Jumat, 30 Maret 2018

# home

Alhamdulillah Pindahan Rumah


Alhamdulillah akhirnya di pertengahan bulan Februari lalu kami resmi pindah rumah. Mempersiapkan acara ini sungguh menguras emosi jiwa dan raga. Alhamdulillah banyak pihak yang turut membantu, kami bersyukur sekali.
Jadi ceritanya kontrakan kami di daerah JEC akan habis masa sewanya April tahun ini. Trus kan HPL saya juga bulan April. Kami sekeluarga berencana kalau bisa sebelum bulan April tiba kami sudah pindahan ke rumah baru.


Sebelumnya kami berencana akan pindahan di awal Januari saat balik dari mudik akhir tahun. Tapi ternyata proses pengecatan dinding, pintu dan jendela yang dikerjakan pihak CV belum selesai. Alhasil kami harus menunggu.



Proses finishing tersebut baru selesai sekitar pertengahan bulan Januari. Oke, nampaknya pindahan di awal bulan Februari tidak menjadi masalah. Dari pertengahan bulan Januari sampai bulan Februari saya udah nyicil packing barang-barang di kontrakan. Tapi saya ngerasa kok barang-barang kami ini ga ada habisnya, terlalu banyak. Plus saya jadi sadar juga kalau selama ini saya kebanyakan nimbun sampah! Banyak banget kardus-kardus ga terpakai yang masih saya simpan dengan harapan bakal berguna nantinya kalau pindahan. Tapi ternyata semuanya ga bisa dipake lagi karena ditumbuhi jamur dengan lebatnya.. :|

Akhirnya saya bilang ke ayah Sakha kalau saya ga sanggup kalau proses packing ini dideadline. Saya maunya pelan-pelan aja..hehehe..maklum tenaga terbatas karena lagi hamil. Ayah Sakha juga untungnya sellow. Setiap saya selesai packing, langsung barang tersebut dibawa ayah Sakha ke rumah baru menggunakan mobil. Pengennya untuk barang berat seperti kasur, lemari, kulkas, mesin cuci, dll itu dikirimnya menggunakan mobil pick up saja.

Saat liburan tahun baru Imlek, keluarga ayah Sakha dari Probolinggo datang. Nah rencananya saya dan ayah Sakha udah sepakat kalau akan mengadakan tasyakuran rumah di hari Sabtu tanggal 17 Februari. Pengennya tuh sebelum acara tersebut, semua barang udah kami kirim ke rumah baru. Trus kami langsung bobok disana gitu. Saat keluarga datang di hari Jumat malam, bisa langsung tidur di rumah, baru acara tasyakuran diadakan esoknya di hari Sabtu. Lebih hemat tenaga menurut kami, karena proses pindahan udah beres jauh-jauh hari sebelum dilakukan acara tasyakuran.

Tapi ternyata rencana kami ga direstui pihak keluarga, karena beliau menganut paham boleh tidur di rumah baru saat selesai dilakukan acara tasyakuran. Jadinya saat keluarga sampe di Jogja hari Jumat malam, boboknya tetap di kontrakan. Besok paginya baru mindahin barang yang besar-besar seperti kasur, lemari, AC, kulkas, mesin cuci, dll. Sorenya langsung diadakan acara tasyakuran..huuuffh..capeknya..

Sebelumnya kami sempat bingung gimana adat acara tasyakuran di Jogja. Kami tanya-tanya ke teman, ke pak satpam, dan ke ketua paguyuban perumahan. Di perumahan tersebut ternyata acaranya bebas aja sesuai yang dipengen pihak pengundang. Pak satpam juga bilang biasanya acaranya membaca yasin kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah atau perkenalan.

Akhirnya setelah saya dan ayah Sakha berembug, diputuskan untuk mengadakan acara tasyakuran di hari Sabtu sore setelah Ashar, sekitar pukul 15.30. Kami mengundang tetangga satu blok, jamaah yasin perumahan, perangkat paguyuban perumahan, pak RT, beserta beberapa teman kantor yang lokasi rumahnya ga jauh dari rumah kami. Untuk undangan acara ini ayah Sakha yang bikin. Templatenya nyontek di internet aja..hehehe..
Isi undangan
Undangan dilipat
Sebagian undangan kami antar sendiri ke tetangga perumahan dan ke teman-teman. Karena ada beberapa yang ga ada di rumah, akhirnya kami menitipkan sisa undangan ke pak satpam untuk dibagikan.

