Rabu, 07 Februari 2018

Kuliner Murah Meriah Jogja, Saoto Batok Mbah Katro

Rabu, Februari 07, 2018 1 Comments
Berawal dari grup whatsapp ibu-ibu PT Ungu Terong saya mengetahui tempat ini. Karena buibu pada bilang kalau soto disini rasanya enak cocok dengan lidah Jawa Timur, dan pada bilang juga kalau harganya murah, langsung deh kami cuzz kesini. Soalnya saya dan ayah Sakha pernah zonk banget waktu maem soto lenthok khas Jogja yang menurut kami rasanya agak aneh. Baksopun demikian, harus cari yang ada label Jawa Timurnya baru cucok..hehehe..


Saoto batok Mbah Katro ini terletak di Jalan Sambisari No. 6, Kalasan, Yogyakarta. Ancer-ancernya cukup gampang, dari jalan Solo lurus aja terus ke Jalan Adi Sucipto. Lurus terus sampai nemu plang Candi Sambisari di kiri jalan. Ikutin petunjuk arah tersebut sampai menuju Candi Sambisari. Warung Saoto batok ini terletak di sisi utara candi.

Ciri-cirinya gampang banget diliat, yaitu banyaknya mobil yang terparkir di sisi kanan kiri jalan, plus banyaknya saung-saung bambu yang terletak di dalam warung. Plus kanan kiri warung masih berupa sawah dan kebun. Asri banget tempatnya.
Kanan kiri masih asri
Sebelum masuk ke dalam warung, mas petugas akan menanyakan kita memesan apa aja. Kemudian beliau akan memberikan nota pembelian dan nomor tempat duduk dari papan bambu. Para pengunjung dipersilahkan untuk memilih tempat duduk sendiri, apakah itu mau lesehan atau duduk di kursi. Jangan kaget kalau pengunjung warung ini buanyuaaaak banget ya. Kelihatannya semua tempat duduknya penuh, tapi percayalah pasti ada celah tempat kosong..hehehe..
Nota pembelian
Waktu itu kami memilih tempat duduk lesehan, supaya Sakha nyaman. Ga perlu lama menunggu, pesanan kami datang. Kami memesan 4 batok soto, 6 tempe, 3 sate usus dan 3 es teh. Wow, padahal ini cuma buat makan orang tiga..hehehe.. Pesen banyak karena emang soto disini porsinya sedikit, trus saking enaknya rasa tempe disini kami juga jadi pesen banyak deh. Ukuran tempenya kecil, cucok buat ngemil.
Pesanan kami datang
Yes, emang warung ini khusus menjual soto sapi. Tapi ada pula makanan pelengkap seperti tempe goreng, sate usus, dan sate telor puyuh yang sangat enak dimakan bareng si soto ini. Tempe gorengnya yang menurut kami istimewa karena sangat gurih dan garing. Soto disini beda banget sama soto lain, karena ditempatkan dalam sebuah mangkok dari batok. Saat menyantap soto batok ini kita bisa sambil menikmati pemandangan persawahan yang masih asri, plus menikmati semilir angin yang berhembus.
Sejuknya
Kami betah berlama-lama disini, apalagi tersedia area permainan tradisional anak-anak, seperti ayunan dan jungkat-jungkit yang terbuat dari kayu dan bambu. Sakha semakin sumringah. Di tempat ini juga tersedia fasilitas lain seperti kamar mandi dan mushola. Ada pula kolam ikan buatan, alias blumbang yang tentunya membuat suasana semakin asri.
Permainan anak
Menurut kami dengan harga soto Rp. 5.000 per batoknya sangat worth it bila dibandingkan dengan rasa serta porsi yang didapat. Mengingat hari gini makanan seharga limaribu udah jarang banget ditemukan. Eh ada sego megono ding.. :D


Warung ini buka dari pukul 06.00 sampai pukul 16.00. Beberapa kali berkunjung kesini, saya ga pernah menemui tempat ini sepi pengunjung. Pasti ramaaaii banget, apalagi pas jam sarapan dan makan siang.
Menurut kami tempat ini sangat rekomended sebagai destinasi kuliner murah meriah keluarga. Kita bisa menikmati soto dengan suasanya yang berbeda, yaitu suasana ndeso. Sering banget kami melihat rombongan keluarga besar makan disini. Bagi teman-teman yang berada di daerah muntilan, warung ini juga buka cabang disana lho..
Buka cabang di Muntilan
Oh ya ga perlu khawatir ga tersedia tempat parkir kendaraan disini, karena tempat makan ini membuka lahan parkir yang cukup luas di sebelah warung pas. Kalau dulu emang parkirnya tu kayak semrawut di pinggir jalan, sekarang jauh lebih rapi. Selain itu di depan area warung juga terdapat penjual mainan anak-anak..hehe..pinter banget karena penjual memanfaat keramaian warung soto batok ini. Jangan kaget kalau si kecil merengek-rengek buat dibelikan mainan ya.. :D
Lahan parkir yang cukup luas
Yuk, tunggu apa lagi. Mau kuliner murah meriah dengan nuansa pedesaan alias ndeso? Datang kesini aja.. :)

Ringkasan : 

Nama : Saoto Batok Mbah Katro 
Lokasi : Jalan Sambisari no. 6, Kalasan, DIY 
Jam buka : 06.00 - 16.00
Range harga makanan : Rp. 500 - Rp. 5.000
Range harga minuman : Rp. 500 - Rp. 2.000
Porsi : Minimalis
Rasa : Enak
Rating : 4.6/5

Jumat, 02 Februari 2018

Ribetnya Tahapan Membeli Rumah Second

Jumat, Februari 02, 2018 9 Comments
Yuhuu kali ini saya mau flashback cerita tentang pengalaman lika liku membeli rumah second. Ceritanya di Jogja ini kami udah lumayan lama mengontrak, sekitar tiga tahunan. Harga sewa kontrak dari tahun ke tahun tu pasti mengalami kenaikan, tapi kadang ga diiringi dengan kenaikan gaji..eaaa. Plus cuapan sana sini untuk membeli rumah, pasti ada aja slentingan "Sampe kapan mau kontrak?" atau "Suami istri sama-sama kerja kok belum bisa beli rumah sih?". Kami capek sis..

Baca : Rumah

Oke, sehabis merefreshkan pikiran mudik lebaran tahun kemarin, kami mulai hunting-hunting iklan rumah di olx. Sebenernya sebelum mudik kami ~eh lebih tepatnya ayah Sakha ding~ udah kepo banget tentang iklan rumah di olx. Beliau semangat liat iklan rumah, tentunya dengan filter harga yang sesuai dengan budget kami. Dan kami emang udah hopeless buat beli rumah baru, karena emang harganya selangit abis, di atas 500jt semua. Fokusnya di rumah second aja. Waktu itu ayah Sakha nemu iklan rumah yang sesuai dengan kriteria, saya langsung bilang "Kita mikirin mudik dulu aja ya, kalau iklan ini masih ada saat kita balik Jogja, brarti jodoh wes". Oke mari kita fokus mudik dulu..


Balik mudik ga dinyana ternyata iklan rumah tersebut masih ada dong, padahal kami mudik tu sekitar dua mingguan. Akhirnya tanpa babibu kami langsung survey rumah tersebut dan ketemu langsung dengan penjualnya. Lokasi rumahnya terletak di salah satu perumahan di luar ring road kota Jogja, kira-kira 9km dari lokasi kantor kami bekerja. Saat survey itu dilakukan pas malam hari. Pas survey itu kami tanyakan pertanyaan standart aja seperti luas tanah, luas bangunan, bangunan tahun berapa, listrik dan airnya gimana, bocor atau tidak, lingkungannya bagaimana. Kami ngerasa rumah itu cukup worth it untuk diperjuangkan. Akhirnya kami kami lanjut ke tahap berikutnya..

Deal dengan penjual
Dari harga rumah yang diberikan penjual kami berhasil menawarnya. Lumayan banget bisa turun sekitar 14jt. Nah di tahap ini kami bikin perjanjian tertulis di bawah materai gitu, yang intinya rumah ini ga boleh dijual dulu ke pihak lain gitu sampe urusan pengajuan KPR kami selesai. Kira-kira batas waktunya dua bulan. Yes, kami beli rumah pake KPR, hari gini beli rumah ga pake KPR brarti kaya raya banget tuh orang..hehehe.. :D
Deal dengan penjual
Oh ya disini kami juga membayar uang tanda jadi sebesar 5jt ke ibu penjual. Nantinya uang tanda jadi ini akan mengurangi jumlah DP yang harus kami bayarkan ke penjual. Ceritanya ibu penjual adalah seorang janda beranak satu. Ceritanya pula sertifikat rumah beliau lagi digadaikan di salah satu BPR di Jogja. Nah si ibu ini ga bilang di awal-awal kami survey..wkwkwk. Bilangnya setelah kami ketemu pihak bank dong. Untungnya bank yang kami pilih mendukung sistem take over.. :)

Selain itu si ibu penjual juga menyerahkan masalah pembayaran pajak penjual dan pembeli kepada kami. Yes, jadi pembeli yang harus membayar semuanya. Kami pikir ga masalah karena emang harga rumah ini tergolong murah dilihat dari luas tanah dan luas bangunan yang didapat.

Bertemu pihak bank (KPR)
Setelah deal dengan harga kami mulai browsing-browsing layanan KPR dari berbagai jenis bank syariah. Yes, kami memilih syariah supaya ribanya ga kerasa banget..huhu..supaya hati menjadi sedikit lebih tenang. Setelah cari referensi sana sini akhirnya diputuskan memilih bank Muamalat sebagai penyedia KPR karena sistem cicilanya flat dengan sistem hasil bagi terkecil.
Bertemu pihak bank
Akhirnya kami datang ke salah satu kantor cabang Muamalat di Jogja untuk tanya-tanya tentang KPR. Waktu itu CS yang melayani bilang kalau kami cukup meninggalkan identitas dan menunggu sampe pihak sales KPR menghubungi. Selang satu hari setelah kedatangan kami ke kantor cabang, sales menghubungi dan kamipun janjian bertemu di kantor kami bekerja untuk proses pengajuan KPR.

Kami diwajibkan melengkapi persyaratan pembiayaan KPR antara lain :
  1. Foto nasabah dan suami/istri ukuran 3x4 1 lembar
  2. KTP nasabah dan suami/istri (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  3. NPWP nasabah dan suami/istri (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  4. Aplikasi pembiayaan/formulir KPR (dapat dari bank)
  5. Surat pernyataan rumah ke- (dapat dari bank)
  6. Kartu keluarga (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  7. Akta nikah (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  8. Rekening tabungan mutasi gaji nasabah dan suami/istri 3 bulan terakhir (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  9. Slip gaji nasabah dan suami/istri 3 bulan terakhir (fotokopi dan ditunjukkan aslinya)
  10. Surat keterangan bekerja nasabah dan suami/istri (asli)
  11. Print out sisa outstanding dari bank asal (untuk kasus take over)
  12. Sertifikat obyek agunan (fotokopi)
  13. IMB (fotokopi)
  14. Surat penawaran penjual (asli)
  15. PBB terakhir (fotokopi)
  16. Bukti pembayaran PBB tahun terakhir (fotokopi)
  17. KTP Suami Istri Penjual (fotokopi). Karena suami penjual sudah meninggal dunia, maka diperlukan fotocopy akta kematian suami.
Syarat-syarat tersebut berhasil kami lengkapi kira-kira memakan waktu sekitar lima hari. Jadi kami janjian lagi dengan pihak sales bank untuk menyerahkan kelengkapan tersebut. Pihak bank juga memberi kami pilihan notaris mana yang akan kami pakai. Kami disarankan untuk survey-survey dulu. Tapi kami langsung aja dah pilih notaris rekomendasi bank tersebut berdasarkan lokasi yang paling dekat dengan tempat kami tinggal.
Estimasi biaya pengajuan KPR
Selain itu kami juga diberikan estimasi biaya yang harus dibayarkan dalam proses KPR ini. Mbak sales memberikan rincian nominal berapa yang perlu dibayarkan, seperti biaya administrasi, biaya akad, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, hold 1x cicilan, dll.
Simulasi angsuran sesuai dengan plafon yang diambil
Mba sales juga memberikan simulasi angsuran yang harus kami cicil tiap bulannya nanti dengan pilihan plafon yang berbeda-beda. Informasi ini sangat berguna banget buat kami yang uangnya pas-pasan ini, biar ga kaget di belakang.

Validasi pihak bank
Sales KPR sebelumnya bilang, sekitar satu minggu setelah pengajuan KPR bakal ada telepon dari legal bank untuk menanyakan hal-hal yang menyangkut pengajuan KPR ini, proses tersebut biasa disebut dengan validasi.
Validasi lewat telepon
Saya inget banget pihak bank menelepon kami saat kami jagain Sakha opname di rumah sakit. Banyak hal-hal yang ditanyakan seperti asal daerah, jenis pekerjaan, perusahaan tempat bekerja, riwayat keluarga, riwayat pendidikan, alasan mengajukan KPR, dll. Selain menghubungi kami kayaknya pihak bank juga menghubungi nomor kantor dan nomor keluarga yang kami cantumkan di formulir aplikasi pengajuan KPR.


Appraisal 
Setelah proses validasi ini pihak bank memberi tahu kalau bisa lanjut ke tahap berikutnya yaitu proses appraisal. Sebenernya pembeli ga perlu ikut campur dalam urusan ini, tahap ini hanya antara penjual dan pihak bank saja.
Appraisal
Appraisal ini adalah proses penilaian harga rumah yang dilakukan pihak bank. Pihak bank akan melakukan survey ke rumah yang akan dibeli nasabah. Disana mereka akan mengecek keadaan rumah dan mengestimasi harga yang layak untuk rumah tersebut. Estimasi harga rumah inilah yang nanti akan mempengaruhi nilai plafon pinjaman untuk nasabah.

Kami sebagai pembeli cuma berdoa semoga harga rumah yang kami incar ini ga terjun bebas jauh di bawah harga kesepakatan kami dengan penjual.. :D. Ohya untuk info aja, khusus untuk bank yang kami pilih biaya appraisal ini gratis..senangnya..

Bertemu Notaris
Akhirnya kami udah nentuin notaris mana yang kami pilih. Di hari Sabtu pagi kami janjian bertemu di kantor notaris. Huwoow saya sempat terpana aja, soalnya saya kira tuh kami akan berhubungan langsung dengan notarisnya, tapi ternyata para pegawainya aja yang ngurus. Yes, kantor notaris ini punya banyak pegawai gitu, dan mereka semua itu sibuk banget, mondar mandir sana sini, telpon sana sini, hitung sana sini..wow..saya amazed.
Bertemu notaris
Awal ke notaris ini kami memminta gambaran perhitungan biaya apa aja yang harus dibayarkan, kayak misal biaya AJB, pajak penjual, pajak pembeli, dll. Mba petugas mencatatnya dalam kertas dan menjelaskan kepada kami. Kami juga baru tau kalau harga jual beli rumah ini bisa sedikit dikurangin supaya pajak yang dibayarkan tidak terlalu besar. Tapi nguranginnya harus realistis lah..hehehe..soalnya nanti ada orang pajak yang ngecek beneran lhoo..
Perhitungan biaya yang harus dibayarkan ke notaris
Selain itu notaris juga meminta kelengkapan data penjual seperti kartu keluarga, akta nikah, dan foto rumah. Nah untuk kasus kelengkapan data penjual ini kami sedikit mengalami masalah, karena yang menjual rumah adalah janda mati beranak satu, plus anaknya masih berusia 16 tahun alias di bawah umur.

Untuk kasus ahli waris di bawah umur, diperlukan surat penetapan dari pengadilan yang menyatakan bahwa ahli waris yang belum cukup umur tersebut menyetujui untuk menjual rumah yang merupakan warisan dari bapaknya. Intinya di kemudian hari dia ga ada nuntut macem-macem gitu. Proses penetapan peradilan ini cukup lama, kan harus menyesuaikan jadwal di pengadilan. Untung proses ini bisa sambil jalan ngurus KPR.

Nah sebenernya penjual bisa mengurus sendiri ke pengadilan, tapi tentunya bakal lebih lama dibandingkan diuruskan notaris. Biaya pengurusan surat penetapan pengadilan lewat notaris adalah 5jt. Untungnya penjual setuju kalau biaya penetapan pengadilan ini bakal mengurangi jumlah harga rumah yang harus kami bayar.

Tanda tangan Surat Perjanjian Kredit
Setelah kami clear dengan estimasi biaya KPR dan rincian biaya di tahap notaris, kami jadi punya gambaran tentang total semua biaya yang harus kami bayarkan di awal. Kalau uang tunainya pas-pasan seperti kami, ya brarti pilihannya adalah meningkatkan jumlah plafon  di bank.. :D
Tanda tangan
Kira-kira setelah dua minggu menunggu kabar, akhirnya pengajuan KPR kami diapprove. Mba sales KPR datang lagi ke kantor kami buat ketemu sambil membawa draft Surat Perjanjian Kredit (SPK). Dokumen yang isinya berlembar-lembar ini intinya berisi semua syarat dan ketentuan mengikuti KPR bank. Selain itu dijabarkan juga biaya tertulis yang wajib dibayarkan nasabah sesuai ketentuan hukum yang berlaku beserta konsekwensi apabila terkena pinalti.

Nah sebelumnya kan kami mengajukan KPR dengan sistem join income. Tapi ternyata menurut mba sales, pengajuan dari pihak suami aja sudah cukup. Jadi ayah Sakha aja yang menandatangani SPK, saya cuma sebagai saksinya.

Pembayaran Biaya KPR dan Notaris
Setelah SPK kami tandatangai, kami langsung membayar biaya tanggungan yang harus dibayar di muka, seperti simulasi yang saya jabarkan di atas. Sebelum membayar biaya KPR kami diwajibkan untuk membuka rekening bank Muamalat. Kami isi saldo sesuai biaya yang dibutuhkan plus 1x biaya cicilan yang nantinya akan dihold.
Bayar biaya
Selain itu kami juga berkunjung ke kantor notaris lagi untuk melunasi pembayaran. Notaris disini bertanggung jawab mengurus segala dokumen pembelian rumah. Setelah tahap pembayaran ini notaris langsung mengecek status rumah di badan pertanahan, selain itu mengurus apakah ada sisa pajak yang kurang dibayar oleh penjual.

Setelah beberapa lama menunggu ternyata masih ada tanggungan pajak yang harus dibayarkan penjual. Karena emang udah deal dari awal kalau semua urusan perpajakan itu pembeli yang bayar, akhirnya ya kami harus legowo membayarnya. Untungnya nominalnya ga sampe berpuluh-puluh juta.
Kurang bayar pajak
Setelah kewajiban pembayaran dilunasi dan semua persyaratan telah dilengkapi, akhirnya pihak bank dan notaris menentukan jadwal kapan dilakukan akad jual beli. Saya mengambil cuti setengah hari, sedangkan ayah Sakha satu hari full. Maklum saya fakir cuti.

Akad
Hore hari tanda tangan akad jual beli telah tiba di hari Jumat tanggal 11 Agustus 2017, sehari setelah ulang tahun Sakha yang ketiga. Waktu itu kami janjian di kantor notaris pagi hari sekitar jam 07.30 karena mengejar supaya semua proses selesai sebelum sholat Jumat.

Baca : Selamat Ulang Tahun Ketiga Sakha

Akhirnya untuk pertama kali kami langsung bertemu dengan notaris yang menangani proses jual beli ini, sebelumnya kan pegawainya yang menangani. Suasana akad ini menurut saya menegangkan banget..lebay ya.. Kira-kira hal ini yang penjual dan pembeli lakukan saat proses akad :
  • Penjual dan pembeli menyerahkan persyaratan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, dan NPWP ke notaris.
  • Penjual menyerahkan sertifikat rumah, IMB, PBB yang asli dan fotokopi ke notaris. Karena ini kasus take over, sertifikat rumah masih berada di BPR tempat sertifikat digadaikan penjual.
  • Penjual dan pembeli menunggu notaris mengecek semua dokumen di atas.
  • Setelah semua valid, penjual dan pembeli menandatangani perjanjian akad di depan notaris. Saksi-saksi juga ikut serta untuk menandatangani perjanjian.
  • Penjual dan pembeli mendengarkan seluruh hak dan kewajiban pihak-pihak terkait dalam jual beli rumah, yang dibacakan oleh notaris.
Akad jual beli
Nah sebenarnya masih ada satu syarat yang kurang saat proses akad itu, yaitu surat penetapan dari pengadilan karena ahli waris penjual itu masih di bawah umur. Tapi pihak notaris bilang kalau itu bisa sambil jalan. Pihak bank juga bilang selama ini jarang terjadi masalah pada pengurusan surat penetapan.

Oh ya karena pembelian rumah ini menggunakan KPR, maka ada dua buah akad yang harus ditandatangai pembeli, yaitu :
  1. Akad jual beli yang mengikat pihak pembeli dan penjual
  2. Akad kredit yang mengikat pihak pembeli dan bank yang memberikan KPR
Setelah proses akad jual beli selesai, kami sebagai pembeli bisa langsung pulang. Sedangkan penjual bersama pihak bank harus mengurus pengambilan sertifikat di BPR tempat sertifikat tersebut digadaikan penjual. Jadi pihak bank Muamalat akan melunasi hutang penjual di BPR. Hutang tersebut akan memotong nominal dana yang harus dibayarkan bank ke penjual.

Setelah sertifikat udah di tangan bank, pihak bank akan menghubungi pembeli. Lalu kami sebagai pembeli akan langsung mentransfer uang DP ke rekening penjual. Bank pun juga langsung mentransfer dana yang telah disepakati kepada pihak penjual. Namun penjual belum bisa menikmati dana dari bank tersebut sebelum surat penetapan dari pengadilan selesai.

Setelah semua beres, pihak notaris akan langsung memproses balik nama sertifikat rumah menjadi atas nama pembeli. Setelah selesai sertifikat rumah tersebut akan diserahkan kepada pihak bank sebagai jaminan KPR. Sampai postingan ini ditulis, kami belum ke notaris lagi untuk mengecek apakah proses balik namanya udah selesai. Normalnya proses balik nama ini bisa selesai dalam waktu tiga bulan.

Oh ya, walaupun surat penetapan dari pengadilan belum turun, seminggu setelah tanda tangan akad itu ibu penjual langsung memberikan kunci rumahnya kepada kami. Senangnya.. :)

***
Huuufff.. baru sadar postingan kali ini panjang banget ya! Iyes, begitulah lika liku keribetan yang kami alami saat membeli rumah second dengan sistem KPR. Campur-campur perasaannya. Rasanya saat tiap tahapan udah terlewati tuh ada aja masalah baru yang datang, mulai dari sertifikat yang digadaikan, penjual belum membayar PBB, surat penetapan dari pengadilan yang harus diurus, sampai masalah kurang bayar pajak. Sampe pernah tu kami mikir "Ini mau beli rumah kok rasanya dipersulit gini ya, apa emang rumah ini bukan jodoh kami?". Tapi perkataan salah satu teman menyadarkan kami "Mungkin yang di Atas pengen tau perjuangan kalian untuk memperoleh rumah ini tu kayak gimana, makanya kalian dikasih cobaan yang aneh-aneh". Oke kami berpositif thinking :)

Kayaknya postingan saya sampe disini dulu. Lain waktu saya akan memposting tentang proses renovasi rumah ini yang pastinya menguras isi hati dan isi rekening ya. Semoga ga bosen.

Baca : Renovasi Rumah Part 1, Part 2 dan Part 3

Maaf atas postingan saya yang super duper panjang banget kali ini. Semoga ada manfaat yang didapat. Doakan semoga rumah yang kami beli barokah ya.. :)

Thanks for reading..

Sumber gambar :
Rumah : https://357games.files.wordpress.com/2017/03/membeli-rumah-kpr-sebagai-salah-satu-cara-investasi-rumah.png?w=768 
Deal : http://marketeers.com/wp-content/uploads/2016/05/wFpaYG_121198282.jpg 
Bertemu pihak bank : http://www.charlenefrary.com/wp-content/uploads/2017/01/Loan-Officer-Training.jpg 
Validasi : http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2014/03/04/article-2573276-01DC2BCC000004B0-531_634x425.jpg 
Notaris : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwcxrFiUfOiP3SwbDQDq6egZf87pL2NSPYkIv3pMrTbr6NPFHWdHfK5ig0vzyYbWSKJISPLKzDgy3Gbpl8Om0yOxnBXwp0EHHHBCLy1QjBUczL0oSavZo0PcZR3kgKE5CTAN2-njgTRjPF/s1600/Notaris-PPAT2.jpg
SPK : https://www.hipwee.com/wp-content/uploads/2017/02/hipwee-0131_WVsignatures-750x502.jpg
Bayar biaya : https://blog-cdn.duitpintar.com/wp-content/uploads/2015/09/istilah-dalam-KPR-images2-1.png
Akad : http://dakwahkendari.com/po-content/uploads/murabahah.jpg

Senin, 29 Januari 2018

Perkembangan Adik Sakha Part 1

Senin, Januari 29, 2018 0 Comments
Seperti saat saya hamil Sakha beberapa tahun lalu, kali ini saya pengen juga mendokumentasikan perkembangan adik Sakha di dalam rahim, yang nanti kalau misalkan jenis kelaminnya cewek bakal dikasih nama Sakhi..hehehe..

Nah ceritanya saat terlambat datang bulan, saya ga langsung test pack, masih cuek-cuek aja. Saya baru test pack setelah telat mens dua mingguan, dan baru ke dokter setelah telat mens dua puluh harian..


Nah berikut saya rangkum perkembangan saat hamil adik Sakha di trisemester pertama..

7 Minggu 2 Hari
Ini pertama kali saya kontrol ke dokter. Masih setia cek ke dokter Ariesta, soalnya dulu pas hamil Sakha di Jogja saya juga kontrol ke beliau. Kalau pas hamil Sakha dulu saya kontrol di RS tempat beliau praktek, kalau sekarang saya kontrol di rumah beliau. Di cek kehamilan awal ini seperti biasa petugas menanyakan hari mens terakhir dan keluhan yang dirasakan. Di minggu-minggu awal kehamilan ini saya belum merasakan gangguan mual seperti yang saya ceritakan disini.

Saat di USG pun masih belum terlihat adanya tanda-tanda titik janin, kantung kehamilan yang terlihat pun sangat kecil, seperti masih berusia 5 minggu. Waktu itu dokter hanya memberikan resep Folavit aja, plus berpesan untuk balik kontrol dua minggu lagi untuk melihat janin di rahim saya berkembang atau tidak. Berat badan saya waktu itu di angka timbangan 65kg dengan tekanan darah 110/70.

9 Minggu 3 Hari
Di kontrol kedua ke dokter kali ini seperti biasa petugas menanyakan keluhan yang saya rasakan selama kehamilan sambil mengecek tensi saya. Di minggu ini saya udah mulai merasakan mual dan perut begah. Mual cuma saya rasakan di malam hari saja atau saat keadaan di sekitar saya lagi dingin banget.

Saat di USG sudah terlihat titik janin yang kami harapkan. Kami seneng banget. Apalagi waktu itu dokter juga kasih lihat suara jantungnya dedek bayi. Saat Sakha denger suara "jedug-jedug" dia kayak terpana gitu. Saat keluar dari klinik tu Sakha tanya "Ama, kok adeknya ga ikut keluar?". Kepolosannya bikin kami ketawa.

Oh ya berat badan saya masih tidak beranjak dari angka 65kg, tensi pun juga demikian masih 100/70. Kali ini dokter meresepkan multivitamin Folamil Genio, bukan Folavit biasa kayak resep kontrol dua minggu lalu. Saya jadi mikir apa mungkin karena udah keliatan titik janinnya jadinya resepnya pake Folamil Genio yang kandungan nutrisinya lebih lengkap daripada Folavit.

13 Minggu 4 Hari
Di kontrol ketiga ke dokter kali ini saya curhat kalau saya mengalami mual dan muntah berat. Ga cuma saat pagi aja, atau biasa dikenal sebagai morning sickness. Mual muntah ini saya rasakan setiap hari, setiap waktu, pagi, siang, sore, dan malam. Saya sampe minta obat mual ke dokternya.

Dokter cuma berpesan supaya sabar, karena namanya ya awal-awal hamil. Ini masih dalam tahap beradaptasi, lama-lama rasa mual itu juga hilang sendiri. Pesan beliau, "dinikmati aja"..hohoho. Oh ya karena sering muntah-muntah dan sedikit makan, berat badan saya turun 2kg menjadi 63kg. Sedangkan tensi masih normal di angka 100/70. 

Walaupun berat badan saya turun, dari USG bisa dilihat kalau berat badan adek bayi masih berkembang sesuai dengan usianya. Kalau ga ada cadangan makanan, ya jadinya adek bayi nyerap nutrisi dari tubuh emaknya. Hal itu bikin berat badan adek tetep nambah walaupun berat badan emaknya turun.

Di kontrol kali ini dokter memberi resep Folamil Genio dan obat anti mual yang bisa diminum seperlunya saat mual muntah parah. Esoknya saya coba minum obat mual itu, hasilnya emang oke, rasa pengen muntah berkurang tapi menurut saya malah bikin perut saya begah dan saya jadi makin sering sendawa. Akhirnya saya putuskan ga saya lanjutin minum obatnya, karena di suatu waktu pernah saya sendawa sampe kebablasan muntah gitu..hmmm.. :(

18 Minggu 3 Hari
Memasuki usia kandungan 18 minggu ini intensitas mual dan muntah saya semakin berkurang. Saya juga udah mulai doyan makan lagi, semua berkat sego megono..eaaa..


Di kontrol kali ini ga ada keluhan yang saya curhatkan ke dokter, karena emang semua getting better than previous month. Saat di USG, posisi janin lagi melintang dan berat badan janinnya sebesar 244gram. Kata dokter beratnya pas sesuai dengan usianya.

Berat badan saya alhamdulillah naik 1kg menjadi 64kg dengan tensi 110/70. Karena di minggu-minggu sebelumnya saya mengalami mual muntah hebat, hal itu bikin saya ga bisa minum suplemen karena pasti dimuntahin. Hal itu bikin stok suplemen saya masih banyak, jadinya dokter kali ini ga kasih resep apa-apa..hehehe.. Jangan ditiru ya, harusnya walaupun mual muntah minum suplemen untuk janin itu wajib ya! Karena kan semua untuk perkembangan calon anak kita. 

Kayaknya sampe segini dulu cerita tentang perkembangan adik Sakha di trisemester pertama ini. Semoga di kontrol berikutnya semakin diberi kelancaran. Mohon doanya ya semua.. :)

Rabu, 24 Januari 2018

Fish Garden Blitar, Wisata Edukasi Mengenal Aneka Jenis Ikan

Rabu, Januari 24, 2018 0 Comments
Masih belum bisa move on dari euforia mudik akhir tahun 2017 kemarin. Seperti biasa, agenda saat mudik selain kumpul dengan keluarga adalah mengeksplor destinasi wisata baru di kota tercinta. Kali ini pilihan destinasi wisatanya sangat deket banget dari rumah, lokasinya masih di pusat kota Blitar. Nama tempatnya adalah Fish Garden.


Kenapa kita ujug2 pilih main kesini? Alesannya ya itu tadi, karena tempat ini deket dari rumah..wkwkwk.. Kalau tahun lalu kan kami udah explore tempat wisata yang terletak di sekitaran kabupaten Blitar, seperti Kebun Kopi Karanganyar, Kebun Teh Sirah Kencong, Bukit Teletubies, Hutan Pinus Gogoniti dan Penangkaran Rusa Maliran. Kali ini fokus destinasinya di area Blitar kota aja.. :)






Fish Garden terletak di Jalan Bengawan Solo no. 101 Pakunden Blitar. Lokasinya pas banget di depan SMAN 3 Blitar. Biasanya tempat ini buka mulai dari pukul 08.00 - 17.00. Nah pas liburan sekolah plus liburan akhir tahun kemarin, tempat ini dibuka sampai malam sekitar pukul 21.00. Begitu tulisan di papan pengumuman yang saya lihat.

Sebenarnya apa sih menariknya Fish Garden ini? Konon info dari internet tempat ini merupakan wisata edukasi ikan air tawar. Disini pengunjung bisa lebih mengenal dunia ikan, terutama lewat koleksi ikan air tawar yang dipelihara disini. Adakah anak kecil yang ga suka lihat ikan? Pastinya jarang banget kan ya, kami yang segede ini aja antusias...hohoho.. Apalagi si kecil.. Yuk langsung masuk!

Sebelum masuk kami diharuskan membeli tiket seharga Rp. 13.000 per orang. Untuk si kecil usia PAUD ke atas diwajibkan membayar ya. Oh ya saat akan pulang nanti, tiket masuk ini bisa ditukarkan dengan ikan hias yang disediakan. Wow, seru sekali..
Tiket masuk Fish Garden
Masuk area Fish Garden kami disambut oleh banyak koleksi jenis-jenis ikan air tawar, selain itu ada pula penyu dan kura-kura di dalam aquarium besar. Jadi suasana di dalam ruangan ini dibuat gelap, cuma mengandalkan sumber cahaya dari aquarium. Hal itu membuat tempat ini terlihat menarik karena pasti mata kita akan fokus ke ikan-ikan di dalam aquarium.
Koleksi penyu
Jenis ikan air tawar yang dikoleksi di aquarium ini antara lain ikan Sidat, Gurami albino, Catfish, Toman, Maskoki, Arwana, Louhan, Red devil, Araipama, dan masih banyak yang lain. Tapi ada beberapa aquarium yang kesannya terlalu kecil untuk ikan-ikan tersebut. Jadi kayaknya jumlah ikan di dalam aquarium itu kebanyakan, jadinya si ikan ga bisa bebas bergerak, doi cuma diam aja sambil sedikit menggerak-gerakkan kepalanya. Melase.. 

Dari area aquarium kami lanjut berjalan terus. Sampailah kami di area semi terbuka. Kami disambut ratusan ikan koi yang tersebar di kolam sisi kanan dan kiri. Wow, Sakha senang sekali liatnya. Tapi sayang sekali ada beberapa ikan yang mati, mungkin saking ramainya pengunjung, pengurus belum sempat untuk mengecek keadaan ikan disana.
Banyak ikan dimana-mana
Di sekitar area semi outdoor ini terdapat pujasera tempat berjualan makanan, hall untuk tempat duduk pengunjung, hiburan panggung musik, area terapi ikan, plus stand tempat penukaran tiket masuk dengan ikan. Jadi bagi pengunjung yang capek berjalan bisa leyeh-leyeh di kursi yang disediakan, plus bisa menikmati jajanan dan hiburan musik elekton..hohoho.. mayan..
Hall yang disediakan
Jangan lupa tukar tiketnya dengan ikan nanti sebelum pulang
Waktu itu kami lebih tertarik dengan area terapi ikan. Saya ga ikut nyoba, takutnya keenakan malah menimbulkan kontraksi dini nanti..hehehe.. Biar ayah, pakdhe, budhe dan Sakha aja yang coba..hoho.. Terapi ikan disini gratis lho, sepuasnya pula..mantab..
Asiknya terapi ikan
Puas dengan terapi ikan kami lanjut mengeksplor rute berikutnya. Sakha udah nunjuk-nunjuk kereta mini di yang lagi muter disana. Yes, langsung deh kami beli tiketnya. Harga tiket kereta mini adalah Rp. 5.000. Sakha cuma ngantri sebentar, trus langsung deh tancap naik. Kirain cuma dua kali putaran, eh ternyata muter sampe lima kali. Sampe Sakha bosen..wkwkwk..
Booth kereta mini
Pas saya lagi asik liatin Sakha naik kereta, ternyata pakdhe budhe Sakha udah beliin kami tiket buat nonton bioskop 3D. Huwooow, serruuu. Yes di tempat ini disediakan wahana bioskop 3D, harga tiketnya Rp. 10.000. Wah kebetulan nih kami udah lama banget ga nonton bioskop..hohoho..
Loket bioskop 3D
Studio bioskop disini jangan lah disamakan kayak studio XXI atau cinemaxx ya.. Menurut saya walaupun keadaan studionya sederhana namun tetap nyaman. Kursinya memakai kursi sofa kayu, mirip kursi di rumah saya. Trus peredam suaranya juga ga terlalu kuat, jadi pas di dalam kami masih bisa denger sayub-sayub suara musik elekton yang lagi dimainkan di panggung utama. Itu semua ga bikin kami terganggu, kami cukup enjoy menikmati film yang tampil. Nah saya kira film yang ditampilkan tu cuma berdurasi 15 menit, ternyata durasinya 30 menit dengan tema film yang berbeda-beda. Total ada sekitar tiga film yang dimainkan. Film pertama tentang dunia air, film kedua tentang petualangan kereta roller coaster, dan film ketiga tentang kehidupan dinosaurus. Menurut saya alangkah serunya kalau film-film yang ditayangkan itu yang bertemakan air, laut atau perikanan. Sesuai dengan tema tempat ini kan.. fish gitu..

Selesai menonton bioskop 3D, kami melanjutkan perjalanan ke area belakang. Masuk di area ini kami disambut oleh landmark kincir angin ala-ala negara Belanda gitu. Di sekitarnya juga terdapat taman bunga, miniatur rumah Hobbit dan taman kelinci. Sayang banget keadaan kelincinya lagi lemes ga semangat buat diajak main, soalnya cuaca waktu itu lagi panas banget. Jadinya kami selfie bareng kincir angin aja..hohoho.. Jadi dejavu foto beginian di Kaliurang.
Uhuy, kincir angin belanda KW
Baca : Keliling Dunia di The World Landmark Merapi Park

Di area belakang ini juga terdapat stand penjualan bibit tamanan plus display bermacam-macam jenis tanaman yang diperjualbelikan. Waktu itu ayah Sakha beli bibit bunga matahari seharga Rp. 10.000 per bungkusnya. Doakan bisa tumbuh subur di Jogja ya..hohoho..
Stand penjualan bibit tanaman
Di area outdoor ini juga terdapat gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Si kecil pun ga akan bosen karena di area ini terdapat taman bermain yang cukup luas. Sayang banget pas kunjungan kami kesana tu suasananya lagi ramai banget, jadi gazebo-gazebo tersebut udah ditempati pengunjung lain.
Taman bermain si kecil
Di area paling belakang terdapat pujasera yang juga menyediakan makanan dan minuman. Sambil menikmati santapan disana, pengunjung bisa juga sambil memberi makan ikan yang terdapat di kolam yang super luas di area belakang. Saya juga belum jelas sebenernya kolam ini difungsikan untuk apa, apakah untuk pemancingan atau memang hanya didiamkan saja.
Area pujasera di belakang
Area kolam yang besar banget
Di area belakang ini juga terdapat kebun sayur dan buah yang ditanam oleh pemilik. Sayangnya entah karena cuaca yang panas atau karena minim perawatan, cuma beberapa aja sayuran yang tumbuh subur, seperti lombok ini..
Wow cabenya siap petik
Puas berkeliling seluruh area Fish Garden ini, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang tak lupa kami menukar tiket masuk dengan ikan hias yang disediakan. Horee, koleksi ikan di aquarium Sakha bakal nambah nih. Oh ya sebelum pintu keluar, terdapat area yang tentunya menjadi favorit si kecil, yaitu kolam renang mini khusus anak-anak.
Horeee dapet ikan
Kolam renang mini
Hoho, sayang kondisi kolam renangnya lagi super ramai banget, jadinya kami mengurungkan niat untuk mengajak Sakha main air. Nah kira-kira begitulah keseruan kami mengeksplor tempat baru bernama Fish Garden ini. Menurut saya tempat ini recommended banget sebagai destinasi wisata keluarga. Cocok banget sebagai tempat si kecil untuk kenalan dengan berbagai jenis ikan air tawar, jadi belajarnya ga cuma dari buku atau internet aja. Ketemu langsung pasti lebih seru.. :)

Yuk, tunggu apa lagi... Lagi di Blitar? Jangan lupa main ke Fish Garden..



Ringkasan : 

Nama Tempat : Fish Garden

Alamat : Jalan Bengawan Solo no. 101, Pakunden Blitar (Depan SMAN 3 Blitar)

Jam buka : 08.00 - 17.00

Harga tiket masuk : Rp. 13.000 per orang (usia PAUD ke atas wajib bayar)
Rate : 4.5/5

Minggu, 21 Januari 2018

Sejarah Blog Ini

Minggu, Januari 21, 2018 0 Comments
Sekian lama nulis cerita di blog dengan berbagai kategori, saya malah belum pernah cerita tentang asal muasal blog ini. Kali ini saya pengen cerita awal mula saya menulis blog ya. Kalau postingan ini dirasa ga penting, silahkan baca postingan saya yang lain..hehehe.. Emang yang lain ada yg penting? XD

Blog ini saya buat di tahun 2012 lalu, tepatnya saat saya berada di Sumbawa. Kenapa kok saya bisa nyasar ke Sumbawa? Selangkapnya ceritanya bisa dibaca disini ya..


Nah singkatnya, di Sumbawa tuh kan tempat kerjanya di tengah hutan. Disana saya banyak dapat pengalaman seru, mulai dari pertama kali naik boat, naik kapal veri, menjelajah hutan, mengeksplor pantai yang masih sepi pengunjung, sampai pengalaman ketemu biawak dan dikejar monyet saat akan berangkat kerja. Sayang banget kalau pengalaman seru itu ga didokumentasikan. Akhirnya suami saya, yang saat itu masih jadi mamas pacar, kasih ide gimana kalau cerita-cerita itu ditulis di blog. Saya pun menyetujuinya.

Langsung deh semangat belajar tentang blog. Saya memilih pakai blogspot karena kayaknya waktu itu settingannya lebih simple daripada wordpress. Dulu pas saya di Sumbawa kan boboknya di asrama atau mess. Di kamar tuh ga ada hiburan TV, adanya cuma laptop pinjeman dan koneksi internet gratis. Jadinya tiap pulang kerja, masuk kamar langsung deh ngeblog.
Jadi tujuan ngeblog apa? Ya simple aja sih, cuma pengen mendokumentasikan pengalaman yang pernah saya lalui. Syukur-syukur pengalaman saya ini bisa bermanfaat buat orang lain. Kalau di suatu saat saya pengen napak tilas pengalaman manis atau pahit dalam hidup saya, tinggal baca aja ini blog..hehehe..

Isi konten di blog saya inipun bermacam-macam, mulai mengalami evolusi seiring pertambahan umur saya.. Singkatnya seperti ini :
Tahun 2012 - 2013
Tahun ini saya banyak nulis tentang pengalaman berpetualang wisata di sekitar Sumbawa, Lombok, dan Bali. Maklum waktu itu saya yang kerja di kantor Bali harus ditugaskan ke Sumbawa. Selain itu di tahun ini saya juga banyak menceritakan tentang pernak-pernik atau serba-serbi persiapan pernikahan sampai hari H. Pengalaman hanimun juga tak lupa ditulis..hehehe..

Tahun 2014
Tahun ini saya banyak nulis tentang pengalaman kehamilan anak pertama saya, Sakha. Selain itu saya juga menulis apa saja yang harus dipersiapakan dalam menyambut kelahiran anak. Saat Sakha lahir saya juga mendokumentasikan ceritanya. Pengalaman suka duka menjadi ibu baru tak luput dari tulisan saya.
Tahun 2015 - 2017
Tahun ini merupakan tahun produktif di blog saya. Saya bisa bikin banyak postingan tentang bermacam-macam tema, mulai dari parenting, review produk bayi, review buku, kuliner di Jogja, travelling bareng si kecil, sampai tentang mainan edukatif. Random banget lah pokoknya, suka-suka saya yang penting nulis..hehehe..

Pernah suatu waktu ada beberapa teman yang DM saya minta diajari ngeblog. Selain saya pandu lewat whatsapp, saya juga menulis tutorial cara mudah membuat blog supaya mudah dibaca oleh teman saya itu.
Tahun 2018
Tahun ini prediksi saya ga akan jauh-jauh, saya paling tetap akan menulis tentang pengalaman mengasuh anak seperti tahun lalu. Tentunya akan ada pengalaman baru karena sekarang saya lagi mengandung anak kedua. Gimana nanti kalau adik Sakha udah lahir, pasti semakin berbeda tantangannya..hohoho.. semakin seru untuk ditulis.. :)
Kesimpulannya, apa yang saya tulis di blog saya ini adalah murni pengalaman pribadi, ga ada niat untuk menggurui atau menyinggung siapapun. Jadi biarlah blog ini saya jadikan diary digital saya, rumah saya. Masih inget kan pengalaman menulis curhatan di buku diary saat masa-masa ABG kita dulu. Sensasi itulah yang saya rasakan saat menulis di blog ini..hohoho.. :D

Di akhir tulisan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca yang menyempatkan diri untuk membaca blog saya. Walaupun blog saya cuma dibuka tanpa dibaca pun saya udah seneng, apalagi kalau dibaca berulang-ulang sampai anda jadi pembaca setia, saya bakal super duper seneng..hehehe.. Oh ya apabila ada kata-kata yang salah atau menyinggung dalam tulisan saya selama ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya ya.. :)

Thanks for reading..