Rabu, 11 Maret 2020

Paket Lengkap Menginap di Westlake Resort Jogja

Rabu, Maret 11, 2020 0 Comments
Alhamdulillah beberapa bulan lalu, tepatnya saat wedding anniversary yang keenam kami sekeluarga bisa refresh sejenak di Westlake Resort. Udah jauh-jauh hari nabung untuk staycation disini, beberapa bulan sebelum hari H dah booking via agoda. Dapet rate sekitar 600ribuan per malam untuk kamar tipe lake view. Ada pilihan kamar bertipe garden view juga.

Kenapa pilih Westlake Resort? Karena Westlake merupakan salah satu resort di Jogja yang dekat dengan alam, punya danau buatan, serta lokasinya ga terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Kami juga penasaran banget sama ikan-ikan yang ada di danaunya. Kebetulan pak Yan suka ikan, Sakha dan Sakhi apalagi. Mereka suka kasih makan ikan, sering rebutan.

Sebelum berangkat kami sengaja bawa pakan koi punya pak Yan nih . Pastinya ikan-ikan disana akan suka. Westlake Resort terletak di Jalan Ringroad Barat Bedog Trihanggo, Sleman, DIY. Ikutin jalan Ringroad Barat sampe nemu plang gede banget bertuliskan Westlake. Jalan masuknya emang agak kecil. Lokasinya bersebelahan pas dengan Westlake Resto.

LOBBY
Kami check-in sekitar pukul 14.30. Selesai parkir mobil kami langsung menuju resepsionis. Proses check-in ga memakan waktu lama, karena waktu itu tamu hotel lumayan sepi. Cukup menunjukkan booking id dan KTP, kunci kamar pun sudah didapat.

Lobby resort ini lumayan besar, banyak sofa disediakan untuk menunggu. Nuansa klasik dan homey menghiasi ruangan ini. Mata kami terfokus pada hiasan tiga patung yang menyangga batang kayu. Sepertinya ini adalah icon Westlake.
Lobby Westlake
Kami mendapat kamar nomor 212. Resepsionis bilang kalau lokasinya tidak terlalu jauh. Tamu bisa memilih menggunakan buggy car atau langsung berjalan kaki untuk menuju kamar. Kami memilih untuk berjalan kaki untuk lebih menikmati dan mengeksplor pemandangan Westlake Resort ini.

GARDEN
Berjalan menuju kamar, kami melewati taman yang asri. Kami juga melewati area breakfast dan ruang terbuka yang dihiasi lampu-lampu. Terdapat juga beberapa spot foto yang instagramable, tapi kami pilih untuk langsung menuju kamar karena anak-anak sudah rewel pengen kasih makan ikan. 
Spot foto
Perjalanan menuju kamar
Bangunan di Westlake ini bentuknya sekilas mirip dengan benteng jaman Belanda dulu. Perpaduan hijaunya taman dan bangunan klasik membuat mata ini ga berhenti memandang.
Bangunan klasik
KAMAR
Dan taraaaa..sampailah kami di kamar 212. Kamar yang kami tempati berada di ujung depan danau. Emang bener lake view sih, tapi ya swimming pool view juga. Plus pas di seberang balkon kamar kami terdapat spot leyeh-leyeh khusus untuk menikmati meriahnya ikan di danau ini. Di sebelahnya ada mini boat yang terparkir dan ready sebagai sarana keliling danau. Bayangkan, apa ga rame orang disana..hahaha.. Berasa kurang privat aja.
View dari balkon kamar ujung depan
Jujur sempat sedih juga sih, pikir kami bakal dapat kamar yang jauh di tengah danau gitu biar kerasa privat. Kami sempat request untuk pindah kamar tapi ditolak karena kamar penuh semua. It's okey deh, setidaknya kami ga dapat kamar 211..yang mana dapat pemandangan danaunya lebih pinggir 

Kamar yang kami pesan bertipe Executive King. Benar saja pas masuk kamar nuansa eksekutif kami dapatkan, plus dengan bed besar yang sangat muat untuk empat orang. Arsitektur kamar ini bernuansa klasik. Dinding sengaja dihiasi material seperti batako yang dibiarkan warnanya abu alami. Sedangkan furniture yang digunakan bernuansa kayu cokelat yang minimalis.

Fasilitas yang terdapat di kamar ini lengkap seperti hotel bintang empat pada umumnya, mulai dari AC, TV, brankas, mini bar, toiletries, dan pemanas air.
Backdrop TVnya cool minimalis banget
Mini bar
Lemari dan brankas
BED
Bed di kamar ini sangat nyaman dan luas, yaiyalah tipe king, beda dengan bed pas vacation ke Puri Asri dulu. Dipan kasurnya ga terlalu tinggi, pas untuk Sakha Sakhi. Tapi jenis dipan seperti ini menurut saya agak kurang aman untuk anak-anak karena kayu dipannya terlalu banyak melebihi luas penampang kasurnya. Jadi si anak bisa rawan kepentok sikunya deh.
Kasur luas horeeee
BATHROOM
Nuansa klasik modern masih mewarnai area kamar mandi. Wastafel berbentuk batu alam menjadi daya tarik tersendiri. Kamar mandi bertipe shower dengan sekat kaca yang membatasi area mandi dengan kloset.
Wastafelnya keren
Kloset
Shower
Toiletries yang disediakan cukup lengkap meliputi sikat gigi, sabun batang, sabun cair, dan shampoo. Toiletries cair diwadahkan dalam pump sehingga tidak bisa dibawa pulang sebagai accessories.

BALKON
Spot favorit kami adalah balkon kamar yang langsung berbatasan dengan danau buatan di Westlake Resort. Di area balkon disediakan kursi malas untuk leyeh-leyeh sambil menikmati danau. Terdapat pagar kayu sebagai pengaman.
Wefie di balkon kamar
Ikan di danau ini sangat banyak. Saat kami memberi mereka makan, puluhan ikan berebut mendekat. Sakha Sakhi happy sekali. Kami pesan buat ngirit-ngirit pakan ikannya biar besok pagi masih bisa kasih makan ikan lagi..hehehe..
Rutinitas di balkon kamar
Malam harinya pemandangan dari balkon kamar berubah jadi romantis. Saat anak-anak sudah tidur, saya dan pak Yan ngobrol ngalor ngidul disini sambil menikmati kerlap kerlip lampu. Suara iringan live music juga terdengar dari area resto, bikin makin betah di balkon.
Suasana balkon malam hari
BREAKFAST BUFFET
Area resto untuk sarapan terdapat di pinggir kolam renang dan danau. Bersebelahan juga dengan spot leyeh-leyeh untuk melihat ikan. Kamar kami bisa terlihat jelas dari area resto ternyata .

Menu disini sangat lengkap, mulai dari western, indonesian dan traditional food. Menu utama pilihan kami tetap jatuh pada nasi goreng, dan bubur ayam untuk Sakhi. Semua enak.
Sarapan di pinggir danau
Di resto juga tersedia stan yang menyediakan jamu. Karena riweh dengan Sakha Sakhi saya ga sempat mencoba nih. Sapa tau ada uyub-uyub kan ya..tapi ya gimana ga sempat coba..
Suasana resto tempat sarapan
Oh ya petugas di resto ini sangat cekatan. Saat ada tamu hotel yang membawa anak kecil akan ditawari untuk menggunakan baby chair atau tidak. Petugasnya juga bersedia mengambilkan. Sakhi nyaman banget ada di baby chair dari material kayu ini. Saat di meja sudah ada makanan yang habis, petugas juga dengan cekatan membereskan piring yang kotor.
Mau maem lagi Ama
Sama dengan di kamar, area resto ini juga menggunakan furniture berbahan kayu dengan furnish cokelat gelap. Di bagian dinding terdapat banyak pajangan piring keramik yang mengentalkan suasana tradisional. Sayang saya ga bisa berlama-lama menikmati area ini karena Sakha ga sabar untuk naik mini boat keliling danau.
Sakha mulai riwil
OUTDOOR ACTIVITIES
Di luar kamar, tamu hotel bisa memilih beberapa aktivitas seperti lake tour menggunakan mini boat, leyeh-leyeh di pinggir danau dikelilingi ikan, memancing, bersepeda, dan berenang. Kali ini kami memilih dua pilihan pertama.

 Lake Tour
Lake tour ini tidak gratis ternyata, kirain termasuk fasilitas..hehehe. Tiket lake tour per orang seharga Rp. 50.000, sudah free makanan ikan. Untuk anak seusia Sakha ga bayar lho, padahal dah 5 tahun..syukurlah.
Tiket lake tour
Tiket bisa dibeli di area resto. Waktu itu masih pagi, jadi antrian lake tour masih sepi. Sebelum naik mini boat kami diwajibkan memakai life vest. Petugas mengatur tempat duduk kami agar seimbang, tidak berat sebelah.
Siap lake tour
Lake tour pun dimulai. penyusuran danau dimulai dari kiri (depan balkon kamar kami), lalu memutari danau sampai ujung. Di tengah-tengah perjalanan kami diberhentikan di dataran kecil mirip pulau buatan, disini ada banyak kelinci yang lucu. Sakha Sakhi sangat happy.
Memutari danau seluas itu
Sampai di pulau kelinci
Setelah puas berinteraksi dengan kelinci, kami kembali ke pinggir danau. Di perjalanan sambil sibuk memberi makan ikan-ikan, kami juga banyak ngobrol dengan petugas lake tour. Petugasnya sangat ramah dan komunikatif.

Seru banget lake tour ini. Banyaknya ikan membuat lake tour semakin riuh. Mungkin jumlah ikan disini ada ribuan, lha tiap spot pasti ada ikan. Oh ya berkat lake tour saya juga jadi tau kamar bertipe presidential suite yang ada kolam renang pribadinya itu..hehe.. Lha kami lewat depannya..

 Leyeh-leyeh di Pinggir Danau
Puas dengan lake tour, sebelum balik ke kamar kami menyempatkan diri untuk leyeh-leyeh menikmati kursi malas yang iconic di Westlake Resort. Saat kami duduk, ikan-ikan selalu mendekat, menyenangkan sekali.
Leyeh-leyeh lihat ikan
Beruntung banget karena biasanya spot ini rame, pas pagi itu sepi lho. Mungkin karena tamu-tamu hotel yang lain pada sibuk sarapan. Sakhi betah banget duduk disini, happy!
Happy nduk?
Menginap di Westlake Resort memang ga jauh-jauh dengan nuansa air. Tapi waktu itu kami memilih untuk tidak berenang karena cuacanya mendung. Selain itu menurut kami posisi kolam renang kurang strategis. Bisa berada di tengah gitu lho, jadi pusat perhatian..hehehe.. Bisa terlihat jelas dari resto, kamar, dan area publik. Kurang nyaman aja.
Posisi kolam renang
Untung Sakha ga merengek nyemplung kolam renang, dia cuma minta duduk sebentar di kursi pinggir kolam. Good!
Aku cuma minta leyeh-leyeh aja
SERVICE
Overall, service di resort ini sangat memuaskan. Pegawainya sangat ramah dan kooperatif. Waktu kami memesan minuman, petugas dengan gercep mengantarkan. Petugas di area resto dan lake tour juga sangat ramah.

  


Menurut kami resort ini sangat recommended. Bisa jadi alternatif sebagai destinasi istirahat dan melepas penat setelah menjalani rutinitas yang padat. Akses kamar tidur yang langsung berbatasan dengan danau menjadi sensasi tersendiri. Anak-anak juga pasti akan senang karena bisa berinteraksi dengan hewan, terutama ikan. Berbagai kegiatan outdoor juga ditawarkan, tentunya akan membuat semakin nyaman karena tidak perlu keluar area resort untuk jalan-jalan. Paket lengkap bukan?

