Minggu, 20 Mei 2018

# curhat

Alhamdulillah Aqiqah

Alhamdulillah kami sekeluarga bisa melaksanakan aqiqah untuk putri kami, Sakhi. Sebelumnya izinkan saya flashback dulu saat aqiqah Sakha tiga tahun yang lalu.

Ceritanya setelah melahirkan Sakha di bulan Agustus 2014 kami ga langsung mengadakan acara aqiqahan di Blitar. Dulu kan acara selamatan tujuh bulanan hamil Sakha dah diadakan di Blitar, gimana kalau acara aqiqahannya di Probolinggo saja. Itu ide dari ibu bapak mertua. Kami manut saja.


Baca : Finally, We Meet Our Little Prince!!!!


Karena perjalanan Blitar-Probolinggo itu lumayan jauh, kami menunggu Sakha agak besar dulu supaya lebih fit. Kalau ga salah inget sekitar umur dua bulan lebih beberapa hari gitu baru Sakha diboyong ke Probolinggo.


Untuk acara aqiqahannya sendiri kami manut ke pihak keluarga Probolinggo. Jadi kami cuma mentransfer uang untuk membeli kambing plus bahan-bahan masakan, karena keluarga besar Probolinggo akan memasak olahan kambingnya sendiri. Super!


Saya lupa waktu itu ibu mertua mengundang berapa orang. Yang jelas waktu itu banyak banget bapak-bapak yang datang. Selain itu beliau juga turut mengundang rombongan samrohan atau qosidahan. Wow meriah sekali. Yang jelas ustad yang memimpin acara adalah guru ngaji ayah Sakha waktu kecil dulu.


Alhamdulillah saat acara Sakha ga rewel sama sekali. Dia tidur pules. Saat ayahnya menggendongnya untuk diputerin ke tamu-tamu supaya didoakan dan dipotong sedikit rambutnya, Sakha tetep aja bobok.

Sakha bobok aja ini dicukur
Oh ya waktu itu Sakha dapat kado dari keluarga besar dan tetangga rumah mertua di Probolinggo. Alhamdulillah. Selesai acara rambut Sakha udah ga beraturan gitu wujudnya, pethal-pethal gitu. Akhirnya besoknya Sakha dibawa ke salon untuk dicukur. Kenapa? Karena orang rumah ga ada yang berani nyukur, termasuk emaknya ini..hehehe..
Masih tidur aja dicukur di salon
Itulah gambaran acara aqiqahan Sakha beberapa tahun lalu. Karena ga diurus kami sendiri, jadinya kami manut terima jadi aja. Nah gimana dengan aqiqahan Sakhi?

Nah karena saat lahiran Sakhi kami ga mudik ke kampung halaman, alias tetep di perantauan, jadinya ngurus semua-muanya sendiri. Sakhi lahir di tanggal 18 April 2018, setelah melihat-lihat hari libur di kalender akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan aqiqah di tanggal 1 Mei 2018. Kebetulan di tanggal itu bapak ibuk saya lagi di Jogja.


Baca : Cerita Lahiran Adik Sakha


Pemesanan nasi kotak untuk aqiqah ini terbilang lumayan mendadak yaitu H-3. Saat itu mumpung ada bulik di rumah, jadinya kami menitipkan Sakhi kepada beliau. Sedangkan saya, Sakha dan ayahnya cuz ke Rumah Aqiqah yang berlokasi di Jalan Veteran no 9, Muja Muju, Umbulharjo. Lokasinya dekat dengan Kebun Binatang Gembira Loka dan Puskesmas Umbulharjo 1.


Baca : Periksa Kehamilan dan Mengurus Rujukan Di Puskesmas (ANC Terpadu)


Sampai lokasi kami langsung menemui petugasnya. Oh ya kami kira parkiran di Rumah Aqiqah tuh kecil, tapi ternyata lumayan besar lho.
Parkiran Rumah Aqiqah
Di dalam ruangan petugas memberikan pricelist Rumah Aqiqah. Ternyata mereka menyediakan kambing betina dan jantan sebagai pilihannya. Fyi, kambing jantan lebih mahal daripada kambing betina.
Pricelist
Rencananya aqiqah Sakhi ini ga pakai acara di rumah untuk doa bersama. Kami cuma membagikan nasi kotak aja ke panti asuhan plus ke beberapa tetangga perumahan dan beberapa teman kerja yang lokasi rumahnya dekat dengan rumah kami.

Ayah Sakha udah mendapatkan list jumlah anak dan pengurus di panti asuhan. Nanti pihak Rumah Aqiqah akan mengirimkan nasi kotaknya langsung kesana, baru sisanya dikirim ke rumah kami.


Oh ya untuk menu nasi kotaknya kami memilih menu standart seperti olahan sate dan gule. Tambahannya berupa telur kecap, gudangan, acar, dan kerupuk udang.

Oh ya petugas juga bilang kalau nanti Sakhi bakal dapat sertifikat aqiqah dan mug sebagai kenang-kenangan dari Rumah Aqiqah ini. Kami juga disuruh memilih bagaimana format kartu ucapan yang akan diselipkan di nasi kotak nanti. Customer juga bisa menambahkan foto untuk disertakan di kartu ucapan nantinya.
Desain kartu ucapan
Pilihan mug untuk cewek atau cowok
Alhamdulillah hari H aqiqah pun tiba. Rencananya 83 nasi kotak akan dikirimkan ke panti di daerah Gedong Kuning sekitar pukul 16.00 baru kelebihan nasi kotak akan dikirimkan ke rumah. Planing kami waktu itu ketika nasi kotak datang, kami  akan langsung mendistribusikannya ke rumah tetangga dan rumah teman kerja kami. Tapi sayang sore itu lagi ada tamu yang berkunjung untuk membesuk Sakhi. Jadinya pendistribusiannya agak telat.

Menjelang adzan maghrib baru kami mulai menghantarkan nasi kotak ke tetangga perumahan. Jeda maghriban sebentar, baru kami lanjut mengantar nasi kotak lagi.

Agak PR adalah saat mengantar nasi kotak ke rumah teman kerja, Sakha ngeyel mau ikut. Ya udah deh langsung kami cuz berangkat sambil berharap Sakha ga membuat keributan di mobil karena dia belum tidur siang.

Alhamdulillah akhirnya sekitar pukul 19.30 acara hantar menghantar nasi kotak sudah selesai. Waktunya pulang dan menikmati nasi kotak itu sendiri..hehehe.. Iya rasanya lapar banget setelah ater-ater itu.

Rasa masakan dari catering Rumah Aqiqah enak menurut kami. Daging olahannya empuk banget. Yang paling istimewa adalah rasa satenya. Nyaaam..semua keluarga suka..
Isian nasi kotak
Sakhi juga dapat sertifikat aqiqah dari Rumah Aqiqah. Pihak panti asuhan juga mengirimkan foto saat acara doa bersama disana. Ya, kami sengaja ga ikut acara disana karena memang lagi berhalangan.
Sertifikat Sakhi
Acara doa
Sekian dulu aja kayaknya sharing tentang aqiqah ini. Semoga Sakha dan Sakhi tumbuh menjadi anak yang sholeh sholehah, bermanfaat untuk sekitar dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin..

Mau aqiqahan pakai acara undang mengundang untuk doa di rumah atau mau cuma hantar-hantar nasi aja, yang penting niatnya sama-sama baiknya. Asal semua dilakukan dengan ikhlas aja. Sesungguhnya Islam ga menyulitkan. Terimakasih sudah membaca ya, sampai jumpa di postingan yang lain.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara