Rabu, 26 September 2018

Minggu Ceria di Perpustakaan Grhatama Pustaka Jogja

Rabu, September 26, 2018 2 Comments
Ceritanya beberapa waktu lalu sekolah Sakha mengadakan kunjungan ke perpustakaan. Sakha happy banget disana. Saya dan suami sering banget lewat perpustakaan Grhatama tapi belum pernah masuk sama sekali, eh malah Sakha yang udah pernah kesitu duluan. Lokasi perpustakaan ini pas di sebelah JEC alias Jogja Expo Center.


Nah di rumah saya tanya-tanya ke Sakha, mau ga main ke perpustakaan lagi? Dia jawab mau gitu. Saya juga cerita ke Sakha kalau saya belum pernah kesana, kira-kira Sakha mau ga jadi tour guide. Sakha bilang mau mau mau dengan semangatnya. Yaudahlah hari Minggu pagi kami berangkat ke perpustakaan.
Perpustakaan kota Jogja ini bernama Grhatama Pustaka, terletak di Jalan Janti, sebelah JEC pas. Ciri-cirinya gampang banget, terdapat empat menara menjulang tinggi ke angkasa plus halaman gedung ini sangat super luas.
Jam buka perpus ini adalah pukul 08.00 - 22.00 saat weekdays dan pukul 08.00 - 16.00 saat weekend. Saat hari libur nasional perpus ini tidak buka. Tempat parkir motor ada di sebelah kanan gedung, indoor gitu. Sedangkan tempat parkir mobil ada di sisi kanan dan kiri gedung. Kami memilih untuk memarkir mobil di sisi kanan gedung.

Perpus ini memiliki tiga lantai dimana lantai satu adalah khusus untuk anak. Sebelum memasuki area khusus anak ini kami dipersilahkan untuk mengisi buku tamu digital alias memakai perangkat komputer. Tarif masuknya adalah enol rupiah alias gratis.

Terdapat banyak ruangan di lantai satu khusus anak ini, yaitu Ruang Bermain, Ruang Dongeng Anak, Ruang Koleksi Buku Anak, dan Ruang Musik. Udah pasti tau kan destinasi favorit Sakha mana? Yaps, Ruang Bermain! Langsung dia menggeret tangan kami untuk memasuki ruangan itu.
Sebelum masuk ruangan pengunjung diminta untuk menempatkan alas kaki di tempat yang disediakan. Disini disediakan rak sepatu dan sandal yang terbuat dari pipa paralon. Sakha semangat banget dah jadi tour guide dan bilang "Ama, sebelum masuk sandalnya ditaruh sini ya ama *sambil nunjuk-nunjuk".
Rak sepatu dan sandal
Bagi yang ingin menyimpan tas bawaan, jangan sungkan untuk meminta kunci loker kepada petugas. Disediakan banyak loker disini, jadi pengunjung bisa bebas barang bawaan karena kan semua dimasukin loker. Cukup memberikan kartu identitas ke petugas aja, kita udah dapet kunci lokernya. Jadi keinget arena permainan Kidzooona nih, disediakan loker juga disana..
Loker yang tersedia

Memasuki Ruang Bermain kami dipersilahkan untuk mengisi absensi. Ruang bermain ini cukup luas. Jenis permainannya pun bermacam-macam, mulai dari perosotan, tenda-tendaan, rumah-rumahan, boneka, puzzle, balok dan beraneka macam permainan kayu. Ada pula bean bag yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Yang pasti disini adem! Bermain jadi tambah seru karena ditemani dengan iringan lagu anak-anak di layar kaca.
Suasana ruang bermain
Sakha puas banget main disini, karena waktu itu emang pengunjungnya ga terlalu banyak. Saat Sakha asik bermain prusutan, saya lihatin dia sambil goleran di bean bag plus sambil mangku Sakhi.
Rumah-rumahan
Tenda-tendaan
Eh dia goleran juga
Capek bermain prusutan Sakha lanjut ngajak main puzzle dan aneka jenis permainan kekayuan. Permainan puzzle, kekayuan dan boneka ini ditempatkan di rak meja tempat petugas berjaga. Jadi untuk memainkannya harus bilang dulu sama petugas, minta tolong diambilkan gitu. Dengan begini bisa mengajarkan Sakha untuk berani speak up juga. Dia bilang sendiri ke mbak penjaga untuk main puzzle dan balok. Selesai bermain dia juga mengembalikan dengan tidak lupa bilang terimakasih ke petugas. Good job!
Main balok dulu
Asyiknya lantai di ruangan ini dialasi dengan karpet dengan motif rumput yang terjaga kebersihannya. Jadi berasa adem dan asri gitu seperti di taman. Kami sangat menikmati sesi main balok kayu sambil goleran di lantai ini. Selang berapa lama Sakha ngajak ke ruangan yang ada bukunya. Cuzz dah..

Ruang Koleksi Buku Anak luasnya ga terlalu besar. Ruangan dilengkapi meja kursi kecil untuk kenyamanan membaca anak. Duduk lesehan pun dipersilahkan. Saat itu lagi ramai-ramainya pengunjung. Sebelum masuk seperti biasa harus mengisi absensi terlebih dahulu. Walaupun ruangannya ga terlalu besar, tapi koleksi buku anak-anak disini cukup lengkap. Banyak banget board book sejenis Halo Balita dan Rabbit Hole ada disini.
Ruang Koleksi Buku Anak


Karena saking ramainya pengunjung bikin Sakha ga terlalu nyaman di dalam sini, akhirnya dia ngajak keluar dong. Padahal saya masih pengen baca buku anak-anak biar awat muda..#halah

Oh ya fyi Sakhi adem ayem tidur digendongan saya, ini brarti perpus ini bisa dikatakan tempat yang nyaman untuk bayi..hehehe.. Oh ya Sakha mengajak ke ruangan lain yaitu Ruang Musik. Kali ini Sakha masuk sana ditemenin ayahnya aja. Saya ga tega menganggu nyenyaknya tidur Sakhi dengan suara musik, jadinya kami nunggu di luar aja, duduk di bawah pohon yang rindang.
Menunggu Sakha
Di bagian tengah gedung terdapat kursi yang melingkari pohon. Di bawahnya terdapat rumput sintetis yang membuat suasana jadi lebih adem. Saya nyaman berlama-lama disini sambil menunggui Sakha dan ayahnya. Walaupun siang itu cuaca sangat terik tapi saya ga ngerasa kepanansan disini.
Suasana taman outdoor
Penampakan menara dari bawah
Ini nih oleh-oleh Sakha main di Ruang Musik. Ayah Sakha yang ambil fotonya. Ya semoga Sakha nanti bisa main alat musik ya, apapun itu. Maklum emak bapaknya ga ada yang berdarah seni nih, ga bisa main alat musik, bisanya cuma coding.. dan testing tentunya..hehehe..
Main flute
Main biolanya gini amat mas
Puas bermain musik Sakha ngajak pulang nih. Katanya dia laper gitu..hehehe.. Sebenernya disediakan kantin disini, tapi biar praktis ya udah lah mending pulang makan aja sekalian beli cemilan di jalan. Sebenarnya ada satu ruangan lagi nih yang belum dikunjungi yaitu Ruang Dongeng Anak. Mungkin next time kalau kesini lagi bisa saya ulas..
Penampakan ruang dongen dari luar
Okay kayaknya sekian dulu sharing saya tentang Perpusda Jogja alias Ghratama Pustaka ini. Menurut saya tempat ini cocok banget untuk destinasi liburan keluarga. Main-mainnya dapet, edukasinya pun dapet juga kan ya. Gratis pula..

Bagi yang mau kesini nih saya jepretin ketentuan yang harus dipatuhin selama di perpus.
Peraturan Perpusda
Selamat berkunjung ya.. 

See you on my next post..



Ringkasan :
Nama Tempat : Grhatama Pustaka Yogyakarta
Alamat : Jalan Janti, Wonocatur, Banguntapan, DI Yogyakarta (Sebelah Jogja Expo Center)
Jam buka : Weekdays (08.00 - 22.00), weekend (08.00 - 16.00)
Harga tiket masuk : Gratis
Fasilitas : Lantai 1 (Ruang Bermain, Ruang Koleksi Buku Anak, Ruang Musik, Ruang Dongeng, Bioskop 6D)
Rate : 4.8/5

Jumat, 21 September 2018

Mudik Naik Kereta Bareng Dua Bocils

Jumat, September 21, 2018 0 Comments
Beberapa waktu lalu saya sekeluarga mudik ke Probolinggo. Biasanya kan ritual mudik kami tu pasti ke dua tempat, yaitu Blitar dan Probolinggo. Khusus untuk mudik kali ini cuma di satu destinasi aja. Ceritanya bukmer saya beberapa waktu lalu kecelakaan. Beliau ga ngabarin anak-anaknya. Ayah Sakha taunya pas video call gitu. Kami pengen besuk tapi mencari waktu yang pas karena ayah Sakha lagi fakir cuti.


Singkat kata pas lihat kalender kami nemu tanggal merah di hari Selasa. Langsung dah kami merencanakan untuk ambil cuti di hari Seninnya. Setelah cuti diapprove langsung cuz beli tiket kereta. Untungnya ada kereta langsungan dari Jogja ke Probolinggo cuy, ga pake oper-oper (kayak naik angkot aja..hehehe). Pilihan keretanya adalah Sri Tanjung dan Logawa. Sri Tanjung berangkat pukul 07.00 sedangkan Logawa berangkat pukul 08.57.

Kereta
Setelah pindahan, jarak tempat tinggal kami ke stasiun tuh jadi jauh banget. Akhirnya demi menghindari keriwuhan dan drama pagi hari dipilihlah kereta Logawa..hohoho.. Ya bisa dibayangkan gimana drama dan cranky nya Sakha kalau di pagi yang dingin udah disuruh mandi? Apalagi jam 07.00 sudah harus di stasiun, brarti kami harus berangkat pukul 06.00. Sungguh berat tantangannya! Kutaksanggup..  


Oh ya FYI, kereta Logawa adalah kereta ekonomi dengan tatanan tempat duduk yang berhadap-hadapan. Formasinya adalah 2 - 3. Berdasarkan saran teman yang sering naik kereta ekonomi, kami dianjurkan untuk membeli enam kursi, yaitu tiga kursi berhadap-hadapan. Kenapa? Ya mengingat kami akan membawa serta dua bocils. Apalagi ini perjalanan lamanya delapan jam lebih! Huwoowww.. Dengan kursi yang lapang itu diharapkan saat si bocils ngantuk dan pengen tidur ya tinggal selonjoran aja di kursi. Si kecil tidur nyenyak, rewel pun akan bisa diminimalisir. Kenyamanan penumpang lain akan tetap terjaga..hohoho..

Tiket
Kami pesen tiket kereta secara online di Tokopedia. Mayan banget bisa dapet cashback berupa Toko Cash, plus bisa dapet cashback tambahan kalau pake Shopback. Beli tiketnya pun agak tricky karena maksimal booking tiket untuk satu user Tokopedia adalah empat tiket. Kami beli tiket kursi dengan nomor 17A, 17B, 17C, 18A, 18B, dan 18C.
Nomor kursi
Baca : Nyaman Belanja Online Plus Dapet Cashback, Cobain Shopback yuk!

Jadinya dua kali booking gitu, yang pertama beli empat kursi dan yang kedua beli dua kursi. Pertama beli kursi dengan nomor 17A, 17C, 18A dan 18C. Orang lain mau beli kursi 17B dan 18B kan jadi mikir-mikir tho, soalnya posisinya diapit ga nyaman gitu..hehehe.. Oh ya kami membelikan Sakha dan Sakhi tiket penuh, untuk nomor tanda pengenalnya cukup masukkan tanggal lahir saja karena kan belom punya KIA. Empat kursi sudah dibeli, lanjut lah kami beli dua kursi tengah itu alias nomor 17B dan 18B. Yasssh, dengan adanya Toko Cash kami bisa menghemat sekitar 100ribuan..lumayan banget kaaan..

Oleh-oleh
Walaupun ini mudik dadakan tetep lah harus memikirkan oleh-oleh. Bingung mau kasih oleh-oleh apa, pengennya sih oleh-oleh yang gampang dibawa mengingat kami mudiknya ga naik mobil. Barang bawaan seenggaknya harus seminimalis mungkin. Pengen beli bakpia aja yang gampang, tapi kan mudik beberapa waktu lalu udah pernah kasih oleh-oleh bakpia..hehehe..

Baca : Saat Si Kecil Mudik dengan Mobil, Apa Yang Musti Disiapkan?

Tanya teman ada yang merekomendasikan untuk membeli bakpia kukus. Bakpia model baru yang lagi hits. Mirip brownies yang di dalamnya ada filling macem-macem seperti cokelat, keju, dan kacang hijau. Rasanya pun enak katanya dan 'mantesi' kalau dibuat oleh-oleh. Gimana ga 'mantesi' lha wong kardus pembungkusnya aja segede gaban (*maaf aku lebay)..hehehe. Sebenernya teman udah ngingetin sih kalau kardusnya bakal gede, tapi saya udah terlanjur penasaran dan kepincut setelah kepo-kepo instagram Bakpia Kukus Tugu ini. Cuzz dah order via gojek H-1 mudik.
Oleh-oleh sudah sampe
Packing
Di tengah semangatnya kami untuk mudik naik kereta tiba-tiba H-2 mudik saya sakit dong. Badan saya meriang, mencret, mual dan kepala saya pusing. Takutnya tipes, tapi kata dokter murni diare aja, kemungkinan gara-gara salah makan. Tapi saya bingung, perasaan makanan yang saya makan itu sama kayak yang Sakha dan ayahnya makan. Sama-sama dari catering. Ah mungkin saya cuma kecapekan aja kali ya..

Baca : Catering Rantangan, Solusi Emak Yang Ga Sempat Masak

Setelah minum obat dari dokter alhamdulillah saya agak mendingan. Dengan semangat baru sembuh saya memulai sesi packing. Peralatan Sakha dan Sakhi untungnya udah saya cicil packing jauh-jauh hari. Paling tinggal toiletries aja yang belom masuk tas. Oh ya rencana barang bawaan dan pembagian tugas kami adalah:
Ayah :
  • 1 tas ransel yang isinya baju saya dan ayah Sakha
  • 1 tas jinjing yang isinya 1 tas bayi kecil (tas darurat) dan 1 tas kresek berisi snack cemilan di kereta
  • gandeng Sakha
Ama :
  • 1 tas ransel yang isinya baju Sakha dan Sakhi
  • 1 kresek besar oleh-oleh
  • gendong depan Sakhi pake ergo
Baca : Gendongan Nyaman Sejuta Emak

Kami memulai packing barang pribadi itu waktu hari H lho! Untungnya ga ada yang ketinggalan..hahaha.. Supaya ga bikin tas jadi berat, diapers Sakhi dan susu UHT Sakha kami bawa seperlunya aja cuma untuk keperluan di kereta. Nanti untuk dipakai di Probolinggo kan bisa beli disana, ya tho?

Baca : Sakhi dan Diapersnya


Berangkat ke Stasiun
Karena kereta akan berangkat pukul 08.57 jadi setidaknya jam 08.00 kami udah harus berangkat dari rumah. Kami memilih naik gocar daripada mobil. Denger-denger parkir mobil di stasiun tarifnya mahal per harinya.

Berangkat jam 08.00 aja kami hampir telat. Banyak rutinitas pagi yang mesti dilakukan seperti mandikan Sakha Sakhi, belom waktu itu Sakha lagi ngambek ga mau makan..fiuuh. Untungnya jam 08.10 kami udah masuk gocar, itupun pake acara HP Xiaomi saya ketinggalan di rumah. Diambil dulu deh..fiuh.. Di perjalanan kami berdoa semoga kami ga ketinggalan kereta.

Baca : Review Xiaomi Redmi Note 3 Pro untuk si Blogger

Syukurlah kami sampe stasiun sekitar pukul 08.40. Masih ada waktu untuk membeli nasi untuk di makan di kereta. Pilihannya jatuh pada nasi ayam CFC. Saya baru tau banget kalau ternyata di dalam stasiun Lempunyangan itu banyak stand-stand penjual makanan. Saya kira ga ada lhoo.. Oh ya saya juga nyempatin foto dulu nih. Foto dengan barang bawaan yang banyak, siap untuk mudik!
Siap mudik!
Di Kereta
Sampe di dalam kereta kami langsung memblokade kursi yang sudah kami pesan. Jadi yang duduk di kursi pinggir jalan adalah saya dan ayah Sakha, si dua bocils duduk kursi yang mepet jendela. Takutnya kalau ga gitu ada penumpang lain yang nyerobot duduk di kursi kami. Walaupun kayaknya sekarang udah ga ada lagi tiket untuk penumpang yang berdiri, tapi kami tetep jaga-jaga aja kalau-kalau ada penumpang iseng.

Dan kecemasan kami terbukti dong. Kejadian ini terjadi di kursi sebelah kami yang dua hadap-hadapan itu. Ada satu kursi yang emang kosong, tapi ditempatin seorang ibu. Ceritanya ibu itu ikut rombongan keluarga besar bersama satu anaknya. Nah anaknya ini bener dibelikan tiket tapi untuk bayi, jadi kan ga bayar. Kursi si ibuk jadinya ditempati si anak, tapi si ibuk riwa riwi kesana kemari cari kursi kosong. Akhirnya nemulah kursi di sebelah saya itu..

Selama di kereta ini Sakha sangat kooperatif banget. Alhamdulillah. Saya sempat under estimate "Ah paling Sakha nanti rewel kalau dia bosen", "Ah paling nanti nangis kejer ga mau pipis atau pup di toilet lagi karena takut kayak pas ke Malang dulu", "Ah paling nanti merengek ngajak jalan-jalan dari gerbong satu ke gerbong lainnya". Tapi syukurlah semuanya smooth, kekhawatiran saya tidak terbukti.

Baca : Mbolang ke Malang #Part 1

Sakha anteng di kursi karena dia sibuk ngemil. Dia juga sibuk mainin mainan yang dia pilih sendiri untuk dibawa di kereta. Jauh-jauh hari sebelum mudik kami ajak Sakha untuk menyiapkan "barang bawaannya" sendiri yang berisikan mainan. Dia memilih untuk bawa si Hulk, Rogi dan Tayo di kereta. Saat dia bosen dia akan ngajak saya dan ayahnya untuk main sambil liat pemandangan di luar kereta. Pas dia laper langsung bilang mau makan. Nasi ayam CFC pun sukses masuk ke perutnya tanpa banyak drama. Kalau ngantuk, dia langsung bilang mau tidur. Dalam hitungan ke dua puluh dia sudah terlelap. Ajaib!
Sakha si pemamah cemilan
Kalau Sakhi gimana? Hahaha.. Ini kebalikannya. Sakhi lebih banyak rewelnya. Jadi bayangan saya "Ah nanti kalau abis nenen langsung ditidurkan di kursi, pasti dia bisa bobok nyenyak kan naik kereta rasanya kayak digoyang-goyang di bouncher". Realitanya Sakhi nenen sampe ketiduran di pangkuan saya, trus tangan saya pegel tho, saya tidurkanlah dia di kursi. Hasilnya dia bangun, on! Mulai menangis manjah minta dipangku lagi sambil nenen. Ya udah akhirnya saya pangku dia terus daripada nangis. Saat dewi fortuna menaungi saya, Sakhi ditidurkan di kursi tuh ga kebangun. Lumayan lah saya bisa sambil main instagram..hehehe.. Tapi itu ga lama, dia akan kebangun dan minta dipangku lagi.. Gitu aja terus sampe ga terasa udah nyampe Probolinggo aja..hahaha..
Sakhi si pemakan jempol
Kalau saya dan ayah Sakha apa kabar nih di kereta? Kami kedinginan sodara! Jadi kami tuh ga tau kalau kursi yang kami pesan tuh letaknya di bawah AC pas. Mana besok untuk balik ke Jogja kami juga memesan nomor kursi yang sama..hahaha.. Saya ga kepikiran untuk bawa jaket, kan destinasi kami adalah kota yang juga terkenal dengan cuaca panasnya.. Untung anak-anak saya bawain jaket dan selimut. Biarlah hanya emak bapakmu ini yang merasakan kedinginan yang merasuk tulang ini nak!

Oh ya soal makan di kereta kami mah cuek aja ya, kalau laper ya tinggal makan..hahaha.. biarin lah diliatin orang karena mereka pun juga makan. Sistem makannya ini bergantian. Saya suapin Sakha dulu sedangkan ayahnya bakal jagain Sakhi. Kalau udah slese, gantian ayah Sakha yang makan. Saya, Sakha dan Sakhi main bareng. Btw perut saya kerucukan sebab nasi CFC nya cuma beli dua. Sakha hampir menghabiskan satu porsi, cuma tersisa tiga kali suapan untuk saya. Alhasil saya pesen Pop So, sejenis bakso instan dibungkus cup seperti pop mie. Isiannya adalah bakso, tahu isi bakso dan mie kuning. Nyumiii..nikmat banget lah, rasanya mirip kayak bakso Cak Masrur.

Baca : Di Jogja Kangen Bakso Jawa Timur? Mampir Ke Bakso Cak Masrur Aja..

Ga terasa setelah perjalanan selama delapan jam lebih kami nyampe juga di Probolinggo. Wow badan capek sodara. Tapi saya seneng aja sih, karena naik kereta bareng anak-anak ini akan meningkatkan kadar kesabaran kami..hahaha..

Balik ke Jogja
Langsung cerita pas balik ke Jogja aja ya, soalnya emang pas di Probolinggo tuh kami ga kemana-mana. Kalau mudik sebelumnya kan kami bisa main ke BJBR dan Alun-alun Probolinggo. Kali ini lebih asyik family time-an di rumah aja..hohoho..

Baca : Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Wisata Kekinian di Kota Probolinggo

Baca : Alun-Alun Kota Probolinggo, Tempat Favorit Sakha Saat Mudik

Kami nyampe Probolinggo kan hari Sabtu malam, nah hari Selasa pagi kami kudu udah balik ke Jogja. Di stasiun ini Sakha sempat cranky. Entah kenapa ya, kalau menurut saya mungkin karena bangun nya kepagian. Jadwal kereta kami pukul 08.07, tapi kami nyampe di stasiunjam tujuh kurang..hahaha.. Alhasil foto-foto dulu laaah..
Stasiun Probolinggo
Nyampe di dalam kereta seperti biasa Sakha masih asik dengan cemilannya. Apalagi eyang utinya kasih bekal Sakha buah potong, langsung dah Sakha nikmatin. Seperti saat perjalanan berangkat ke Probolinggo, di perjalanan pulang ini Sakha juga ga rewel. Tapi pas perjalanan pulang ini Sakha minta untuk nonton video di hape. Yaudah saya kasih asalkan ga pake volume nyetelnya..hehehe..
Maem buah dulu
Baca : Pentingnya Buah-Buahan Ini Untuk si Kecil

Untuk makan siang kami membeli nasi goreng dan nasi krawu di restorasi KA. Sakha doyan banget sama nasi gorengnya. Saya nyicip nasi krawu punya ayah Sakha, rasanya juga enak, sambelnya nampol abis. Setelah kenyang Sakha langsung bobok dan baru bangun saat nyampe Solo..hahaha..

Sakhi apa kabar? Dia tetep rewel surewel. Dia pup dua kali dong di kereta. Mana pupnya cair jadi sampe meluber-luber ke bajunya. Mau ganti diapers dan bajunya tapi penumpang di sebelah saya lagi makan..hahaha..sungguh galau.. Akhirnya setelah mas-mas itu selesai makan, saya langsung gerak cepat mengganti diapers Sakhi. Saya rada membungkuk gitu untuk menutupi badan Sakhi, ya supaya pemandangan feses ga merusak mata penumpang lain. Slup slup slup, Sakhi pun sukses ganti diapers dan baju. Tak lupa disemprot parfum supaya wangi..
Aku pup dua kali di kereta lho
Sakhi masih ga mau tidur saat ditidurkan di kursi, maunya ya dipangku gitu. Waktu itu saya capek banget, jadinya biar lah saya taruh Sakhi di kursi dulu sedangkan saya nyicil tidur-tidur ayam dikit. Ayah Sakha ga ngantuk karena sebelum berangkat dia minum Mocachino, jadinya dia iseng jepret-jepret.
Ama lelah
Ga terasa kami udah nyampe Klaten dong. Kami udah siapin barang bawaan supaya saat kereta berhenti di stasiun Lempuyangan tuh kami bisa langsung cuz gitu. Fyi, setelah stasiun Klaten tuh ya stasiun Lempuyangan. Ga dinyana eh Sakhi pup lagi. Sempat galau nih mau ganti diapersnya apa ga, soalnya dah lewat Klaten kan, bentar lagi Lempuyangan gitu. Kalau pas ganti ternyata kebablasan gimana..

Yaaa akhirnya tetep saya ganti laaah, kasian liat dia ga nyaman..huhuhu.. Untung proses penggantian diapers ini super cepat. Oh ya selama di Probolinggo kemarin Sakhi ga pup lho, jadi pup dua kali ini adalah akumulasi pupup yang tertunda.. 

Singkat kata kami nyampai juga di stasiun Lempuyangan. Kami nyampe di Jogja lagi! Kembali ke kehidupan nyata lagi! Gocar membawa kami pulang ke rumah. Rasanya bahagia bisa sampai rumah dengan selamat walaupun capek pasti mendera. Tetap semangat dan sehat supaya akhir tahun kami bisa mudik lagi..

Btw kayaknya cerita saya udah terlalu panjang nih ya. Intinya mudik naik kereta kali ini bikin kami, khususnya saya jadi lebih sabar. Kalau ayah Sakha mah orangnya sabar terus. Tapi saat saya tanya ke ayah Sakha pilih mudik naik kereta apa mobil? Beliau mantab memilih naik mobil! Hahahaha..

Bagi yang mau naik kereta ekonomi jarak jauh bareng bocils alias balita seumuran Sakha, saya punya sedikit tips nih :
  • Sounding jauh-jauh hari. Ceritakan kalau perjalanan naik kereta api walaupun ditempuh dengan waktu yang lama tapi akan sangat menyenangkan. Biasanya anak seumuran Sakha akan suka cerita yang lakonnya adalah ibuk atau bapaknya sendiri. Jadi bilang aja "Naik kereta sekarang jauh lebih nyaman, dulu waktu ama naik kereta itu berdesak-desakan, banyak sampah..lalala.." gitu-gitu lah..
  • Lebihkan kursi yang dibeli. Misalkan penumpangnya adalah ibu, bapak dan satu balita, maka belilah tiket untuk empat kursi yang berdekatan. Misalkan penumpangnya adalah ibu, bapak dan dua balita, maka belilah tiket minimal lima kursi yang berdekatan.
  • Bawa cemilan favorit anak. Saat membeli cemilan usahakan agar si anak ikut memilih.
  • Bawa mainan favorit anak juga, biarkan dia memilih mainan yang akan dia bawa.
  • Siapkan satu tas darurat berisikan diapers, tissue, baju ganti, kresek, hand sanitizer, minyak telon dan susu. Jadi saat membutuhkan barang-barang printilan itu gak perlu buka tas utama yang biasanya diletakkan di atas.
  • Biarkan anak duduk di pinggir jendela dan ceritakan objek-objek yang terlihat selama perjalanan.
  • Ceritakan rute perjalanan. Sebutkan nama-nama stasiun yang akan dilalui. Kalau perlu perlihatkan jarum jam dan bilang misal "Ketika jarum jam di angka 6 kita akan sudah sampai, jadi kamu sabar ya, ayo kita main dulu".
  • Saat bosan, ajaklah anak berjalan-jalan di gerbong.
Okelah udah kepanjangan banget. Semoga postingan ini ada faedahnya ya.. Selamat berakhir pekan..
Babayyyy


Selasa, 18 September 2018

Malam Mingguan di Essen Choco Pot

Selasa, September 18, 2018 0 Comments
Flashback dulu ya, dulu setiap malam minggu seringnya kami sekeluarga keluar untuk jalan-jalan. Paling sering tu malem mingguan ke Lippo Plaza, karena itu mall paling deket dari tempat kami tinggal waktu itu. Nah kadang juga kami sempatkan untuk ngemil cantik di kedai pisang bakar Ghifari. Tapi sayang sekarang udah tutup bin bangkrut dia. Jadinya bingung kan mau malmingan kemana selain ngemol..


Saya inget beberapa waktu lalu di grup arisan PT Ungu Terong ada yang share pernah makan di kafenya Roti Essen di Jalan Gedongkuning. Jalan Gedongkuning ini merupakan rute sehari-hari saat nganter sekolah Sakha. Saya malah baru tau kalau toko Roti Essen ini ada kafenya di lantai dua. Cuzz dah akhirnya malam minggu saya ngajak  Sakha dan ayahnya kesini..hohoho..

Ini cerita flashback ya, jadinya Sakhi belum terdeploy di dunia waktu itu..hehehe.. Toko Roti Essen terletak di Jalan Gedongkuning no 48 A, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Gampang banget kok ditemuin, Indomaret Gedongkuning ke selatan sedikit, nanti toko kuenya ada di kanan jalan dengan plang warna orange yang mencolok..

Waktu malam minggu pengunjungnya lumayan banyak, jadinya agak kerepotan untuk memarkir mobil. Toko roti ini area parkir mobilnya sangat terbatas, terpaksa harus parkir di pinggir jalan di depan rumah warga. Tapi ga papa kok, tukang parkirnya cukup cekatan dan bertanggung jawab.

Sampe di toko roti ini kami langsung cuzz ke lantai dua, di area kafenya. Surprisingly ternyata yang rame pengunjung tuh toko kuenya bukan kafenya. Kafenya sepi banget, padahal itu udah masuk jam makan malam. Oh ya nama kafe disini adalah Essen Choco Pot. Konon menu spesialnya adalah cokelat panas di dalam wadah cangkir gerabah alias Choco Pot itu.
Suasana tangga di lantai dua
Kami memilih tempat duduk di pinggir jendela. Jadi bisa menikmati pemandangan lalu lintas Jalan Gedongkuning dari lantai dua. Lumayan bisa jadi hiburan tersendiri untuk Sakha. Pas banget karena dia lagi suka sama mainan bertema transportasi seperti Robocar Poli dan Tayo. Saat bus Trans Jogja yang berwarna biru lewat, Sakha semangat banget bilang "Amaaaa..itu bus Tayo lewat amaaa!".
Tempat duduk pinggir jendela
Mba waiters bergerak cekatan saat tau kami duduk. Beliau memberikan daftar menu dan dengan ramah menjawab saat kami bertanya tentang menu yang terasa kurang familiar. Range harga makanan disini cukup terjangkau menurut saya. Menu makanannya pun beragam, mulai dari bistik, ayam-ayaman, nasi bakmoy, mie ayam, fish & chip, pasta, zuppa soup, dan pancake. Yes, lebih banyak menu westernnya ya..hehehe..
Menu makanan halaman 1
Menu makanan halaman 2
Menu makanan halaman 3
Untuk ragam minumannya pun tak kalah banyak lho. Ada minuman panas dan dingin. Beragam jenis choco pot, susu, jus dan minuman lainnya tersedia disini. Kamipun sempat bingung untuk memilih menu apa yang akan dipesan. Untung si mbak waiters sabar banget menunggu.
Menu minuman halaman 1
Menu minuman halaman 2
Menu minuman halaman 3
Akhirnya diputuskan untuk memesan Fish & Chips dan Pancake Strawberry Keju. Untuk minumannya entah kenapa kok kami ga kepikiran untuk memesan Choco Pot. Mungkin karena malam itu cuaca cukup panas, jadinya pengen minum yang dingin-dingin, alhasil pesan Jus Melon dan Es Cappucino. Atau mungkin waktu itu saya lagi hamil Sakhi ya, hawanya sumuk dan haus terus kan jadinya..hehehe..

Baca : Kabar Baik Itu Datang Lagi

Sambil menunggu pesanan datang saya asik memperhatikan sekeliling kafe. Arsitektur kafe ini agak western gitu, tapi ada unsur Jawa nya. Dinding kafe ini dihiasi berbagai macam wallpaper stiker bernuansa London. Namun furniture yang digunakan semua dari kekayuan yang difurnish cokelat gitu. Perpaduan tersebut membuat suasana di kafe ini semakin hangat dan hommy.
Suasana kafe
Tempat duduk dekat jendela
Dari tempat duduk dekat jendela tersebut saya bisa melihat pemandangan di lantai bawah yaitu toko roti yang ga pernah sepi pengunjung.
Pemandangan lantai satu
Beberapa menit menunggu akhirnya pesanan kami datang..horeeeeee.. Saya review satu-satu ya disini..

Fish & Chips
Porsi Fish & Chips disini lumayan banyak, tapi ga sebanyak porsi ala Mc D. Daging ikannya lembut dan tepungnya ga terlalu tebal gitu. Rasanya dominan gurih. Potongan ikannya pun dibuat ga terlalu besar, mungkin biar gampang dimakan. Sakha suka banget, apalagi saya ya. Kalau chips alias kentang gorengnya standart aja. Dia gorengnya garing di luar, tapi di dalamnya rada empuk. Sakha suka-suka aja apalagi dilengkapi dengan saos tomat maemnya.
Fish and chip
Pancake Strawberry Keju
Pancakenya lembuuut banget. Topping es krim strawberrynya banyak banget. Taburan kejunya juga melimpah. Sebenernya yang pesen menu ini adalah ayah Sakha, tapi beliau ga habis gitu lho. Dengan bahagia saya yang menghabiskan.. lha enaaaak..hehehe..
Pancake strawberry keju
Jus Melon
Jus melonnya super kental banget. Buih-buihnya sampe banyak gitu dan rasanya maniiis. Di lidah saya sih cocok-cocok aja. Harganya lebih mahal dari jus King Juice tapi rasanya lebih enak di Essen ini menurut saya.
Jus melon dan kawan-kawan
Baca : King Juice, Raja Juice di Jogja

Es Cappucino
Ayah Sakha bilang es cappucinonya premium gitu, bukan kayak cappucino yang sachet-an dan tinggal seduh itu. Cappucino ini disajikan dengan gula cair yang terpisah. Cappucinonya juga kental banget. Kafe ini ga pelit dalam menyajikan minumannya, semuanya kental dan enak. Worth it sama harganya. Pas saya nyicip juga rasanya juga nampol dan memang kerasa kayak bukan cappucino murahan..hehehe..

Oh ya jujur aja kami betah berlama-lama disini. Tapi karena hari udah semakin malam dan waktu itu Sakha pengen liat kuda (alias dokar) di jalan Malioboro, yaudah deh kami langsung capcus.

BacaCantiknya Wajah Baru Malioboro Jogja

So menurut saya tempat ini sangat recommended untuk destinasi nongkrong syantik alias untuk ngemil-ngemil sambil refreshing. Kalau misalkan kurang cucok dengan menu makanan di kefe ini, pengunjung tinggal turun ke bawah untuk membeli aneka jenis roti dan kue, oh ya jajanan pasar ada juga lhoo.. Lengkap kan.. Gimana penasaran kah? Langsung cuz malam mingguan kesini yaaa..



Ringkasan :   
Nama : Essen Choco Pot 
Lokasi : Jalan Gedungkuning no 48A, Rejowinangun, Yogyakarta  
Jam buka : 06.30 - 21.30 
Porsi : Kenyang
Rasa : Enak banget 
Rating : 4.9/5

Follow Me @granitprihara