Tampilkan postingan dengan label wisata jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata jogja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2018

Minggu Ceria di Perpustakaan Grhatama Pustaka Jogja

Rabu, September 26, 2018 2 Comments
Ceritanya beberapa waktu lalu sekolah Sakha mengadakan kunjungan ke perpustakaan. Sakha happy banget disana. Saya dan suami sering banget lewat perpustakaan Grhatama tapi belum pernah masuk sama sekali, eh malah Sakha yang udah pernah kesitu duluan. Lokasi perpustakaan ini pas di sebelah JEC alias Jogja Expo Center.


Nah di rumah saya tanya-tanya ke Sakha, mau ga main ke perpustakaan lagi? Dia jawab mau gitu. Saya juga cerita ke Sakha kalau saya belum pernah kesana, kira-kira Sakha mau ga jadi tour guide. Sakha bilang mau mau mau dengan semangatnya. Yaudahlah hari Minggu pagi kami berangkat ke perpustakaan.
Perpustakaan kota Jogja ini bernama Grhatama Pustaka, terletak di Jalan Janti, sebelah JEC pas. Ciri-cirinya gampang banget, terdapat empat menara menjulang tinggi ke angkasa plus halaman gedung ini sangat super luas.
Jam buka perpus ini adalah pukul 08.00 - 22.00 saat weekdays dan pukul 08.00 - 16.00 saat weekend. Saat hari libur nasional perpus ini tidak buka. Tempat parkir motor ada di sebelah kanan gedung, indoor gitu. Sedangkan tempat parkir mobil ada di sisi kanan dan kiri gedung. Kami memilih untuk memarkir mobil di sisi kanan gedung.

Perpus ini memiliki tiga lantai dimana lantai satu adalah khusus untuk anak. Sebelum memasuki area khusus anak ini kami dipersilahkan untuk mengisi buku tamu digital alias memakai perangkat komputer. Tarif masuknya adalah enol rupiah alias gratis.

Terdapat banyak ruangan di lantai satu khusus anak ini, yaitu Ruang Bermain, Ruang Dongeng Anak, Ruang Koleksi Buku Anak, dan Ruang Musik. Udah pasti tau kan destinasi favorit Sakha mana? Yaps, Ruang Bermain! Langsung dia menggeret tangan kami untuk memasuki ruangan itu.
Sebelum masuk ruangan pengunjung diminta untuk menempatkan alas kaki di tempat yang disediakan. Disini disediakan rak sepatu dan sandal yang terbuat dari pipa paralon. Sakha semangat banget dah jadi tour guide dan bilang "Ama, sebelum masuk sandalnya ditaruh sini ya ama *sambil nunjuk-nunjuk".
Rak sepatu dan sandal
Bagi yang ingin menyimpan tas bawaan, jangan sungkan untuk meminta kunci loker kepada petugas. Disediakan banyak loker disini, jadi pengunjung bisa bebas barang bawaan karena kan semua dimasukin loker. Cukup memberikan kartu identitas ke petugas aja, kita udah dapet kunci lokernya. Jadi keinget arena permainan Kidzooona nih, disediakan loker juga disana..
Loker yang tersedia

Memasuki Ruang Bermain kami dipersilahkan untuk mengisi absensi. Ruang bermain ini cukup luas. Jenis permainannya pun bermacam-macam, mulai dari perosotan, tenda-tendaan, rumah-rumahan, boneka, puzzle, balok dan beraneka macam permainan kayu. Ada pula bean bag yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Yang pasti disini adem! Bermain jadi tambah seru karena ditemani dengan iringan lagu anak-anak di layar kaca.
Suasana ruang bermain
Sakha puas banget main disini, karena waktu itu emang pengunjungnya ga terlalu banyak. Saat Sakha asik bermain prusutan, saya lihatin dia sambil goleran di bean bag plus sambil mangku Sakhi.
Rumah-rumahan
Tenda-tendaan
Eh dia goleran juga
Capek bermain prusutan Sakha lanjut ngajak main puzzle dan aneka jenis permainan kekayuan. Permainan puzzle, kekayuan dan boneka ini ditempatkan di rak meja tempat petugas berjaga. Jadi untuk memainkannya harus bilang dulu sama petugas, minta tolong diambilkan gitu. Dengan begini bisa mengajarkan Sakha untuk berani speak up juga. Dia bilang sendiri ke mbak penjaga untuk main puzzle dan balok. Selesai bermain dia juga mengembalikan dengan tidak lupa bilang terimakasih ke petugas. Good job!
Main balok dulu
Asyiknya lantai di ruangan ini dialasi dengan karpet dengan motif rumput yang terjaga kebersihannya. Jadi berasa adem dan asri gitu seperti di taman. Kami sangat menikmati sesi main balok kayu sambil goleran di lantai ini. Selang berapa lama Sakha ngajak ke ruangan yang ada bukunya. Cuzz dah..

Ruang Koleksi Buku Anak luasnya ga terlalu besar. Ruangan dilengkapi meja kursi kecil untuk kenyamanan membaca anak. Duduk lesehan pun dipersilahkan. Saat itu lagi ramai-ramainya pengunjung. Sebelum masuk seperti biasa harus mengisi absensi terlebih dahulu. Walaupun ruangannya ga terlalu besar, tapi koleksi buku anak-anak disini cukup lengkap. Banyak banget board book sejenis Halo Balita dan Rabbit Hole ada disini.
Ruang Koleksi Buku Anak


Karena saking ramainya pengunjung bikin Sakha ga terlalu nyaman di dalam sini, akhirnya dia ngajak keluar dong. Padahal saya masih pengen baca buku anak-anak biar awat muda..#halah

Oh ya fyi Sakhi adem ayem tidur digendongan saya, ini brarti perpus ini bisa dikatakan tempat yang nyaman untuk bayi..hehehe.. Oh ya Sakha mengajak ke ruangan lain yaitu Ruang Musik. Kali ini Sakha masuk sana ditemenin ayahnya aja. Saya ga tega menganggu nyenyaknya tidur Sakhi dengan suara musik, jadinya kami nunggu di luar aja, duduk di bawah pohon yang rindang.
Menunggu Sakha
Di bagian tengah gedung terdapat kursi yang melingkari pohon. Di bawahnya terdapat rumput sintetis yang membuat suasana jadi lebih adem. Saya nyaman berlama-lama disini sambil menunggui Sakha dan ayahnya. Walaupun siang itu cuaca sangat terik tapi saya ga ngerasa kepanansan disini.
Suasana taman outdoor
Penampakan menara dari bawah
Ini nih oleh-oleh Sakha main di Ruang Musik. Ayah Sakha yang ambil fotonya. Ya semoga Sakha nanti bisa main alat musik ya, apapun itu. Maklum emak bapaknya ga ada yang berdarah seni nih, ga bisa main alat musik, bisanya cuma coding.. dan testing tentunya..hehehe..
Main flute
Main biolanya gini amat mas
Puas bermain musik Sakha ngajak pulang nih. Katanya dia laper gitu..hehehe.. Sebenernya disediakan kantin disini, tapi biar praktis ya udah lah mending pulang makan aja sekalian beli cemilan di jalan. Sebenarnya ada satu ruangan lagi nih yang belum dikunjungi yaitu Ruang Dongeng Anak. Mungkin next time kalau kesini lagi bisa saya ulas..
Penampakan ruang dongen dari luar
Okay kayaknya sekian dulu sharing saya tentang Perpusda Jogja alias Ghratama Pustaka ini. Menurut saya tempat ini cocok banget untuk destinasi liburan keluarga. Main-mainnya dapet, edukasinya pun dapet juga kan ya. Gratis pula..

Bagi yang mau kesini nih saya jepretin ketentuan yang harus dipatuhin selama di perpus.
Peraturan Perpusda
Selamat berkunjung ya.. 

See you on my next post..



Ringkasan :
Nama Tempat : Grhatama Pustaka Yogyakarta
Alamat : Jalan Janti, Wonocatur, Banguntapan, DI Yogyakarta (Sebelah Jogja Expo Center)
Jam buka : Weekdays (08.00 - 22.00), weekend (08.00 - 16.00)
Harga tiket masuk : Gratis
Fasilitas : Lantai 1 (Ruang Bermain, Ruang Koleksi Buku Anak, Ruang Musik, Ruang Dongeng, Bioskop 6D)
Rate : 4.8/5

Rabu, 23 Mei 2018

Menikmati Wisata Telaga Desa Potorono di Pagi Hari

Rabu, Mei 23, 2018 0 Comments
Hari Minggu pagi cerah ceria waktu itu kami mati gaya. Mau kemana kita? Biasanya dulu saat belum pindah rumah kami sering menghabiskan hari Minggu pagi jalan-jalan di pelataran JEC. Nah sekarang tempat tinggal kami jauh dari JEC.

Baca : Minggu Pagi Mati Gaya? Ke Pelataran JEC Aja

Nah dari info teman yang tempat tinggalnya di daerah Pleret, ada tempat wisata baru seperti embung alias waduk gitu di daerah Potorono. Lokasinya pun ga jauh dari tempat tinggal kami. Langsung dah kami cuzz kesana.

Nama tempatnya adalah Wanawisata dan Telaga Desa Potorono. Lokasinya dekat dengan Pasar Ngipik yang baru. Bisa ditempuh melalui Jalan Pleret atau Jalan Wonosari. Googling aja deh, gampang kok ancer-ancernya..hehehe..

Kami nyampe lokasi sekitar pukul 07.30. Jam segitu cuacanya dah lumayan panas. Kami parkir kendaraan di sisi depan. Btw jalan masuk ke area telaga masih belum diaspal. Jadi harus hati-hati ya karena medannya ga rata.

Selesai parkir kendaraan langsung dah kami berjalan menyusuri telaga. Jadi di dalam telaga ini banyak banget ikannya. Tapi pengunjung ga diperbolehkan mancing lhoo. Kalau mau ngasih  makan ikan boleh kok. Ada banyak warung yang menjual makanan ikan, seplastiknya dihargai dua ribu rupiah. Dijamin si kecil pasti betah diajak main kesini 😻

Pengunjung bisa berjalan mengelilingi telaga. Tapi karena cuaca waktu itu lumayan panas, kami memilih untuk berjalan-jalan di jalan sisi sebelah kiri telaga. Di sepanjang jalan tersebut terdapat banyak warung makan, penjual jajanan dan tempat permainan anak-anak, seperti permainan pasir eskavator mini, pancing ikan, dan pasir kinetik.
Main eskavator dan pancing ikan
Baca : Permainan Murah Meriah : Melasnya Sakha Ga Punya Mainan Pancing

Terdapat tempat bersantai juga bernama Plasa alias Plataran Santai. Tempat ini menarik perhatian kami karena pernak-pernik hiasannya sangat meriah. Di dalamnya terdapat tempat makan dengan banyak kursi kayu, ada pula tikar untuk lesehan. Menu utamanya adalah soto ayam dan sego wader.
Daftar menu
Karena kami udah lapar, langsung dah kami memesan soto ayam dan sego wader. Minumnya teh anget, plus mendoan sebagai lauk tambahan. Harga makanan disini cukup terjangkau lho. Rasanya juga enak. Oh ya soto disini buthek ya, alias pake santan. Beda sama soto bathok yang tersohor itu.
Sego wader
Soto ayam

Baca
: Kuliner Murah Meriah Jogja, Saoto Batok Mbak Katro

Selesai makan, Sakha pengen main pasir kinetik. Padahal di rumah dia sudah punya lho. Ya mungkin karena di rumah cetakannya kecil-kecil dia udah bosen. Yang disini cetakannya besar-besar.
Asiknya main pasir kinetik

Baca : Sekarang Main Pasir Ga Harus Ke Pantai Lho..

Saya cukup kaget karena untuk bermain pasir ini hanya bayar lima ribu rupiah. Itupun bisa main sepuasnya. Huwaaa.. harganya jauh lebih murah banget daripada main pasir di mall, yang biasanya harus bayar tiga puluh ribu. Itupun cuma sejam..

Baca : Keseruan di Wonder Field Festival, Plaza Ambarukmo Yogyakarta

Puas bermain pasir, kami lanjut mengajak Sakha untuk kasih makan ikan di pinggiran telaga. Kami beli pakan ikan seharga dua ribu. Trus langsung nongkrong deh di pinggiran telaga. Saya ga ikut nongkrong, karena body udah melebar banget karena hamil dah masuk trisemester tiga waktu itu. Takut ga bisa jaga keseimbangan trus nyemplung kan ga lucu ya..

Baca : Perkembangan Adik Sakha Part 3

Sakha happy banget lho disini. Dia puas banget bisa kasih makan ikan. Jenis ikan disini sekilas sama kayak yang ada di kolam ikan Taman Pelangi Monjali.
Asyiknya kasih makan ikan
Banyak ikan

Baca : Tentang Anniversary di Taman Pelangi

Oh ya disediakan juga lho wahana perahu dayung. Jadi pengunjung bisa berkeliling telaga dengan perahu ini. Sekilas lihat safetynya sih oke, disediakan rompi pelampung untuk penumpang.

Btw saat melihat pemandangan di sekitar, saya tertarik banget sama asyiknya pengunjung yang menaiki dokar mini. Sejenis cidomo yang dulu pernah saya naikin waktu di Lombok. Waaah, kapan lagi nih bisa naik dokar bareng Sakha. Bentar lagi juga saya lahiran dan kami pasti dah jarang jalan-jalan lagi. Gitu pikir saya.

Baca : Wisata Ke Gili Trawangan, Lombok [3]

Akhirnya saya mengajak Sakha dan ayahnya buat naik dokar..hoho..senangnya. Kami bertiga menaiki dokar dengan kuda yang mokong. Yes, jadi ketika kami bertiga udah naik, si kuda tuh ga mau jalan. Doi minta dipecut agak keras gitu sama pemiliknya. Sebenernya kami kasian, kami udah berniat buat turun gitu tapi pak kusir melarang. Ya sudahlah.
Naik dokar
Untungnya si kuda mau jalan. Walaupun rada ngebut, mungkin dia marah. Oh ya dokar ini tidak berkeliling satu putaran. Rutenya cuman setengah putaran aja kemudian balik lagi. Tarifnya sepuluh ribu per dokar. Wow, lumayan murah ya. Beda jauh sama tarif naik dokar di Malioboro yang kata teman mencapai seratus ribu per putaran.

Baca : Cantiknya Wajah Baru Malioboro Jogja

Kami happy banget bisa nemu tempat wisata murah meriah yang ga terlalu jauh dari rumah. Tempat wisata ini cocok banget dikunjungi saat pagi dan sore. Paket lengkap lah disini, kita bisa menikmati udara sejuk telaga, bisa olah raga jogging atau jalan kaki, kalau capek tinggal maem deh di warung yang disediakan. Kalau bawa anak, tinggal diajak main pasir atau kasih makan ikan..hoho..

Gimana, tertarik kah? Langsung aja cuzz kesini. Recommended. Oh ya tarif parkirnya masih sukarela lho..woww.. jadi terdapat beberapa kotak uang yang tersebar di area parkiran motor dan parkiran mobil. Pengunjung dipersilahkan memberi seikhlasnya.

Yuk main sini. Pas bulan puasa gini, telaga ini cucok buat tempat ngabuburit juga lho...

Kamis, 11 Januari 2018

Keliling Dunia di The World Landmark Merapi Park

Kamis, Januari 11, 2018 5 Comments
Yuhuu, postingan awal tahun ini masih dimeriahkan dengan tema jalan-jalan. Kali ini saya pengen mengulik cerita saat kami berkesempatan berkeliling dunia, tapi ga beranjak dari Jogja lho..hehehe.. Ceritanya awal bulan Desember lalu ibuk saya main ke Jogja. Bosen berkeliling pasar Beringharjo dan mall, akhirnya kami memutuskan untuk rekreasi saja. Nah kebetulan di pertengahan tahun 2017 kemarin ada tempat wisata yang baru dibuka di daerah Kaliurang, namanya The World Landmark Merapi Park.

Sering banget kami denger iklannya di Prambors, jadi makin bikin penasaran pengen main kesini. Plus saat googling, nemu foto-foto kece berlatarkan bangunan iconik dunia yang berlokasi di tempat ini. Yuk cuzz kesana! The World Landmark Merapi Park atau yang lebih sering dikenal dengan Merapi Park ini terletak di daerah Kaliurang, tepatnya di Jalan Kaliurang KM 22, Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY. Lokasinya deket dengan Agrowisata Bhumi Merapi dan Museum Gunung Merapi. Pake google maps dijamin ga nyasar..hehehe..

Pas nyampe lokasi suasananya lagi super rame banget karena long weekend. Minusnya adalah lahan parkir mobil terbatas waktu itu, jadinya kami parkir di bahu jalan yang bersebelahan dengan jembatan. Mengingat ini adalah daerah pegunungan, medan parkirnya pun naik turun ala kadarnya.

Sampe di loket penjualan tiket, kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp. 15.000 per orangnya. Anak berusia di bawah dua tahun ga dikenai biaya tiket masuk. Kece juga tiket masuknya ini bertuliskan boarding pass dengan design yang menarik.

Masuk di kawasan wisata mata kami dimanjakan oleh hamparan pemandangan hijau, di sekelilingnya terdapat beberapa taman bunga yang bunganya belum mekar sempurna. Beberapa icon bangunan dunia atau biasa disebut landmark dunia juga tersebar di area ini seperti miniatur menara Pisa, menara Eiffel, patung Liberty, jam Big Ben, kincir air Belanda, dan miniatur landmark dunia lainnya.
Jenis bunga yang banyak ditanam disini
Di depan miniatur landmark dunia tersebut juga diberi papan keterangan supaya pengunjung mengetahui asal dan sejarah landmark tersebut. Sayangnya, jarak penataan antar landmark yang satu dan yang lain ini posisinya lumayan berdekatan. Kalau ga pinter ambil angle foto yang bagus, bisa-bisa banyak kerumunan orang yang ikut kefoto..kayak begini nih..
Ramainya orang-orang
Saking ramainya pengunjung dan saking panasnya matahari waktu itu, membuat semangat kami untuk berfoto ria memudar. Kami cuma foto-foto ala kadarnya aja di background yang sepi peminat. Plus waktu itu Sakha beringas pas ketemu rumput hijau, dia langsung lari-larian kesana kemari. Untung bapaknya sigap sempurnya..makasih ayah..
Kece ya
Oh ya jangan dikira bunga di depan kincir angin itu bunga asli ya, itu cuma bunga plastik buat hiasan aja, biar kayak di negara tulip beneran..hehehe.. Tapi memang adanya bunga-bunga imitasi ini bisa bikin hasil foto jadi tambah keren.
Sakha yang dah pengen lari aja
Lari-lari terus ga mau difoto
Oh ya saat capek berjalan atau saat capek berselfie ria, pengunjung bisa istirahat di tempat duduk yang disediakan di sekitar taman. Banyak banget tempat duduk yang disediakan disini, mulai yang model biasa sampe model ayunan
Untuk tempat istirahat rombongan keluarga besar, pengunjung bisa memilih beristirahat di gazebo-gazebo yang tersebar di area ini. Sayang ga kefoto nih gazebonya, padahal kami sempat tidur-tiduran disana, nyaman banget, adeeeem.. Tidur-tiduran sambil ditemani musik yang mengalun melalui speaker-speaker yang tersebar di area ini. Yes, tempat ini full music dong.. :D

Puas berjalan-jalan mengitari taman serta puas beristirahat di gazebo, saatnya memanjakan perut di tempat makan yang disediakan. Di area ini terdapat rumah makan yang menyediakan menu masakan rumahan seperti sayur asem, sayur sop, sayur lodeh, dan tumis. Lauknya pun bermacam-macam mulai dari telor balado, telor goreng, tahu, tempe mendoan, ikan, dll. Rumah makannya bernama Leyeh-leyeh Resto, sistem makannya adalah prasmanan, ambil sepuasnya lalu bayar di akhir. Harganya lumayan terjangkau.
Sakha di depan Leyeh-leyeh Resto
Sayang makanan yang kami makan ga kefoto, karena saking enaknya jadi cepet ludes. Hmm, jangan lupa untuk memesan minuman teh gula batu disini, membuat suasana makan menjadi lebih nikmat..hohoho.. Plus mendoannya juga enak bangeeeet..wajib cobaa..:D
Oh ya toilet disini juga bersih banget, ya mungkin karena masih baru ya. Disini juga disediakan mushola, jadi ga usah bingung tempat untuk sholat. Hmm, akhirnya setelah perut kenyang, Sakha mulai ngantuk deh. Daripada rewel, mendingan kami memutuskan untuk pulang aja.
Saat pulang, kami baru sadar kalau lagi ada proses pembangunan kolam renang mini dan taman bermain untuk anak-anak. Areanya di dekat pintu masuk, banyak patung-patung tokoh kartun di sekitarnya. Nanti planningnya kayaknya bakal dikenai tiket masuk khusus juga untuk berenang.
Wow, jadi makin lengkap aja kan fasilitas di area wisata ini. Bagi kalian yang pengen keliling dunia, tapi ga mau keluar dari wilayah Jogja, cukup datang kesini aja. Menurut saya tempat ini cukup recommended sebagai destinasi wisata keluarga. Sebaiknya datang kesini saat pagi hari atau sore hari menjelang tutup, supaya ga kepanasan kayak saya..hehehe..

Oh ya tempat ini dibuka mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 16.30 saat weekdays, dan pukul 08.30 sampai pukul 17.00 saat weekend. Happy holiday yaaa.. :)


Ringkasan : 
Nama Tempat : The World Landmark Merapi Park
Alamat : Jalan Kaliurang KM 22, Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY
Jam buka : 09.00 - 16.30 (week days), 08.30 - 17.00 (weekend) 
Harga tiket masuk : Rp. 15.000 per orang (di atas 2 tahun wajib bayar)
Rate : 4.7/5

Minggu, 10 September 2017

Minggu Pagi Mati Gaya? Ke Pelataran JEC Aja Yuk..

Minggu, September 10, 2017 5 Comments


" Senin Selasa
Rabu Kamis
Jumat Sabtu Minggu
Kita ke JEC lagi "

Itulah lagu favorit Sakha saat weekend tiba. JEC alias Jogja Expo Center ini ceritanya terletak di dekat kontrakan kami. JEC ini juga merupakan rute kami sehari-hari saat mengantar Sakha ke sekolah. Tiap Sakha lewat JEC, dia selalu tanya "Ini hari apa ama?" "Hari Minggu bukan?" :D Karena dia tau hari Minggu adalah agenda kami untuk jalan-jalan ke JEC.

Yes, tiap minggu pagi keluarga kami sering jalan-jalan di pelataran JEC ini. Kalau lagi prepare banget ya kami belain mandi pagi-pagi trus kesini. Kalau lagi males ya cuci muka aja langsung cuz kesini. Di pelataran JEC ini banyak terdapat pedagang makanan, baju, mainan, jajanan. Mirip seperti sunmor di UGM atau pasar minggu di kota Malang. Tapi jumlah pedagangnya ga banyak seperti di dua tempat itu. JEC ini masih ramah anak lah. Ga ada ceritanya sampe susah jalan atau gencet-gencetan karena sumpek.

Bagi teman-teman pembaca yang mati gaya saat Minggu pagi tiba, yuk mari jalan-jalan ke pelataran JEC aja. Selengkapnya ada apa aja sih disini kok sampe kami agendakan setiap minggu jalan-jalan kemari? Yuk simak..

1) Area Rumput Hijau
Siapa yang ngerasa kalau di Jogja susah cari area rumput hijau? Saya saya.. Yap, saya ngerasa di Jogja ini kami sulit menemukan area hijau. Kadang buat cari area taman bermain aja susah nemu kok. Ada tempat namanya Taman Pintar emang, tapi disana musti rame banget, jadi kami agak males..hehehe..

Kalau di Blitar atau Malang, tersedia area terbuka hijau yang bisa dijadikan tempat bermain anak-anak semacam Alun-alun, Bunderan Tugu atau Kebon Rojo. Nah di Jogja ini, salah satu pilihan area hijau bisa ditemukan di halaman JEC ini, karena terdapat padang rumput yang luas disana..
Area rumput hijau
Saat Sakha dulu masih dalam tahap belajar berjalan, kami sering menetahnya disini. Kadang kami biarkan Sakha belajar jalan sendiri tanpa menggunakan alas kaki, supaya kakinya mengenal tekstur rumput. Kadang kami juga membawa bola kesini. Kalau bosan berjalan-jalan di area rumput ini biasanya kami bermain bola tangkap. Sakha demen banget, apalagi kami.. :D

Baca : Bundaran Tugu dan Alun-Alun, Tempat Rekreasi Ramah Anak Yang Murah Meriah di Kota Malang

Baca : Bon Rojo : Tempat Angon Anak Murah Meriah di Blitar

2) Area Jogging Track
Siapa yang suka jogging? Siapa suka jalan pagi? Di Jogja sebenernya banyak banget area yang bisa dijadikan jogging track, seperti di pelataran Grha Sabha Pramana di UGM sana. Tapi karena tempat tinggal kami jauh dari UGM yaudah mari jogging di area yang dekat saja alias di JEC sini.

Yes, di JEC terdapat area jogging yang cukup luas. Rutenya macem-macem sih, kita bisa pilih untuk memutari area rumput hijau dan parkiran. Selain itu kita juga bisa pilih untuk memutari gedung JEC itu sendiri. Biasanya kami jalan pagi memutari gedung JEC maksimal dua putaran.

Saya juga baru tau area JEC ini menjadi favorit para pejogging ga cuma di hari Minggu pagi saja. Ternyata di hari biasa saat pagi atau sore tiba, banyak juga orang yang kesini untuk olah raga jalan dan jogging.

3) Tempat Memanjakan Perut
Setelah capek olah raga jalan dan jogging, jangan khawatir kalau kelaparan atau kehausan. Di pelataran JEC sebelah barat terdapat banyak pedagang makanan, mulai dari bubur ayam, soto, nasi goreng, nasi kuning, lontong sayur, pecel, dll. Cemilan dan minuman seperti cilok, batagor, telur gulung, sosis bakar, takoyaki, empek-empek, roti canai, tahu petis, es kecang merah, es krim, es jeruk peras dan banyak lagi tersedia disini. Pokoknya mantab banget untuk tempat memanjakan perut.
Sebagian stand pedagang yang terfoto
Tempat memanjakan perut langganan kami adalah soto ayam dan jajanan takoyaki, yang letak tempat jualannya berseberangan. Jangan khawatir harga makanan, jajanan atau minuman disini cukup terjangkau kok. Oh ya semua tempat makan disini lesehan pake tikar ya, kecuali stand nasi goreng yang menyediakan meja kursi untuk tempat makan. Yuk mari kita ngesoto dulu..
Soto ayam favorit kami
4) Tempat Shopping Dadakan
Yuhuuu, selain terdapat banyak pedagang makanan disini juga banyak pedagang barang-barang kebutuhan sehari-hari, misalnya baju, gamis, baju anak, celana anak, jilbab, mainan, tupperware dll. Kadang juga ada mbak-mbak mahasiswi yang menggelar dagangan Oriflame..hohoho..

Lumayan lah selain memanjakan perut kita juga bisa memanjakan mata disini.. Jangan kalap ya belanja disini..hohoho..

5) Tempat Memanjakan Anak
Kenapa Sakha demen banget ke pelataran JEC? Karena disini dia bisa main lompat-lompat di istana balon. Saya masih inget dulu pas awal-awal kesini Sakha ogah menapakkan kakinya ke istana balon ini. Eh sekarang dia happy banget main lompat-lompat disini.
Istana balon favorit Sakha
Selain istana balon, disini juga ada permainan lain yang bakal memanjakan anak kita, seperti kereta mini, odong-odong dan wahana pancing ikan-ikanan. Istana balon dan kereta mininya pun ada di dua lokasi yang berbeda, bentuknya juga berbeda, silahkan mau pilih yang mana.. :D

Untuk tarif permainan disini jauh lebih murah daripada tarif wahana permainan di Timezone, Amazone atau Fun World.. (yaiyalah.. :D).

Baca : Akhirnya Sakha Bisa Main di Timezone

Baca : Main Sepuasnya di Amazone Jogja City Mall (JCM)

Baca : Serunya Main di Fun World, Hartono Mall Jogja

Mau lompat-lompat di istana balon, cukup bayar Rp. 10.000 sepuasnya. Untuk naik kereta mini, cukup membayar Rp. 5.000. Putaran kereta mini ini dijamin lama, Sakha aja kadang sampe bosen pengen turun. Trus untuk naik odong-odong, siapkan Rp. 2.000 per lagu ya.. Mayan murmer..
Yuk naik kereta mini
Kalau pengen memanjakan anak tapi dengan wahana gratisan, jangan khawatir! Disini juga ada permainan anak seperti prusutan dan ayunan..hohoho..
Main prusutan yuk
6) Tidak Terlalu Ramai 
Menurut saya pelataran JEC ini ramah untuk anak, karena pengunjungnya tidak terlalu ramai. Atau bisa dibilang, kadar ramainya masih bisa ditoleransi. Jadi selain bisa kulineran, kita bisa ajak keluarga untuk melakukan kegiatan outdoor disini.

Karena kondisi yang tidak terlalu ramai, banyak ayah ibu yang melakukan olah raga bersama anak-anak mereka disini, seperti bermain bulu tangkis, sepak bola, sepatu roda, jogging dan bersepeda. Tapi peralatan seperti sepeda itu dibawa sendiri dari rumah ya, ga bisa sewa kayak di Taman Fatmawati.

Baca : Ngadem di Taman Fatmawati Wonosobo Yuk!

7) Parkiran Luas
JEC memiliki tempat parkir mobil dan motor yang sangat luas, jadi ga perlu khawatir kehabisan tempat parkir. Saya masih ingat kejadian saat main ke Taman Pintar, tapi ga dapet tempat parkir mobil. Akhirnya kami harus parkir di halaman Bank Indonesia. Saat weekend itu tarif parkirnya sangat mencekik, yaitu Rp. 30.000.. woowww..

Kalau di JEC ini cukup bayar Rp. 4.000 untuk tarif parkir mobil dan Rp. 2.000 untuk tarif parkir motor. Mayan tidak mencekik kan ya...
Area parkiran yang luas
8) Banyak Spot Lucu Untuk Foto
Kalau tentang spot lucu ini untung-untungan. Semua tergantung sama event yang sedang diadain di dalam gedung JEC..hohoho.. Kalau ada event tentang anak-anak pasti ada property-property lucu yang diletakkan di depan pintu masuk gedung. Nah emak Sakha ga pengen kehilangan moment nih, jadinya memanfaatkan property yang lucu itu untuk spot foto..hehehe..
Wow, itu dinosaurus Nak!
Foto sama kastil
Sakha, ini mural
Hohoho..gimana..kita bisa dapet paket lengkap kan disini. Recommended banget. Yuk, jadi tunggu apa lagi, abadikan keceriaan hari Minggu pagi bersama keluarga di pelataran JEC...hohoho.. Thanks for reading.. See yaaa..

Sumber gambar :
JEC : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjp10GhTaG_nRJU0hd7scfeamS2vOrU7Ebbv7NDI5WuH5iq5hInan1FawCMPX3OifisjSL8Z82ZJ8473d-12h2T-aJC68aRo0CrulWZA4HtsBQjyvmj7oQrnXKtu8lAlXemdn11XWUFtFFF/s1600/Logo+Jogja+Expo+Center.jpg

Sabtu, 27 Mei 2017

Ademnya Agrowisata Bhumi Merapi Jogja

Sabtu, Mei 27, 2017 1 Comments
Ceritanya udah ga cuma sekali aja nih saya ditinggal ayah Sakha keluar kota, kayaknya udah tiga kali gitu ditinggal dinas ke pulau dewata selama seminggu. Nah syukurnya lama-kelamaan Sakha udah ga rewel atau drama lagi saat ditinggal ayahnya. Karena ga rewel inilah akhirnya ayah Sakha memberi reward ke Sakha, kalau nanti weekend pulang Sakha bakal diajak jalan-jalan gitu.. hoho..


Jalan-jalan kali ini kami pengen menikmati suasana alam yang hijau-hijau nan adem, biasanya kan main ke mall. Sekali-sekali lokasinya agak jauh dari kota Jogja sedikit ga apa-apa. Ceritanya saya liat foto postingan temen. Temen saya posting foto anaknya lagi asik berinteraksi dengan kuda, domba, kambing dan kelinci. Langsung dah saya kepo tanya lokasinya dimana.. :D Setelah dapet nama lokasinya sung saya googling detailnya..hoho..

Baca : Lippo Plaza Jogja, Tempat Ngemall Favorit Emak dan Anak

Nama lokasi tujuan kami adalah Agrowisata Bhumi Merapi, tempatnya di Jl. Kaliurang KM 20, Pakem. Ancer-ancernya gampang banget, ngikuting google map pasti nyampe..hehehe.. Kira-kira kalau dari dari daerah JEC, lama perjalanan pake mobil sekitar satu jam. Ceritanya ayah Sakha ini lewat jalan alternatif, bisa ngurangin macet, tapi saya ga terlalu mudeng jalannya.. Bisa digoogle sendiri ya.. :p

Akhirnya kami nyampe juga di agrowisata ini. Masuk area parkiran, kami udah melihat beberapa kuda berjajar siap untuk ditunggangi. Selesai parkir kami langsung masuk untuk membeli tiket. Tiket masuk disini seharga Rp. 15.000. Di saat keluar nanti tiket bisa ditukarkan dengan segelas susu kambing segar..Wohoo.. Kami juga dapet selebaran konten tentang area wisata ini..
Ada apa disini?
Masuk area agrowisata ini kami disambut dengan banyaknya kandang kambing berjejer. Kambing yang diternakkan disini adalah kambing sejenis Etawa gitu. Disini pengunjung bisa memberi makan kambing, domba dan kelinci. Harga makanan kambing sekitar Rp. 2.000 per ikatnya. Selain itu pengunjung juga bisa memberikan susu dot ke kambing. Per botol susunya juga dihargai Rp. 2.500.
Dedaunan makanan kambing
Ini susu buat embek lhoo..
Kalau main disini, harap dimaklumi ya kalau bau kambingnya agak menyengat. Ya semacam bau kandang gitu. Tapi bau itu akan hilang kok seiring hembusan angin. Tenang aja tempat ini punya angin silir-silir yang membuai.. Mungkin saking banyak orang yang bilang tempat ini bau, si kambing pun jadi mencurahkan isi hatinya seperti gambar berikut..
Isi hati kambing
Tujuan pertama kami adalah menyusui kambing. Menyusui pake dot ini maksudnya..hehehe.. Setelah mengambil dot susu, masuklah kami ke area kambing bersantai. Pertama kali kesini, Sakha ketakutan, ga berani kasih susu ke kambingnya. Ya gimana, emang si kambing lagi kehausan jadinya agresif ndusel-ndusel Sakha.. Ayah Sakha juga kena tendang kambingnya..ahahaha.. Akhirnya saya yang kasih mimik ke kambingnya sambil gendong Sakha.. Seruuu..
Mimik dulu ya mbek
Puas kasih mimik ke kambing, kami move on ke area kandang kambing. Kandang kambing ini banyak banget, berbagai ukuran. Sakha demen banget sama kambing kecil, karena kambingnya lebih kalem daripada yang gede. Diajaklah kambing imut itu foto bareng sama Sakha... :D
Kambing sayang, Sakha elus-elus ya...
Jadi kebiasaan suka mengelus-elus kucing tetangga terbawa ke kambing ini..hahaha.. Apa waktunya Sakha dikasih hewan peliharaan ya.. Let's think later.. :D

Bosan dengan kambing kecil itu Sakha ngajak berpindah tempat. Nemulah area kandang domba. Sakha demen banget, pengen ngelus-elus dombanya. Tapi sayang bulu dombanya ga putih bersih kayak di tipi-tipi, agak kotor gitu, warnanya lebih kecoklatan. Sakha antusias banget kasih makan si domba ini..
Maem dulu ya mbaa
Ternyata satu iket dedaunan yang dibeli seharga duaribu ini sisa banyak kalau cuma untuk dimakan domba aja, akhirnya kami kasih deh ke kambing-kambing besar yang lagi duduk santai di kandang. Disini kambingnya juga agresif, sampe ada yang sampe berdiri pake dua kaki supaya bisa meraih makanannya.. :D
Kasih makan embek
Setelah dedaunan habis, kami lanjut ke area penangkaran kelinci. Untuk menuju area tersebut kami melewati banyak area hijau. Taman-taman disini terawat dengan baik, selain itu juga ada kawasan khusus untuk hidroponik. Pokoknya adem bangeeet.. Agrowisata ini juga melayani pembuatan hidroponik dan bisa juga hasilnya diantar sampai lokasi tujuan pesanan.
Area hidroponik yang adem
Di dekat area hidroponik terdapat sesuatu yang menarik perhatian para pengunjung. Tak lain tak bukan adalah ular berukuran besar sekali. Yap, ular ini ditaruh di tempat terbuka yang hanya ditutupin pagar pendek. Di sekitar kandang ular terdapat juga hewan reptil lain. Banyak pengunjung yang berfoto bareng ular ini. Tapi saya udah ngeri aja, cukup saya foto ularnya sendiri aja..
Ular besar
Wow, Sakha amazing banget sama ular ini. Karena area taman reptil ini udah mulai padat pengunjung, akhirnya kami memilih untuk lanjut ke area penangkaran kelinci. Berjalan menuju area sana kami dibuat senyum-senyum sendiri karena membaca tulisan yang terpajang di deket pohon-pohon sekitar situ. Hiburan banget dah..
Nah lhoo.. sapa yang jadi mantan terbuang
Jangan suka diamkan nasi gaes..eh perasaan juga..
Horai, setelah melalui jalan setapak yang medannya naik turun akhirnya kami sampai di taman kelinci. Areanya mirip kayak di Cimory, banyak kelinci yang dilepas, jadi kita bisa bebas kejar-kejaran sama kelinci sambil kasih makan. Kalau di Cimory kan makanan yang disediakan itu wortel, kalau disini disediakan kangkung yang harga per ikatnya adalah Rp. 2.500.

Baca : Mau Kasih Makan Sapi dan Kelinci? Ke Cimory Farm Aja..

Langsung dah Sakha cuzz kasih makan kelinci, dia bahagia banget.. Sambil kasih makan, kelincinya disayang-sayang juga, seperti dia menyanyangi si embek tadi..hahaha.. Lucu banget kamu le..
Aku sayang kamu ci...
Maem yang banyak ya ci...
Di tempat ini juga terpajang poster tentang tata cara memegang kelinci yang baik dan benar, supaya kelincinya ga kesakitan. Soalnya ada pengunjung yang masih salah dalam teknik pemegangan kelinci ini.. :D Ada juga mas-mas yang stand by di area ini. Masnya komunikatif banget, kalau kita tanya-tanya pasti dijawab dengan ramah..
Tata cara memegang kelinci yang baik
Selesai bermain dengan kelinci, tak lupa Sakha cuci tangan. Di tempat ini terdapat keran cuci tangan yang tersebar di berbagai penjuru. Jangan khawatir kotor karena disediakan pula sabun cuci tangan. Sakha cuci tangan dulu yess.. Abis itu Sakha mau leyeh-leyeh..
Cuci tangan dulu gengs
Yes, di tempat ini jangan khawatir kecapekan, karena kita bisa leyeh-leyeh atau istirahat di gazebo yang disediakan. Seperti keran air, gazebo di tempat ini juga tersebar di berbagai penjuru..hehehe.. Kami istirahat sambil tidur-tiduran di gazebo sekitar kolam ikan sambil menikmati snack yang kami bawa dari rumah. Nikmat banget dah..
Leyeh-leyeh dulu di gazebo
Kayaknya sekitar 30 menit kami istirahat di gazebo ini, ga terasa hari semakin siang aja. Pengunjung juga semakin siang semakin ramai. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang kami pengen nemenin Sakha naik kuda poni. Sakha belum pernah naik kuda sama sekali nih, ini bakal jadi pengalaman pertamanya..pasti seruuu...

Sebelum naik kuda kami mampir ke tempat penjualan tiket dulu untuk menukarkan tiket dengan susu kambing segar, kami pilih yang rasa strawberry. Nyummmm,, seger banget susunya. Kalau di Cimory dapet yogurt, kalau disini dapet susu segar..mantaaab.. Sakha glek glek aja ini minumnya, doyan banget..
Segarnya susu kambing asli
Yes akhirnya kami menepati janji untuk menemani Sakha naik kuda. Kuda disini kalau ga salah inget ada empat ekor, yang satu kuda besar sedangkan tiga lainnya adalah kuda poni. Tarif naik kuda poni satu putaran ini adalah Rp. 10.000 per anak. Sakha demen banget naik kudanya. Di awal-awal sih takut, akhirnya si ayah nemenin jalan di sebelah Sakha, baru dah Sakha mulai enjoy..
Horeee Sakha pertama kali naik kuda
Yuhuuu, ga terasa udah hampir tiga jam kami berada disini. Sakha udah mulai ngantuk dan agak rewel, jadinya kami langsung cap cus pulang. Sebenernya disini juga tersedia tempat makan atau resto kecil, tapi kami memutuskan makan siang sambil perjalanan pulang aja..

Hari ini Sakha happy, emak dan bapaknya pun ikut happy. To sum up, tempat wisata ini cocok banget untuk destinasi wisata keluarga. Selain karena suasananya yang adem dan nyaman, di tempat ini pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai jenis hewan. Si kecil dijamin bakal happy bangeeeet.. :D. Tiketnya pun murah meriah. Jauh lebih murah daripada harus main ke playground di Hartono Mall atau Jogja City Mall..

Baca : Main Sepuasnya di Amazone Jogja City Mall (JCM)

Baca : Serunya Main di Fun World, Hartono Mall Jogja

Yesss..kalau kalian main ke Jogja jangan lupa mampir ke Agrowisata Bhumi Merapi yaaa.. See ya on my next post.. Makaciiii..