Senin, 31 Oktober 2016

Makan Siang di Alive Fusion Dining

Senin, Oktober 31, 2016 0 Comments
 
Siang itu saya, suami beserta teman-teman yang lain memutuskan makan siang di Alive Fusion Dining. Tempat makan ini terletak di jalan Timoho nomer 49, pas di perempatan antara jalan Timoho dan jalan Ipda Tut Harsono, yang tentunya sangat dekat dengan kantor kami. Kebetulan juga saya dan suami sering lewat tempat ini saat antar jemput Sakha ke daycare, dan kami sangat heran karena tempat ini selalu ramai pengunjung. Akhirnya hari ini kami bisa menikmati kudapan di tempat ini, tanpa takut terganggu Sakha yang rewel saat makan..hehehe.. :D Sakha, Ama sama Ayah maem bareng temen-temen dulu ya.. (bow)

Ke Alive, jangan takut ga kebagian tempat parkir ya, karena disini tempat parkirnya luas banget, hampir mendekati kawasan Universitas Janabrada. Sebelum memasuki area resto, kita bisa melihat area makan outdoor yang terdapat hiasan khas Panda lagi maem mie. Ternyata ini adalah area makan Yamie Panda. Jadi Alive Fusion Dining dan Yamie Panda ini kerja sama gitu deh.
Area parkir mobil yang luas

Arsitekturnya menarik
Masuk area resto kita akan merasakan suasana klasik dan vintage. Banyak ornamen kayu yang digunakan untuk menghias ruangan. Pengaturan cahayanya pun dibuat semi remang-remang. Menurut saya suasana country sangat terasa di tempat ini. Mirip dengan suasana pedesaan khas Amerika Serikat gitu. Nyaman banget pokoknya untuk nongkrong. Ga lupa ornamen panda masih menghiasi area dalam resto Alive.
Area merokok di lantai satu
Masih ada panda lho di area dalam
Area lantai satu dibagi menjadi dua bagian, yaitu di area merokok dan area ber AC. Kami memilih untuk duduk di area ber AC. Sebenernya waktu itu kami pengen duduk di lantai dua, tapi mbak waiters bilang kalau duduk di lantai atas tidak diperbolehkan untuk memesan Yamie Panda. Ya sudah lah, dibawah saja.. :)
Area bebas merokok di lantai satu
Memasuki area bebas merokok ini, mata kami sekali lagi dimanjakan dengan furniture full kayu yang sangat menarik. Terkesan lebih homey. Tambah menarik lagi karena di bagian atas terdapat lampu gantung dengan hiasan topi dengan warna dominan merah dan hitam. Sangat unik sekali. Pada akhirnya naluri selfie saya kambuh ingin berfoto dengan lampu unik itu.
Lucu banget kan lampunya?
Ga lama setelah kami duduk, mba waiters datang membawakan menu. Ada 4 macam menu yang dibawa, yaitu menu Yamie versi kecil, menu Yamie versi besar, menu Alive dan daftar harga menu Alive. Jadi pas kami buka menu Alive kami sempet bingung, kok ga ada harganya. Ternyata daftar harganya dibuat terpisah.
Menu Alive
Menu Yamie versi besar
Menu Yamie versi kecil
Setelah berdiskusi lumayan lama saya, suami, dan satu teman saya memilih menu Yanchow Fried Rice, harganya Rp. 19.000. Sedangkan dua teman saya yang lain memilih menu Yamie Panda Asin Ayam Jamur, harganya Rp. 19.000 dan Special Javaneese Fried Frice, harganya Rp. 34.000. Untuk minumnya kami memesan es teh manis, harganya Rp. 5.000. Masing-masing harga tersebut belum termasuk pajak resto 10%. Saya ngerasa kok agak mahal ya, tapi ga apa-apa sekali-sekali boleh lah maem yang agak mahal, ga setiap hari juga..hehehe..

Ga berselang lama menu yang kami pesan udah datang. Ternyata porsinya banyak, cocok untuk makan berat. Yamie disajikan lengkap dengan topping sayur, ayam dam jamur. Kuahnya pun ditaruh di tempat terpisah. Saya baru tau kalau yamie ini teksturnya kecil dan lembut, beda sama cwimie atau pangsit. Teman saya bilang rasanya enak, ya emang Yamie Panda kayaknya udah terkenal enaknya.
Yamie Panda Asin Ayam Jamur
Selain Alive memiliki dekorasi ruangan yang unik, ternyata penyajian makanannya pun dibuat unik dan menarik juga. Seperti penyajian nasi goreng ini yang menggunakan wajan. Jadi emang bisa dipastikan kalau porsinya bakal mengenyangkan. Untuk Special Javaneese Fried Rice ini add on nya banyak bener, yaitu ayam goreng, telur ceplok, nugget dan kerupuk. Pantes aja harganya lumayan mahal. Kata temen saya nasgor ini rasanya ueenuaaak. Untuk Yangchow Fried Rice ini add on nya cuma kerupuk..hahaha.. Saya baru tau kalau nasgor Yangchow ini adalah nasgor sayur :D. Ga papa sih walaupun minim topping tapi rasanya juga enak, suami saya doyan banget ternyata.
Special Javaneese Fried Frice
Yanchow Fried Rice
Overall, kami puas makan di tempat ini. Walaupun harga makanannya agak mahal, tapi soal rasa jangan diragukan. Selain rasanya enak, porsinya juga banyak. Suasananya pun sangat nyaman, membuat kita betah untuk berlama-lama mengobrol disini. Mba waitersnya juga ramah, kalau ditanya tentang jenis makanan yang ga kami pahami, si embak menjelaskan dengan ramah dan jelas.

Oh ya saat membayar di kasir, kami mendapatkan kartu kecil untuk pengumpulan stamps. Jadi ceritanya kalau membayar bill dengan harga Rp. 50.000, kita akan mendapatkan satu stamps. Berlaku pula untuk kelipatannya, contohnya kalau bayar bill Rp. 160.000 akan dapet tiga stamps gitu deh. Setelah terkumpul 10 stamps, bisa dapat reward free voucher makan Rp. 100.000 dengan syarat minimum pembelian Rp. 200.000. Lumayan kan.. :). Temen-temen saya baik, karena stampsnya itu dikasihkan saya..hoho..
Penampakan kartu pengumpulan stamps
Jadi tunggu apa lagi..yuk sekali-sekali makan di Alive. Sekali-sekali aja lah kalau saya. Kalau keseringan bisa bikin dompet tipizz boook.. :D
Semoga review kali ini bermanfaat ya, sampe jumpa di destinasi kuliner lainnya..

Ringkasan :
Nama : Alive Fusion Dining
Lokasi : Jalan Timoho no 49, Yogyakarta
Jam buka : 09.00 - 24.00 
Range harga makanan : Rp. 10.000 - Rp. 100.000
Range harga minuman : Rp. 5.000 - Rp. 25.000
Porsi : Kenyang banget
Rasa : Enak banget 
Rating : 4.5/5

Kamis, 27 Oktober 2016

Medical Check Up di Pramita Lab

Kamis, Oktober 27, 2016 1 Comments
Setelah lebih dari 4 tahun pengabdian saya kepada kantor, akhirnya saya berkesempatan merasakan fasilitas Medical Check Up (MCU). Sebenernya MCU ini adalah fasilitas gratis kantor yang bisa dimanfaatkan 2 tahun sekali. Tapi karena saya dulu kelebihan hormon ibu hamil dan ibu menyusi, jadinya kena penyakit males mau ngapa-ngapain. Padahal kan lumayan kalau 2 tahun lalu saya MCU juga :D

Baca : Booster Menyusui Itu....

Saya melakukan MCU ini di Pramita Lab di Jalan Cik Ditiro Jogja hari Sabtu. Rencananya MCU yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan:
  1. Fisik
  2. Rontgen
  3. ECG
  4. Laboratorium
  5. Darah puasa 2 jam
  6. Urine  
  7. Feces
  8. Pap Smear
Lalu apa aja yang harus dipersiapkan sebelum MCU? Yang pasti kita harus puasa karena akan ada pemeriksaaan laboratorium, kurang lebih tata caranya seperti ini :
  1. Puasa dilakukan selama 10-12 jam sebelum pemeriksaan laboratorium. Misalnya kalau pemeriksaan laboratorium dilakukan jam 8 pagi, maka puasa dilakukan jam 10 malam.
  2. Selama puasa tidak boleh minum yang manis-manis. Sebaiknya minum air putih aja.
  3. Selama puasa tidak boleh merokok dan makan permen.
  4. Sebaiknya puasa tidak dilakukan lebih dari 12 jam
  5. Bila ada pemeriksaan gula darah 2 jam pp, berarti sebelum proses pengambilan darah lagi, harus berpuasa selama 2 jam dengan waktu hitung tepat setelah selesai makan.
  6. Untuk pemeriksaan test Pap Smear, tidak diperkenankan untuk melakukan hubungan suami istri minimal 3 hari sebelum pelaksanaan MCU dan pap smear hanya dapat dilaksanakan minimal 7 hari setelah haid.
Yuhuu, setelah saya sudah memenuhi syarat di atas, lanjut lah cuzz ke Pramita. Sebelumnya saya dan suami mengantar Sakha ke daycare, karena pasti bakal repot bawa anak kecil pas MCU. Maaf ya Nak, ini pertama kali kamu masuk daycare hari Sabtu :( Ga papa nanti sore kita ketemu lagi.. :*

Baca : Menitipkan Anak di Daycare??

Sampai di Pramita Lab saya kaget soalnya saya dapet antrian 65 padahal saya nyampe sana jam 8 pagi. Ini adalah kebodohan pertama yang saya lakukan yaitu ga ngecek Pramita Lab buka jam berapa. Dan ternyata setelah saya tanya mba Customer Service ternyata jam buka Pramita Lab di hari Sabtu adalah jam 6 pagi. So buat yang mau MCU hari Sabtu dateng pagi-pagi aja..

Kami menunggu lumayan lama untuk dipanggil. Saya menyerahkan surat rekomendasi dari kantor ke mba CS setelah saya dipanggil. Lalu mba CS menginputkan data serta mengambil foto saya untuk kelengkapan data. Dari mba CS ini saya dapat selembar kertas berisikan daftar pemeriksaan yang akan saya jalani serta selembar sticker yang berisikan nama saya yang akan ditempelkan di tempat sample data yang akan diambil.

Pemeriksaan pertama yang saya lakukan adalah Pemeriksaan Laboratorium. Di dalam ruangan periksa tersebut, diambilah darah saya. Selain itu petugas juga memberikan saya tempat sample urine dan feses yang akan diambil. Selesai ambil darah, saya langsung ke toilet untuk ambil sample urine dan feses, namun sayangnya cuma urine nya yang bisa keluar, fesesnya masih malu-malu :p Akhirnya saya bilang ke mba petugas kalau sample fesesnya menyusul esok hari. Mba petugas mengiyakan dan memberi tau kalau sample yang valid itu adalah maksimal 1 jam setelah dikeluarkan, kalau lebih dari 1 jam ga valid lagi.
Ambil darah dilakukan saat pemeriksaan laboratorium
Selesai ambil darah saya balik lagi ke kursi antrian menunggu dipanggil untuk pemeriksaan selanjutnya. Rencananya pemeriksaan selanjutnya adalah ECG. Tapi karena antrian untuk ECG masih panjang, akhirnya mba petugas ngajak saya untuk test Pap Smear dulu. Jadilah pemeriksaan kedua yang saya lakukan adalah Pap Smear. Masuk ruangan saya sempat ngeri karena kebayang-bayang proses melahirkan Sakha dulu, keinget jaman diobok-obok. Sama mba petugas saya diminta tiduran di ranjang pasien sambil mengangkat kaki yang akan ditopang di sandaran. Kurang lebih ranjangnya kayak gini bentuknya, serem menurut saya.
Kanan dan kiri itu adalah sandaran kaki biar posisi mekangkang
Baca : Finally, We Meet Our Little Prince!!!!

Proses pengambilan sample Pap Smear ini berjalan cepat banget. Rasanya ga sakit kalau dibandingkan dengan sakitnya lahiran normal. Sebelum pengambilan sample ini saya ga berani liat bentuk alat yang dimasukkan, setelah selesai baru saya liat deh. Ternyata mirip cocor bebek gitu alatnya. Kurang lebih seperti ini.
Alat Pap Smear
Selesai tes Pap Smear saya kembali ke ruang tunggu untuk dipanggil test ECG. Test ECG ini adalah test untuk merekam aktivitas listrik di jantung untuk diketahui ada kelainan jantung atau tidak. Setelah masuk ruang periksa, saya diminta untuk membuka baju, melepas perhiasan, sabuk dan semua barang yang mengandung logam. Test ini sempat diulang 3 kali karena saya deg-degan dan tidak rileks. Kenapa deg-degan? Karena saya kelaparan, sejak jam 9 malam belom makan. Ini adalah kebodohan kedua saya, harusnya saya bawa cemilan atau makanan pas MCU ini. Jadi sembari nunggu antrian bisa sambil cemil-cemil. Saya hanya menggantungkan fasilitas makan gratis dari Pramita. Takutnya kalau saya ambil makanan itu, antrian saya untuk test tahap selanjutnya akan diserobot. Akhirnya ga makan wes.

Selesai test ECG saya antri untuk test Rontgen. Antri ini lumayan lama banget, kayaknya pemanggilannya ga urut. Untung di depan ruang rontgen disediakan air mineral dan cemilan. Langsung deh tancap ambil. Proses pemeriksaan Rontgen ini berlangsung cepat. Untuk pasien wanita disediakan baju ganti seperti kimono. Ga diperbolehkan juga memakai barang berbau logam di daerah leher.

Selesai Rontgen lanjut ke Pemeriksaan Fisik. Ini antrinya lama banget juga. Sampe mati gaya nih nunggu nama saya dipanggil. Setelah dipanggil, saya ditanya riwayat penyakit oleh dokter. Lalu pemeriksaan lain yang dilakukan adalah periksa tensi, detak jantung, berat badan, tinggi badan, mata dan mulut. Saya sempat salah banyak pas pemeriksaan mata pake satu mata ditutup. Ya kita lihat nanti lah gimana hasilnya :D

Selesai pemeriksaan fisik saya lanjut ke bagian informasi untuk menukarkan tiket makan gratis. Ternyata sama mas petugas saya diminta menunggu di ruang VIP sambil makan nasi gudeg. Lumayan lah dapet maem gratis. Selesai makan saya ke toilet sapa tau sample yang saya butuhkan bisa keluar :D Ternyata belum mau juga. Akhirnya saya dan suami keluar dari Pramita untuk jalan-jalan sambil menjalankan puasa 2 jam. Ngemall kayaknya asik nih..

Baca : Lippo Plaza Jogja, Tempat Ngemall Favorit Emak dan Anak

Dua jam kemudian kami balik ke Pramita untuk pemeriksaan Darah lagi. Untuk pemeriksaan ini kita ga perlu antri lagi, langsung masuk ke bagian laboratorium dan menyerahkan tanda bukti periksa. Proses ambil darah pun dilakukan dengan cepat.

Hore akhirnya selesai juga proses MCU saya di Pramita hari Sabtu itu. Saya pulang ke rumah sekitar jam 3 sore. Besok paginya saya masih punya PR untuk mengantar sample yang tertunda :D Semoga sharing pengalaman saya ini bisa memberi gambaran ya tentang gimana alur MCU di Pramita. Semoga hasil MCU saya bagus.. amin.. Nanti akan saya share di postingan selanjutnya.. See ya.. :)

Sumber Gambar :
Health Check : http://www.phuketinternationalhospital.com/uploads/photo/photo/368/bzsPB3tgT6lIkBylnD7xia6VKzdkYYDwcf36xHVo5Pc.jpg
Jarum Suntik : http://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1470382491/attached_image/kenali-jenis-dan-fungsi-tes-darah-alodokter.jpg
Ranjang Pap Smear : http://4.bp.blogspot.com/-PE9SeKCALDw/U0N_qHBH8YI/AAAAAAAAA7A/50R2mBe-AG0/s320/mau+beli+gynecology+bed+gm8301+gigi+balang.JPG
Alat Pap Smear : http://4.bp.blogspot.com/-W3oWH7aLliI/VoOPOY4boWI/AAAAAAAAADc/6lIjs7EmMI0/s1600/030224_Manfaat_Pap_Smear_bagi_Kesehatan_Vagina.jpg

Kamis, 20 Oktober 2016

Riya' Atau Hasad?

Kamis, Oktober 20, 2016 0 Comments

Zaman sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial sangat berpengaruh terhadap hidup seseorang. Penggunaan media sosial sendiri bisa memberikan manfaaat bisa juga berdampak negatif. Manfaatnya banyak banget, kita bisa curhat, jualan, kampanye atau berbagi informasi lewat medsos. Dampak negatifnya juga ada, seperti adanya pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan data kita, medsos yang bisa dijadikan tempat untuk menjelek-jelekkan orang lain, atau bahkan maraknya penipuan yang terjadi lewat medsos.

Dulu waktu awal-awal punya HP android, saya menginstal hampir semua medsos dong. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Path, Foursquare, dan Line. Tapi sekarang saya cuma aktif di Facebook sama Instagram aja. Kenapa? Karena memory nya ga cukup..eh..hehehe. Iya salah satunya karena itu sih. Tapi ada alasan lain juga, dulu pernah saya punya Path, pas saya buka home page saya, ada temen yang tiap satu jam sekali sering banget update Pathnya, mulai dari lagi check in dimana, lagi makan di resto apa, lagi dengerin lagu apa, lagi foto sama siapa, lagi punya barang baru apa, edebrew-edebrew. Saya jadi merasa risih aja, langsung saya uninstall deh Pathnya.. :D

Gimana dengan Facebook dan Instagram ya? Menurut saya kayaknya masih ada orang yang overshared disana. Overshared itu kadang menyebabkan suatu pikiran negatif orang yang melihatnya. Contohnya saya punya teman yang ga saya kenal deket di Facebook, dia sering banget upload foto travellingnya ke luar negeri, mulai dari keliling Asia sampai Eropa. Saya jadi kepo dan berfikir "Wah orang ini kerjanya apa ya..kok nikmat banget hidupnya keliling dunia". Pertama kali melihat dia upload rasanya kagum banget, tapi kalau tiap hari bahkan tiap jam gonta-ganti lokasi di luar negeri, rasanya saya pengen seperti dia. Rasanya seperti saya jadi kurang bersyukur dengan rezeki saya.

Ada juga seorang teman yang mengupload foto rumah barunya. Bukan hanya foto rumah yang tampak depan saja, bahkan foto detail rumah di segala penjuru ruang. Hmmm, dalam hati saya berfikir "Orang ini kok pamer banget sih, iya-iya kamu punya rumah baru tapi ya ga usah lah diupload terlalu detail gitu". Rasanya sekali lagi, saya yang hanya kontraktor (baca:masih mengontrak) ini kurang bersyukur.

Ada juga yang mengupload foto ibadahnya, foto dia yang memberikan sumbangan ke orang ga mampu, foto dia yang melakukan kegiatan bakti sosial di panti asuhan, status dia yang udah khatam Qur'an untuk sekian kalinya, atau status tentang macam-macam puasa sunnah yang lagi dia jalani. Hal tersebut bikin saya bertanya-tanya "Maksud orang ini apa sih, iya-iya ibadahmu bagus tapi apa perlu untuk dishare seperti itu"

Ada juga seorang yang baru menikah, sering sekali mengupload foto kemesraan dengan pasangan halalnya atau update status tentang keromantisan pasangannya. Yang membuat saya tiba-tiba melirik pasangan saya dan berfikir "Kenapa dia kok ga bisa seromantis itu ya". Jatohnya mengeluh dan kurang bersyukur lagi.

Ada juga yang sedang hamil, sering sekali upload foto USG atau perkembangan perut buncitnya dari hari ke hari. Yang sudah menjadi ibu baru, sering juga upload foto atau video lucu anaknya. Semuanya membuat saya geleng-geleng kepala dan sedikit berburuk sangka, "Apakah orang-orang ini pamer ya? Apakah mereka ga memikirkan perasaan temannya yang belum dikaruniai anak?"

Namun suatu hari saya dibuat melotot dengan suatu artikel di facebook, judulnya "Mereka Yang Riya' atau kita yang Hasad?". Kata-kata di artikel itu yang membuat saya becermin adalah "Apapun yang orang lain lakukan atau apapun yang orang lain posting, biarlah itu menjadi urusan dia dengan Tuhannya. Kita ga bisa menentukan apakah itu riya' atau tidak". Akhirnya saya jadi mikir juga ngapain saya pusingin urusan mereka, emang kalau mereka yang riya' trus saya jadi dapet pahala gitu? Kan engga ya.. :D

Tambah nancap lagi adalah kata-kata yang intinya "Tutup aja media sosialmu daripada sibuk mengatur apa yang harus orang lain lakukan untuk membuatmu bahagia". Hehehe, saya jadi mikir lagi bener juga ya kalau misal saya ga pengen ngelihat aktivitas orang-orang tersebut mending ga usah login Facebook atau Instagram. 

Jadi sebenernya mereka yang riya' atau kita yang hasad? Mereka yang pamer atau kita yang dengki? Hanya kita sendiri yang tau :)

Setelah membaca artikel itu saya jadi bertanya-tanya jangan-jangan saya dulu pernah menjadi sosok yang overshared itu. Contohnya ketika saya menikah, hanimun, hamil, sampai punya anak, jangan-jangan ada postingan tentang hal tersebut yang membuat orang lain ga enak hati, membuat orang lain ga bahagia, membuat orang lain sedih atau iri. Saya minta maaf sekali, karena niat saya sharing di medsos hanya untuk dokumentasi dan untuk dikenang suatu hari nanti, takut kalau tiba-tiba memori HP hang atau rusak. Mungkin niat orang-orang yang saya anggap overshared itu juga sama seperti niat saya :)

Jadi sebaiknya media sosial ini digunakan secara bijak ya. Supaya ga ada hati yang tersakiti. Sesungguhnya yang mengetahui niat kita dalam bermedia sosial cuma sang Maha Kuasa. Semoga postingan ini menjadi self reminder buat kita semua supaya tidak menjadi pribadi yang memiliki sifat riya' atau hasad. Amiiin.. Yuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik..

Sumber Gambar :
Pertama : https://lifelongserenade.files.wordpress.com/2016/03/12383516_1259111034117677_1185485284_n.jpg
Kedua : http://scontent.cdninstagram.com/t51.2885-15/e35/13408723_922272824568642_1290500741_n.jpg?ig_cache_key=MTI4MDA4MDY3NDIzMzM2MjgwMQ%3D%3D.2 

Rabu, 19 Oktober 2016

Tentang Anniversary Di Taman Pelangi

Rabu, Oktober 19, 2016 1 Comments
Tanggal 19  Oktober 2013 kami menikah, berarti hari ini sudah 3 tahun usia pernikahan kami. Ga terasa usia juga semakin tua. Semoga di usia pernikahan yang ketiga ini saya dan suami menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab, bisa lebih saling melengkapi kelemahan dan kekurangan dalam menjalani peran masing-masing. Amin..

Selama tiga tahun menjalin rumah tangga tentunya banyak cobaan yang kami lalui, banyak masalah yang datang bergantian, banyak pula sisi egois dari kami yang ga ingin bertoleransi. Alhamdulillah semua dapat kami lalui. Semoga ke depannya cobaan seperti itu akan tetap bisa kami lalui dan semoga hal tersebut semakin mendekatkan kami serta memperbesar rasa cinta kami. Amin amin amiin.. :)

Di ulang tahun pernikahan kami yang ketiga ini ga ada perayaan istimewa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, paling cuma makan atau sekedar jalan-jalan bareng. Sebenernya jauh-jauh hari kami merencanakan makan malam yang agak spesial pas anniversary, tempat seperti Kalimilk, Kunena Eatery, serta Alive Fusion Dining resto sempat jadi pilihan. Tapi berhubung kami mengajak Sakha, tentunya tempat yang ramah anak kecil dengan kursi lesehan menjadi pilihan. Mana betah Sakha makan anteng duduk diam di kursi..hahaha.. Berhubung ketiga tempat itu ga ada yang lesehan, akhirnya rencana makan cantique pun menjadi wacana..

Baca : Happy Second Wedding Anniversary dari Happy Bee

Sore hari di tanggal 19 sebelum pulang kantor, tiba-tiba suami ngechat saya untuk mengajak jalan-jalan ke Taman Pelangi nanti malam. Saya seneng banget, karena emang dari dulu saya pengen kesana. Tiap lewat sana saya mesti bilang, "Yah, ayo kesana..banyak lampion, bagus deh, pasti Sakha suka". Suami paling cuma bilang, "Heleh lampion dah pernah liat di BNS". Dan kemudian hening.. :D 

Saya semangat 45 mau diajak ke Taman Pelangi. Habis maghrib kami berangkat kesana. Taman Pelangi terletak di komplek Museum Jogja Kembali (monjali). Pasti kalian yang dah pernah ke Jogja ga akan asing dengan tempat ini. Tiket masuk taman pelangi ini adalah Rp. 15.000 di saat week days, serta tarif parkir mobil adalah Rp. 3000. Selesai parkir kami menaiki anak tangga untuk berjalan mengelilingi lampion di sisi atas monjali.

Sakha happy banget ngeliatin lampion dan lampu-lampu kecil. Taman Pelangi ini luas sekali. Rute pertama yg kami lewati adalah sisi atas, disana kami melewati lampion-lampion berbentuk ikan, burung, icon tempat bersejarah, orang serta lampu-lampu kecil berwarna-warni. Sakha semangat banget pegang-pegang lampionnya, bahkan sampe mendudukinya. Untung ga rusak dek lampionnya.. :D
Ga afdol kalau ga narsis
Keren lampu lampionnya
Sakha terbengong-bengong
Puas mengelilingi sisi atas, kami turun untuk mengelilingi sisi bawah tapi yang di luar pagar pembatas. Disini terdapat banyak kios-kios tempat makan, lampu-lampu pohon, panggung pertunjukan, serta beberapa arena permainan. Arena permainan yg ditawarkan di sisi luar ini adalah Bioskop 4D, bom-bom car, komedi putar, kora-kora, trampolin, dan dunia balon. Untuk tiket masing-masing harganya Rp. 10.000. Sakha ngebet banget pengen naik kuda komedi putar. Setelah saya beli tiketnya kami langsung menaiki komedi putar. Eh baru sekali puteran Sakha udah teriak histeris nangis ketakutan.. :D Batal deh naik komedi putar, rugi 10 ribu ga papa wes nak, kita foto aja sama komedi putarnya.. :p
Ga jadi naik foto pun jadi
Selesai mengelilingi sisi luar, kami masuk ke sisi dalam di halaman bawah monjali. Di area ini juga terdapat banyak lampion berbentuk hewan, tokoh kartun, serta semua tokoh presiden RI dari masa ke masa. Area ini juga terdapat berbagai stan kuliner yang nampaknya lebih ramai dari pada area luar. Rata-rata yang dijual adalah ronde dan ice cream. Area dalam juga menawarkan berbagai jenis permainan keluarga yaitu kereta mini, mobil kayuh, becak mini, balon air serta kayuh bebek air. Harga tiket satu macam permainan tersebut rata-rata Rp. 10.000. 

Karena capek berjalan kaki, pilihan permainan kereta mini patut dicoba. Kami menaiki kereta mini yang rutenya berkeliling monjali satu putaran. Sakha seneng banget naik kereta ini. Dia naik sambil nyanyi lagu naik kereta api tut tut tut yapa ndak yut..hahaha.. Setiap melewati lampion dengan bentuk yg dia kenal dia pasti bilang "da-da". Ada bentuk ipin upin bilangnya "da-da ipin upin", ada bentuk sponge bob bilangnya "da-da pongbob"..hahaha..dia heboh banget dah pokoknya. Dah turun dari kereta minipun dia minta naik lagi. Udah nak, satu kali aja yes. Oh ya saya sempat tanya ke petugasnya tentang harga sewa mobil kayuh, ternyata harganya Rp. 25.000 sekali putaran. Emang keren sih bentuk mobilnya seperti mobil VW, tapi rasanya mahal juga kalau harus ngonthel sendiri.. :D
Keren banget backgroundnya
Rasa-rasanya kami udah mengelilingi 3/4 dari keseluruhan area Taman Pelangi, ada satu area yang belum kami lewati yaitu area Puri Hantu dan lampion dinosaurus. Langsung dah kami otw kesana, sebelumnya kami mampir dulu untuk membeli minuman. Kami ga berminat di area horor, jadi Puri Hantu disekip aja. Di area lampion dinosaurus ini sepertinya masih baru dibangun, terlihat lampionnya masih baru dan bagus. Oh ya di sisi atas area ini terdapat rel tiang untuk rute sepeda udara, jadi hampir mirip kayak sepeda udara di BNS, cuman disini bentuknya lebih kecil dan cara pengoperasiannya bener-bener dikayuh brooo..
Ini juga keren backgroundnya
Done..akhirnya misi mengelilingi Taman Pelangi sudah selesai. Waktunya kembali ke kehidupan nyata. Alhamdulillah masih diberikan kenikmatan untuk menikmati jalan-jalan bersama keluarga dalam keadaan sehat semua. Semoga dengan kegiatan jalan-jalan ini bisa merecharge energi positif saya dan suami untuk mejalani kegiatan berumah tangga supaya lebih berkah. Semoga kami bisa terus bersama di anniversary anniversary berikutnya. Amin Ya Rabbal Alamin. 

Jumat, 14 Oktober 2016

Ketika Emak Tak Mampu Membelikan Hafiz / Hafizah Talking Doll

Jumat, Oktober 14, 2016 0 Comments
Pasti rata-rata ibu-ibu udah ga asing lagi kan dengan talking doll Hafiz dan Hafizah. Boneka canggih mainan edukasi anak sekaligus sebagai media belajar anak-anak masa kini dengan tujuan agar anak menjadi cerdas dan sholeh. Berdasarkan info yang saya baca, boneka Hafiz mampu merespon suara kita pada kata-kata tertentu. Selain itu boneka Hafiz juga hafal Al Quran 30 juz , bisa menceritakan kisah 25 Nabi dan memiliki games Islami dan pengetahuan umum serta banyak fitur yang lainnya.

Dengan segala kelebihannya itu, banyak sekali ibu-ibu yang pengen belikan untuk anaknya. Harganya ga murah, sekitar 1,2 juta per boneka. Di baby shop yang saya follow di instagram banyak juga yang menawarkan sistem arisan. Saya juga kepengen beli boneka ini untuk Sakha. Pas minta pendapat ke ayah Sakha untuk beli boneka ini sudah bisa ditebak sih jawabannya apa. Hahaha.. ternyata ayah Sakha ga ngebolehin beli boneka ini karena saya baru aja belikan Sakha buku Halo Balita. Mending fokus di buku dulu, untuk audio Al Quran bisa didownloadkan dari internet. Oke, saya terima :)

Baca : Buku Halo Balita, Investasi Untuk Sakha?

Namu seiring berjalannya waktu, mendownloadkan audio Al Quran serta lagu-lagu untuk Sakha hanya sekedar wacana saja. Mungkin karena kesibukan emak sama bapaknya Sakha, ngantor dari pagi sampe sore. Pulang-pulang udah capek buat buka laptop lagi untuk download-download. Mending waktunya dibuat main sama Sakha aja. Akhirnya saya kepikiran gimana caranya Sakha bisa dengerin audio Al Quran dengan gampang dan bisa dibawa kemana mana. 

Googlinglah saya kesana kemari, akhirnya nemu yang sesuai kriteria saya. Harganya ga mahal, tapi fiturnya lumayan. Pastinya ga selengkap talking doll itu, tapi karena harganya yang masuk akal ini saya akhirnya membelinya. Misal nanti ternyata barangnya ga oke, saya bisa move on ke barang serupa yang lain tanpa menyesal dengan embel-embel "sudah beli mahal-mahal"..hehehe.. dasar ibu-ibu ya sukanya prinsip ekonomi modal sekecil-kecilnya hasil sebesar-besarnya.. :D

Saya membeli langsung 2pcs, karena yang satu rencananya buat kado lahiran temen. Waktu itu saya beli di Tokopedia, harganya ga sampai 100 ribu per pcsnya. Apakah barang itu? Penasaran kan ya...hehehe.. Jeng..jeng..jeng.. barang itu adalah "Apple Learning Quran". Beginilah penampakannya. 
Apple Learning Quran
Jadi apa yang membuat saya tertarik sama mainan ini? Mainan ini berbentuk buah apel yang kelihatannya nyaman untuk digenggam. Dengan mainan ini bisa membantu anak untuk mengenal dan menghafal surat-surat pendek Al Quran dan juga doa-doa harian. Kurang lebih seprti ini fitur lengkapnya :
  • 26 doa harian : doa bangun tidur, doa masuk kamar mandi, doa keluar kamar mandi, doa ber wudhu, doa pagi hari, doa makan, doa sholat jenazah, doa memakai baju, doa keluar rumah, doa masuk masjid, doa keluar masjid, doa naik kendaraan, salam, doa menjenguk orang sakit, doa bersin, Duaa after klatch, doa hujan, doa sakit, doa kubur, doa melihat bencana alam, doa berterima kasih, doa niat puasa, doa buka puasa, doa, masuk rumah, doa sore hari, doa mau tidur. 
  • 26 surat pendek : At-Tariq, Al-Balad, Ash-Shams, Al-Layl, Ad-Duhaa, Ash-Sharh, At-Tin, Al-Alaq, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-'Adiyat, Al-Qari'ah, At-Takathur, Al-'Asr, Al-Humazah, Al-Fil, Quraish, Al-Ma'un, Al-Kauthar, Al-Kafirun, An-Nash, Al-Massad, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas.
  • Nasheed anak dalam bahasa arab : thanks the parents, love Allah and love Massanger, Ramadhan is Coming, the full moon rose, the ceed of the onenes Allah, alphabet  
  • Doa Sholat : Kalimat Tauhid , Syahadat , Adzan , Doa Sholat Takbir awal sampai salam .
Lumayan lengkap lah fiturnya menurut saya.  Ohya mainan ini juga dilengkapi proyektor unik dan cantik bentuk bulan bintang yang mengeluarkan warna. Selain itu juga dilengkapi tali gantungan sehingga bisa dikalungkan di leher seperti HP.

Bagaimana reaksi Sakha pas mainin ini? Dia seneng banget dan paling tertarik sama proyektor lampunya. Dia anteng pas dengerin surat-surat pendek sambil ngelihatin lampu proyektor bintang-bintang. Mainan ini cocok banget buat penghantar Sakha bobok. Sayang ga ada fitur pengaturan volume, jadi kalau berasa suaranya terlalu keras saya tutup lubang volumenya sedikit. 
Bermain Apple Learning Quran
Mainan ini masih kepakai sampe sekarang. Mainan ini udah berumur 1 tahunan tapi masih awet aja walaupun dibanting-banting Sakha. Jadi mungkin untuk ibu-ibu yang ingin membelikan mainan audio Al Quran dengan bugdet yang ga mahal, mungkin Apple Learning Quran ini bisa dijadikan pilihan. Semoga postingan saya bermanfaat ya, sampai jumpa di postingan yang lainnya :)

UPDATE (6 Maret 2017):
Akhirnya mainan ini rusak saat Sakha udah berusia 2,5 tahun..hikz.. Sebenernya lampunya masih bisa nyala, tapi tombol-tombolnya ga respon sama sekali saat dipencet. Mungkin karena mainan ini kebanting keras atau jatuh dari meja, saya lupa tepatnya gimana. Tapi lumayanlah mainan ini udah nemenin Sakha selama 2 tahun ini..

Sumber Gambar :
Boneka Hafiz/Hafizah : https://www.tokopedia.com/belovedliving/promo-harga-termurah-hafiz-talking-doll-free-ongkir
Apple Learning Qur'an : http://kadokidi.com/wp-content/themes/wptoko-YAK/scripts/timthumb.php?src=http://kadokidi.com/wp-content/uploads/2013/05/Apple-quran1.jpg&w=280&h=250&zc=2&q=100

Follow Me @granitprihara