Minggu, 25 Agustus 2019

Penginapan Murah Meriah di Raggea Malang

Minggu, Agustus 25, 2019 0 Comments
Alhamdulillah lebaran tahun ini kami sekeluarga bisa mudik ke kampung halaman di Blitar dan Probolinggo setelah lebaran tahun lalu gak mudik. Setiap lebaran juga ada agenda sowan keluarga besar di Malang, saat hari raya pertama dan kedua. Biasanya kami akan booking hotel beberapa bulan sebelum hari H saat menginap di Malang. Tapi kali ini tumben banget kami bisa kelupaan.
 

Baru inget belum pesan hotel tu lebaran kurang seminggu kayaknya. Panik dah. Pencarian dimulai, saya bertugas kepoin pegipegi.com dan traveloka, sementara pak Yayan kepoin Agoda. Kaget banget karena harga hotel sangat menggila. Hotel inceran seperti hotel Wilis Indah yang kami singgahi dua tahun lalu pun udah booked semua.


Mau booking Hotel Himana kayak pas tahun baru kemarin juga kok rasanya melebihi budget, karena harus pesen dua kamar selama dua malam..hehehe.. Akhirnya setelah pencarian menggunakan filter 'harga' di aplikasi pegipegi.com, nemulah hotel homestay yang terjangkau harganya tapi fasilitasnya cukup lengkap, nama adalah Raggea.


Ga apa-apa nginep di homestay daripada ga ada tempat untuk tidur. Dari website dan instagramnya Raggea juga tampak profesional dan terpercaya . Kami booking dua kamar bertipe Superior room. Dari spesifikasinya sih kamar tersebut bisa ditambahkan extra bed. Rate per malamnya Rp. 297.000, cukup terjangkau banget saat peak season lebaran gini. H-1 saya telepon pihak Raggea untuk konfirmasi dan menambah extra bed untuk salah satu kamar.

Singkat kata hari H pun tiba. Ga sulit untuk menemukan Raggea walaupun tempatnya masuk gang. Lokasinya di Jalan Taman Borobudur no 6-8, Lowokwaru, Malang, di sekitar kampus Universitas Widyagama Malang.

Kami check-in sekitar pukul 14.00. Resepsionis bilang kalau kami mendapat kamar nomor 211 & 216, lokasinya berada di lantai dua dan berhadap-hadapan. Waktu itu kamar 211 belum ready, jadinya kami masuk ke kamar 216 dulu. Kamarnya lumayan luas, fasilitas juga lengkap. Oh ya kami juga request tambah extra bed pada kamar nomor 211 saat sudah ready nanti. Tarif extra bed plus breakfast adalah Rp. 150.000 per hari.

Ada kejadian kurang mengenakkan disini. Saat kami sedang menata barang, datang petugas homestay yang menginfokan kalau kamar nomor 211 sudah dibooking orang. Padahal kami tau kalau kamar tersebut sedang tidak dikunci dan available. Petugas menginfokan kalau terdapat kamar pengganti nomor 214 dimana letaknya di lantai 3. Yang membuat kami lebih kecewa adalah pernyataan petugas yang agak sengak bilang kalau sebenarnya tuh kami dapetnya kamar nomor 213 dan 214, bukan kamar yang sebelumnya diinfo resepsionis. Petugas juga bilang kalau sebaiknya extra bed ditaruh di kamar nomor 216 ini karena kamar 214 luasnya lebih kecil. Heloooo..

Dan benar saja pas kami cek ke dalam kamar 214 rasanya kecewa karena kamarnya kecil. Ga muat banget kalau misal ditambahin extra bed. Kami agak ragu juga kalau kamar ini adalah tipe Superior karena berdasarkan websitenya kan kamar Superior bisa ditambah extra bed.
Daripada kecewa berlarut-larut kami positif thinking aja dah klau memang ada beberapa kamar tipe Superior yang tidak bisa ditambahin extra bed..hohoho.. Jadi mari kita mulai ulas fasilitas homestay ini..

Lobby
Lobby homestay ini tidak terlalu luas. Semua pernak pernik di homestay ini berwarna ungu membuat meja resepsionis berwarna putih ini terlihat mencolok. Proses check-in lumayan cepat, resepsionis juga cukup ramah. KTP ditinggal sebagai tanda bukti, kemudian kami bisa mendapat kunci kamar.
Meja resepsionis
Di sisi depan lobby terdapat kursi hitam sebagai area tunggu. Wallpaper motif bernuansa ungu menyelimuti dinding di area ruang tunggu. Agaknya ini adalah spot favorit untuk berfoto karena ada plang bertuliskan Raggea.
Waiting room

Kamar
Kami menempati kamar 214 bertipe Superior yang tidak besar luasnya. Kalau kamar 216 yang ditempati eyang dan tante Sakha Sakhi merupakan tipe Superior tapi lebih besar, muat kalau ditambah extra bed.
Fasilitas kamar
Fasilitas di kamar ini cukup lengkap meliputi free wifi, mineral water, tv kabel, AC, gantungan baju dan meja rias. Furniture yang ada di dalam kamar bernuansa kayu dengan furnish cokelat tua, mirip seperti di rumah. Kami mendapat kamar dengan jendela besar yang menghadap jalan. Senangnya karena jendela bisa dibuka jadi kami bisa bebas menghirup udara segar kota Malang.
Suasana kamar
Pengunjung juga bisa memesan makanan dan minuman di restorasi homestay. Menu yang disediakan cukup lengkap untuk sekadar mengganjal perut. Waktu itu kami memesan mie goreng dua piring. Maklum lama ga makan mie gaes
Daftar makanan dan minuman

Bathroom
Sama seperti kamar yang ga terlalu luas, kamar mandinya pun juga begitu. Syukurlah ada fasilitas wastafel dan shower air hangat. Loading air hangatnya juga cepet lho. Di dalam kamar mandi juga disediakan toiletries berupa sikat gigi, pasta gigi dan sabun. Ga lupa handuk berwarna ungu juga ready di dalam kamar mandi. Cukup lengkap kan dengan rate yang cukup terjangkau.
Kamar mandi
Wastafel
Oh ya entah ini hanya terjadi di kamar mandi kami aja atau di kamar lain juga. Jadi tegel pembatas antara pintu kamar mandi dan kamar ini terlalu pendek. Jadinya kalau mandi pakai shower airnya bisa beleber masuk ke dalam kamar. Kami menyiasatinya dengan mengubah posisi mandi dengan air shower menghadap tembok.

Bed
Bed di homestay ini menggunakan ukuran Queen. Headboard dan dipan bed ini menggunakan bahan kayu dilapisi triplek yang difurnish cokelat tua membuat terlihat minimalis. Sayang banget ada noda di spreinya. Mungkin kelunturan kali ya.
Noda di sprei
Oh ya sprei yang digunakan untuk membungkus kasur nampaknya juga kekecilan, jadi kami sedikit gerak aja udah berantakan spreinya.
Bed di Raggea
Terlepas itu semua kami berempat bisa tidur nyenyak disini walaupun dengan posisi pindang berjejer..hohoho..

Breakfast Buffet
Restorasi untuk sarapan berlokasi di lantai satu, tepat di antara lift dan parkiran. Oh ya walaupun homestay ini hanya terdiri dari tiga lantai tapi tersedia lift lho..keren kan. Ga perlu capek-capek naik tangga manual seperti saat kami menginap di daerah Ungaran dulu.
Lift dekar are sarapan
Baca : C3 Hotel, Hotel Pilihan di Ungaran

Berdasarkan jargonnya yaitu menghadirkan kenyamanan rumah, menu sarapan di Raggea adalah masakan rumahan. Saat hari pertama kami menginap menunya adalah sayur asem, pepes ikan, tempe dan buah pisang. Sedangkan waktu hari kedua menunya ayam kecap, capcay, tahu dan buah pepaya. Rasanya sangat enak. Emang kami cocoknya menu rumahan kok..hehehe..
Area sarapan
Disediakan juga teh dan kopi hangat sebagai minuman penghangat di pagi hari. Pengunjung juga bisa memesan menu tambahan lain kepada petugas seperti menu yang tertera di setiap kamar.

Service
Terlepas dari problem yang saya ceritakan di awal tulisan ini, overall service di homestay ini memuaskan. Selama menginap disini kamar kami ga dibersihkan, kami baru tau kalau untuk membersihkan kamar harus request dulu. Tapi ga masalah karena emang kami ga pengen orang lain masuk kamar.

Oh ya homestay ini juga punya penjaga parkir yang ramah. Beliau dengan sigap selalu membantu kami saat parkir, mencarikan tempat parkir yang kosong walaupun malam sudah larut, serta sigap mengganjal ban mobil dengan batu apabila medan parkiran menurun. Beliau selalu semangat dalam mengerjakan tugasnya. Termasuk saat kami meminta tolong beliau untuk memfotokan. Terimakasih Pak!
Terimakasih Raggea

What's Near The Hotel
Menurut kami letak homestay ini strategis. Hanya beberapa meter dari jalan raya. Homestay ini dekat dengan minimarket, tempat jajanan makanan minuman, tempat makan, oleh-oleh dan pasar tradisional. Homestay ini masuk di daerah Blimbing dimana daerah itu sering rame 24 jam.




Overall, homestay ini sangat recommended sebagai destinasi menginap murah meriah di kota Malang. Jika hari biasa dan bukan musim liburan pastinya rate homestay ini bakal lebih murah. Iseng saya cek di websitenya, hanya dengan seratus ribuan bisa menginap disini. Sangat terjangkau bukan. Untuk fasilitas juga oke.

Sekian review dari saya ya. Semoga bermanfaat..


Ringkasan :  
Nama Tempat : Raggea Homestay
Alamat : Jalan Taman Borobudur no 6-8, Lowokwaru, Malang
Range harga kamar : Rp.120.000 - Rp. 300.000 (normal season)
Pros : Murah, lokasi strategis, fasilitas oke
Cons : Sprei kurang bersih, air kamar mandi bisa meluber keluar, spesifikasi kamar ada yang tidak sesuai website
Rate : 4.5/5

Jumat, 16 Agustus 2019

Outbond di Kesambi Trees Park Blitar

Jumat, Agustus 16, 2019 0 Comments
Kali ini saya mau flashback tentang pengalaman kami akhir tahun lalu saat rekreasi di area Kesambi Trees Park. Wow tempat apakah itu? Jadi Kesambi Trees Park ini adalah area taman pohon yang dikembangkan sebagai destinasi wisata di daerah penangkaran rusa Maliran. Kesambi Trees Park ini masih satu lokasi dengan penangkaran rusa Maliran. Jadi pengunjung ga cuma bisa kasih makan rusa, lebih dari itu pengunjung bisa juga ngadem plus berfoto ria di area Kesambi Trees Park. Banyak banget spot foto instagramable disini.


Kami dapat info tempat ini seperti biasa dari pak dhe dan budhe Sakha Sakhi. Mereka bilang Sakha pasti demen banget diajak kesini, karena ada area playground outbond juga untuk anak-anak. Sakha tipe anak outdoor, jadi pasti girang diajak kesini.

Tiket masuk area ini seharga Rp. 10.000 untuk orang dewasa. Untuk anak-anak cuma bayar Rp. 5.000 saja. Kalau Sakhi masih gratis saat itu..hehehe.. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung bisa memilih akan masuk lewat pintu utama Trees Park atau langsung menuju penangkaran rusa. Sebenernya kami sempat kebingungan disini, karena waktu itu belum ada tanda masuknya lewat mana.

Karena kami penasaran dengan Park nya, yaudah deh lewat pintu utama saja. Ga berjalan lama dari area parkiran, kami sudah disambut dengan gapura kayu. Bentuknya mirip kayak gapura yang ada di drama korea kolosal Jang Geum. Pas masuk juga kaget juga, semua area ditumbuhi dengan pohon besar dan teduh. Sepertinya pohon Kesambi. Banyak juga daun-daun mengering bertebaran di tanah.
Pintu masuk Kesambi Trees Park
Banyak banget spot foto instagramable disini, tentunya spot-spot tersebut terbuat dari kayu pohon. Paling banyak kami temuin spot foto berbentuk frame. Kami ga melewatkan waktu untuk berfoto. Mumpung ga rame pengunjung, mungkin karena jam-jam siang habis Jumatan.
Spot foto frame
In frame lagi
Selesai berfoto ria kami lanjut ke area utama tujuan kami, yaitu playground! Dari rumah Sakha udah kami sounding mau outbond jadinya dia udah ga sabar banget. Permainan outbond ini dibilang sangat menantang keberanian si kecil. Selain spot-spot foto yang terbuat dari kayu, permainan outbond ini juga semuanya terbuat dari kayu. Mulai dari perusutan, panjat tebing, halang rintang, sampai sejenis permainan flying fox, semua terbuat dari kayu. Keren!
Main tali biar berani
Jembatan kayu
Sakha mencoba semua permainannya tanpa terkecuali. Orang tua sebaiknya mendampingi, demi keamanan. Sementara Sakha main sambil ditemenin ayahnya, saya leyeh-leyeh sambil ngemong Sakhi. Disini banyak disediakan kursi kayu untuk beristirahat, dilengkapi dengan meja juga untuk bersantai.

Waktu itu cuaca agak mendung jadinya banyak nyamuk berterbangan dan ga sungkan menghisap darah kami. Kami udah bawa stok cemilan dari rumah, jadinya sambil leyeh-leyeh ya ngemil. Kalau pengunjung pengen beli makanan juga tersedia stand makanan minuman di dalam Park.

Saya mengira kalau pengunjung tempat ini cuma orang tua yang membawa anak kecil saja, ternyata banyak juga muda mudi yang melepaskan penat disini. Tentunya dalam hal positif ya. Kebetulan waktu itu banyak muda mudi yang menenteng kamera DSLR, rupanya lagi ada sesi pemotretan produk gaes. Ada beberapa sesembak juga yang lagi foto-foto produk fashionnya berlatar Kesambi Trees Park ini.

Sudah mulai capek beroutbond ria, Sakha mengajak memberi makan rusa. Jangan lupa cuci tangan dan kaki dulu. Pastinya tangan dan kaki akan kotor menghitam karena bekas pasir dan debu yang menempel pada permainan. Untungnya banyak disediakan kran-kran air untuk cuci tangan. Toilet juga tersedia disini, tenang saja.

Sayangnya waktu itu untuk memberi pakan rusa harus kembali ke area luar dekat parkiran. Kami ga menemui penjual pakan di area dalam Park. Jadinya lumayan jalan agak jauh untuk memberi pakan rusa. Tapi Sakha tetap happy kok. Pakan rusa berupa kacang panjang ini diharga Rp. 2.000.
Memberi pakan rusa
Setelah selesai membeli pakan, langsung dah kami berburu rusa. Waktu itu rusanya ga terlalu garang, jadinya Sakha berani turun mendekat. Lihatlah betapa girangnya dia.
Happy banget kamu le!
Ga terasa waktu sudah sore. Oh ya tempat ini tutup pukul 16.00. Tampaknya kami adalah pengunjung terakhir waktu itu. Akhirnya kami menyudahi petualangan di Kesambi Trees Park, selanjutnya mari kulineran di kafe gelato kekinian di kota Srengat!

Baca : 911 Gelato Yang Hits di Srengat Blitar

Tempat ini recommended untuk area destinasi keluarga. Cuman pas terakhir kesana tempat ini agak kotor karena sampah tidak dibuang pada tempatnya. Semoga bisa lebih terawat lagi. Aaamiin.. So ayo ajak keluarga kesini!


Ringkasan :  
Nama Tempat : Kesambi Trees Park
Alamat : Desa Jatilengger Maliran, Kec. Ponggok, Kab. Blitar 
Harga tiket masuk : Rp. 10.000 dewasa, Rp. 5.000 anak-anak
Harga pakan rusa : Rp. 2.000 
Rute : Dari pertigaan Tugurante, belok kanan, ikuti tikungan kemudian ambil kanan. Kemudian masuk gapura bertuliskan 'Wana Wisata Maliran" (patung rusa) 
Rate : 4.5/5

Kamis, 08 Agustus 2019

911 Gelato Yang Hits di Srengat Blitar

Kamis, Agustus 08, 2019 0 Comments
Lebaran tahun ini alhamdulillah kami bisa mudik. Tahun lalu ga bisa mudik kan karena berdekatan dengan momen lahiran Sakhi. Mudik ke kampung halaman saya di Blitar berarti saatnya mencoba kuliner baru yang lagi hits disana.

Di suatu sore hari yang cerah, saya, pak Yayan, Sakha dan Sakhi beserta kakak dan kakak ipar saya piknik ke Maliran Deer Feeding buat nyenengin Sakha yang demen banget kasih makan rusa. Pulang dari sana kakak ipar saya mengajak mampir ke kafe gelato yang katanya recommended. Harga murah rasa enak banget gitu katanya, cuz dah kami kesana.


Nama kafenya adalah 911 Coffee Gelato, bertempat di kota Srengat, ga jauh dari Maliran. Lokasi tepatnya di Jalan Mastrip no 7. Kami nyampe sana sekitar pukul 16.00. Karena masih nuansa lebaran, pengunjung kafe waktu itu ramai banget. Terdapat area tempat duduk outdoor dan indoor. Syukurlah kami nemu tempat duduk indoor, walaupun agak mojok tapi setidaknya tidak bau rokok.
Dapat tempat di balik jeruji besi
Kafe gelato ini sangat instagramable. Banyak spot menarik untuk berfoto. Furniturenya juga dibuat minimalis bernuansa industrialis. Kami memilih tempat duduk mojok di area penjara. Yes, kami berasa dikurung di dalam terali besi. Sakha demen banget..wehh..
Foto dalam penjara
Selain furniture yang industrialis, pernak pernik yang ada di kafe ini juga kekinian banget. Terdapat bunga artificial topiary mirip barang dagangan saya , selain itu ada lampion dan lampu kerlap kerlip khas tumblr. Semua bikin pengunjung makin betah berlama-lama disini.

Di area tempat duduk lain terdapat spot London Telephone, yang mirip kayak di Transmart itu. Ga lupa terdapat boneka Teddy Bear raksasa yang siap menyambut di pintu masuk utama, lengkap dengan kursi kayu sebagai dudukan pengunjung yang ingin berfoto.
Spot foto wajib
Baca : Keseruan 4 in 1 di Transmart Maguwo Yogyakarta

Sebelum duduk kami meminta menu di bagian kasir. Menu yang tersedia disini adalah menu khas Italia. Untuk menu makanan berat tersedia Nasi Chicken Blackpepper, Nasi Chicken Brown Mayo, dan Nasi Red Hot Chili Chicken. Untuk menu cemilan tersedia mulai dari spagetti, pizza, onion ring, pisang bakar sampai fried fries. Kalau mau pesen gelato nya bisa langsung tunjuk ke kasir tanpa nulis dulu di kertas. Kalau mau pesan menu lain sebaiknya nulis di kertas dulu.
Manu makanan berat
Untuk gelato kami pesan rasa Chocholate, Cappucino dan Passion Fruit. Harga gelato per scoop nya Rp. 8.000, sedangkan kalau langsung pesan dua scoop dihargai Rp. 15.000. Cukup terjangkau kan. Rasa gelato disini menurut saya enak banget, gak eneg sama sekali. Gelato rasa Passion Fruit alias rasa buah markisa ini menjadi juara dari gelato yang kami pesan saat itu. Seger banget! Kalian harus coba..
Rasa passion fruit, paling enak!
Oh ya kalau disuruh ngabisin lima scoop saya masih sanggup lho, ya karena ga eneg. Beda banget rasanya sama gelato De Classe yang menurut saya agak berat rasa susunya.

Untuk mengganjal perut kami memesan beberapa makanan berat dan cemilan. Berikut menu lengkapnya ya. Harganya cukup bersahabat untuk sekedar ngemil cantik. Kan ga sering-sering juga tho..hehehe..
Menu pizza
Menu cake
Menu pancake
Menu cemilan
Menu spagetti
Untuk menu minumannya pun sangar bervariasi, mulai dari kopi-kopian, smothies hingga thai tea..hehehe.. Thai tea dimana-mana gaes.
Menu tea
Menu latte
Menu thai tea
Menu smothies
Kami memesan spagetti, Nasi Chicken Blackpepper dan fried fries. Kami menunggu lumayan lama sekitar 45 menit sampai pesanan tiba semua. Yang paling lama adalah saat menunggu spagetti selesai dimasak. Dugaan kami ya mungkin karena masih suasana lebaran jadinya karyawannya shift-shift an jadwal libur.

Porsi makanan yang kami pesan lumayan bikin perut kenyang. Tanpa ba bi bu langsung kami hap semua deh maemannya. Sakha sangat demen sama kentang goreng BBQ nya. Sakhi juga maem itu btw. Rasa makanan di kafe ini menurut saya acceptable, cuma agak concern sama penampilan menu nasi nya..hehehe..
Spagetti yang mengenyangkan
Kentang goreng
Nasi Chicken Blackpepper disajikan dalam mangkuk kaca transparan. Terkesan kurang 'wah', karena wadahnya mirip kayak mangkuk hadiah sabun cuci piring..hehehe.. Tapi it's okay karena rasa nasinya cukup oke, ga pelit saus.
Nasi chicken blackpepper
Buktinya saat kami datang kesini lagi, pak Yayan masih setia memesan menu Nasi Chicken Blackpepper. What kami kesini lagi? YES!!!

Jadi saat mudik di Blitar kurang lebih selama enam hari, kami mampir ke kafe ini tiga kali bro! Yang pertama pas pulang dari Maliran Deer Feeding itu, bareng pakdhe dan budhenya Sakha Sakhi. Yang kedua pas pulang dari tempat wisata baru di daerah Srengat juga, namanya Wisata Negeri Dongeng, bareng sama yangti dan yangkungnya Sakha Sakhi. Yang ketiga pas sebelum kami balik ke Jogja, semua ikutan dah diboyong menikmati gelato ini..hoho.. Kapan lagi gaes makan gelato, mengingat gelato di Jogja itu mihil bet.
Borongan ngicip gelato
Menu andalan yang kami pesan tetep gelato rasa Passion Fruit. Untuk makanan ya ga jauh dari spagetti, fried fries dan Nasi Chicken Blackpepper. Tapi waktu itu saya memesan menu tambahan Nasi Red Hot Chili Chicken. Menurut saya rasanya lebih enak dari Nasi Chicken Blackpepper. Sausnya mirip dengan saus pedas ayam DAC. Nampol banget!

Btw ada cerita lucu ketika memesan gelato. Saat karyawan perempuan yang melayani, gelato bener-bener ditimbang. Bolak balik ditambah-dikurang sampe nemu angka yang pas, 200 gram kalau ga salah inget. Pas saya tanya ke mbaknya, kok pas saya order kemarin porsinya ga sesedikit ini, si mbaknya bilang ini sudah sesuai timbangan gitu dengan nada rada jutek.

Saat kakak saya order lagi dan yang melayani karyawan laki-laki, gelatonya ga ditimbang gaes. Cuma dikira-kira aja, pokoknya ambil satu scoop ya udah ga ada sesi menambah dan mengurangi lagi. Dan saya jadi inget kalau kemarin pas saya order tuh yang nandangin karyawan laki-laki..hoho..ya mungkin kurang telaten ya untuk nimbang menimbang, jadi porsinya lebih banyak..

Overall, tempat ini cocok untuk destinasi wisata kuliner keluarga. Disediakan baby chair juga lho, ga perlu khawatir kalau bawa anak kicik. Di lokasi tempat duduk outdoor juga ada mural bergambar lego, bikin bocah juga betah berlama-lama disitu.
Sakha bersama favoritnya
So kemon ajak keluarga, saudara, pacar atau gebetan kesini..hohoho..


Ringkasan :
Nama : 911 Coffee Gelato 
Lokasi : Jalan Mastrip no 7, Srengat Blitar 
Jam buka : 09.00 - 22.00
Porsi : Kenyang
Rasa : Enak 
Rating : 4.5/5

Follow Me @granitprihara