupun gak ada fasilitas kolam renang dan free breakfast gak menjadi masalah yang berarti.

Bagi teman-teman yang bingung mencari hotel yang dekat dengan mall, The Himana Hotel ini bisa dijadikan pilihan. Hotel ini sangat cocok dinikmati saat malam pergantian tahun karena kita bisa melihat riuhnya kembang api dari ketinggian.

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat yaaa.. Thanks for reading!


Ringkasan :  
Nama Tempat : The Himana Malang
Alamat : Jalan Raya Dieng no 31, Pisang Candi, Sukun, Malang
Range harga kamar : Rp.280.000 - Rp. 350.000 (normal season)
Pros : Lokasi strategis dekat mall, hotel bersih, fasilitas kamar lengkap, staff ramah, koneksi wifi cepat, view yang bagus dari kamar
Cons : Tidak tersedia free breakfast, kolam renang under maintenance, luas kamar tidak terlalu luas
Rate : 4.6/5

Follow Me @granitprihara