Thanks for reading..

Minggu, 08 Maret 2020

Mengurus Wajib Pajak Non Efektif Bisa Lebih Mudah

Minggu, Maret 08, 2020 0 Comments
Setelah kurang lebih enam bulan yang lalu saya resign dan fokus menjadi ibu rumah tangga, otomatis sudah ga ada pendapatan tetap lagi dari kantor. Kewajiban membayar pajak pun sudah tidak berlaku. Sebelumnya saya mengira kalau NPWP itu bisa dihapus, tapi ternyata hanya bisa dinonaktifkan saja. Research tentang Wajib Pajak Non Efektif pun dimulai, ternyata hal tersebut hanya bisa diurus di Kantor Pelayanan Pajak sesuai NPWP, bukan domisili.

Kriteria Wajib Pajak Non Efektif adalah sebagai berikut :

KPP sesuai NPWP saya berlokasi di Blitar, sedangkan saya domisili Jogja, pengennya ngurusnya nanti pas mudik tahun baru aja gitu. Jadi beberapa bulan setelah resign saya malah semangat untuk ngurus pencairan JHT, yang bisa diurus di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jogja.

Hari mudik akhir tahun pun tiba. Saya udah di Blitar nih, saya juga sudah ngeprint form Permohonan Penetapan Wajib Pajak Non Efektif yang saya dapatkan dari teman yang bekerja di kantor pajak Jogja. Walaupun form sudah di tangan, tapi keteguhan hati untuk pergi ke KPP Blitar rasanya diuji. Pas mudik, ada aja agenda-agenda yang menggagalkan rencana saya ke KPP..hehehe.. Mulai dari sambang keluarga, kulineran, sampe piknik.. 
Formulir Permohonan WP NE
Surat Pernyataan WP NE
Akhirnya rencana menyambangi KPP batal, waktunya balik ke Jogja. Teman bilang kalau pengajuan Wajib Pajak Non Efektif bisa dikirim melalui pos. Research lebih lanjut ternyata memang bisa. Cuz dah untuk beli amplop cokelat dan materai.
Setelah mangisi form dan menempelkan materai, saya masukkan semua kelengkapan ke dalam amplop cokelat. Saya juga menyertakan fotokopi KTP dan NPWP, siapa tau dibutuhkan. Cuzzlah pergi ke Kantor Pos untuk mengirimkan berkas sambil berharap semoga permohonan penetapan Wajib Pajak Non Efektif ini diterima.

Setelah kurang lebih dua minggu dari tanggal pengiriman, saya mendapat kabar dari ibu di Blitar kalau saya mendapatkan surat dari kantor pajak. Alhamdulillah permohonan saya diterima. Saya memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak Non Efektif 
Pengumuman dari KPP
Bagi teman-teman yang kebetulan ingin mengurus Wajib Pajak Non Efektif namun berbeda domisili dengan KPP NPWP, pilihan mengirim dokumen via ekspedisi bisa dijadikan pilihan. Tentunya lebih mudah dan praktis daripada harus datang langsung ke KPP dan mengantri. Tapi memang akan dibutuhkan biaya pengiriman, tapi setidaknya gak lebih mahal dari harga tiket mudik .

Thanks for reading..

Sumber gambar :
Wajib pajak NE : https://news.ddtc.co.id/assets/images/ori/--kamu-pajak-wp-non-efektif.jpg

Rabu, 04 Maret 2020

Selamat Bertambah Umur Yang Ke 32 Ayah

Rabu, Maret 04, 2020 0 Comments
Tanggal 15 Januari 2020 lalu pak Yan resmi bertambah umur jadi 32 tahun. Semakin tua Ayah Sakhakhi brarti semakin tua juga Ama Sakhakhi..hoho. Di ultah pak Yan kali ini planning saya tuh pura-pura lupa, ngucapin ultahnya tu nanti aja saat pak Yan pulang kerja. Tapi akhirnya ikutan ngucapin juga pagi-pagi karena di wa grup keluarga udah pada ngucapin..hehehe.. 

Beberapa hari sebelum hari H, saya udah pesen puding di toko kue langganan untuk menyambut ultah pak Yan. Ultah tahun lalu saya siapin kue tart bergambar ikan koi, pada akhirnya yang ngabisin ya saya sendiri. Pak Yan dan Sakhakhi gampang eneg gitu. Nah kali ini pesen puding buah aja, pastinya semua doyan..hohoho..

Untuk kado, sebenernya bingung juga mau kasih apa. Ngeblank, emang pak Yan suka ikan dan tanaman. Tapi saya kan kurang mudheng, takutnya kalau belikan pernak-pernik berbau ikan dan tanaman malah keliru. Tiba-tiba keinget kalau akhir-akhir ini pak Yan rajin lari pagi. Gimana kalau dikado celana lari aja. Beliau sebenernya udah punya satu celana, saking sayangnya dipake terus sampe lupa dicuci..hehehe.. Mayan kan nanti celana barunya bisa buat gantian. Cuzzlah beli celana di Shopee, dengan tetap memanfaatkan Shopback

Biasanya kalau beli onlen, alamat pengiriman selalu dikirim ke kantor pak Yan kerja. Biar ga curiga, kali ini langsung set dikirim ke alamat rumah aja, biar bisa langsung saya terima. Tiga hari kemudian barang datang, langsung cuzz saya bungkus kado. Begini penampakan sebelum dan sesudah dibungkus.
Ini kadonya
Di ultah-ultah pak Yan sebelumnya, saya belum pernah mengajak Sakha untuk mempersiapkan kejutan, karena Sakha belum mudheng waktu itu. Sekarang saya ajak Sakha membuat kartu ucapan ultah untuk ayahnya. Kebetulan Sakha lagi seneng mewarnai. Jadi saya yang gambar kartunya, Sakha yang mewarnai pake spidol. Dia happy banget.. 
Sakha selesai mewarnai kartu
Saya bilang ke Sakha kalau ini proyek rahasia kita, Ayah ga boleh tau sampai Ama bilang boleh kasih tau ya. Sakha mengerti banget..hoho.. Sampai pada hari H, ketika ayah pulang kerja Sakha hampir membocorkan rahasia. Padahal saya bilang kalau ngasihkan kadonya setelah sholat Maghrib aja.

Setelah sholat Maghrib kami kasihkan puding, kartu dan kado untuk pak Yan. Ayah Sakhakhi kelihatan kaget, katanya ga nyangka aja bakal dikasih kejutan, lha saya, Sakha dan Sakhi kelihatannya lempeng-lempeng aja gitu.

Sekali lagi, selamat ulang tahun ayah Sakhakhi! Semoga panjang umur, sehat selalu, lancar rezeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga selalu menjadi imam yang baik dan senantiasa sayang keluarga. Semoga dilancarkan dalam segala urusan dan terkabul semua harapan. Wish you all the best my partner  Love you..

Tak lupa kami berfoto... cheeeeeseeeeee...
Happy birthday ayah Sakhakhi

Minggu, 01 Maret 2020

Beberes Lemari Pakaian

Minggu, Maret 01, 2020 0 Comments
Salah satu resolusi saya di tahun 2020 adalah memulai hidup minimalis. Tertarik hidup minimalis karena rasanya pasti lebih lega karena tidak memikirkan banyak barang. Optimalkan yang ada, yang tidak memberikan manfaat sebaiknya didonasikan.

Proyek minimalism kali ini dimulai dengan objek pakaian. Awal tahun 2020 dimulailah gerakan beberes lemari pakaian. Sebenarnya ga cuma lemari, ada beberapa kotak storage khusus yang isinya juga pakaian. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengumpulkan semua pakaian di satu tempat., mulai dari pakaian saya, pak Yan, Sakha dan Sakhi. Mata ini beberapa minggu harus beradaptasi dengan pemandangan gundukan pakaian yang acak adut.

Saya menyortir pakaian itu menjadi tiga kategori yaitu kategori yang masih pengen dipakai, kategori layak donasi dan kategori tidak layak pakai/donasi. Butuh berminggu-minggu untuk menyortir baju ini. Paling susah adalah saat menyortir pakaian hasil kado atau pemberian orang. Karena memory nya itu jadi bikin baper sendiri.

Setelah beberapa minggu, akhirnya selesai juga proses penyortiran. Pakaian yang pengen kami pakai otomatis masuk lemari lagi, sedangkan pakaian yang layak donasi langsung saya kelompokkan berdasarkan kategorinya kemudian saya pack ke dalam plastik bening.
Pakaian layak donasi
Untuk pakaian yang tidak layak pakai/donasi saya masukkan ke dalam storage kotak yang mudah untuk diakses. Nah di kategori ini saya juga membaginya menjadi dua bagian, yaitu pakaian yang bisa dimanfaatkan dan pakaian yang bener-bener lusuh atau layak buang. Pakaian yang bisa dimanfaatkan saya sulap menjadi bantal untuk sofa yang ternyata bikinnya gampang..hehehe..

Saya dapat inspirasi dari Youtube. Karena saya ga bisa jahit, keyword "tanpa jahit" selalu saya tambahkan dalam kotak pencarian. Dan alhamdulillah, setelah beberapa hari nglembur jadilah bantal untuk sofa ini . Tinggal gunting-gunting, isi-isi, iket-iket... jadiii...
Bantal dari baju bekas
Bantal dari kaos bekas menghiasi sofa
Next rencananya saya pengen bikin alas panci atau keset juga dari kaos bekas. Semoga diberikan kelancaran ya, soalnya ada beberapa bagian yang harus dijahit..hehehe.. Nah balik ke pakaian yang layak donasi, sebelum didonasikan, saya pack dulu ke dalam kardus supaya lebih rapi dan bawanya juga gampang.
Pakaian donasi masuk kardus
Trus didonasikan kemana? Setelah nyari lembaga donasi dengan bantuan hashtag Instagram, akhirnya nemulah akun @clothesforcharityjogja. Akun tersebut menggerakkan program donasi baju untuk dijual kembali dan hasil penjualannya akan digunakan untuk biaya operasional pendidikan anak-anak dhuafa. Program donasi Clothes For Charity (CFC) ini sudah terdapat di 8 kota besar di Indonesia, salah satunya Jogja. Cara donasinya bisa dilihat langsung di website CFC : www.clothesforcharity.id

Setelah mengkonfirmasi jadwal pengantaran donasi, saya dan pak Yan langsung meluncur ke lokasi CFC. Sebelumnya kami berencana untuk antar kiriman dengan jasa gosend, karena lihat di google street kok sepertinya jalan di lokasi agak kecil untuk mobil. Tapi ternyata tidak, jalannya cukup besar untuk dilalui dua mobil walaupun sangat mepet.
Donasi baju bekas
Dan begitulah cerita beberes lemari pakaian di rumah kami. Rasanya bungah melihat tidak ada tumpukan pakaian yang tidak terpakai. Next objek yang akan diminimalism adalah mainan anak-anak, semangat! Semoga bisa memberikan inspirasi. Yuk hidup minimalis!



Sumber gambar :
Decluttering image :https://www.thespruce.com/thmb/uWnY_wjcxnlSboX6iedNNHF6DWc=/3000x2000/filters:no_upscale():max_bytes(150000):strip_icc()/decluttering-your-entire-home-2648002_final-8c0e3c4755b241a5abff3315c2a44c22.png

Follow Me @granitprihara