Jumat, 30 Desember 2016

Lepas Jahitan Tanpa Drama

Jumat, Desember 30, 2016 0 Comments
Horay, hari Minggu ini tanggal 25 Desember, tepatnya 3 hari setelah kejadian kepala Sakha dijahit, waktunya Sakha melakukan kontrol jahitan. Dokter menyarankan untuk datang hari Minggu pagi. Kami tetep periksa di IGD RS Hepilen. Saat menuju rumah sakit ada perasaan harap-harap cemas, karena saya takut Sakha rewel dan nangis kejret saat diperiksa lukanya. Takutnya hal tersebut bisa bikin Sakha trauma. 


Sampe di rumah sakit, kami disambut perawat yang ramah. Sakha dipangku ayahnya menghadap belakang saat diperiksa. Saya berdiri di belakang ayah Sakha dan mengajak Sakha mengobrol. Saat lukanya dibersihkan Sakha engga nangis. Saya lihat dia menahan rasa sakit, ekspresinya melas. Waktu itu eyang uti Sakha juga ikut ke RS, kami ga berhenti mengajak Sakha mengobrol supaya dia ga fokus sama rasa sakit di lukanya.

Kebetulan dokter yang memeriksa kali ini adalah dokter yang sama saat Sakha dijahit beberapa waktu lalu. Dokter bilang bahwa luka jahitan Sakha udah hampir kering. Saya menjawab mungkin karena Sakha rajin konsumsi putih telur, jadinya regenerasi kulitnya cepat. Dokterpun bilang tetap aja konsumsi putih telur atau ikan, supaya jahitan Sakha bisa dilepas 3 hari lagi di kontrol berikutnya. Di kontrol kali ini ga ada obat tambahan untuk Sakha. Dokter juga berpesan kalau luka Sakha ga boleh kena air. Siap dok, Sakha libur keramas dulu.. :D

Tanggal 28 Desember pun tiba, jika ga ada halangan hari ini adalah saatnya jahitan Sakha dilepas. Karena hari ini saya dan suami masuk kerja, jadinya kami akan ke RS sehabis maghrib. Eyang uti dan tante Sakha pun ikut menemani ke RS. Di perjalanan menuju RS, kami ga berhenti untuk sounding Sakha supaya nanti ga nangis dan rewel saat jahitannya dilepas. Saya bilang kalau Sakha pengen mainan lompat-lompat lagi, jahitan Sakha harus dilepas dulu dan Sakha ga boleh rewel. Dia pun mengiyakan dengan semangat.. :D

Lagi-lagi kami bertemu perawat yang ramah dan komunikatif. Kebetulan dokter yang berjaga di IGD kali ini berbeda dengan dokter yang menangani jahitan Sakha. Dokterpun memeriksa Sakha dan beliau bilang bahwa luka Sakha udah kering, jahitannya pun bisa dilepas. Kami bersyukur banget.. :)

Proses pelepasan jahitan Sakha alhamdulillah berjalan lancar, tanpa drama. Ketakutan saya kalau Sakha akan rewel seperti ketika lepas jahitan bulan Agustus lalupun ga terjadi.


Saat lepas jahitan ini posisinya pun sama kayak waktu kontrol jahitan lalu, Sakha dipangku ayahnya, sedangkan saya mengajak ngobrol Sakha supaya dia bisa terdistraksi dari rasa sakitnya. Alhamdulillah trik ini berjalan baik. Sakha terus ngobrol dengan saya, sehingga kepalanya anteng ga gerak. Hal itu akan memudahkan tim medis untuk melepas jahitan. Alhamdulillah saat pelepasan jahitan ini Sakha ga nangis, cuma menahan sakit aja dia. Pinter banget kamu le.. :*

Setelah jahitan Sakha dilepas, dokter bilang supaya bekas luka di kepala Sakha ini diperlakukan seperti biasa. Maksudnya tetep aja dikeramasin, supaya terstimulasi tumbuh rambutnya sehingga ga pitak. Bekas luka Sakha juga masih diplester, besok pas mandi pagi bisa dilepas. Horeee..

Demikianlah cerita saya tentang Sakha waktu lepas jahitan. Mungkin karena orang tuanya bisa tenang jadinya Sakha ga mellow waktu lepas jahitan. Berikut penampakan luka Sakha setelah jahitannya dilepas :
Alhamdulillah jahitannya dilepas
Semoga ini jahitan terakhir di anggota tubuhmu ya le.. Semoga kejadian buruk ga terjadi lagi selama proses tumbuh kembangmu.. Amin.. Maafkan ama dan ayah yang ga bisa 24 jam full mengawasimu terus. Tapi percayalah bahwa rasa cinta dan sayang kami kepadamu akan tetap penuh sepanjang waktu..

Jumat, 23 Desember 2016

Duka Itu Datang Lagi...

Jumat, Desember 23, 2016 0 Comments
Di hari Kamis sore saat akan menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang tersisa, saya melihat ada panggilan tak terjawab dari daycare Sakha di hp saya. Hati saya udah ga karuan, kalau pihak daycare menelepon biasanya ada kabar buruk tentang Sakha, dulu pernah karena badan Sakha yang panas dan rewel. Saya akhirnya menelepon bunda daycare dan bertanya ada apa. Beliau memohon maaf karena Sakha jatuh dari tangga dan kepala bagian belakangnya luka saat lagi guyonan sama temennya. Sekarang sudah dibawa di RS Hepilen. Ya Allah, rasanya jantung ini berdegup kencang. Akal sehatpun ga terlintas di pikiran saya. Saya panik ga karuan. Tangis saya tertahan saat mengabari suami. Kamipun bergegas menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan saya berdoa semoga Sakha ga kenapa-kenapa. Saya jadi ingat kejadian tadi pagi sebelum Sakha masuk daycare, dia rewel banget dan nangis karena ga mau lepas dari saya. Biasanya Sakha ga pernah kayak gini. Dia selalu happy dan ceria saat berangkat ke daycare. Apa mungkin tadi pagi itu merupakan pertanda.. :(

Sampai di RS tangis saya pecah karena saya melihat Sakha senyum-senyum aja. Senyumnya aneh, dia anteng banget dan ga nangis. Beda banget ketika Sakha kena musibah jatuh dari motor beberapa waktu lalu. Saya ga bisa menenangkan tangisan dia waktu itu. Mungkin karena dulu dia liat darah dimana-mana. Kali ini Sakha anteng banget. Pikiran aneh-aneh saya pun mulai bergelayutan, takut kalau syaraf Sakha rusak lah, takut kalau Sakha amnesia lah.. Sedih banget ya Allah..

Baca : Bunda Panik, Nak!!

Bunda daycare pun menenangkan saya, beliau bilang Sakha tadi nangis tapi sekarang sudah reda. Barusan Sakha malah guyonan sama bunda daycare. Perasaan saya pun sedikit lega karena Sakha sudah memanggil saya. Ga menunggu lama, dokter pun langsung datang menjelaskan tentang luka Sakha. Darah karena luka Sakha sudah dibersihkan. Posisi luka ada di bagian samping kiri tapi agak belakang. Tindakan penjahitan harus dilakukan supaya darah ga terus-terusan keluar. Ayah Sakha yang mendampingi saat Sakha dijahit, karena saya harus mengisi dan menandatangani form persetujuan tindakan penjahitan.

Selesai mengisi form persetujuan saya memberanikan diri untuk mendampingi Sakha. Saya harus menguatkan hati supaya hati Sakha juga kuat. Sama seperti proses penjahitan yang pertama dulu, Sakha kali ini juga dibedong. Saat dibedong dan disuntik bius lokal dia tidak nangis. Sempat was-was juga apakah ada syaraf Sakha yang rusak. Ternyata saat dilakukan penjahitan Sakha menangis kejer. Dia berontak tapi ga bisa karena saya, suami dan beberapa perawat memegangi Sakha. Alhamdulillah kali ini lukanya hanya dijahit 2. Hanya???? Ya karena berdasarkan pengalaman yang lalu yang harus dijahit 5, kali ini kami lebih bersyukur. Bukankah saat dilanda musibah kita seharusnya bersyukur? :'(

Alhamdulillah proses penjahitan berjalan lancar. Alhamdulillah pula Sakha kooperatif dan ga rewel. Selesai dijahit dia langsung ceria lagi seperti sedia kala. Saat menunggu obat datang saya berbincang dengan bunda daycare. Beliau mengucapkan banyak permintaan maaf dan menjelaskan kronologi kejadiannya.

Jadi ceritanya begini, di saat jam-jam sore itu Sakha dan teman-teman bermainnya punya tempat kongkow-kongkow di daycare. Tempatnya di tangga kecil yang terbuat dari kayu yang terdiri dari sekitar 2 anak tangga kecil, di dekatnya ada tembok. Mereka asik-asik duduk disitu sambil bercanda. Disitu juga ada bunda pendamping. Nah saat itu bunda pendamping pamit sebentar mau ke lantai 2 untuk melihat bayi. Belum ada 3 menit tangisan Sakha langsung pecah. Karena pas guyonan bareng itu, temennya ga sengaja mendorong Sakha dan temen yang lain. Sakha dan temennya jatuh dari tangga kecil itu, namun Sakha lebih apes karena kepalanya pake ketatap pinggiran tembok yang 90 derajat itu.

Yang ga sengaja mendorong Sakha ini adalah temen baik Sakha dari bayi. Kalau saya lihat mereka akur banget. Saya masih inget gimana pas di daycare ada sesi foto bareng, Sakha dan temennya itu berbagi sandal. Saya masih inget gimana saat Sakha bawa koko crunch ke daycare, dia selalu bilang mau dibagi buat temennya itu. Sehari-hari Sakha juga cerita tentang kegiatannya main sama temennya itu. Jadi saya ga ada perasaan ga enak atau gimana-gimana karena ini memang murni kecelakaan.

Setelah obat datang dokter menjelaskan tentang obat dan kondisi Sakha berdasarkan pemeriksaan. Beliau bilang Sakha baik-baik aja. Obat yang beliau resepkan berupa antibiotik dan obat penurun panas. Dokter juga bilang kalau Sakha harus balik 3 hari lagi, tepatnya di hari Minggu untuk kontrol jahitan. Beliau menyarankan untuk memberi Sakha makanan yang banyak mengandung putih telur dan ikan karena tinggi protein, sehingga luka Sakha cepat sembuh.

Pihak daycare bertanggung jawab tentang urusan administrasi. Saya berharap ke daycare supaya kejadian seperti ini ga akan terulang lagi ke depannya. Semoga pengawasan terhadap anak bisa lebih ditingkatkan lagi. Tapi saya jadi mikir, bahwa mengurus anak seusia Sakha ini memang sulit sekali. Karena di rentang usia 2-4 tahun anak masih dalam masa aktif-aktifnya dan masih belajar bagaimana mengkoordinasi tubuhnya dengan baik. Semoga kita diberi kekuatan untuk selalu mengawasi anak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Amin.

Terimakasih sudah membaca curhatan saya ini. Mungkin ada yang menganggapnya lebay dan ga penting..karena masa ada musibah diumbar-umbar. Namun percayalah dengan menulis ini beban saya menjadi lebih berkurang lho. Sekali lagi saya belajar untuk memaafkan diri sendiri. Sekali lagi kami sebagai orang tua diberi pelajaran yang sangat berharga oleh Tuhan. Saya berharap di tempat lain ga mengalami duka yang seperti kami alami ini. Misal memang ada sesuatu yang buruk terjadi pada anak, semoga kita tidak dibutakan dengan kepanikan. Semoga kita selalu bisa tenang dan tidak menangis saat di depan anak. Karena dengan keadaan kita yang tenang, anak pun akan nyaman. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah ya.. :)
Luka jahitan Sakha semoga cepat sembuh
Sampe jumpa di curhatan saya yang lain ya.. Tentang pemulihan luka Sakha dan pelepasan jahitan akan saya ceritakan di postingan yang lain.. :)

Baca : Lepas Jahitan Tanpa Drama 

Selasa, 20 Desember 2016

Relaksasi Sejenak dengan Pijit Sehat di Djemari

Selasa, Desember 20, 2016 1 Comments
Sudah beberapa waktu saya merasakan sesuatu yang tidak enak di kaki kanan saya. Tepatnya setelah acara team building kantor di Goa Pindul di bulan Oktober lalu. Rasanya kaki ini baik-baik saja saat berdiri, namun akan menjadi masalah saat ditekuk. Pas dipake buat sujud rasanya ga pas, ada sesuatu yang ganjel gitu. Apa mungkin karena saya pas tubing itu kram, jadi sisa kramnya masih berasa sampe sekarang ya. Mungkin...

Rasa sakit itu memuncak di bulan Desember. Beberapa teman dan keluarga menyarankan untuk pijit saja. Tiba-tiba terlintas di benak saya buat pijit di Djemari Reflexology, karena saya sering banget lewat situ. Setiap lewat situ parkiran pasti penuh, brarti bisa dibilang ini tempat pijat favorit orang-orang.

Akhirnya saya kepo lebih lanjut ke mbah Google tentang Djemari ini. Ternyata di Djemari ga cuma bisa pijat refleksi, tapi juga bisa pijat sehat, totok wajah dan ratus. Djemari ini juga punya banyak cabang, yang paling deket dari kontrakan saya adalah di Jalan Melati Wetan. Tempat ini buka mulai dari jam 08.00 - 22.00.

Waktu itu saya mengambil cuti sakit. Langsung deh cuzz ke Djemari jam 8 pagi. Sampai sana saya langsung masuk pintu utama. Sempat bingung juga dimana letak resepsionisnya. Ternyata letaknya di sebelah kanan pintu masuk. Ruang tunggu pengunjung terletak di sebelah meja resepsionis pas.

Kesan pertama kali saya memasuki tempat ini adalah klasik dan asri. Bangunannya seperti rumah jaman dulu. Furniturnya dipenuhi aksen kayu. Banyak lukisan jadul yang menghiasi dinding. Banyak pula tamanan yang ditanam di tempat ini, membuat hawa menjadi adem.

Tarif pijat untuk waktu pagi dan malam hari ternyata berbeda. Lebih murah di pagi hari. Tarif pagi hari mulai dari jam 08.00 sampai jam 13.00 masih mengikuti harga lama. Sedangkan tarif malam hari mengikuti harga baru. Detailnya seperti ini :
Dafftar harga pijat Djemari
Kali ini saya tertarik untuk memilih paket Totok Wajah Prima. Sangat cocok banget buat saya yang lagi butuh pijat sehat. Apalagi wajah saya ini udah lama ga dirawat, kayaknya butuh sedikit sentuhan para ahli totok wajah supaya kelihatan lebih fresh..hehehe..alesan klasik.. :D Harga paket ini Rp. 110.000 dan lama terapinya adalah 90 menit.

Setelah membayar, saya menunggu mba terapisnya ready. Ruang tunggunya nyaman banget. Waktu itu cuma ada satu orang yang lagi nunggu bareng saya. Ya emang masih pagi, jadinya sepi.
Suasana ruang tunggu
Ga lama menunggu akhirnya nama saya dipanggil juga. Mba terapis menyambut dengan ramah. Disini kalau yang pijat cewek, terapisnya cewek juga. Kalau yang pijat cowok, terapisnya juga cowok. Bagus dah. Sebelum dipijat, kaki saya direndam dulu pake air hangat. Nyaman banget gitu..
Kakinya direndam air hangat dulu
Selesai merendam kaki dilanjutkan menuju arah ruang pijat. Ruangannya kecil, namun terlihat bersih dan nyaman. Mba terapis memberi saya kemben untuk ganti. Setelah saya siap, dilakukanlah tahap pemijatan. Dasar saya yang baru pertama kali pijat, rasanya geli. Tapi lama-kelamaan berasa sakitnya..hehehe.. Ke mba terapisnya kita bisa request kekuatan pijatan, mau yang lemah atau kuat. Kalau saya mah yang sedang-sedang aja.
Ruangan pemijatan
Pemijatan dilakukan di bagian tangan, kaki dan punggung selama 60 menit. Kemudian dilakukan juga totok wajah, yaitu pemijatan di area wajah dan leher. Selain dipijat, wajah juga difacial dan dimasker. Rasanya nyaman banget. Ohya disini facial cleansernya menggunakan produk Sari Ayu.

Akhirnya ga terasa 90 menit berlalu sudah. Mba terapisnya membangunkan saya, karena waktu di totok wajah itu saya tidur. Sebelum pulang, pengunjung dipersilahkan untuk minum jahe hangat di area taman yang ada air mancurnya. Rasanya badan dan pikiran ini rileks sekali, ditambah jahe hangat bikin mood jadi baik.
Secangkir jahe hangat sebelum pulang
Pulang dari sini saya merasa rileks sekali. Jadi semangat buat menghadapi hari-hari yang berat :D. Sakit di kaki kanan saya sudah berangsur berkurang sedikit demi sedikit. Balik dari sini kata pak suami wajah saya jadi cerah dan bersih. Entah itu beneran atau cuma merayu..hehehe.. yang pasti saya happy.. :)

Mungkin ke depannya bisa diagendakan pijat sebulan atau dua bulan sekali. Apalagi sebagai emak-emak kayaknya perlu banget pijat macam gini. Jadi gimana adakah ibu-ibu lain yang pengen pijat sehat? Yukk mari.. :)

Ringkasan : 
Nama : Djemari Reflexology
Lokasi : Jl. Melati Wetan No 15, Yogyakarta
No Telpon : (0274) 563190
Bisa Booking? : Ya
Jam buka : 08.00 - 22.00   
Range harga pijat : Rp. 60.000 - Rp. 120.000
Rating : 4.8/5

Sabtu, 17 Desember 2016

Jifast, Durian Jatuh dalam Cup yang Uenak

Sabtu, Desember 17, 2016 0 Comments
Halo semua, kali ini saya pengen berbagi cerita tentang makanan mood booster emak Sakha saat lagi galau dan setres..hehehe.. Ga salah lagi kalau perempuan ini moodnya sering naik turun. Apalagi saat PMS tiba, semuanya bakal kelihatan serba salah. Kadang mellow ga jelas, kadang juga bisa uring-uringan seenaknya. Selain masalah PMS yang sering dialami emak-emak, masalah stress bisa juga terjadi karena rutinitas pekerjaan sehari-hari. Daripada stress berkelanjutan, sangat dianjurkan untuk rehat sebentar dan melakukan me time..hohoho..

Me time yang biasa saya lakukan adalah dengan konsumsi makanan dan minuman favorit saat Sakha udah bobok. Dilakukan sambil ngeblog tambah mantab deh..hehehe.. Kalau soal minuman favorit saya udah jatuh hati sama Miranda Latte. Kalaupun si Miranda lagi ga buka PO, saya move on dulu sementara ke Nu Milk Tea.


Saya adalah pecinta durian. Jadi makanan favorit saya ya yang berbau durian. Karena ayah Sakha ga suka durian, saya harus menjaga perasaan dan penciuman beliau dong ya. Ga mungkin saya beli durian utuh trus dengan santainya dibuka di rumah trus 'diklamuti' sampe habis..hahaha. Saya juga ga tega buat ngajak ayah Sakha beli duriannya. Jadi alternatifnya adalah beli olahan durian yang baunya ga terlalu setrong sehingga ga ganggu ayah Sakha.

Saya seneng banget, karena saya udah nemuin makanan itu. Ga sengaja ketemu pas belanja bulanan di supermarket Pamella 1. Namanya adalah "Durian Jatuh Jifast". Sebenernya Jifast ini punya dua produk, yaitu Pancake Durian dan Durian Jatuh. Harganya sama-sama Rp. 18.000 per pcs. Waktu itu saya beli dua-duanya. Dan bisa ditebak kan yang paling endess yang mana? Yoiii.. si Durian Jatuh yang berhasil mencuri hati saya. Packingnya yang berupa cup juga menjadi daya tarik tersendiri buat saya, karena praktis, simple dan ga berbau.

Ternyata Jifast ini berpusat di Bandung. Saya baru tau dari mbah Google ternyata di Bandung Jifast ini punya resto spesialis durian. Ga hanya meyediakan olahan durian aja, resto ini juga menyediakan berbagai jenis makanan berat dan cemilan sehari-hari. Lengkapnya bisa dilihat di jifastdurian.com ya.

