Jumat, 09 Maret 2018

# home

Renovasi Rumah (Part 1)

Perhatian-perhatian ini adalah postingan yang lumayan panjang dan sebenarnya ga penting juga sih. Saya sengaja bikin sampe beberapa part karena emang bakalan panjang..hehehe.. Ini cuman sekedar dokumentasi bagian-bagian apa saja yang direnovasi di rumah second yang baru kami beli beberapa bulan lalu. Biar nanti kalau blogspot belum bangkrut saat masa tua kami, kami masih bisa baca-baca kisah ini..hohoho.. Monggo buat yang ga mau baca, no problemo kok, tapi mampir di kategori lainnya di blog saya yaaaa..


Rumah kami ini luas tanahnya sekitar 100m2 dengan tipe bangunan 52. Rumah terdiri dari dua kamar dan satu kamar mandi. Dapurnya semi outdoor gitu, karena di sebelahnya ada kolam ikan dengan atap terbuka. Belakangnya langsung berbatasan dengan sawah. Kurang lebih denahnya seperti ini :
Denah rumah
Sejujurnya kami ga begitu sreg dengan dapur terbuka, karena langsung berbatasan dengan sawah pastinya bakal banyak hewan-hewan sawah yang masuk ke rumah. Apalagi tetangga sekitar situ pernah bilang kalau rumahnya pernah kemasukan ular. OMG. Jadi planning kami adalah meninggikan tembok belakang dan menutup area belakang yang outdoor itu menggunakan kanopi transparan.

Selain itu kami juga ga terlalu sreg dengan tembok pembatas antara ruang tengah dan dapur. Pengennya tembok itu dijebol aja trus dibuat los gitu antara ruang tengah dan dapur. Alasan ayahnya Sakha biar nanti kalau saya masak di dapur tuh ga berasa diasingkan, kan masih kelihatan dari ruang tengah. Padahal aslinya beliau agak takut juga kalau musti di dapur sendirian.. :p

Okey di part pertama ini, pekerjaan dilakukan oleh tukang atas rekomendasi seseorang dengan sistem harian. Selengkapnya sebagai berikut ya..

Bongkar Tembok Pembatas
Task pertama yang harus dilakukan tukang adalah membongkar tembok pembatas antara ruang tengah dan dapur. Tembok pembatas itu mempunyai pintu dan jendela yang nanti akan terbuka ke dapur. Rencananya kami akan memasang pintu kaca geser sebagai pembatas ruangan, tapi setelah dipikir-pikir kok harganya mahal, jadinya dibiarin terbuka aja deh..hehehe..
Before
After

Ganti Pintu dan Jendela Depan
Ceritanya keadaan kayu di pintu dan jendela depan rumah kami sudah keropos dan lapuk. Kami pengen menggantinya dengan yang lebih layak. Daripada membeli rangka pintu dan jendela baru, kami memilih memanfaatkan rangka pintu dan jendela dari pembatas ruang tengah yang sudah dibongkar.

Proses pemasangan pintu dan jendela inipun sempat molor beberapa hari karena tukangnya kebalik dong masangnya..hadeeh.. Kalau ga salah proses pemasangan ini memakan waktu seminggu. Jadi kelihatannya tukang yang kerja ga berprogress sama sekali..hmmm..sedih..
Proses pemasangan pintu
Jadi sebelumnya jendela depan ini ga bisa dibuka gitu, cuman berupa kaca yang letaknya di sisi kanan dan kiri dari pintu. Sekarang udah diganti sama jendela yang bisa dibuka. Baru nyadar juga kalau jendela sebelah kanan dibuka bisa nabrak orang yang keluar dari pintu dong ya..wkwkwk.. Biarlah, kamipun baru menyadarinya, anggep aja unik.. :p

Ganti Bak Mandi 
Bak mandi di kamar mandi sudah tidak layak pakai. Padahal saat survey rumah dulu keadaannya baik-baik saja lho. Kami geleng-geleng dah, ini diapain coba sama penghuni rumah sebelumnya..hahaha..

Bak mandi ini terbuat dari plastik dan sudah pecah semua, dilakban sana sini sama penghuni rumah sebelumnya. Karena pecah itu jadinya bocor, trus mrembes ke tembok kamar sebelah. Akhirnya kami memilih mengganti bak mandi dengan material plastik lebih tebal. Sebelum memasangnya, kami meminta pak tukang untuk menambahkan beberapa lembar tegel supaya ada tambahan space antara bak mandi dan tembok kamar sebelah.
Proses pemasangan
Setelah terpasang

Pasang Tempat Cuci Piring 
Sebelumnya tempat cuci piring di rumah ini menempel di sisi tembok pembatas antara dapur dan ruang tengah. Karena dibongkar, akhirnya tempat cucian piring dipindah menempel tembok belakang. Hmmm, tukangnya rada gimana ya.. Jadi bak cucinya itu terlalu nempel sama temboknya. Jadi ada space berlebih di bagian depan. Padahal ayah Sakha udah bilang kalau nanti bakal pake kran yang melengkung itu, jadinya bak cucinya dipasin di tengah-tengah ga papa. Eh tapi hasil kerjaan tukang berkata lain.. Oke kami sabar aja..
Pemasangan bak cuci piring

Menutup Sumur
Di bawah halaman belakang yang terbuka itu terdapat sumur yang sudah ditutup. Tapi waktu itu keadaan tutupnya ringkih. Kata ayah Sakha kalau misal dilompati bakalan ambrol. Akhirnya kami meminta bantuan tukang untuk mengganti tutup sumur dengan material yang lebih kuat. Sayang nya pegangan tutup sumur ini dibuat dari pipa paralon, jadi ga terlalu kuat untuk menggeser buka si tutup yang berat ini. Harusnya kan pengangannya terbuat dari besi tho..hufft.. okelah.. Sekali lagi kami harus sabar..

Bongkar Kolam Ikan
Karena kami ga terlalu sreg dengan kolam ikan di teras belakang, kami memilih untuk membongkarnya saja. Rencananya kolam bekas kolam ikan ini bisa dijadikan tempat cuci baju atau tempat Sakha main-main air di bak nanti.

Pasang Kran Air dan Lubang Pembuangan
Rencananya nanti teras belakang akan digunakan untuk tempat mencuci baju atau sekedar untuk Sakha bermain air di bak. Jadinya kami meminta bantuan tukang untuk membuat tambahan kran air dan lubang pembuangan. Kayaknya si pak tukang ga mau ribet, jadinya pipa air pembuangan ini langsung diarahkan ke sungai kecil di belakang rumah kami..hmmm.. 

Pasang Kanopi Teras Belakang
Di saat proses renovasi ini ayah Sakha pernah ketemu ular kecil masuk ke rumah. Selain itu beliau juga menemukan kalajengking cambuk yang mati di teras belakang. Hmm..semakin kuatlah tekad kami untuk menutup teras belakang supaya meminimalisir hewan aneh-aneh masuk ke rumah.

Teman kerja kami merekomendasikan CV spesialis pemasang kanopi. Akhirnya kami menggunakan jasa CV tersebut. Rencananya kami akan memasang kanopi bening di teras belakang, supaya cahaya bisa bebas masuk ke dalam rumah. Saat tukang kanopi datang, mereka menyarankan untuk mengganti kanopi dapur sekalian, lalu besi penyokongnya dibuat tersambung dengan besi penyokong teras belakang.
Hasil penggabungan kanopi teras dan dapur
Apalagi memang keadaan kanopi dapur sebelumnya itu terlalu miring dan membuat sulit untuk diplafon. Selain itu besi penyangganya juga banyak yang karatan. Akhirnya kami menyetujui untuk mengganti kanopi dapur dengan galvalum dan memasang kanopi teras belakang dengan tipe polycarbonate.
Kanopi teras belakang
Hmmm, rupanya kami harus berlipat-lipat menyetok kesabaran dalam proses renovasi ini. Karena ada aja hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi kami. Ayah Sakha udah pesen ke pihak kanopi untuk disediakan pintu bukaan atas sebagai akses keluar. Eh malah pintunya bukaan geser dong. Untuk buka pintu gesernya pun sangat berat. Kami udah coba untuk komplain, tapi pihak CVnya ga respon gitu, berbelit-belit. Oke mari kita sabar lagiiii...

Ganti Kanopi Dapur
Kanopi dapur yang sebelumnya terlalu rendah dibongkar dan diganti dengan galvalum yang lebih bagus. Lumayan kanopi yang dibongkar ini dibeli tetangga sebelah dengan harga 500ribu. Kanopi galvalum yang baru letaknya agak ditinggikan, supaya nanti saat dapur diplafon, letak plafonnya bisa sejajar dengan ruang tengah.
Kanopi dapur
Sebenarnya masih ada task yang harus dikerjakan tukang di cerita part satu ini, yaitu meninggikan tembok belakang. Saya dan ayah Sakha sepakat untuk mencoba menggunakan tukang dengan sistem borongan. Tapi sayang saat diskusi dengan tukang sebelumnnya mereka mematok harga yang terlalu tinggi, jadinya kami coba cari-cari tukang yang lain. Alhamdulillah kami nemu tukang baru yang cocok harganya. Gimana perjalanan renovasi rumah dengan sistem borongan akan saya jabarkan di part dua ya..

Baca : Renovasi Rumah (Part 2)

Thanks for reading.. :)

Sumber gambar :
Bangun bata : http://3.bp.blogspot.com/-kkxn_zPqwaI/UYy5sSt0zlI/AAAAAAAABMg/b4lknyu9Pck/s1600/bangun+bata.jpeg 
Denah : http://www.rumahjogjaindonesia.com/sites/default/files/imagecache/big.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara