Selasa, 25 Juli 2017

# travelling # wisata blitar

Maliran Deer Feeding, Tempat Penangkaran Rusa di Blitar

Hiyaaa..masih edisi liburan lebaran 2017 di Blitar. Kali ini kami memutuskan untuk mengunjungi hutan Maliran di Blitar karena melihat postingan foto kakak ipar yang kayaknya seru banget bisa berinteraksi langsung dengan rusa. Sakha tu salah satu tipe anak yang ga takut sama hewan. Sakha demen banget sama tempat wisata yang membebaskan dia berinteraksi dengan hewan, seperti di Cimory, Batu Secret Zoo, atau Bhumi Merapi. Tahun lalu saat diajak main ke Bon Rojo di Blitar pun Sakha juga happy banget.





Maliran Deer Feeding ini terletak di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Maliran Deer Feeding ini bukan merupakan objek wisata baru. Objek wisata ini dulu pernah hapenning banget sekitar tahun 2000an dengan nama "Alas Maliran", trus mulai meredup. Nah akhir-akhir ini booming lagi dengan nama baru yaitu Maliran Deer Feeding.

Rute menuju Maliran ini sangat gampang, dari kota Blitar kita bisa mengambil arah ke kota Srengat. Nyampe pertigaan Tugurante, belok kanan. Ikuti jalan sampai menemui tikungan. Setelah tikungan ambil kanan jalan sampai dijumpai gerbang berhiaskan patung rusa. Masuk gerbang tersebut dan ikutilah jalan yang ada. Ga sampe satu kilo nyampelah kita di wahana wisata Maliran Deer Feeding.

Tiket masuk objek wisata ini cukup terjangkau, yaitu Rp. 5.000 per orangnya. Di pintu masuk wahana wisata, saya sempat heran kok ada tulisan "Dilarang membawa anjing". Ada apa gerangan? Eh saya baru tau dari hasil googling kalau rusa ini takut sama anjing. Biasanya pemburu rusa menggunakan anjing sebagai media untuk memburu rusa.
Tiket masuk Maliran
Dilarang membawa anjing ya
Masuk di area Maliran kami melihat area penangkaran rusa yang dibatasi pagar kawat. Selain memberi makan rusa melalui pagar kawat, pengunjung juga bisa memberi makan rusa dengan langsung masuk ke area penangkaran. Untuk langsung masuk area penangkaran kami harus melewati tangga yang di sebelahnya terdapat spot gembok cinta.. Eaaa..lagi-lagi gembok cinta.. Sama kayak yang kami lihat di BJBR dan hutan pinus Gogoniti.



Naik tangga dulu
Lagi-lagi gembok cinta
Kami sampai Maliran ini kira-kira pukul 11.30an. Cuaca hari itu cukup panas, kenapa? Karena di Maliran ini, tepatnya di kawasan penangkaran jarang banget terdapat pohon-pohon. Sebelum memasuki area penangkaran kami membeli pakan rusa yang dijual di warung. Pakan rusa terdiri dari dua macam yaitu kacang panjang dan kangkung. Harga per ikatnya adalah Rp. 2.000.
Jual pakan rusa
Supaya lebih bisa berinteraksi dengan rusa, kami memilih memberi makan rusa langsung ke dalam area penangkaran, ga usah dibatasi pagar kawat gitu maksudnya. Tapi berdasarkan pengalaman kakak saya disini beberapa waktu lalu, rusa disini agak "liar". Jadi kita harus berhati-hati, karena rusa jantan gampang banget "nyeruduk" untuk meminta makanan.

Akhirnya diputuskan kalau makanan rusa ini akan disembunyikan di jaket kakak, supaya si rusa engga nafsu nyeruduk. Eh tapi-tapi si rusa sukses ngikutin kakak saya kemana pun kakak saya pergi, sambil mengendus-endus manja..eaaa..
Rusa berhasil mendeteksi makanan yang disembunyikan
Akhirnya kacang pun kami keluarkan sedikit demi sedikit dari saku jaket untuk dikasihkan ke rusa. Sakha sengaja dinaikkan di sisa batang pohon yang ditebang supaya aman dari serudukan rusa. Ga berapa lama kami mengeluarkan kacang, sekawanan rusa langsung menuju kami untuk berebut mendapatkan makanan. Pertamanya Sakha seneng banget, tapi lama-lama dia ngeri karena tanduk rusa ada yang sempat mengenai badan Sakha.
Aman, sebelum dikepung sekawanan rusa
Sekawanan rusa yang siap mengepung
Kami juga sempat melihat adegan dua rusa jantan saling bertarung mengadu tanduknya, entah memperebutkan apa. Bapak-bapak petugas sampai mengingatkan kami kalau mending Sakha digendong aja supaya aman.

Yeess, menurut saya rusa disini lumayan liar, mungkin karena saking kelaparan banget kali ya. Lha Sakha mainan batang kayu aja, langsung banyak segerombolan rusa yang dateng mengerumuni Sakha. :O

Di dalam area penangkaran ini hanya disediakan satu tempat duduk dari kayu seadanya tanpa "iyup-iyupan" alias tanpa tutup untuk berteduh. Alhasil kami hanya duduk sebentar disana. Kami memilih ke area luar karena di luar terdapat gazebo yang nyaman untuk duduk. Kami duduk di kursi itu sambil menikmati lezatnya cilot yang dijual pedagang.

Sakha masih antusias untuk kasih makan rusa. Alhasil kami membeli pakan rusa lagi dan Sakha kasih maem rusa dari pagar kawat. Kalau kasih maem rusa dari sini, ga usah takut bakal diseruduk, paling cuma digigit rusa aja.. :D
Kasih makan rusa lagi
Selesai menyantap cilot, kami memutuskan untuk pulang dan lanjut ke destinasi wisata lainnya. Rencananya kami akan mengeksplor kolam renang di daerah Kediri, yaitu Sumber Ubalan. Pantengin postingan saya berikutnya ya..hohoho..

Di perjalanan pulang di mobil kami sukses berdebat tentang bentuk-bentuk rusa yang kami jumpai di Maliran ini, ada yang tanduknya tiga, ada yang tanduknya dua, ada yang tanduknya keras, ada yang tanduknya empuk, ada yang sikapnya brutal, ada yang sikapnya sellow, endebrew-endebrew. Dari perdebatan itu muncullah pertanyaan, apa bedanya rusa dengan kijang? Nah lhooo..

Sekian cerita tentang Maliran Deer Feeding ini. Bagi traveller yang pingin merasakan kealamian tempat penangkaran rusa sambil berinteraksi dengan rusa, ga ada salahnya buat mampir kesini. Harga tiketnya pun lumayan murah, jadi cocok untuk tempat wisata keluarga tanpa harus menguras isi kantong.

Ringkasan :  
Nama Tempat : Maliran Deer Feeding (Penangkaran Rusa Alas Maliran) 
Alamat : Desa Jatilengger Maliran, Kec. Ponggok, Kab. Blitar 
Harga tiket masuk : Rp. 5.000
Harga pakan rusa : Rp. 2.000
Rute : Dari pertigaan Tugurante, belok kanan, ikuti tikungan kemudian ambil kanan. Kemudian masuk gapura bertuliskan 'Wana Wisata Maliran" (patung rusa) 
Rate : 4.2/5

1 komentar:

Follow Me @granitprihara