Kembali ke si Durian Jatuh,  berat bersih makanan ini adalah 100 gram dan komposisinya terdiri dari durian dan gula. Di kemasannya terdapat tulisan lebih nikmat dimakan dalam keadaan lumer. Dan benar saja, pas saya bandingin makan dalam keadaan beku dan lumer, paling mak joss ya pas dalam keadaan lumer. Duriannya bener-bener lembut, enaaaaakkk banget... :D
Teksturnya lembut banget
Menurut saya harga Rp. 18.000 sangat pantas ya karena emang rasanya enak banget. Selain itu Jifast juga memahami kalau pengen maem durian sekarang ga usah pake ribet kupas kulitnya. Cukup dinikmati dengan cup dan sendok, praktis sekali bukan. Jifast ini juga sudah memiliki nomor PIRT dan sertifikat halal. Jadi jangan khawatir atau was-was untuk mengkonsumsi makanan ini.

Apakah saya akan beli lagi? Yup, yang pasti saya akan beli lagi. Bolehlah dianggarkan me time bersama Durian Jatuh ini sebulan sekali..hehehe.. Kalau kalian gimana? Sebagai pecinta durian ga ada salahnya lho buat ngicip olahan durian yang satu ini.. Say yes to Indonesian product.. :)

Ringkasan :
Nama makanan : Jifast Duian Jatuh
Komposisi : Durian dan gula
Harga normal : Rp. 18.000 per cup 
Berat bersih : 100 gram
Rate : 5/5

Selasa, 13 Desember 2016

Sindu Kusuma Edupark (SKE), Alternatif Wahana Rekreasi Keluarga di Jogja

Selasa, Desember 13, 2016 6 Comments
Hari terakhir long weekend ini kami sekeluarga dan teman saya yang datang dari Malang memutuskan untuk jalan-jalan ke Sindu Kusuma Edupark (SKE). Sebenernya tahun lalu saya sekeluarga udah pernah kesini pas orang tua saya liburan ke Jogja. Menurut kami tempatnya sangat asik, karena banyak wahana yang cocok buat orang dewasa dan anak-anak. Apalagi saya juga punya kartu membernya. Pikir saya pasti akan lebih murah kalau pake harga member..hoho.. cuzz deh kami kesana..

Kami berangkat menjemput teman kami yang menginap di hotel Harper untuk check out. Rencananya barang-barangnya sekalian dibawa, karena sorenya mereka akan pindah hotel. Kira-kira jam 11.15 kami berangkat ke lokasi SKE. SKE terletak di Jalan Jambon, Sinduadi, Mlati, Sleman. Lama perjalanan dari daerah Malioboro ke SKE sekitar 20 menit. SKE ini buka setiap hari, saat weekdays buka mulai pukul 15.00 sampai 22.00, sedangkan saat weekend dan hari libur buka mulai pukul 10.00 - 22.00.

SKE ini merupakan wahana rekreasi keluarga yang merupakan unit usaha dari Kusuma Agrowisata Batu yang dibuka bulan Desember 2014 lalu. Siapa yang ga tau Kusuma Agrowisata hayo? Kusuma Agrowisata ini udah terkenal banget sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam pembangunan daya tarik wisata. Di batu terkenal dengan wahana petik apelnya. Mereka juga punya produk minuman terkenal yaitu sari apel Siiplah yang sering menghiasi meja ruang tamu penduduk Indonesia saat lebaran tiba..hehehe.. :D

Back to topic, masuk ke area parkiran SKE saya dan suami bengong, karena suasananya sangat berbeda seperti saat kami kesana tahun lalu. Tahun lalu suasana parkirannya ramai penuh. Lha hari ini sepi melompong, padahal ini kan long weekend. Sangat berbeda dengan suasana yang saya temui di Candi Prambanan kemarin.


Masuk ke area penjualan tiket pun saya dan suami juga agak kaget, karena penampakan loket dan sekitarnya jauh berbeda saat kami kesini tahun lalu. Sekarang sepertinya kurang dilakukan perawatan di area depan SKE ini. Sistem pembelian tiket pun sudah berbeda. Tahun lalu saat kami kesana, pembelian tiket menggunakan kartu yang dapat ditop up saldonya. Jadi kalau kita mau main ke suatu wahana tinggal gesek kartu tersebut, saldo pun otomatis berkurang. Kalau sistem sekarang adalah sistem tiket terusan dan tiket non terusan, spesifikasinya sebagai berikut :
Harga tiket terusan dan list fasilitas yang didapat
Harga tiket terusan untuk dewasa adalah Rp. 70.000 dan untuk anak adalah Rp. 50.000. Dengan tiket terusan itu mendapatkan fasilitas sebagai berikut :
  • Bermain 1 kali untuk :
  1. Cinema 8 Dimensi (Harga non terusan : Rp. 30.000)
  2. House of Terror (Harga not terusan : Rp. Rp. 25.000)
  3. Trampoline (Harga non terusan : Rp. Rp. 15.000)
  • Bermain sepuasnya untuk :
  1. Bianglala (Harga non terusan : Rp. 10.000)
  2. UFO Bicycle (Harga non terusan : Rp. 10.000)
  3. Sepur Mini (Harga non terusan : Rp. 5.000)
  4. Sepur Kluthuk (Harga non terusan : Rp. 5.000)
  5. Cangkir Puter (Harga non terusan : Rp. 10.000)
  6. Komidi Puter (Harga non terusan : Rp. 10.000)
  7. Bumper Car (Harga non terusan : Rp. 10.000)
  8. Flying Chair (Harga non terusan : Rp. 15.000)
  9. Flying Fox (Harga non terusan : Rp. 15.000)
  10. Kopi puter (Harga non terusan : Rp. 10.000)
Karena kami ga yakin akan bisa memanfaatkan semua wahana permainan di atas, akhirnya kami memilih membeli tiket non terusan seharga Rp. 15.000 per orang. Lumayan dapet bonus naik Sepur Kluthuk gratis..hohoho.. Selain itu kami juga mendapatkan welcome drink berupa minuman teh gelas produk Kusuma Agro.
Tiket masuk SKE
Masuk area SKE kami disambut dengan beberapa tempat yang lagi dalam tahap renovasi. Hmm..saya jadi mikir kenapa kok renovasinya dilakukan pas long weekend gini ya? Kenapa ga kemarin-kemarin pas bukan musim liburan. Hmm, mungkin renovasi ini untuk target akhir tahun ini kali ya. Siapa tau jumlah pengunjung akhir Desember bakal melonjak drastis.

Wahana permainan yang kami coba pertama kali adalah Sepur Kluthuk. Sembari menunggu kuota kereta ini penuh, suami teman saya mencoba wahana Flying Chair. Mirip banget sama yang ada di Batu Night Spectacular (BNS), tapi kalau di BNS pengangannya rantai. Waktu belum berputar sepertinya wahana ini ga ada serem-seremnya. Namun setelah muter, waduhh..ngerii..ternyata muternya cepet. Ada ibu-ibu yang merem sambil teriak-teriak saking ketakutannya..
Penampakan Flying Chair
Horay wahana Sepur Kluthuk yang ditunggu-tunggu rupanya sudah ramai peminatnya, akhirnya kami masuk ke gerbong kereta mini ini. Kereta ini punya jalur rel tersendiri. Jalurnya mengelilingi area yang direncanakan sebagai taman SKE. Tahun lalu pas naik kereta ini, taman ini masih gersang. Dan sekarang tampaknya belum ada perubahan, masih juga gersang. Sebelum kereta berangkat ga ada salahnya kami wefie dulu ya. Wajah anak-anak lagi tanpa ekspresi karena ngantuk. Tapi Sakha tetep merengek-rengek buat naik kereta ini..hahaha..
Wefie dulu
Sepur Kluthuk ini jalannya sangat pelan. Sama orang jalan aja masih cepetan orang jalan..hahaha.. Tapi tetep enak lah duduk di kursi sambil menikmati taman yang belum jadi diiringi dengan hembusan semilir angin. Selesai menikmati wahana Sepur Kluthuk kami lanjut ke wahana Bumper Car. Rencanya para bapak-bapak dan anak-anak saja yang akan menaiki Bumber Car ini. Wahana ini sangat banyak peminatnya. Pas Sakha naik ini sama ayahnya, dia heboh banget. Seneng banget dia apalagi saat ditabrak.. :D
Sakha dan ayah naik Bumper Car
Karena waktu dzuhur sudah tiba, saatnya kami bergantian sholat di mushola SKE. Selesai sholatpun kami masih leyeh-leyeh menikmati kesejukan angin disini. Jadi walaupun siang itu sangat panas, masih ada lah sisi-sisi sejuknya. Puas beristirahat kami menuju ke wahana selanjutnya yaitu Komidi Puter. Karena pas di Taman Pelangi beberapa waktu lalu Sakha ga berani naik kuda-kudaan, akhirnya kami memilih tempat duduk di kursi saja. Sekarang giliran saya yang nemenin Sakha main.


Sakha demen banget naik Komidi Puter ini. Anak temen saya juga seneng. Ya kayaknya semua anak bakal seneng deh..hehehe.. Lha wong emaknya aja seneng.. :D
Candid nih ye..
Di sebelah wahana Komidi Puter ini terdapat wahana yang kayaknya bakal bikin kepala pusing, yaitu Cangkir Puter. Bentuknya kayak cup es krim raksasa gitu trus dia muter-muter lama banget. Pas saya lihat itu ada sekelompok remaja-remaja yang teriak ke mbak penjaga "Mba sudah mba, pusing mba ga kuat" :D
Penampakan Cangkir Puter
Selesai berpusing ria di area Komidi Puter, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di area Food Court sambil menunggu matahari tidak terlalu terik, karena kami akan menikmati Bianglala..yeiii.. Di area ini hanya beberapa stan aja yang buka. Saya juga heran, padahal tahun lalu sangat ramai. Apa mungkin karena masih siang jadinya sepi ya. Mungkin kalau sore atau malam bakal rame seperti tahun lalu.

Karena matahari tak kunjung sembunyi di balik awan sedangkan waktu sudah beranjak semakin sore, akhirnya diputuskanlah tetap naik Bianglala walaupun sambil berpanas-panas ria. SKE mengklaim bahwa Bianglala miliknya adalah yang tertinggi di Indonesia lhoo. Yuk mari naik! Bianglala ini ga berhenti berputar, jadi saat naik atau turun kita harus setengah melompat dan harus cepat. Kalau naik, kaki kanan dulu ya biar aman. Kalau turun baru kaki kiri dulu.. :D

Saya sudah pernah naik Bianglala ini tahun lalu, tapi saya tetap merasa takut. Mungkin karena sekarang saya naik di siang hari, jadi saya dapat melihat pemandangan Jogja dengan jelas..dan saya merasa ngeri. Kalau tahun lalu kami ga bisa berfoto karena naiknya malam, sekarang kami sempatin berfoto walaupun saya agak tegang.
Wefie dengan kepanasan
Bianglala ini muternya lama, karena emang tinggi banget. Jujur saya ga berani lihat bawah. Cemen banget kan ya..padahal saya yang ngebet naik Bianglala ini. Oh ya mau tau gimana rasanya naik Bianglala di siang bolong? Panas sekaliii bok. Untung pas nyampe puncak atas semilir angin mulai terasa. Bagi yang pengen adrenalinnya terpacu, boleh lah Bianglala ini dicoba..hehehe..

Karena hari sudah beranjak sore, akhirnya kami putuskan untuk pulang. Sebelum mengantar teman pindah hotel di daerah stasiun, kami mampir ke Gudeg Yu Djum dulu untuk mengisi perut. Jujur aja ini baru pertama kali saya dan suami makan di Gudeg Yu Djum.. :D

Nah demikianlah keseruan kami berwisata ke SKE. Bagi para pembaca yang bingung akan destinasi wisata keluarga, SKE ini bisa dijadikan alternatif lho. Saya sarankan dateng ke SKE ini saat sore atau malam hari. Selain agar tidak kepanasan, mengingat jumlah pohon di SKE ini ga terlalu banyak, dengan berkunjung di sore hari pengunjung bisa menikmati sunset di atas Bianglala. Kalau di malam hari, pemandangan kerlip-kerlip lampu dari atas Bianglala tentunya sangat sayang untuk dilewatkan. Seru banget pastinya.. Selamat mencoba ya.. :)

Ringkasan :
Nama Tempat : Sindu Kusuma Edupark (SKE)
Alamat : Jalan Jambon, Sinduadi, Mlati, Kab Sleman (dekat dengan Jalan Magelang KM 2)
Jam buka : 15.00 - 22.00 (weekdays), 10.00 - 22.00 (weekend dan hari libur nasional)
Harga tiket terusan : Rp. 70.000 (dewasa), Rp. 50.000 (anak-anak)
Harga tiket non terusan : Rp. 15.000
Rate : 4/5

Sumber Gambar :
Patung SKE : http://www.kusuma-edupark.com/images/a2.jpg

Minggu, 11 Desember 2016

Candi Prambanan Saat Long Weekend

Minggu, Desember 11, 2016 3 Comments
Long weekend minggu lalu saya sekeluarga tidak mudik ke kampung halaman, karena emang saya dan suami lagi nabung cuti buat mudik pas lebaran nanti. Setelah di hari Sabtu kami lewatkan untuk jalan-jalan yang tidak direncanakan ke Jogja City Mall, tepatnya di Amazone playgroud, hari Minggunya kami berencana untuk ketemuan dengan teman kuliah kami yang lagi travelling ke Jogja.

Acara jalan-jalan teman kami sekeluarga di Minggu pagi adalah ke Keraton Jogja, namun saya dan suami ga bisa nemenin karena suami lagi ga enak badan. Akhirnya pada sore hari sekitar jam 15.00, kami sepakat untuk ketemuan di Candi Prambanan. Saya sekeluarga berangkat jam 3an, nyampe di daerah jalan Bakpia Djava dekat bandara terjadi kemacetan. Akhirnya saya menelepon teman saya yang lagi menunggu bus trans Jogja di Malioboro untuk mengabari tentang kemacetan ini. Sempat ragu juga apakah ga kesorean untuk berangkat ke Prambanan. Namun akhirnya kami sepakat tetap ketemuan disana.

Saya sekeluarga sampe di Prambanan sekitar pukul 16.30. Alhamdulillah kami dapet parkiran mobil. Jadi pas kami masuk area parkir ada kendaraan yang keluar, pas deh. Suasana parkiran saat itu sangat ramai, banyak sekali mobil yang ga dapet parkiran, akhirnya banyak mobil yang diparkir di jalan.

Masuk ke area pembelian tiket pun ga kalah ramai. Sangat padat sekali. Harga tiket terusan Candi Prambanan - Candi Ratu Boko adalah Rp. 50.000 untuk dewasa. Sedangkan harga tiket untuk Candi Prambanan saja adalah Rp. 30.000 untuk dewasa. Untuk Sakha belum dikenakan biaya tiket karena usianya masih di bawah 6 tahun.

Pada saat antri membeli tiket ini ada seorang bapak yang menawarkan 2 tiket yang sudah diprint seharga Rp. 50.000. Karena gerak-geriknya mencurigakan akhirnya saya tinggalin bapak itu. Ternyata setelah kami dapet tiketnya di loket, penampakan tiketnya itu hanya seperti kertas struk kecil yang bergambar barcode. Nah barcode itu nanti yang akan discan petugas di pintu masuk. Apa kabar ya kalau misalnya ada orang yang beli tiket ke bapak yang mencurigakan tadi, lalu pas discan ternyata ga bisa? Semoga ga ada yang mengalami itu. Jadi saran saya belilah tiket hanya di loket resmi.
Penampakan tiket masuk Candi Prambanan
Masuk di area Candi Prambanan kami disambut dengan kolam air mancur. Sakha demen banget. Dia heboh minta difoto di dekat air mancur. Akhirnya kami narsis dulu lah di sekitar air mancur.
Sakha bahagia ketemu air mancur
Itu air mancur ama, kata Sakha
Jam sudah menunjukkan pukul 16.45, belum ada kabar dari teman saya. Setelah saya cek, ternyata hp saya ga ada sinyal internet. Akhirnya kami memilih untuk pindah tempat ke area padang rumput di sekitar candi. Sampai di padang rumput Sakha juga sangat happy. Kami memang sengaja ga pengen mendekati area candi karena tahun lalu kami sudah pernah jalan-jalan kesini. Capek buk, kalau bawa anak-anak jalan-jalan ke candi. Akhirnya kami main lari-larian di padang rumput aja.. :D
Ya beginilah kalau ga bawa tongsis
Sakha demen banget bisa lari-larian di rumput
Kalau ini lagi mainan rumput
Itu apa ama?
Sekitar pukul 17.17 teman saya mengabari kalau ternyata dia sudah sampe di depan loket. Sangat disayanhkan sekali karena loket tiket sudah tutup. Saya baru menyadarinya ketika saya lihat tulisan di tiket masuk, ternyata jam buka candi ini adalah mulai pukul 06.00 sampai pukul 17.15. Saya sedih sekali karena teman saya ga bisa masuk ke area candi, karena dia sekeluarga udah jauh-jauh datang dari Malang. Akhirnya saya dan suami saya keluar area candi dan menemui teman saya di dekat pintu loket.

Akhirnya kami bercerita dan bersantai disana sambil menunggu jam sholat maghrib tiba. Kami sholat di mushola candi Prambanan sembari nunggu lalu lintas pintu keluar candi sepi. Kira-kira sekitar pukul 19.00 kami sukses keluar dari area candi. Antrian kendaran keluar candi ini sangat tidak umum, padat merayap.

Kami memutuskan untuk mengisi perut yang kosong di daerah bawah jembatan Janti. Setelah perut terisi kami menuju hotel tempat teman kami menginap di area Malioboro. Bisa ditebak kan gimana suasana lalu lintasnya? Sangat ramai sekali. Semua kendaraan tumpek blek disana..hahaha..

Besok pagi teman saya memiliki rencana untuk mengunjungi De Mata museum. Saya sangat tertarik sekali karena emang disana banyak sekali spot-spot unik untuk berfoto. Namun suami saya mengingatkan kalau sekarang adalah long weekend, pasti banyak sekali orang yang datang ke museum itu. Takutnya karena udah penuh dengan banyak orang, jadinya ga bisa menikmati untuk foto-foto. Akhirnya saya mengusulkan untuk pindah destinasi yaitu ke Sindu Kusuma Edupark (SKE) karena saya punya kartu membernya, teman saya pun menyetujuinya :D Gimana keseruan kami menjelajahi SKE? Nantikan di postingan selanjutnya ya..

Baca : Sindu Kusuma Edupark (SKE), Alternatif Wahana Rekreasi Keluarga di Jogja

Back to topic, jadi begitulah keadaan Candi Prambanan saat long weekend tiba. Tempat parkir yang padat kendaraan dan antrian super panjang pembeli di loket merupakan pemandangan umum saat weekend. Untuk para pembaca blog saya yang pengen menikmati Candi Prambanan tanpa takut terjebak ramai, mungkin bisa datang kesini lebih pagi. Semoga weekendnya menyenangkan ya. See ya.. :)

Sabtu, 10 Desember 2016

Main Sepuasnya di Amazone Jogja City Mall (JCM)

Sabtu, Desember 10, 2016 3 Comments
Sabtu pagi ini saya sekeluarga punya rencana untuk pergi ke Jogja City Mall (JCM). Ayah Sakha mengajak ke JCM bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk mengurus perpanjangan SIM C. Berdasarkan info yang beliau dapat, terdapat gerai SIM Corner di JCM yang buka mulai pukul 10.00 sampai 14.00 di hari Sabtu, namun per hari hanya dibatasi 100 pendaftar saja.
Sampai di JCM kami menanyakan petugas security dimana letak SIM Corner. Ternyata SIM Corner terletak di sisi pojok depan Lantai 1, tepatnya di sebelah Pasar Jogja. Jam 10.00 tepat kami datang, ternyata sudah banyak orang berkumpul di depan SIM Corner. Suami saya menanyakan ke petugas, apakah bisa SIM daerah kota Probolinggo diperpanjang disini. Ternyata tidak bisa sodara-sodara. SIM Corner di JCM hanya khusus untuk perpanjangan daerah DIY aja, untuk luar kota bisa ke SIM Corner di daerah bundaran UGM. Waduh, minggu depan aja deh ngurus SIMnya kalau gitu. Lebih baik kita jalan-jalan di mall aja, gitu kata suami saya...hehe.. yuk cuzz..
Kami jarang banget ke mall ini, karena kami seringnya jalan-jalan ke Lippo Plaza. Nah daripada jalan-jalan ga jelas, akhirnya saya kepo ke google tempat mainan anak apa aja yang terdapat di mall ini. Ternyata di JCM ini ada wahana permainan anak dan dewasa bernama "Amazone". Dari gambar di google sih menarik, yuk langsung cuzz kesana..


Amazone ini terletak di Lantai 2, tepatnya di sekitar food court JCM. Masuk area ini kami disambut dengan penampakan patung monster-monster besar yang lucu. Berasa kayak masuk dunia lain gitu deh..hehehe.. Saya heboh sendiri, minta foto sana sini, ya maklum lah di zaman saya kecil ga ada wahana permainan kayak gini. Paling mentok ya ke pasar malam buat liat tong edan, masuk rumah hantu atau naik bianglala versi KW..hehehe.. #malahcurcol
Ini makhluk apa Sakha?
Kira-kira dia udah sikat gigi belum Sakha?
Masuk area permainan ini kami disambut dengan deretan odong-odong berbagai jenis bentuk hewan. Di bagian tengah area terdapat komedi putar yang kayaknya bisa dinaikin orang dewasa juga. Ada pula semacam bianglala mini berbentuk balon udara gitu, tapi ga ngerti bisa dinaikin orang dewasa atau engga. Segala jenis permainan video seperti dingdong pun tersedia disini. Di bagian sisi kanan pintu masuk terdapat area Kidzone, yaitu wahana khusus anak-anak seperti kereta keliling, prusutan, mandi bola, area ketangkasan dan lain-lain. Di belakang area Kidzone terdapat area Bom Bom Car.
Komedi putar yang kayaknya bisa dinaiki orang dewasa
Si Bianglala mini
Di sisi kanan pintu masuk terdapat area Cinema 4D, permainan bola basket, area permainan ambil boneka, juga terdapat area khusus musik. Lengkap banget dah pokoknya.. :D
Tau di area ini terdapat tempat mandi bola, Sakha langsung merengek minta kesana. Akhirnya saya beli tiket masuk untuk area Kidzone. Hmm..karena saya pertama kali kesini, jadinya sempat bingung juga gimana tata cara beli tiketnya. Ternyata untuk membeli tiket kita harus menuju bagian pendaftaran yang terletak di area belakang. Harga tiket yang berupa kartu member itu adalah Rp. 50.000, yang berisi juga saldo sebesar Rp. 50.000. Minimum top up saldo adalah Rp. 20.000. Untuk pembayaran permainan, menggunakan sistem gesek kartu yang otomatis akan memotong saldo.

Harga tiket di area Kidzone adalah Rp. 35.000 saat weekdays dan Rp. 40.000 saat weekend. Ga ada batas waktu main dalam area Kidzone. Karena ini memang tarif main sepuasnya, namun hanya berlaku dalam hari yang sama. Jadi misal capek main, kita keluar dulu buat beli makanan trus balik ke Kidzone lagi boleh lhooo..Seru kan..hohoho.. Saya baru tau juga kalau area Kidzone ini adalah area wajib memakai kaos kaki. Jadi kalau kita ga bawa kaos kaki, wajib beli disini seharga Rp. 5.000 per pasang. Begini penampakan peraturannya :
Harga tiket Kidzone
Peraturan area Kidzone
Dalam peraturannya memang anak seumuran Sakha disarankan untuk didampingi 1 pendamping saja, namun saya dan ayah Sakha diizinkan bersama untuk mendampingi Sakha. Mungkin karena area Kidzone masih sepi karena baru buka jadinya diizinin..makasih ya mas penjaga :D Selesai saya membayar, mas penjaga memasang gelang tanda bukti di tangan Sakha. Selain itu memberikan 3 pasang kaos kaki kepada kami. Selesai memasang kaos kaki, kami masuk ke area Kidzone ini, ternyata tempatnya luas dan bertingkat-tingkat sodara-sodara.. :D

Sakha demen banget pas masuk area mandi bola, dia heboh banget dan betah lama disana. Sakha lempar bola-bolanya nya ke atas sambil berusaha berjalan tegak di tengah lautan bola. Tapi akhirnya jatuh juga..hahaha.. Tempat mandi bola disini keliatan bersih dan terawat. Di sisi pojok area mandi bola terdapat tangga yang bisa digunakan menuju area permainan di atas. Di atas area ini terdapat tempat memasukkan bola, jadi kalau ada yang berhasil masukin bola akan ada suara-suara hewan yang berbunyi.
Horee Sakha mandi bola
Bosan di area mandi bola Sakha keluar dan main di area lorong Kidzone. Terdapat banyak permainan ketangkasan disana, seperti memutar huruf, memencet lampu laba-laba, sansak tinju, halang rintang jalan, prusutan, naik tangga, tembak bola, jalan gorong-gorong, dll. Tentunya mainan ini sangat menguras tenaga dan keringat emak dan bapak Sakha..hahaha..
Memutar huruf
Prusutan
Naik tangga
Lorong jaring-jaring
Halang rintang
Tembak bola
Jalan gorong-gorong
Woooww, banyak banget kan jenis mainannya. Saya dan suami sampe capek nurutin Sakha yang pengen naik turun tangga. Akhirnya Sakha bosen juga setelah dia lihat ada anak yang naik kereta keliling. Akhirnya dia merengek pengen naik kereta. Oke lah daripada saya dan suami capek mendampingi Sakha naik turun tangga, yuk naik kereta saja.. :D

Tarif naik kereta keliling ini adalah Rp. 15.000. Untungnya saya udah top up saldo Rp. 20.000. Jadi pas deh. Yang Rp. 40.000 buat masuk Kidzone, Rp. 15.000 untuk 3 pasang kaos kaki dan Rp. 15.000 terakhir untuk naik kereta keliling. Kereta disini besar dan bersih, bentuknya juga lucu. Yah pokoknya mainan disini terawat semua ya apa mungkin karena masih baru ya..

Sekali lagi Sakha heboh dan demen banget naik kereta keliling, walaupun Sakha ga keliatan ketawa di foto..hahaha..karena emang dia ga fotogenik.. Sekedar info saja, dulu Sakha ga berani sama sekali untuk naik kereta keliling atau naik odong-odong. Baru ditaroh di kursi dia udah nangis..hahaha.. Akhirnya saya dan suami rajin latih Sakha ke JEC hari minggu pagi buat naik kereta mini, lama-kelamaan dia berani lepas dari emak bapaknya. Good job tole..
Naik kereta gambar gajah kata Sakha
Sekali-sekali senyum kayak ama dong..
Kira-kira kereta ini muter sebanyak 10 puteran. Selesai naik kereta kami memutuskan untuk pulang, karena emang tenaga kami udah habis buat nemenin Sakha main. Lhaa ini Sakhanya malah udah ngantuk, teler gitu dia..hahaha.. Tapi sebelum pulang saya tetep ngeyel ke suami buat minta tolong difotoin di bawah pohon sakura artificial di bagian depan mall.. Ya gimana ya soalnya bagus banget sih pohonnya, jangan salahkan kalau naluri kenarsisan saya muncul.. :D
Maaf ya Sakha, izinkan ama narsis sebentar
Nah itulah keseruan kami melewatkan jalan-jalan yang sebelumnya tak direncanakan ke JCM ini, tepatnya di wahana permainan Amazone. Bagi ibu-ibu yang bingung mau ngajak si kecil main kemana, Amazone ini bisa dijadikan destinasi yang tepat lho..mengingat dengan Rp. 40.000 saat weekend si kecil bisa main sepuasnya di tempat yang bagus dan bersih..hehehe.. Selamat main ya.. :)

Ada juga pilihan playground di mall lain yang kebetulan udah pernah Sakha coba di Lippo Plaza dan Hartono Mall. Sapa tau kalau mau melepas stress disana juga oke..

BacaBahagia Dengan Rp. 25.000 di Kiddy Playland Lippo Plaza Jogja

Baca : Serunya Main di Fun World, Hartono Mall Jogja

Ringkasan :
Nama Tempat : Amazone 
Lokasi : Jogja City Mall, lantai 2
Jam buka : 10.00 - 22.00
Kartu member baru : Rp. 50.000 (saldo Rp. 50.000)
Minum top up : Rp. 20.000
Harga tiket Kidzone : Rp. 35.000 (weekdays), Rp. 40.000 (weekend) sepuasnya
Rating : 4.8/5 

Jumat, 09 Desember 2016

Water Doodle, Belajar Mewarnai Tanpa Takut Berantakan

Jumat, Desember 09, 2016 2 Comments
Suatu ketika saat asik berinstagram ria, saya liat ada mainan unik yang dijual salah satu toko online. Pas saya liat video tentang mainan ini saya sangat tertarik pengen beli buat Sakha. Karena saya adalah tipe ibuk-ibuk yang ga tahan kalau liat mainan lucu, langsung deh saya membelinya. Padahal saya adalah tipe orang yang tahan shopping baju, kosmetik atau produk fashion lainnya.. :D #curhat

Yap, mainan ini adalah Water Doodle 2in1 Cards. Dari dulu saya sangat tertarik dengan water doodle. Apalagi ini ada embel-embel 2in1, jadi bikin makin penasaran. Jadi gimana spesifikasi mainan ini dan apa kelebihannya?
Kardus Water Doodle 2in1 tampak belakang
Mainan ini memiliki 3 tema, yaitu Hewan, Dinosaurus dan Transportasi. Saya membeli yang tema Hewan. Harga sepaketnya adalah Rp. 95.000. Berbeda dengan order custom busy book untuk Sakha yang saya lakukan manual lewat instagram. Saya order water doodle ini lewat Shopee, sehingga bebas ongkir. Jadi alangkah baiknya sebelum order manual via instagram, pembeli sebaiknya tanya-tanya ke penjual dulu apakah toko penjual memiliki account e-commerce yang menyediakan fitur free ongkir. Lumayan bisa ngirit kan.. :)


Satu paket water doodle 2in1 ini terdiri dari 6 kartu board berukuran 18 x 19 cm, dengan tebal 0.8 cm. Kenapa 2in1? Karena di satu sisi bagian depan yang full colour adalah berupa puzzle, sedangkan sisi belakang yang hitam putih merupakan bagian untuk mewarnai menggunakan water pen.
Bagian puzzle jerapah
Bagian puzzle singa
Hmmm, water pen..apa itu? Water pen merupakan pulpen yang diisi dengan air, outputnya ya berupa goresan air gitu. Jadi cara mainnya adalah isi water pen dengan menggunakan air, lalu biarkan anak mewarnai sisi kartu yang berwarna hitam putih. Kartu hitam putih tersebut akan berubah menjadi basah dan berwarna. Setelah selama 3-5 menit, kartu akan kembali kering dan berwarna hitam putih seperti semula. Sehingga kartu tersebut dapat digunakan main lagi dan lagi. Seru sekali bukan.. :D
Bagian hitam putih yang bisa diwarnai
Di paket yang bertema hewan ini, terdapat 6 jenis kartu masing-masing bergambar hewan seperti Harimau, Gajah, Singa, Kelinci, Jerapah dan Zebra. Bahan kartunya bagus dan tebal, jadi sepertinya bakal awet. Gimana reaksi Sakha dengan mainan ini? Karena Sakha belum begitu mahir dalam memegang pulpen, dia lebih antusias saat memainkan puzzle nya. Ga bosen dimainin berkali-kali, kalau water doodle nya dia main 1 kali udah bosen. Ya mungkin karena dia belum suka kegiatan mewarnai. PR buat saya nih supaya Sakha seneng mewarnai.. :)

Trus apalagi kelebihan dari mainan ini? Dengan mainan ini anak dapat belajar mewarnai tanpa takut kotor dan berantakan. Bahan yang digunakan pun ga beracun. Jadi water doodle ini gampang dibawa kemana-mana, misalnya saat perjalanan di mobil atau saat sedang berada di tempat umum. Sehingga orang tua ga perlu risau akan tragedi krayon hilang atau tragedi krayon yang mengotori tempat umum :D

Di kotak kemasan water doodle ini bertuliskan label 3+, brarti direkomendasikan untuk anak berumur 3 tahun ke atas. Tapi online shop yang jual menuliskan mainan ini cocok untuk usia 1,5 tahun ke atas. Saat ini Sakha belum genap 3 tahun, tapi saya udah beliin mainan ini..hehe..dasar emak Sakha kepo. Secara ga sadar ada beberapa maianan Sakha lainnya yang memiliki label 3+. Menurut saya asal orang tua mendampingi anak saat bermain, tidak jadi masalah jika anak memakai mainan yang seharusnya disarankan untuk range di atas usianya.

Jadi gimana buibu semua? Kalau ibu pengen sekali-sekali melihat anak mewarnai tanpa takut mengotori rumah atau takut ada krayon yang berceceran dimana-mana, mainan water doodle 2in1 ini bisa jadi pilihan yang tepat lho. Selamat mencoba.. :)

Update 13 Mei 2017 :
Sakha udah mulai tertarik dengan dunia mewarnai. Selain seneng mewarnai dengan krayon, yang hasilnya masih berantakan, Sakha juga udah mulai demen mewarnai water doodle ini. Sakha lumayan anteng pas mewarnai ini. Pas kartu hewannya udah selesai diwarnai, dia heboh banget. Wohooo.. Saya juga jadi ikut heboh...
Sakha anteng mewarnai

Ringkasan :
Nama Mainan : Water Doodle 2in1
Spesifikasi : 1 kotak terdiri dari 1 water pen dan 6 buah kartu, bagian atas merupakan bagian water doodle, bagian bawah merupakan puzzle 
Harga : Rp. 95.000 per kotak
Jenis : Hewan, Transportasi dan Dino
Rating : 5/5 
 

Follow Me @granitprihara