Sabtu pagi pun tiba, sejak pagi kami udah fokus untuk mindahin barang-barang dari kontrakan ke rumah. Sekitar jam-jam dhuhur, proses pindahan barang-barang berat seperti kasur, lemari, AC, dan kulkas sudah selesai. Waktunya mempersiapkan acara inti yaitu tasyakuran. Ceritanya sajian di acara tasyakuran ini kami persiapkan sesimple mungkin karena emang waktunya mendesak banget.

Pada snack yang disajikan saat tasyakuran, kami merencanakan untuk menyajikan kacang rebus. Tapi sayang karena kami terlalu sibuk dengan proses pindahan, kami lupa untuk survey penjual kacang. Kami beruntung banget karena ada istri teman kerja yang menawarkan untuk merebuskan kacang. Saya terharu banget.. terimakasih banyak ya mba.. :*
Untuk acara tasyakuran ini kami mempersiapkan snack yang disajikan di lokasi berupa lemper, lumpia, kue talam, buah jeruk, buah salak, kacang godog, teh botol dan air mineral. Sebelum tamu datang, kami sudah menata snack tersebut.
Suguhan tasyakuran
Selain itu kami juga menyiapkan nasi kotak dan snack box yang sudah dibungkus menjadi satu tas. Setelah acara tasyakuran selesai, tas tersebut dibagikan ke tiap undangan yang datang. Untuk nasi kotak saya memesan di Jogja Halal Catering (JHC), seperti saat ultah pertama dan kedua Sakha dulu. Menu nasi kotaknya adalah nasi putih, urap-urap, sambel goreng hati, ayam goreng, telur pindang, sambal lalap, kerupuk udang dan pisang ambon.  
Menu nasi kotak

Untuk snack box, saya memesan di Snack Ibu Supriyati di Jalan Pleret, dengan isian tahu bakso, risol jagung, puding telur, stik keju, sus, dan putu ayu. Kebetulan pas dibungkus tuh antara nasi kotak dan snack box bisa matching gitu karena sama-sama menggunakan kardus bernuansa oranye.
Nasi kotak dan snack box
Kami mempersiapkan 40 nasi kotak dan snack box. Dari total 40 undangan, kira-kira undangan yang hadir berjumlah 18 orang. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, walaupun Sakha sempat rewel banget karena dia ga tidur siang. Setelah para hadirin membaca yasin, acara diakhiri dengan ramah tamah. Kira-kira acara tasyakuran tersebut selesai sekitar pukul 17.30.
Para undangan yang hadir
Untuk tetangga satu blok perumahan yang ga bisa hadir, kami antarkan tas nasi box tersebut ke rumahnya. Oh ya dari estimasi 10 jamaah yasinan yang diharapkan untuk hadir, hanya dua orang aja yang bisa bener-bener hadir. Akhirnya sisa konsumsi kami hantarkan ke beberapa teman kerja yang lokasi rumahnya dekat dengan kontrakan kami yang lama. Selain itu kami juga menghantarkan nasi kotak tersebut ke tetangga kontrakan kami dulu.

Acara hantar menghantar selesai saat Isya tiba. Terimakasih ya Allah karena Engkau telah memberikan kelancaran untuk acara hari ini. Semoga kehidupan keluarga kecil kami semakin barokah di tempat tinggal baru ini. Amiin. Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah membantu atas terlaksanakannya acara ini. Terimakasih juga kepada semua para undangan yang telah hadir dan memberikan doa restu dalam acara ini. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan Rahmad dan RidhoNya kepada kita semua. Amiin.. :)
Terimakasih

Sumber gambar :
Berdoa : https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQsRKafwydpBmA9jf0hhgK_7qwpwP1WujKPPGzDdNve09M5E0t1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara