Jumat, 30 November 2018

Konsultasi Psikologi di Sekolah Sakha

Jumat, November 30, 2018 0 Comments
Ceritanya mulai tahun ajaran ini Sakha resmi pindah sekolah. Sekolah dengan "brand" yang baru, namun masih dengan lokasi, tempat, bunda dan yahnda pengajar yang sama. Bingung kan? Hahaha.. Jadi sekolah Sakha sebelumnya itu sistemnya franchise gitu deh, pernah saya ceritakan di postingan ini.

Sekolah Sakha yang baru ini menurut saya sistemnya lebih baik dari sekolah sebelumnya. Sakha masih mengulang KB (Kelompok Bermain), walaupun banyak teman-temannya yang udah masuk TK. Semua demi masuk SD menginjak umur 7 tahun.. Di sekolah Sakha ini setiap semester ada sesi konsultasi ke psikolog anak, gratis. Kebetulan Sakha dapet jadwal yang pas banget dengan jam istirahat kantor. Cuz dah saya dan ayah Sakha langsung datang.

Orang tua murid diberi waktu sekitar 20 menit untuk melakukan sesi konsultasi. Sebelumnya saya dan ayah Sakha udah menyiapkan hal-hal yang akan ditanyakan. Selebihnya biarkan let it flow aja. Sekarang saya mau sharing hasil konsultasi kami dengan psikolog di sekolah Sakha tadi ya. Semua ini berdasarkan kasus-kasus yang dialamin Sakha, siapa tau kejadian pada anak lain juga..


SENSITIF
Menurut kami, Sakha ini anaknya sensitif. Misalkan ada keinginan dia yang kami larang, maka Sakha akan langsung ngambek dan melipir ke pojokan. Dia akan diam gak mau diganggu. Drama banget lah pokoknya. Sakha seringnya begini tu pas kami larang untuk jajan. Kebetulan di dekat sekolah pas banget ada toko jajanan Jadi gimana sebaiknya kami sebagai orang tua menghadapi kasus anak yang sensitif atau gampang ngambek?

Bunda psikolog berkata sebenarnya ngambek itu sendiri merupakan respon anak dalam menghadapi kekecewaan. Respon tiap anak ini berbeda-beda, ada yang responnya kadang cuma diam, ada yang sedih, ada yang nangis-nangis, ada pula yang sampai tantrum teriak-teriak bahkan nendang-nendang. Tugas kita sebagai orang tua adalah tetap mendampingi anak, jangan malah dicuekin. Apalagi malah melabeli anak dengan sebutan negatif, misalnya sampe bilang "Ah kamu ini suka ngambek, dikit-dikit ngambek!". Jangan ya gengs, karena label tersebut akan terus diingat anak dan bisa-bisa tertancap di alam bawah sadar anak.

Untuk kasus Sakha yang berumur 4 tahun ini, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memberi pengertian bahwa tidak semua keinginan anak itu bisa dimiliki atau dikabulkan. Gali informasi dan tunjukkan empati pada hal yang dirasakan anak, misalnya "Sakha kenapa? Sakha sedih ya gak dibelikan jajan. Ama tau Sakha pengen jajan itu, tapi maaf ya Ama ga bisa belikan karena kemarin pas Ama belikan Sakha ga menghabiskan jajannya. Lain kali ya kita belinya".

Kalau misal anak tetap ngambek dan drama, ya udah kita sebagai orang tua diem aja dulu. Kasih kesempatan anak untuk berdamai dengan ketidaknyamanan tersebut. Yang terpenting kita tetap mendampingi di dekatnya, memastikan anak tetap aman dan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Dengan mendampinginya seperti itu anak jadi merasa diterima apa adanya.

Bunda psikolog juga menganalogikan kasus ini jika terjadi pada orang dewasa. Orang dewasa aja saat menghadapi rasa kecewa pasti responnya berbeda-beda juga, ada yang diem, nangis, sedih, dll. Orang dewasa jarang yang akan ngambek karena mereka sudah bisa mengungkapkan emosinya. Ketika mengalami kekecewaan orang dewasa akan lebih kalem dan akan mengutarakan kekecewaan itu lewat komunikasi verbal, sedangkan anak seusia Sakha mengutarakannya lewat tindakan.

Jadi menurut beliau tindakan ngambek itu wajar untuk anak seusia Sakha karena itu merupakan ekspresi dalam merespon kekecewaan. Kita sebagai orang tua diharapkan bisa mengenalkan berbagai macam emosi kepada anak supaya anak bisa memverbalkan emosi yang sedang dia rasakan. Ketika orang tua memahami emosi apa yang sedang dirasakan anak, anak akan merasa dihargai dan dimanusiakan. Seiring perkembangan usia nanti saat anak merasa tidak nyaman, dia akan lebih gampang menceritakan apa yang dia rasakan.

Oh ya btw mengenalkan emosi pada anak bisa dengan berbagai cara. Bisa dimulai dari kita sebagai orang tua sering menceritakan perasaan yang kita alami sehari-hari kepada si anak, misal "Sakha, hari ini Ama seneng banget bisa dapet pampers adik Sakhi dengan harga murah. Kalau Sakha biasanya seneng dan ketawa kalau kenapa?" .

Baca : Sakhi dan Diapersnya (Part 1)

Bisa juga kita membahas emosi saat kita lagi nonton video atau nonton TV bareng si anak, misal "Sakha, itu bus Tayo lagi sedih ya karena gak tau jalan pulang ke garasinya, dia juga takut kalau kesasar di kota karena dia gak tau jalan, kalau Sakha biasanya sedih karena apa?".

Bisa juga kita mengenalkan emosi dengan media buku. Buku Rabbit Hole yang berjudul Hmmm ini menurut saya recommended banget untuk orang tua  yang ingin lebih mudah mengenalkan emosi kepada anak.

Baca : Buku Rabbit Hole, Buku Unik Karangan Psikolog Anak


MAIN BARENG
Ini adalah pertanyaan dari ayah Sakha yang merasakan sedikit keanehan pada Sakha pas lagi di rumah. Ada suatu kondisi ketika rumah kami kedatangan tamu yang terdiri dari satu keluarga (ayah, ibu dan anak, sebut saja si anak ini Dipsy ya), Sakha malah lebih tertarik untuk mengajak main bareng ayah atau ibu dari Dipsy. Sakha malah lempeng-lempeng aja sama si Dipsy, kayak menganggap si Dipsy itu gak ada. Wah jadi harus gimana dong?

Waktu kami tanya hal ini ke bunda psikolog, beliau kayak kaget juga. Kami udah siap-siap mendapat jawaban worst case seperti Sakha itu kurang perhatian dari orang tuanya lah, makanya dia mencari perhatian ke orang tua lain..hahaha.. Tapi ternyata tidak. Beliau malah bertanya balik gimana respon kami saat Sakha melakukan hal tersebut. Kami menjawab kami akan mengajak Sakha main bareng dengan keluarga itu tadi, jadi semua main bareng. Dipsy, ayah dan ibunya, semua terlibat. Setelah Sakha asik dengan si Dipsy, baru deh kami tinggal.

Bunda psikolog bilang tiap anak membutuhkan waktu adaptasi dengan orang baru. Kemungkinan Sakha bingung juga harus bertindak gimana dengan si Dipsy tadi. Lhawong Dipsynya mungkin juga lempeng-lempeng aja. Mungkin Sakha mikir mengajak main teman baru bisa jadi masih membutuhkan waktu. Ada sesi diem-dieman awkward gitu kan pasti. Jadi dia punya ide, "Ah biar dapet respon yang cepet aku ngajak main ayah dan ibunya Dipsy aja deh".

Dan bener aja kan, ternyata setelah Sakha mengajak main ayah dan ibu Dipsy langsung direspon secara antusias. Jadinya besok dan besoknya akan tertanam di mind setnya dia akan ngajak main orang dewasa dulu karena aku suka respon cepat, mungkin gitu kata Sakha.

Bunda psikolog membenarkan respon yang kami lakukan, yaitu mengajak bermain bersama. Sakha membutuhkan arahan gimana dia harus bersikap dengan orang baru. Gimana caranya untuk mengajak main teman yang baru kenal. Tugas orang tua adalah menunjukkan cara-cara tersebut. Bunda psikolog juga menjelaskan pentingnya sounding ke anak. Contohnya saat anak akan main ke rumah keluarga jauh misalnya, jauh-jauh hari udah dijelaskan siapa saja yang akan ditemui disana, apa yang akan dilakukan, berapa lama, dll. Tentang sounding ini pernah berhasil saya terapkan saat mudik naik kereta beberapa waktu lalu btw.



SOUNDING
Akhirnya dua pertanyaan awal tadi jadi berkembang ke topik sounding. Jadi hasil sounding jauh-jauh hari itu ga semua berjalan smooth. Pas manasik haji ke dua kalinya kemarin Sakha rewel sampe nangis-nangis tantrum gara-gara ga sabar pengen main. Padahal sebelumnya udah saya sounding kalau manasik haji itu asik, seru. Sakha juga janji ga akan rewel saat manasik haji.

Eh pada kenyataannya Sakha tetap rewel. Padahal saya udah sounding jauh-jauh hari dan kayaknya Sakha antusias juga lho dengan sounding saya. Bunda psikolog bilang bisa jadi sounding yang saya lakukan kurang tepat. Asik yang bagaimana Sakha belum tau. Bisa jadi menurut saya asik, tapi menurut Sakha enggak! Hahaha.. kalau dipikir-pikir bener juga ya.

Jadi menurut beliau sounding yang dilakukan itu jangan asal sounding, tapi sounding menjelaskan sesuatu yang kongkrit, yang bisa dilihat. Anak seusia Sakha hanya bisa menerima hal-hal yang kongkrit. Sebisa mungkin sounding juga harus detail, ga cuma sekedar bilang asik, seru, atau bagus.


INSIDEN
Sepulang sekolah Sakha selalu menceritakan kesehariannya. Saat ada insiden kecil di sekolah dia akan cerita. Misalnya saat Sakha dicakar temannya, sebut saja di Piko. Sebenernya kita sebagai orang tua sebaiknya menyarankan anak harus gimana ya. Apakah menyarankan Sakha ngomong langsung ke Piko "Hey, itu gak baik, mencakar itu sakit. Aku ga suka dicakar." atau lebih baik menyarankan agar Sakha bilang ke bunda dan yahnda pengajar aja. Jadi biar guru yang menindak si Piko tadi.

Bunda psikolog lebih menyarankan pilihan pertama. Pilihan pertama akan melatih kemampuan asertif anak. *brb googling tentang asertif.
Kemampuan asertif adalah kemampuan untuk mengungkapkan perasaan seseorang dan menegaskan hak-hak seseorang tetap menghargai perasaan dan hak orang lain. Kemampuan Asertif disintetiskan menjadi lima aspek yaitu aspek ketegasan, tanggung jawab, percaya diri, kejujuran, dan menghargai orang lain.
Beliau juga bilang sebaiknya biarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri semampunya. Kita sebaiknya mengajarkan anak cara membela hak-haknya, alias membela diri. Level pertama sikap membela diri adalah dengan tindakan asertif tadi.

Dengan Sakha berani speak up seperti di atas, si Piko tentunya akan merasa kalau tindakan yang dia lakukan tidak benar. Namun jika tindakan negatifnya masih terus berulang ke Sakha, maka guru diharapkan turun tangan sebagai mediator. Kalau perlu dipertemukan juga dengan wali murid Piko supaya bisa saling introspeksi.

Untuk anak seusia Sakha jarang sekali terjadi kasus bullying. Level pembelaan dirinya pun masih dalam level asertif tersebut (level 1). Mungkin kalau udah usia sekolah dasar atau sekolah menengah diperlukan level yang lebih tinggi untuk mempertahankan diri dari bullying mengingat akhir-akhir ini banyak kasus bullying di sekolah.


MINTA IZIN DULU
Ini pertanyaan singkat dari ayah Sakha. Jadi kami mengajari Sakha kalau dia ingin pinjam mainan punya anak lain tuh harus minta izin dulu. Nah di suatu ketika ada teman Sakha main ke rumah, sebut saja si Nobita. Nobita ini main nyelonong aja pegang-pegang dan mainin mainan Sakha tanpa minta izin. Sakha nya jadi protes, dan lagi-lagi ngambek di pojokan . Itu gimana kita sebagai orang tua menanggapinya?

Bunda psikolog mengatakan sebagai orang tua kita harus bersikap netral. Sekali lagi tidak disarankan melabeli anak walaupun itu anak orang lain. Jadi jawaban "Nobita itu nakal ya karena gak minta izin dulu" itu sangat tidak dianjurkan. Orang tua sebaiknya menyarankan anak untuk berinisiatif memberi penjelasan jika menemui temannya yang bertindak tidak sesuai aturan. Lagi-lagi kembali ke kemampuan asertif tadi ya..

Jadi beliau menyarankan jawaban seperti "Oh iya mungkin Nobita tidak tau kalau harus minta izin dulu. Mungkin dia tidak diajarkan orang tuanya kalau sebelum pinjam mainan milik orang lain, harus minta izin dulu. Sakha bilang aja ke Nobita kalau mau pinjem harus minta izin dulu ya".

Dan sebagai orang tua, we can't expect other parent behave like us. Jadi tetaplah mengajarkan anak sesuatu yang baik, yang tidak menyimpang dari aturan dan norma-norma yang berlaku. Setelah itu semua tertanam pada keseharian anak kita, niscaya ke depannya mereka tidak akan terpengaruh oleh hal-hal negatif.




Gak terasa waktu 20 menit yang disediakan itu berlalu sangat cepat. Akhirnya selesai juga sesi tanya jawab bersama psikolog anak di sekolah Sakha. Rasanya saya seneng banget bisa interaksi langsung dengan psikolog anak, plong gitu dah. Btw ini kali kedua saya berkonsultasi dengan psikolog. Yang pertama saat mengurus surat rujukan faskes pertama saat akan melahirkan Sakhi, waktu pemeriksaan ANC Terpadu tepatnya.

Baca : Periksa Kehamilan dan Mengurus Rujukan di Puskesmas (ANC Terpadu)

Akhir kata, semoga sharing saya kali ini bermanfaat ya. InsyaAllah semester depan kalau ada sesi konsultasi psikolog anak lagi, hasilnya akan saya tulis di blog ya. Terimakasih sudah membaca.. Selamat berakhir pekan..


Sumber gambar & quote :
Keluarga : http://3.bp.blogspot.com/-9ZkJrHUuREk/TqYvW0l3NtI/AAAAAAAAB6I/OziJyGuhkoI/s1600/mendidik-anak%2BDunia%2Banak%2Bkita.jpg 
Quote : https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/08/03/meningkatkan-kemampuan-asertif/

Jumat, 23 November 2018

Menikmati Semangkok Bakso Urat di Bakso Alex Kusumanegara

Jumat, November 23, 2018 2 Comments
Masih di seputaran Jalan Kusumanegara yang selalu jadi rute sehari-hari ke daycare Sakhi, kami menemukan tempat kuliner perbaksoan. Pertama kali kesini karena ada teman yang bilang kalau rasa bakso disini mantab banget, harganya juga ga terlalu mahal seperti bakso Telkom..hehehe.. Cuz dah kami mencobanya..


Mirip seperti outlet Mie Kepang yang juga berada di Jalan Kusumanegara, di outlet Bakso Alex ini juga lahan parkirnya terbatas. Untung ada petugas parkir yang selalu sigap membantu untuk mencarikan parkir. Seringnya kami makan di Bakso Alex ini pas istirahat makan siang, ya mungkin sebulan dua kali kami selalu menyempatkan makan disini.


Tepatnya Bakso Alex berlokasi di Jalan Kusumanegara no 111, Muja Muju, Umbulharjo Jogja. Tepat di sebelah Apotek Mari Sehat Indonesia. Ciri khas outlet bakso dominan dengan warna kuning dan hijau. Pengunjung outlet bakso saat siang hari ini lumayan ramai. Setelah duduk di kursi kami dihampiri oleh mas waiters yang memakai peci khas, beliau akan mencatat pesanan kami. Di masing-masing meja yang tersedia juga sudah dilengkapi dengan daftar menu, jadi tinggal dipilih saja.
Menu makanan
Menu minuman
Pada daftar menunya tertulis kalau tersedia menu ayam goreng dan siomay, tapi pada daftar menu utama yang tertempel di dinding rupanya menu itu sudah dicoret. Teman saya berniat memesan siomay, tapi ternyata gak tersedia waktu itu.

Pada akhirnya kami memesan menu bakso urat dengan minum es teh manis. Suami saya agaknya sangat kelaparan, beliau memesan sepiring nasi putih juga sebagai pelengkap. Btw jarang banget kedai makan bakso yang menyediakan nasi putih lho. Dulu pernah beli bakso di kedai Bakso Cak Masrur tuh gak ada menu nasi putihnya, jadinya suami saya kurang kenyang. Di kedai bakso Kharisma Jaya yang tersohor di Jogja pun tak ada menu nasi putih kisanak.

Baca : Di Jogja Kangen Bakso Jawa Timur? Mampir Ke Bakso Cak Masrur Aja..

Oh ya di Bakso Alex ini, selain terdapat menu perbaksoan juga tersedia menu mie ayam. Untuk minuman terdapat pilihan lain seperti es jeruk, es buah, aneka juice dan es cappucino. Sekilas dilihat dari daftar menu sih harganya lumayan agak mahal, tapi apakah worth it? Yuk mari diicip, pesanan udah datang nih.
Penampakan Bakso Alex
Semangkuk bakso urat yang saya pesan berisi empat buah bakso urat, mie putih dan dua buah gorengan, tercampur dalam kuah kaldu yang bening. Di atasnya terdapat taburan bawang goreng dan daun seledri. Jika beruntung, biasanya ada tetelan daging yang ikut di kuahnya. Aroma daging sapi sangat terasa saat bakso ini disajikan. Nyummi! Walaupun kuah kaldunya bening, rasanya tetep kuat. Oh ya terdapat juga sayuran berupa daun sawi yang disajikan terpisah. Suami saya gak demen sayuran ya langsung saya lahap lah.

Pentol bakso urat disini tergolong cukup besar. Umumnya bakso urat ini disebut bakso kasar. Penampakannya aja yang agak keras, eh pas digigit itu lembut banget. Kenyalnya pas! Rasanya daging banget, sedap dan enak menurut saya. Cocok di lidah saya, ya mirip bakso Jawa Timuran gitu rasanya. Setiap makan bakso disini saya selalu minta tambahan lepek untuk meracik saos cocolan. Perpaduan antara saus sambal, saus tomat dan kecap berhasil berbaur dengan bakso sebelum masuk ke mulut saya. Enak banget! Semangkok bakso urat ini sukses mengganjal perut saya, ya karena emang porsinya banyak.

Di kesempatan lain saya pernah memesan menu bakso komplit. Semangkok bakso komplit berisi dua buah bakso urat, tiga buah bakso halus, mie putih dan dua buah gorengan. Dan ini bikin kenyang juga gaes, karena pentol bakso halus ini diameternya lebih gede daripada pentol bakso urat. Kalian musti coba deh..hohoho..

Oh ya bakso urat dihargai Rp. 18.000 per mangkoknya. Emang rada agak mahal dibandingkan bakso pada umumnya, tapi rasanya enak banget menurut saya. Nagih! Outlet bakso Alex Kusumanegara buka sedari jam 09.00 sampai dengan jam 21.00. Tempatnya bersih dan nyaman. Bagi yang penasaran, cuzz langsung kesana deh, worth it.


UPDATE APRIL 2019
Shock juga saat teman mengabarkan kalau Bakso Alex Kusumanegara tutup. Masih ga percaya saya lanjut cari infonya di instagram resmi bakso Alex. Dan benar saja pemirsa, bakso favoritku tutup! Sedih sangat..
Bakso Alex tutup gaes
Berdasarkan kata teman yang mengulik info dari juru parkir Bakso Alex tutup karena gak kuat bayar izin usaha yang mahal. Saya kepo lagi di instagramnya bakso Alex, ternyata bener-bener udah ga ada cabang di Jogja. Ya mungkin izin usaha di kota ini mahal?

Yang pasti semoga makin sukses di kota lain Bakso Alex. Semoga ke depannya bisa buka cabang di Jogja lagi, ya karena bakso uratmu paling juara di lidah kami.




Ringkasan :  
Nama : Bakso Alex
Lokasi : Jalan Kusumanegara no. 111, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta
Jam buka : 09.00 - 21.00    
Range harga makanan : Rp. 4.000 - Rp. 25.000
Range harga minuman : Rp. 4.000 - Rp. 12.000 
Porsi : Kenyang
Rasa : Enak banget
Rating : 4.8/5

Senin, 19 November 2018

Proyek Ruang Sholat by Ama

Senin, November 19, 2018 0 Comments
Dulu pas jaman ngontrak rumah, saya dan suami bermimpi pengen punya rumah sendiri yang serba putih. Mulai dari cat pintu, cat jendela, cat tembok, sampai warna furniture yang digunakan di dalam rumah semua harus putih gitu. Alhamdulillah Allah mengabulkan mimpi kami mempunyai sebuah rumah. Ya tapi gak serba putih juga..hehehe.. Yang penting kami gak ngontrak lagi, itu poinnya. Harga kontrakan yang naik melejit memicu kami untuk gemar menabung supaya bisa nyicil beli rumah.


Karena harga rumah baru di daerah Jogja waktu itu sangat menggila, akhirnya kami menargetkan rumah second saja yang lokasinya di pinggiran kota Jogja. Setelah proses panjang yang sangat berliku-liku, alhamdulillah proses AJB pun dilakukan. Rumah second itu resmi berbalik nama.


Saat melakukan renovasi rumah, saya request kepada ayah Sakha Sakhi (sebut saja ayah SS ya biar pendek..hehehe) untuk dibuatkan ruang sholat. Kami sempat berunding juga enaknya ruang sholat ini ditempatkan dimana, tapi rundingannya ga menemukan titik terang. Akhirnya terlupakan begitu saja, mlangkrak. Ayah SS malah fokus bikin proyek taman, lemari, kolam ikan dan aquaponiknya.. Plus sekarang di kantor ada social activity Tamiya, bikin beliau lebih demen lama-lama merakit Tamiya bareng Sakha.


Saya ga pernah ngelarang-larang kemauan ayah SS mau bikin taman, lemari, kolam ikan atau aquaponik. Asal dilakukan secara bertanggung jawab poko'e semua monggo aja. Asal pas dengan budget yang dianggarkan tentunya. Singkat kata mungkin ayah SS merasa gak enak nih, "Kok akhir-akhir ini semua kemauanku didukung terus sama Ama, lha aku janji mau bikinkan ruang sholat aja belum kutepati". Yawes mulai dari situ lah ayah SS bilang membebaskan saya untuk mendesign ruang sholat sendiri. Terserah mau ditempatkan dimana, modelnya kayak gimana semua dihibahkan ke saya. Uwoww.. saya langsung semangat!

Kebetulan bulan lalu ayah SS gak banyak melakukan pengeluaran untuk hobbynya, jadinya anggaran bisa dialihkan untuk ruang sholat ini. Gimana detailnya projek ruang sholat by Ama Sakha Sakhi ini? Yukz mari disimak..hohoho..

Lokasi
Lokasi penempatan ruang sholat ini adalah di belakang partisi antara ruang tamu dan ruang tengah. Dulu pernah kepikiran juga ruang sholat akan ditempatkan di belakang rumah di dekat jemuran. Tapi kok ya bakal nambah budget banyak untuk membangun pondasinya. Karena kan di belakang itu masih lantai plesteran gitu.

Alasan Lokasi
Kenapa kok milih lokasi di belakang rak partisi ruangan, kan sholatnya jadi bisa kelihatan dari ruang tamu tuh? Ya karena cuma disitu tempat yang strategis. Lokasinya pas di tengah-tengah rumah gitu. Aksesnya mudah dan sering dilewatin, jadi akan memicu kita-kita untuk lekas melakukan sholat pada waktunya. Kalau misal ditempatkan di belakang rumah ga jaminan akan ada yang mau sholat malam-malam sendirian ya kan singup..hehehe..

Bahan Pendukung
Untuk bahan pendukung ruang sholat ini, saya membeli tiga barang utama, yaitu alas sholat, partisi dan rak mukena. Seperti ini detailnya...
Alas Sholat
Untuk alas sholat disini saya menggunakan stiker lantai yang memiliki motif kekayuan. Sempat galau juga, mau beli stiker yang bermotif tegel jadoel atau yang motif kekayuan ini. Yang motif tegel harganya jauh lebih murah daripada yang motif kekayuan ini. Motif yang saya beli harganya Rp. 90.000 dengan dimensi 20cm x 5 meter.

Saya beli di Shopee dengan memanfaatkan free ongkir, plus bisa dapet cashback juga kalau transaksinya dihubungkan ke Shopback. Lumayan banget kan..


Alas ruang sholat
Oh ya saya sengaja memakai stiker karena ya biar dia bisa nempel paten gitu. Kalau pakai karpet kan pasti ribet tuh bisa kegeser-geser. Belom lagi kalau si karpet kotor, jadinya capek aja musti cuci atau setidaknya kebus-kebusin tuh karpet. Kalau pakai stiker yang paten gini kan tinggal disapu atau dipel aja kalau dia kotor. Maintenancenya mirip kayak lantai biasa.

Partisi
Fungsi partisi ini adalah untuk membatasi ruang sholat dengan ruang TV. Jadi kalau pas ada yang sholat setidaknya ga terlalu keliatan gitu dari ruang TV. Untuk memilah milih partisi yang cocok saya sempat mengalami kegalauan. Galau mulu buuuuuk. Pengennya sih partisi dari kayu yang kekinian dengan bermacam-macam quote pada kain seperti gambar di bawah ini..
Partisi kain idaman
Tapi pas dipikir lagi menurut saya harganya kok agak lumayan, bisa sampe 800ribuan. Plus takut juga kalau tiba-tiba partisi itu menjatuhi si kecil Sakhi pas dia lagi asik-asiknya merangkak #emakparnoan.

Setelah browsing sana kesini cari inspirasi, nemulah partisi yang harganya cukup reasonable. Bentuknya kotak-kotak seperti tegel dengan material yang terbuat dari plastik lentur, kira-kira panjangnya 40cm. Jadi kotak-kotak kecil itu nanti akan dirangkai dan digantung di plafon. Maka jadilah partisi ruangan..hahaha.. Penasaran? Seperti ini bentuknya..
Partisi plastik
Saya membeli partisi ini di Shopee, pilih yang warna putih dan hitam. Partisi ini dijual per pcs kotak kecil gitu, harganya Rp. 12.000. Tinggal dihitung aja akan butuh berapa kotak..hehehe.. Partisi ini dilengkapi dengan ring penghubung antar partisi, jadi tinggal dipasang sendiri. Pengguna cuma perlu membeli sekrup seperti cantolan burung untuk menggantungkan partisi ini. Atau kalau pengen lebih menghemat, pengguna bisa membeli rantai untuk menggantungkan si partisi ini. Jadinya ga terlalu butuh banyak kotak-kotaknya gitu lho..hehehe..

Gantungan Mukena
Item berikutnya yang saya beli adalah gantungan mukena. Di instagram para home decor tuh lagi musim gantungan mukena yang berbentuk tangga, nama bekennya ladder hanger.. Kepo di instagram kok harganya lumayan mahal, masak ada yang jual sampai 300ribuan per pcsnya. Ya mungkin yang mereka jual tuh pake material yang bener-bener bagus ya, kayu solid yang super anti rayap mungkin ya.

Untuk gantungan mukena ini saya cuma menganggarkan budget maksimal 125ribu aja gitu. Setelah pencarian lebih detail dan seksama di instagram, nemulah yang jual gantungan ini dengan harga reasonable. Gantungan mukena seperti ini dijual seharga Rp. 100.000 per pcsnya.. woooh mayaaan..
Ladder hanger
Foto Sebelum
Saya lagi nguprek-nguprek album foto ruang tengah sebelum di make over jadi ruang sholat, tapi kok ga nemu ya. Ya intinya ruangan ini dulu ga jelas gitu, perbatasan antara ruang tamu dengan ruang tengah. Kadang kami menempatkan mainan Sakha disini, kadang kami menempatkan tumpukan tas disini juga..bener-bener ruang multi fungsi. Justru karena multi fungsi itu lah jatohnya jadi ga rapi acak adut gitu..hehehe..
Penampakan dari ruang tamu

Foto Sesudah
Dengan adanya ruang sholat ini, menurut saya rumah jadi makin keliatan rapi..hohoho. Kenapa? Karena jadi ada batas real antara ruang tengah dengan ruang tamu. Dengan adanya alas untuk ruang sholat, diharapkan Sakha ga sembarangan taroh mainan di lantai gitu. Saya tekankan ke Sakha kalau ruang sholat ini harus steril, ga boleh ada mainan. Lha kok dia malah bilang, "Ama, mainannya diajak sholat aja.." Hahaha.. oke lah nak, asal nanti dibereskan ya..

Taraaa..beginilah penampakan ruang sholat by Ama Sakha Sakhi.. Foto dari segala penjuru angle ya, maklum saya lagi semangat banget ini.. maaf kalau norak..
Foto dari bawah
Foto dari samping agak-agak ke atas gitu
Foto yang difokuskan pada partisi
Rak mukena kekinian
Oh ya banyak yang mengira kalau partisi ruangan ini terbuat dari kaca. Pernah ada tamu yang datang trus penasaran sama partisinya, dikira kaca gitu. Eh pas dipegang dia lentur..hehehe.. Sukaaak pokoknya.. Saya baru sadar juga kalau stiker lantai untuk alas sholat ini sama kayak motif dinding yang pernah saya temuin di C3 Hotel Ungaran..

Baca : C3 Hotel, Hotel Pilihan di Ungaran

Rencana Ke Depan
So far saya puas dengan ruang hasil proyek ruang sholat ini. Kami sekeluarga semakin semangat untuk melakukan ibadah sholat. Sakha makin semangat juga untuk mengaji sehabis sholat maghrib. Dengan adanya rak di sisi ruang sholat memudahkan kami untuk meletakkan Al Qur'an atau buku Kibar untuk mengaji.

Ke depannya saya masih pengen untuk menghias ruang sholat ini agar lebih nyaman lagi. Pengennya ditambahin hiasan dinding yang bertuliskan lafadz Allah dan Muhammad. Atau kalau gak gitu saya pengen memajang quote-quote tentang pentingnya sholat, biar makin semangat sholat tepat waktu. Amiiin..

Btw sekian dulu sharing saya. Intinya saya happy banget bisa menyelesaikan proyek ini.. See you on my next post..


Sumber gambar :
Prayer room : https://www.dutchnews.nl/wpcms/wp-content/uploads/2016/04/prayer-room.jpg 
Stiker lantai : https://cf.shopee.co.id/file/85d2f8c46cc7054c8afafd5bb042c463 
Partisi kain : Instagram @the_little_kokoye 
Partisi plastik gantung : https://cf.shopee.co.id/file/32026a455a4e7c8ae7d4ac4cc1863420
Lader hanger : https://www.instagram.com/p/BnXji_1nUI2/

Jumat, 09 November 2018

Sakhi dan Diapersnya (Part 2)

Jumat, November 09, 2018 0 Comments


Hai buk ibuk semua, karena selama enam bulan ini Sakhi total udah gonta-ganti diapers sebanyak 10 kali lebih jadinya saya bagi blog perdiapersan Sakhi jadi dua part aja ya..hehehe.. Biar ga kepanjangan gitu lho bacanya. Nanti bosen kalau panjang-panjang..

Part 1 kemarin fokus ke diapers tipe Tape alias tipe Perekat aja ya, yang dipakai Sakhi saat newborn sampe beurumur sekitar dua bulan. Bisa dibaca disini ya..
Sekarang lanjut yang tipe Pants yuk.. Berikut diapers bertipe Pants yang pernah dipake Sakhi sampe sekarang..

1) Sweety Bronze Pants
Dapet diapers ini dari kado lahiran. Karena udah pernah pake Sweety Bronze yang tipe perekat dan kualitasnya bagus, saya seneng banget pas dapet kado ini. Apalagi waktu itu Sakhi udah mulai dalam fase menendang-nendang saat dipakein diapers, jadinya pilihan tipe pants ini tepat sasaran banget.
Sweety Bronze Pants S
Oh ya tipe Bronze kan emang yang paling murah kan di antara tipe yang lain, jadinya saya ga berharap banyak, paling motifnya monocrom kayak diapers ekonomis lain. Tapi ternyata motifnya colourfull lho. Gambarnya lucu pula..hehehe.. Saya kepo di Shopee, harga diapers ini sekitar Rp. 32.000 dengan isi 22pcs ukuran S. Jatohnya Rp. 1.400 per pcs nya.

Plus :
  • Bahan dalamnya lembut
  • Tipis
  • Motif kartun lucu, colourfull
  • Tidak bocor samping
  • Sakhi tidak ruam popok walaupun telat ganti diapers
  • Lumayan murah

Minus :
  • Bentuk karet pinggang yang agak aneh, jadi dia mengerucut gitu. Walaupun waktu dibentangin dia melar sih.
  • Karet pinggang nyeplak kalau dipake Sakhi
  • Bekas pipis terpusat di satu tempat, ga menyebar jadi bikin bulky. Tapi bulkynya ga separah kalau pakai Mamypoko.

2) Sweety Silver Pants
Cukup puas dengan kualitas Sweety Bronze Pants, saya mulai kepo dengan kualitas kakaknya yaitu Sweety Silver Pants. Kebetulan saya dapet notification email dari Orami, kalau lagi ada diskon diapers merk Sweety dan Goon. Plus ada kode voucher juga.. Wow, langsung saya semangat untuk menyetok diapers.

Untuk pembelian minimum Rp. 200.000 Orami membebaskan ongkos kirim lho, akhirnya saya beli diapers ini untuk stok satu bulan ke depan. Untuk Sweety Silver Pants ini saya dapet harga murah yaitu Rp. 76.300, berisi 66 pcs ukuran S. Jadi jatohnya Rp. 1.100 per pcs nya.
Sweety Silver Pants S
Plus :
  • Bahannya lebih lembut daripada yang Bronze
  • Motif kartun lucu, colourfull
  • Tidak bocor samping
  • Sakhi tidak ruam popok walaupun telat ganti diapers
  • Daya serap lebih bagus daripada yang Bronze
  • Murah banget kalau dapat promo

Minus :
  • Sama kayak yang Bronze, bentuk karet pinggangnya agak aneh
  • Karet pinggang nyeplak kalau dipake Sakhi
  • Bekas pipisnya ga menyebar, bikin gembung gitu walau ga separah Mamypoko. Sama kayak yang tipe Bronze lah.
  • Karet pinggang melarnya ga terlalu banyak.

Berikut perbandingan penampakan antara Sweety Bronze Pants dan Silver Pants ya. Saya baru sadar juga kalau karakter kartun di Sweety ini sama dalam satu size. Jadi kalau berubah size akan dapet karakter kartun yang baru.
Kanan : Bronze, Kiri : Silver
Bagian belakang

3) Goon Smile Baby
Saya beli diapers ini di Orami bareng dengan Sweety Silver Pants, untuk menggenapi belanjaan Rp. 200.000 biar dapet free ongkir. Tapi sebelumnya saya udah kepo tentang diapers ini. Banyak ibu-ibu yang nulis di blognya tentang kelebihan diapers ini, salah satunya adalah teknologi Wonderline, yaitu garis penyebar pipis. Jadi pipis bisa menyebar tentunya bikin ga gembung dan ga bocor. Wow, saya jadi penasaran.
Goon Smile Baby S
Saya beli di Orami seharga Rp. 25.200, dapet 22 pcs ukuran S. Jatohnya Rp. 1.100 per pcs nya. Wow murah banget! Pas barangnya nyampe saya kaget dong, soalnya ini diapersnya tipis banget. Yakin diapers tipis kayak gini bisa menyerap banyak? Pas dicoba di Sakhi saya langsung jatuh cinta dong sama diapers ini..hohoho..

Plus :
  • Bahannya lembut, setara dengan Pampers Premium dan Mamypoko Extra Dry. Ga kresek2 gitu dah pokoknya.
  • Tipis banget
  • Karet pinggang juga tipis, elastis banget dan tidak meninggalkan bekas di pinggang Sakhi (nyeplak)
  • Motif kartun bermacam-macam, colourfull tapi agak buram
  • Setelah dipipisin ga gembung beneran dong
  • Sakhi tidak ruam popok walaupun telat ganti diapers
  • Daya serap bagus, setara dengan Sweety
  • Ada sertifikat halal dari MUI
  • Murah bangeeeet!

Minus :
  • Ga ada indikator pipisnya. Tapi ya mana ada diapers murah yang dilengkapi indikator pipis..hehehe.. 
  • Cuttingnya kecil
  • Karet di bagian paha cuma satu lapis, kadang ada nyeplak sedikit di paha

Oh ya sebelum buang diapers bekas tuh kan saya pasti buntel diapersnya pake karet pinggangnya. Nah kalau pake Sweety tuh berasa sulit banget buntelnya. Kalau pake Goon ini, gampang banget karena karet pinggangnya super elastis. Jadi aroma pee dan poo ga menyebar kemana-mana karena mbuntelnya rapet..hehehe..
Dibuntel sebelum dibuang
Btw lebay banget ya review nya untuk Goon ini? Hahaha.. Lha tapi emang bener itu yang sudah saya alami selama Sakhi pake produk ini. Lebih jelasnya ini perbandingan penampakan antara Goon Smile Baby dan Sweety Silver Pants.
Kanan : Goon Smile Baby, Kiri : Sweety Silver Pants
Atas : Goon Smile Baby, Bawah : Sweety Silver Pants
Oke tampaknya saya udah menemukan diapers yang cucok meong untuk Sakhi dan sangat cocok banget untuk dompet emak ini..hehehe. Saya jadi mikir lagi dong, kalau yang versi ekonomis aja Goon kualitasnya bisa sebagus ini, apalagi Goon yang premium ya? Bisa-bisa selembut sutera kali ya..hehehe.. Mungkin kalau ada promo saya akan beli asal jatohnya per pcs ga sampe Rp. 1.500 *ngayal

Yes budget maksimal diapers per pcs untuk Sakhi adalah Rp. 1.500. Maklum anak udah dua jadinya emak rada ngirit perhitungan nih . Tentunya saya akan milih bukan hanya karena murah aja, tapi tetep cari yang reviewnya paling bagus..hehehe.. Btw saya repurchase lagi dong untuk Goon Smile Baby ini, tapi beli yang ukuran M nih (hore Sakhi naik kelas!). Dapet di Orami Rp. 43.900 dengan isi 38, plus dapet potongan 7% kan, jatohnya jadi Rp. 1.000 an per pcs nya. Wow, murah!

Pas stoknya dah mendekati habis, pas banget di Lazada lagi ada diskon Goon Smile Baby yg tipe Night Pants. Ini product baru dari Goon. Dari deskripsinya diapers ini bisa menampung pipis lebih banyak daripada tipe Goon Smile Baby yang biasa, sehingga saat bobok malam si kecil jadi lebih nyaman. Pada diapers ini juga dilengkapi formula yang dapat mengurangi bau pee atau poo. Dapet harga Rp. 188.750 per karton dengan isi 4 pack, masing-masing berisi 34+2 pcs ukuran M. Jatohnya per pcs Rp. 1.250an. Murce!
Goon Smile Baby Night Pants
Ternyata design Goon Smile Baby Night Pants ga begitu colourfull seperti Goon Smile Baby versi biasa, diapers ini didominasi warna biru dan kuning. Pantesan si Goon Smile Baby Night Pants ini menampung pipis lebih banyak, rupanya ukurannya lebih tebal daripada Goon Smile Baby versi biasa. Walaupun lebih tebal tapi Sakhi tetep keliatan nyaman bergerak. Sakhi pake diapers ini semalaman juga tidak bocor dan tidak mengalami ruam popok.
Atas : Night Pants, Bawah : Smile Baby biasa
Kiri : Smile Baby biasa, Kanan : Night Pants

4) Genki Moko Moko Pants
Ceritanya saat kami sekeluarga mudik ke Probolinggo naik kereta kan bawa diapers seperlunya saja. Pas nyampe Probolinggo saya beli diapers Goon nemu sih, tapi kok bungkusnya lecek plus kotor banget. Akhirnya saya pilih diapers merk lain deh. Teman saya pernah bilang kalau ada diapers murah meriah bagus ber merk Moko Moko. Yaudah deh mumpung nemu si Moko Moko di rak display, langsung saya beli.

Baca : Mudik Naik Kereta Bareng Dua Bocils

Genki Moko Moko
Saya beli diapers ini di Indomaret seharga Rp. 36.000 dengan isi 21pcs ukuran M, jatohnya sekitar Rp. 1.600 an per pcs. Agak melebihi budget diapers Sakhi per pcs nih..hehehe.. Gpp sekali-sekali ya Khi! Pas dicoba ternyata diapers ini bagus juga. Sakhi juga nyaman pas bobok pake diapers ini.

Plus :
  • Bahan dalamnya lembut banget. Goon kalah lembut nih.
  • Bentuknya juga slim fit, ngikutin bentuk tubuh bayi
  • Tipis. Setelah berisi banyak pipis dia tetep ga gembung lho, sesuai jargonnya "Lebih tipis nyerap banyak"
  • Karet pinggangnya gampang banget disobek
  • Sakhi ga ruam popok

Minus :
  • Motifnya monocrom, dominan warna biru
  • Penanda bagian depan bukan tulisan "Depan" atau "Front", melainkan tiga garis berwarna biru. Saya agak susah ini bedain bagian depan dan belakangnya.
  • Karet pinggangnya ga terlalu melar, mirip kayak Sweety
Penampakan Genki Moko Moko

5) Drypers Drypantz
Tau merk diapers ini dari Lazada. Pas official store product ini launching di Lazada, dia ngadain promo gitu. Harga yang aslinya 70 ribuan gitu didiskon jadi 40 ribuan. Ini brand dari Malaysia btw. Disana terkenal banget, seterkenal Mammy Poko di Indonesia gitu. Saya kan jadi penasaran, apalagi saya baca reviewnya bagus-bagus. Cuzz deh beli untuk stok.
Drypers Drypantz
Dapet di Lazada seharga Rp. 43.740 berisi 28 pcs ukuran L. Jatonya per pcsnya adalah Rp. 1.500 an. Saya pilih ukuran L karena kan pas pake diapers sebelum-sebelumnya Sakhi udah mulai kesempitan di bagian pahanya gitu, akhirnya upgrade size deh. Eh tapi ini diapers cuttingnya besar btw..hahaha.. Sakhi agak kegedean..
Penampakan Drypers Drypantz

Plus :
  • Cutting besar
  • Bagian dalamnya lembut
  • Tebal jadinya menyerap banyak
  • Motif colourfull bergambar kartun
  • Karet perut dan pahanya lembut
  • Sakhi tidak ruam popok

Minus :
  • Indikator depan belakang menggunakan panah, saya agak kebingungan
  • Motif kartunya sama satu macam doang
  • Aroma pee Sakhi sering keluar, ya mungkin karena diapersnya rada kegedean ya

6) Baby Happy Pants
Ini merk diapers yang paling latest dipake Sakhi. Tau merk ini dari beberapa blog emak-emak. Banyak yang bilang diapers ini berharga ekonomis tapi kualitasnya ga kalah sama produk premium. Plus pas saya lagi genapin belanjaan di Orami supaya dapet free ongkir, lha kok diapers ini lagi diskon. Waktu itu ukuran M dihargai Rp. 25.600 dengan isi 20pcs. Jadi jatohnya per pcs cuma Rp. 1.200 an. Saya juga beli yang ukuran L untuk stok btw, saya kira Sakhi akan tumbuh menggendut secepat kilat.. Eh sampe sekarang masih pake ukuran M aja..
Baby Happy pants
Diapers ini cuttingnya besar, beda dengan Goon. Suprisingly diapers ini menurut saya kualitasnya gak beda jauh sama Sweety Silver Pants. Diapers ini adalah produk aseli Indonesia dibawah naungan PT. Wings.
Penampakan Happy Baby Pants
Plus :
  • Tebal bisa menyerap banyak
  • Bagian dalam dan bagian karetnya lembut
  • Karet perut elastis gak bikin nyeplak banget
  • Cutting besar
  • Karet di bagian paha dua lapis seperti diapers pada umumnya
  • Nuansa diapers colourfull bergambar gajah
  • Ada wetness indikator alias indikator pipis bergambar gajah orange. Jadi kalau pipisnya udah mulai banyak, si gambar gajah ini akan buram.
  • Sakhi tidak ruam popok
  • Murah banget

Minus :
  • Bekas pipisnya ga menyebar, bikin gembung gitu walau ga separah Sweety
  • Cetakan gambarnya aneh. Seharusnya gambar gajah dan tulisan Front itu ada di tengah diapers kan ya. Saya pernah dapet beberapa pcs diapers yang gambar dan tulisannya tuh melenceng banget ke kanan atau ke kiri. Gak ada masalah sih sama performa diapers ya, tapi ya saya ngerasa aneh aja..risih dengan gambar yang tidak simetris itu.. tapi mau mbuang diapersnya kok sayang..LOL.. (OCD detected)

* * *

Oke sekian ya sharing saya tentang diapers Pants alias diapers bertipe celana yang pernah dipake Sakhi. Menurut saya Goon Smile Baby dan Baby Happy Pants masih juara di hati. Sekali lagi ini murni pengalaman yang saya alamin dan bisa jadi beda dengan pengalaman yang dialami orang lain. Diapers itu cocok-cocokan kok. Jadi santai saja, mari dicari yang cocok di kulit si kecil dan cocok di kantong emak. Akhir kata semoga review kali ini bermanfaat ya.. Sampai jumpa di postingan yang lain.. :)


Sumber gambar :
Diapers clipart : http://clipart-library.com/img/866760.jpg

Follow Me @granitprihara