Minggu, 14 Agustus 2016

# asi # mom & kids

Cerita Menyapih Sakha tanpa Drama


Bulan Agustus ini tepatnya tanggal 10, Sakha sudah tepat berumur 2 tahun. Artinya Sakha udah ga mimik ASI lagi. PR buat emaknya bertambah satu lagi yaitu menyapih. Dari pengalaman teman-teman saya, menyapih ini susah-susah gampang. Ada yang menyapih dengan metode WWL (Weaning with Love), menyapih pake cara PDnya dikasih pahit-pahitan, ada pula yang PDnya dikasih obat merah atau betadine supaya anaknya jijik dan ga mau mimik lagi. Ada juga pengalaman teman yang menyapih menggunakan metode WWL namun gagal, ujung-ujungnya minta bantuan orang pinter..hmmm..itu semua membuat saya galau...

Di bayangan saya ini menyapih Sakha adalah sesuatu yang sangat sulit, karena Sakha bertipe "neneners sejati"..hahaha..kalau Sakha udah liat wajah emaknya mintanya nenen terus. Apa bisa saya menyapih Sakha dengan metode WWL? Karena saya ga terlalu yakin dengan itu. Pas jenguk bayi teman, saya sharing-sharing soal kegalauan menyapih ke teman saya. Teman pun memberikan 'mahoni' kering untuk menyapih, karena dulu dia juga menggunakan resep itu ketika WWL ga berhasil. Saya terima aja siapa tau berguna.. :)

Pas waktu mudik lebaran tahun ini berkumpulah keluarga besar saya. Rata-rata mereka menanyakan Sakha umur berapa. Waktu itu Sakha berumur 23 bulan, which is bulan depan udah 2 tahun. Saudara-saudara banyak menceritakan kisah menyapih anaknya waktu zaman dahulu. Rata-rata mereka menggunakan batang 'brotowali'. Disarankanlah saya memakai itu untuk menyapih Sakha. Oleh-oleh batang 'brotowali' pun saya terima untuk dibawa balik ke Jogja :D

Jadi sekarang saya punya 'mahoni' dan 'brotowali' untuk pilihan menyapih Sakha dengan cara kasar...yeii..but wait, mari kita coba cara halus dulu yaitu WWL. Karena saya parno duluan bahwa menyapih itu bakal membutuhkan waktu lama, akhirnya saya bertekad sebelum Sakha tepat umur 2 tahun Sakha udah harus belajar disapih. Saya memulai penyapihan kira-kira 10 harian sebelum Sakha ultah yang kedua.

Baca : Happy 2th Birthday Sakha :D!!

Sakha suka banget saya nyanyikan lagu "nina bobok", bahkan kami sering menyanyi bersama sebelum bobok. Saya masih ingat malam itu tanggal 31 Juli sebelum bobok saya iseng-iseng bilang ke Sakha, "Sakha ga usah mimik ama ya, kan Sakha udah gede..nanti pas sebelum bobok ama nyanyikan banyak lagu buat Sakha". Sakha jawab "iya" dengan manisnya. 

Saya mulai menyanyi sambil ngeloni Sakha sebelum bobok, di tengah-tengah menyanyi Sakha sering bilang "mimik ama". Saya langsung jawab "lhoo..katanya tadi ga mimik ama,,katanya mau nyanyi aja" sambil mengambil air putih untuk mengalihkan perhatian Sakha. Sakha langsung mimik air putihnya dan mapan tidur lagi. Saya "puk-puk" pantat Sakha sambil menyanyi-nyanyi dan tak lama kemudian Sakha bobok. AJAIB :D

Drama kecil dimulai tengah malamnya, Sakha kebangun nangis sambil merem. Biasanya kalau ada kejadian kayak gitu saya langsung nenenin Sakha supaya dia mimik lalu bobok lagi. Nah saat itu karena saya lagi semangatnya ngetest penyapihan Sakha, saya langsung gendong Sakha lalu di "puk-puk" punggungnya. Setelah tangisannya reda, saya bobokkan Sakha lagi di kasur..dan Sakha bobok lagi.. AJAIB :D

Kejadian itu juga terulang di jam-jam sebelum subuh, saya juga melakukan hal yang sama yaitu gendong sambil di "puk-puk", setelah bobok ditaroh di kasur lagi.. dan Sakha bobok lagi..begitu seterusnya.

Mungkin saya tertolong karena Sakha Senin sampai Jumat di waktu pagi sampai sore itu dititipkan di daycare. Jadi saya cuma memikirkan gimana menyapih Sakha waktu pagi, malam dan di saat weekend.  Tapi ya susah juga soalnya kalau Sakha liat emaknya pengennya nenen langsung, ga mau ASIP atau minum susu UHT..huhuhu..

Oh ya balik ke proses penyapihan, malam pertama (malam minggu) waktu itu berhasil, gimana hari minggunya? Pagi-pagi Sakha udah rewel pengen "mimik ama". Untuk dibujuk pakai nyanyian pun kayaknya dia udah bosan masak nyanyi-nyanyi mulu. Akhirnya tiba-tiba muncul aja di pikiran saya gimana kalau Sakha agak sedikit dibandingin sama temen-temennya :D Jurus baru pun secara spontan datang. Kurang lebih percakapan saya sama Sakha seperti ini :

Sakha : "Mimiik amaaa..mimik amaaaa"
Saya : "Lhoh..Sakha mau mimik ama? kan Sakha udah gede..Oh ya ama mau tanya sih, emang Sakha pernah tau Aisha sama Mas Rendy mimik amanya?"
Sakha : "Engga ama".
Saya : "Oh iya ya, Aisha sama mas Rendy itu mimik cucu tat (baca : susu coklat) ya". Padahal mereka masih mimik ASIP lho. Cuman kan Sakha ga pernah liat mereka mimik mamanya :D
Sakha : "Iya ama" 
Saya : "Nah Sakha mimik cucu tat juga ya, Sakha kan udah gede, malu sama Aisha sama mas Rendy kalau Sakha masih mimik ama".
Ga disangka Sakha mengangguk sambil bilang "Sakha mimik cucu tat".

Saya pun langsung mengambil susu ultra mimi cokelat untuk diminum Sakha. Ceritanya Aisha dan mas Rendy ini adalah temen akrabnya Sakha di daycare. Mereka bertiga seumuran dan sering main bareng-bareng. Aisha dan mas Rendy adalah dua orang pertama yang disebutkan waktu ditanya di daycare main sama siapa :D

Hore..jadinya saya punya 2 jurus, yang pertama adalah mengalihkan perhatian Sakha dari minta nenen ke nyanyi bersama dan yang kedua adalah membandingkan Sakha dengan teman mainnya. Sebenernya ga boleh juga sih ya bandingin anak satu dengan yang lainnya. Tapi saya udah keceplosan dan keceplosan itu berhasil, jadinya keterusan.. :D

Dua jurus itu sangat ampuh bagi saya. Ketika Sakha rewel malam-malam nangis kebangun dari tidurnya pernah saya kasih susu UHT, tapi dia ga mau. Ternyata dia maunya minum air putih dan setelah minum dia tidur lagi. Alhamdulillah dengan dua jurus itu penyapihan Sakha berjalan lancar. Oh ya ada jurus tambahan lagi yaitu pastikan sebelum tidur anak merasa kenyang. Sebelum bobok biasanya Sakha saya kasih cemilan semacam koko crunch, roti marie, sosis, atau bahkan dia ikut makan malam lagi walaupun cuma beberapa sendok. Akhirnya di tengah malam dia ga kebangun.

Oh ya proses penyapihan Sakha sempat membuat saya mellow. Waktu itu ada kejadian yang tak terduga, yaitu Sakha jatuh dari motor dan harus dijahit. Otomatis kondisi badan Sakha drop, bahkan sempat muntah-muntah. Saya ga tega, gimana dia dapet asupan gizi lha wong maemannya aja dimuntahin. Saya sempat kepikiran untuk menyusui Sakha lagi, tapi setelah diskusi sama ayahnya Sakha beliau ga menyetujui. Ayah Sakha berpendapat kalau Sakha nenen lagi nanti ke depannya akan sulit untuk menyapihnya lagi. Saya juga teringat cerita teman saya yang akhirnya gagal menyapih dengan WWL karena di tengah-tengah proses penyapihan si ibu ga tega dan akhirnya memberikan ASI lagi.

Baca : Bunda Panik, Nak!!

Akhirnya pas sakit itu Sakha ga nenen. Saya berusaha menguatkan hati. Alhamdulillah Sakha ga rewel cari nenen, dia kebanyakan pengen dipeluk dan dan dinyanyikan lagu anak-anak. Alhamdulillah proses penyapihan Sakha berjalan lancar. Semoga ibu-ibu yang lain lancar ya proses menyapih anaknya. Mungkin beberapa hal ini perlu diperhatikan saat menyapih :
  1. Teguhkan niat dan hati ibu atau orang-orang di sekitar ibu bahwa menyapih ini adalah demi kebaikan.
  2. Ketahui minat atau hal-hal yang disukai anak-anak. Sehingga di saat menyapih, hal itu bisa dijadikan timbal balik. Di kasus Sakha, saya akan menyanyikan lagu favorit Sakha kalau dia engga minta nenen.
  3. Kurangi frekuensi menyusui dan alihkan dengan pemberian jus, susu atau makanan.
  4. Ajak komunikasi anak dan beri pengertian melalui kata-kata yang halus dan ajakan yang menyenangkan untuk berhenti menyusui.
  5. Selalu tunjukkan perhatian dan juga kasih sayang selama proses menyapih ini, misalnya dengan lebih sering mendekap, memeluk atau mencium anak agar dia tahu bahwa kita tetap menyayangi dia.
Semoga artikel ini dapat membantu ya... Semangat menyapih..semoga sukses :)

Sumber Gambar :
Bayi Menangis : http://2.bp.blogspot.com/-Ronrf_AGe8s/TZh2n6dTpCI/AAAAAAAAAag/3_k_WnaO9ho/s1600/baby+crying.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara