Sabtu, 30 April 2016

Custom Busy Book Untuk Sakha

Sabtu, April 30, 2016 2 Comments

Halo mommy-mommy kece semuanya. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bersemangat ya. Kali ini saya akan membahas tentang buku yang lagi happening banget. Entah apa cuma saya aja yang menganggap buku ini lagi populer, atau ibu-ibu yang lain juga merasakan hal yang sama.

Yup buku tersebut tak lain dan tak bukan adalah busy book. Sebenernya apa sih busy book itu? Dari artinya busy = sibuk dan book = buku. Jadi busy book ini adalah buku untuk membuat sibuk? Ya bisa dibilang begitu. Menurut saya busy book ini adalah buku yang ga hanya untuk membuat anak sibuk, tapi juga bisa untuk menghindarkan anak dari ketergantungan gadget. Busy book ini juga berisikan stimulasi yang berguna banget untuk perkembangan kognitif, motorik halus dan daya imajinasi anak, seperti mencocokan warna, mencocokan bentuk, belajar menarik resleting, memasukkan kancing, dll.

Baca : Bebas Gadget dengan Buku Stiker Risugumi

Walaupun ini adalah buku, tapi materialnya ga dari kertas. Namun dibuat dari kain flanel berwarna-warni. Kenapa dibuat dari flanel ya karena biar ga cepat lecek bahkan juga bisa berkali-kali dicuci kalau ada kotor. Busy book ini direkomendasikan untuk balita umur 6 bulan sampai 5 tahun. 

Saya pertama tau tentang busy book ini dari facebook. Ceritanya ada yang ngeshare cara pembuatan busy book secara DIY. Waktu itu yang bikin orang bule, dan saya baru tau juga kalau di luar negeri busy book ini dikenal sebagai Quite Book, ya mungkin biar anaknya diem..hehehe..

Saya pingin banget kasih Sakha busy book ini,  mengingat waktu mudik semakin dekat. Saya pingin pas di perjalanan mudik yang lama itu Sakha mainan busy book ini kalau lagi bosen. Di tempat mudik pasti Sakha juga banyak nganggurnya, jadi busy book ini bisa dijadikan pilihan mainan juga. 

Berhubung saya ga bisa jahit sama sekali, ga mungkin saya bikin busy book sendiri. Akhirnya saya cari info penjual busy book di internet. Ternyata harganya lumayan mahal, tergantung macam aktivitasnya. Ada yang menjual sampai Rp. 200.000 per buku. Setelah membandingkan harga dan review kesana-kemari, akhirnya diputuskan untuk membeli di suatu ol shop di instagram, lokasinya di Jakarta. Harganya Rp. 90.000 belum ongkir. Busy book ini terdiri dari 10 halaman yang bisa dicustom sesuai keinginan customer. Masing-masing halaman berukuran 20x20 cm. Sistemnya adalah pre order dengan lama pengerjaan kurang lebih 2 minggu. 

Horeee, akhirnya busy book Sakha datang juga. Penasaran dengan isi aktifitasnya? Cekidot.. :D Ini adalah penampakan covernya. Hmmm..sempet agak kecewa juga karena nama yang tercantum salah, karena K nya dua..huhu.. Tapi ga apa lah, no body is perfect..
Tampak depan, K nya kebanyakan
Halaman Pertama : Mencocokkan Warna Balon
Anak diajak untuk belajar mencocokan warna balon bagian atas dengan balon bagian bawah. Balon bagian atas ini bisa dilepas dan ditempel karena dilapisi velcro. Karena waktu saya pesan ini pas Sakha umur 19 bulan, pas main ini dia belum ngerti macam-macam warna. Jadinya asal nempel balonnya. :D
Halaman Kedua : Mencocokkan Pola
Anak diajak untuk  belajar mencocokan berbagai macam pola dengan gambar background yang ada di buku. Di masing-masing pola ditempel tali supaya pola ga terlepas dari buku. Nah ternyata tali tersebut kadang bikin ruwet karena nyampur dengan yang lain. Jadi kalau mau main mesti harus misah-misahin tali dulu biar ga ruwet. Jadi saran saya untuk mencocokan pola ini lebih baik memilih tipe velcro aja yang bisa ditempel di backgorund bukunya. 
Halaman pertama dan kedua

Halaman Ketiga : Berhitung Cokelat Warna Warni Di Es Krim
Anak diajak untuk belajar mencocokkan jumlah manik-manik dengan nominal angka. Walaupun Sakha belum bisa berhitung, saya tertarik pesen aktifitas ini karena biar dia bisa meraba manik-manik yang merupakan cokelat di es krim itu. Selain itu juga untuk latihan pasang tempel es krim..hehehe.. Nanti kalau Sakha udah agak gede barulah diajarin itung-itungan. 
Halaman Keempat : Menanam Wortel
Anak diajak untuk belajar konsep menanam. Walaupun Sakha belum ngerti, aktifitas ini bisa dijadikan latihan motorik halus untuk menyisipkan suatu objek ke objek lain. Dalam kasus ini manyisipkan wortel ke saku-saku kecil yang merupakan permisalan dari tanah. 
Halaman ketiga dan keempat

Halaman Kelima-Keenam : Mobil-mobilan
Anak diajak untuk berimajinasi mengendarai mobil-mobilan. Disediakan rute jalan yang di sekitarnya terdapat area parkir, car wash, sekolah, rumah dan area bermain. Sakha demen banget sama aktivitas ini, mainan sambil ngomong "ngeng...ngeng.." :D Oh ya ga perlu khawatir mobil-mobilannya hilang karena sudah dikaitkan dengan tali.
Halaman kelima dan keenam

Halaman Ketujuh : Memberi Makan Ikan
Anak diajak untuk mengenal konsep makan serta untuk latihan motorik halusnya dengan belajar membuka tutup resleting yang merupakan mulut ikan. Pertama kali coba Sakha masih ga bisa untuk membuka resleting, tapi karena dia penasaran banget akhirnya bisa juga..horeee..
Halaman Kedelapan : Sikat Gigi Yuk
Anak dijajak untuk belajar menyikat gigi. Terdapat gambar kepala monyet yang mulutnya bisa dibuka. Jika dibuka terdapat susunan gigi dan lidah. Sakha juga demen banget sama aktivitas ini. Kalau dia lagi males sikat gigi, saya sering kasih contoh monyet yang sikat gigi ini. Akhirnya Sakha ikut sikat gigi juga deh.. :D
Halaman ketuju dan kedelapan

Halaman Kesembilan : Bongkar Pasang Pakaian
Anak diajak untuk belajar mengenal konsep pakaian dan untuk mengenal anggota badan. Rata-rata mainan bongkar pasang ini sering dimainkan cewek ya. Tapi saya ngerasa perlu aja ngenalin ke Sakha supaya dia tau jenis-jenis pakaian yang biasa dia pakai, serta untuk pengenalan anggota badan juga. 
Halaman Kesepuluh : Aneka Keterampilan Tangan
Anak diajak untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Kegiatannya adalah membuka gesper, menali sepatu, menali pita, mengaitkan kancing, dan membuka tutup kancing kecil. Sakha belum tertarik dengan aktifitas ini karena menurut dia susah. Nyoba berkali-kali masih aja belum bisa, akhirnya dia males..hehehe. Ya wes coba lagi kalau udah agak gede ya Nak..
Halaman kesembilan dan kesepuluh

Gimana? Tertarik untuk memberikan busy book untuk si buah hati tercinta? Bagi yang suka crafting atau menjahit, pasti seru sekali kalau bisa membuatkan busy book untuk buah hati tersayang. Pasti ada kepuasan tersendiri yang ga ternilai harganya. Tapi kalau yang ga bisa crafting seperti saya, membeli busy book dalam bentuk jadi bisa dijadikan pilihan. Harga Rp. 90.000 menurut saya worth it karena banyak manfaat yang diberikan dari aktivitas dalam busy book :) Untuk para bunda yang sedang mencarikan mainan atau kado untuk anaknya, atau ingin mengurangi penggunaan gadget pada anak, busy book ini bisa dijadikan pilihan lho..
Halaman favorit Sakha

Selasa, 26 April 2016

Permainan Murah Meriah : Memetik Bola

Selasa, April 26, 2016 0 Comments

Kali ini saya akan share pengalaman saya tentang mainan Sakha. Pernah ga merasa kalau anak kita itu gampang sekali merasa bosan? Pernah kita belikan mainan, pertama kali mencoba dia excited banget. Sekali dua kali masih oke. Tapi lama-kelamaan dia udah ga mau mencoba main lagi atau bahkan ga mau menyentuhnya. Padahal kita beli mainan juga engga murah..hahaha.. I feel you.. ^_^

Karena itulah saya membeli buku Rumah Main Anak. Saya tau buku ini pertama kali dari instagram. Kebetulan saya follow akun toko buku dan mainan onlen. Uploadlah mereka buku Rumah Main Anak ini. Saya kepo tapi ga beli onlen..wkwkkw..saya pilih beli di Gramed waktu itu. Buku Rumah Main Anak ini mengajak kita untuk memanfaatkan barang-barang di sekitar kita untuk dijadikan mainan yang berguna untuk anak. Slogannya yang paling nancep itu "Mainan ga harus mahal" Untuk review buku Rumah Main Anak akan saya tulis di postingan yang lain ya :)

Nah suatu waktu pas pulang kerja saya iseng-iseng buka buku itu sambil nemenin Sakha nonton tv. Langsung cari di daftar pustaka bahan yang seenggaknya saya punya sambil ngelirik mainan Sakha yang berantakan...hahaha.. Akhirnya saya melihat permainan "Memetik Bola". Wow kayaknya menarik. Bahan yang diperlukan pun ga banyak dan simple. Let's go...

Permainan Memetik Bola ini tujuannya adalah melatih motorik kasar. Motorik kasar sendiri adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menendang, melompat, berlari, berdiri, berjinjit atau naik turun tangga. 

Sekarang Sakha  berumur 19 bulan. Sakha sudah bisa berdiri dan berjalan sendiri. Tapi gimana dengan berjinjit ya? Belum terlalu bisa. Nah salah satu kegunaan permainan "Memetik Bola" ini adalah melatih motorik kasar anak, khususnya berjinjit. Kira-kira apa saja ya bahan dan gimana ya cara membuatnya?

Bahan :
  • Bola plastik ringan berwarna-warni ukuran sedang atau kecil, yang biasanya buat mandi bola
  • Lakban bening ukuran besar
  • Keranjang atau kardus bekas 
  • Pintu kamar (TKP)
Cara membuat :
  1. Rekatkan lakban dari sisi kiri ke kanan pilar pintu. Bagian bawah adalah bagian lakban yang bisa direkatkan. Jangan kebalik ya :) Kalau bisa kasih space berlebih di bagian lakban yang di tempel di pilar pintu supaya ga gampang lepas lakbannya.
  2. Kalau bisa posisi lakban jangan mendatar, lebih seru posisinya naik dari kiri ke kanan supaya pas anak memetik bola ada tantangan untuk berjinjit atau melompat.
  3. Setelah lakban terpasang langsung deh tempel bola warna warninya.
  4. Siap dimainkan. Minta anak untuk memetik bola warna-warni dan memasukkannya ke dalam keranjang atau kardus bekas.
  5. Kalau sudah bosan, minta anak untuk memasang bolanya lagi..hohoho..
Ternyata dengan main ini bukan Sakha aja yang happy, tapi emaknya juga. Hahahaha..gemes deh liat Sakha mau ambil bolanya tapi dia ga sampe. Akhirnya dia musti loncat dan heboh banget waktu dia bisa dapetin bolanya. Waktu masang bolanya dia juga sambil jinjit supaya sampe. 

Seru pokoknya, Sakha bisa melatih otot kakinya. Selain itu bisa juga lho kita main tebak-tebakkan warna. Jadi minta anak untuk memetik bola dengan warna tertentu. Tapi sayang Sakha belum hafal nama warna, jadinya dia ga begitu tertarik.

Untuk bunda-bunda yang lain "Memetik Bola" ini bisa jadi ide permainan dengan buah hati tercinta ya. Jangan lupa share gimana cerita bunda bersama ananda pas main ini :) Sampai jumpa di postingan yang lain..

Baca : Permainan Murah Meriah : Meronce Sedotan

Sabtu, 26 Maret 2016

Selamat Ulang Tahun ke 28 Diriku

Sabtu, Maret 26, 2016 0 Comments
Hari ini, ga terasa saya udah berumur 28 tahun. Well, dulu pas zaman saya SMA usia 28 tahun ini kayak udah tua banget. Dulu mikirnya usia segitu saya udah bisa travelling kemana-mana bareng suami dan anak, jadi ibu rumah tangga yang punya bisnis sampingan..hehehe.. Tapiii..
 
Di ulang tahun saya yang ke 28 ini ada sesuatu yang spesial, apa itu? Yang pertama adalah ibuk saya main ke Jogja alias saya disambangi..hohoho.. Selain itu ada yang spesial lagi nih. Saya dapet kejutan dari suami. Saya ga nyangka aja suami kasih kado yang udah disiapin beberapa hari sebelumnya. 

Saya pikir ultah saya tahun ini tanpa kejutan berarti, soale kan di rumah lagi ada tamu. Ternyata engga, tiba-tiba pas bangun tidur si ayah Sakha ini udah ribet aja. Beliau pergi ke mobil buat ngambil sesuatu. Eh ga lama habis itu langsung masuk ke kamar, sesuatu itu langsung dikasihkan ke saya..hoho..

Horeee, saya dapet kado. Walaupun kado itu tanpa bungkus kado, saya tetep happy. Ya udah bisa ditebak lah saya dapet apa, lha wong ga ada pembungkusnya. Pembungkusnya bener-bener plastik yang dari online shop itu..hohoho..

Di ulang tahun sebelumnya si emak dapet kado jam dari ayah. Kali ini si emak dapet yang lain. Thanks ayah kali ini dah kasih emak Sakha set dress dan jilbab. Katanya masih ada kado susulan yang masih on the way dikirim. Beberapa hari kemudian si kado susulan datang, tak lain tak bukan adalah sebuah buku parenting..hoho.. Tau aja si emak ini lagi butuh referensi tentang parenting.. :*


Di umur 28 ini apa harapannya? Simple aja, semoga saya bisa jadi individu yang lebih baik, baik untuk keluarga, untuk teman-teman, untuk semuanya. Semoga sisa umur saya barokah dan kami sekeluarga selalu dalam lindungan Allah.. Amiiin...

Sumber gambar :
Ultah 28 : http://www.partypro.com/mm_PARTYPRO_/Images/28TH-BIRTHDAY-DESSERT-PLATE.JPG

Kamis, 03 Maret 2016

Ekspektasi vs Realita : Peralatan MPASI Sakha

Kamis, Maret 03, 2016 0 Comments

Setelah masa ASI ekslusif 6 bulan sudah selesai, waktunya ibu berpusing ria dengan masalah MPASI. Agenda membeli peralatan MPASI pun dimulai. Salah satu yang paling excited untuk berbelanja peralatan MPASI adalah saya. Saya semangat banget membayangkan menyiapkan Sakha menu homemade setiap hari. Persiapan yang saya lakukan adalah membeli tempat puree buah sampai membeli buku resep MPASI rumahan cihuy yang tersohor itu. Lalu gimana realitanya ya? Kalau realita peralatan ASIP Sakha kan ga semuanya kepake. Bisa disimak di postingan berikut : 


Ternyata peralatan MPASI Sakha juga ga semuanya terpakai. Fakta di lapangan ga seindah bayangan emak..hehehe.. Saya akan coba share apa aja peralatan MPASI Sakha. Saya bukan ibu yang bisa masak menu-menu njelimet. Paling juga yang bening-beningan tak bersantan. Jadi untuk peralatan MPASI Sakha ini saya pake yang simpel-simpel aja.

1) Baby Cubes
Ekspektasi : Untuk makanan pertama Sakha nanti saya akan mengenalkan berbagai jenis puree buah dan sayur. Rencananya saya akan bikin puree ini 3 hari sekali, jadi ga setiap hari bikin. (Dasar emak males). Supaya kualitas puree tetap terjaga harus disimpan diwadah yang tertutup dan didinginkan, karena itulah saya membeli baby cubes ini. Baby cubes ini ada 3 pilihan ukuran yaitu ukuran 40ml isi 8 cubes per tray, ukuran 70ml isi 8 cubes per tray juga dan ukuran 140ml isi 4 cubes per tray. Saya memilih ukuran tengah-tengah yaitu 70ml.
Baby cubes untuk menyimpan puree
Realita : Mantab. Sejujurnya saya puas banget sama produk ini. Waktu itu saya beli ini seharga Rp. 100 ribu dan sampe sekarang masih awet, walaupun hilang 1 cubes..hikz.. Mengapa saya puas, ya karena alat ini berguna banget untuk nyimpen puree Sakha dan ukurannya ngepas banget di bottle warmer. Jadi pas ngangetin puree Sakha itu saya ga butuh mangkuk, tinggal tumpangin baby cubes ini di warmer, tunggu sampai hangat, langsung deh disuapin ke Sakha. Cucian juga jadi sedikit..hehehe... :D Setelah Sakha udah ga maem puree, baby cubes ini juga masih berguna buat tempat cetakan puding dan tempat potongan buah Sakha.

2) Set Baby Food Maker
Ekspektasi : Alhamduillah sahabat saya memberi kado lahiran Sakha berupa set baby food maker. Pasti akan berguna banget nanti waktu bikin MPASI homemade buat Sakha. Dalam satu set baby food maker ini berisi 7 alat, antara lain : mangkok, pemeras jeruk, parutan, sendok, tutup yang bisa dijadikan piring, saringan besi, dan penumbuk.
Set Baby Food Maker yang berguna banget buat MPASI
Realita : Tertanya oh ternyata dari 7 alat tersebut ga semuanya kepake. Yang paling sering saya pake adalah mangkok, penumbuk, parutan dan saringan besi. Biasanya saya pakai buat ngalusin buah yang sekiranya ga bisa dijadikan puree, seperti pisang, pepaya, dan alpukat. Setelah Sakha ga maem puree-pureean lagi, sementara alat ini disimpen rapi di dalam kardus lagi. Nanti dibuka lagi buat MPASI adiknya Sakha ^_^

3) Botol Sendok
Ekspektasi : Alhamdulillah saya dapetin botol sendok ini juga dari kado lahiran. Saya seneng banget pas dapet botol sendok ini karena emang kelihatannya bakal bikin gampang nyuapin Sakha bubur atau jus waktu MPASI nanti. Secara tinggal pencet botol aja trus Sakha tinggal hap. Selain itu juga bakal ngirit cucian piring kan ya.
Botol sendok Huki
Realita : Pas saya coba nyuapin Sakha bubur encer pakai ini ternyata ga sesuai ekspektasi. Ternyata susah boook, belum dipencet aja buburnya udah keluar. Dan misal udah keluar tapi ternyata Sakha nya belum mau mangap, akhirnya meluber keluar sendok deh. Kan asik misal kalau ga jadi dimaem, itu bubur bisa masuk ke dalam botol lagi..hahaha.. Ternyata engga gitu. Dan akhirnya saya harus merelakan botol sendok ini masuk ke lemari penyimpanan. Disimpen rapi buat dipake adiknya Sakha nanti deh.

4) Feeding Set
Ekspektasi : Saya membeli feeding set Pigeon ini yang versi mini berisi 1 piring, 1 mangkuk dan 2 sendok. Kurang lebih harganya 55 ribu. Saya ga membeli yang sepaket dengan botol minum karena set botol minum sendiri udah saya beli sewaktu Sakha berumur 3 bulan. Menurut saya feeding set ini udah sesuai kebutuhan Sakha. Harapannya sih awet sampe adik Sakha nanti (maaf dari tadi bahas adik Sakha, padahal belum dibuat :D)
Pigeon mini feeding set cocok untuk MPAS
Realita : Awet. Feeding set Sakha belum rusak sampai sekarang. Dan alhamdulillah kepakai terus. Saya paling suka sama sendoknya, karena emang didesain supaya pas disendok makanan anak itu ga gampang tumpah. Walaupun Sakha sekarang makannya udah pakai piring plastik biasa, kalau nyemil-nyemil ganteng masih saya pakein mangkuk atau piring Pigeon ini. Jadi produk ini recommended lah menjadi salah satu alat MPASI di rumah.

5) Slabber
Ekspektasi : Saya membeli slabber 3 sekaligus. Slabber yang saya beli yang bertipe tali. Harapan saya kan pas Sakha maem trus kotor itu ga perlu ngotorin bajunya, cukup slabbernya aja yang kotor. Tinggal nyuci slabbernya deh, dijemur bentar paling udah kering.
Pake slabber ya supaya baju ga kotor
Realita : Kepakai cuma sebentar sodara-sodara cuman pas Sakha masih belum ngeh kalau itu slabber, bukan baju dia. Hahaha. Semakin bertambanhnya usia, Sakha jadi sering mainin slabbernya pada waktu makan. Dia juga sering narik-narik pengen ngelepas slabbernya. Ya daripada saya emosi ya udah dipakein slabber tapi ujung-ujungnya baju tetep kotor yaudah deh slabbernya dilepas aja. Sakha juga jadi konsen makannya, ga mainan slabber lagi. :D

6) Kursi Makan Bayi
Ekspektasi : Setelah Sakha lulus memakai bouncer, saya kepengen liat Sakha belajar duduk sambil makan dengan manis. Pasti saya akan merdeka..hahaha.. Pas di baby shop saya lihat tuh ada kursi makan, harganya sekitar 300 ribuan, merknya Pliko. Langsung deh beli, saya mikirnya pasti berguna banget buat Sakha belajar makan sendiri.
Kursi makan Pliko
Realita : Sakha cuma bertahan beberapa menit aja waktu duduk di kursi ini. Mungkin dia merasa sumpek ya. Padahal di mejanya udah dikasih mainan & makanan lho. Pas duduk di kursi ini Sakha malah mainan sabuk pengamannya sambil berusaha bebas dari kursi. Ya udah deh ya memang Sakha cocoknya duduk lesehan waktu makan..hehehehe. Terpaksa kursi ini ngangkrak dulu di lemari.

Update : Sekarang Sakha mau duduk di kursi ini, tapi ga mau pake mejanya..hahaha. Jadi kursi ini bukan jadi kursi makan lagi, tetapi jadi kursi singgasana Sakha pas nonton tv. Lumayan lah ya masih kepake :)

7) Food Feeder
Ekspektasi : Gigi Sakha udah mulai tumbuh dan saya pingin belajarin Sakha maem sendiri. Gimana caranya biar Sakha makan sendiri mengenal tekstur buah yang sebenernya tanpa takut resiko tersedak. Sepertinya food feeder adalah pilihan yang tepat. Tinggal potong-potong buahnya, masukin ke jaringnya trus kasihkan ke Sakha buat dikunyah-kunyah. So simple, saya bisa nyambi-nyambi ngerjain pekerjaan rumah ga perlu takut Sakha kesedak.
Food feeder, makan tanpa takut tersedak
Realita : Gagal. Saya beli food feeder ini kurang lebih seharga 60 ribuan, dan ujung-ujungnya dia menjadi penghuni lemari..hahaha.. Kepakai cuma 4 kali apa ya. Saya udah semangat kasih Sakha buah dipotong kecil-kecil trus dimasukin ke food feeder ini. Saya kasihkan Sakha, tapi dia ga tertarik. Pertama-tama dia emut sih di bagian jalanya, tapi lama kelamaan dia emut di bagian pegangannya. Besok dan besok nya saya ulangi lagi, tetep aja yang diemut bagian pegangannya. Ya wes lah, mungkin Sakha tidak ditakdirkan memakai food feeder ini. Mungkin adiknya.. :p (Adek lagiii..)

Cukup sekian sharing saya tentang peralatan MPASI Sakha, semoga bisa bermanfaat ya. Mungkin sebetulnya alat-alat di atas sangat berguna sekali, namun karena tekad saya yang mudah menyerah akhirnya berujung di lemari. But no problem, kan buat tabungan nanti kalau punya anak lagi..hehehe..  :*

Sumber Gambar :
Empat Sendok Bubur : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgywc4vgFWfs-v-fSovuwm0ZOWuGhAD1UpkP4pb9IP2Co5QadZfdTZ1d_11tGdqBnvhU-k4TEshTean3yus3FBo9rn-dWZOWtvJq5v4NK5WhZ1vfhF-JZFZN4iBIZ8MFrjM9eYeMw4HDkQ/s1600/bubur+bayi.jpg
Botol Sendok Huki : http://shop.akrababy.com/image/cache/data/Huki/ws-1-500x500.jpg
Feeding Set Pigeon : http://www.pigeon.co.id/uploads/ckeditor/pictures/574/content_feeding_set_with_training_cup-edit1.jpg
Slabber : https://ecs12.tokopedia.net/newimg/product-1/2014/10/22/236760/236760_5705b290-5953-11e4-b63e-9e662523fab8.jpg
Kursi Makan Bayi : http://cdn-a.production.forum.static6.com/original/2X/8/8776f02be10de75a7a3afeac6418efeb89f4ea3b.jpg
Food Feeder : http://babyshop.co.id/wp-content/uploads/2015/05/Munchkin-Deluxe-Fresh-Food-Feeder-www.arminababyshop.co_.id_.png

Senin, 01 Februari 2016

Ekspektasi vs Realita : Peralatan ASIP Sakha

Senin, Februari 01, 2016 2 Comments
Sebagai ibu yang pro menyusui, tentunya sebelum melahirkan saya udah mempersiapkan alat tempur untuk kebutuhan ASIP Sakha. Yeps, setelah 3 bulan cuti melahirkan saya harus balik bekerja lagi sehingga ga mungkin menyusui Sakha langsung di waktu itu. Sebelum melahirkan saya berasa kalap beli peralatan ASIP ini dan itu, mulai dari botol kaca sampai sterilizer. Dan apakah semua peralatan ASIP itu terpakai? Apa semua sesuai ekspektasi saya? Hehehe.. saya akan coba menguliknya kembali.

Botol Kaca
Ekspektasi : Botol kaca digunakan untuk menyimpan ASIP setelah dipompa. Saya menggunakan botol kaca ukuran 100 ml. Dengan menggunakan botol kaca ini diharapkan kualitas ASIP tetap terjaga. Saya membeli botol kaca merk BKA supaya jelas takaran per mili nya.
Realita : Sampai Sakha hampir berumur 2 tahun saya masih memakai botol kaca ini. Ya bisa dibilang botol kaca ini awet dan murah karena bisa dipakai berulang-ulang. Ukurannya yang 100 ml itu pas untuk sekali perah. Untuk memanaskan ASIP Sakha juga lebih gampang kalau pakai botol kaca ini, tinggal ditumpangin di atas air panas atau steamer, baru nanti dituang ke botol dot Sakha. Jadi menurut saya botol kaca ini adalah barang yang sangat wajib banget dimiliki ibu pro ASIP.
Di awal-awal mompa saya memakai botol kaca merk BKA yang ada indikator mili liternya. Harga per botol waktu itu sekitar Rp. 8000an. Karena agak mahal, akhirnya saya move on ke botol kaca tanpa merk/rekondisi yang harganya lebih murah sekitar Rp. 4500an per botol. Masih awet sampai sekarang & belum ada yang pecah ^_^

Kantung Plastik Penyimpan ASIP
Ekspektasi : Dengan menyimpan ASIP di kantung plastik, saya berekspektasi bahwa akan sangat memudahkan dan irit tempat penyimpanan. Jadi freezer kulkas satu pintu saya bisa muat banyak ASIP.  Selain itu dengan kantung ini bikin barang bawaan saya ke kantor ga berat dibandingkan harus bawa botol kaca.
Realita : Benar sekali dengan adanya kantung plastik ini freezer saya jadi muat banyak ASIP. Tapi ternyata kantung ini juga punya banyak kelemahan. Yang pertama adalah boros, karena kantung plastik ini sekali hanya pakai aja, beda kayak botol kaca yang bisa dicuci & dipakai berkali-kali. Yang kedua adalah gampang bocor, karena kalau kita ga rapet banget menutup plastik zippernya bisa tumpah ASIPnya, kan sayang ya :(. Yang ketiga adalah banyak ASIP tersisa di plastik bagian bawah, jadi ketika ASIP dituang ke botol dot itu kayak masih ada sisa-sisa yang nempel di kantung plastiknya. Kalau kita pakai botol kaca ga ada tuh sisa-sisa ASIP nempel. Jadi menurut saya lebih baik menggunakan botol kaca daripada kantung plastik ini. Oh ya saya dulu menggunakan kantung ASIP merk Natur karena harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan merk lain, harga 1 box sekitar Rp. 35.000 berisi 30 kantung.

Pompa ASI Elektrik
Ekspektasi : Alhamdulillah temen-temen seangkatan kerja saya memberi pompa Pigeon elektrik untuk kado lahiran Sakha waktu itu. Saya seneng banget pastinya. Dengan pompa elektrik kan tangan saya ga perlu capek-capek memerah. Dengan pompa elektrik juga otomatis waktu pumping bakal lebih cepat daripada pake pompa manual.
Realita : Saya pernah pakai pompa elektrik ini di rumah dan semua berjalan baik-baik saja. Nah pas dibawa ke kantor saya merasa pompa ini terlalu berat untuk dimasukkan ke dalam tas. Bagian mesinnya itu yang bikin berat. Selain itu pas saya pakai pumping di toilet kantor ternyata suara pompa ini lumayan berisik, jadinya sungkan aja bikin gaduh di tengah-tengah suasana kantor yang lengang. Dan ekspektasi saya memompa pakai pompa elektrik bakal lebih gampang ternyata salah, karena menurut saya lebih sulit. Kenapa? Karena saya harus pinter-pinter ngepasin posisi supaya sedotan dan speednya pas. Pernah waktu itu saya udah nunggu lama & saya udah pake speed tinggi, tetep aja ASI saya ga keluar. Padahal pas saya coba pake pompa manual itu keluar banyak.

Pompa ASI Manual
Ekspektasi : Saya udah beli pompa manual ini jauh-jauh hari sebelum saya melahirkan. Pilihan saya jatuh ke merk Pigeon. Kenapa? Karena bentuknya standard & sparepartnya dijual dimana-mana. Selain itu harganya cukup bersahabat. Harganya ga sampai Rp. 400 ribu. Dan saya pernah baca artikel di waktu itu kalau semisal ASI belum lancar keluar lebih baik dipompa menggunakan pompa manual daripada pompa elektrik supaya ASI jadi cepet keluar.
Realita : Saya puas banget pakai pompa ini. Pompa ini ringan sehingga ga bikin bawaan saya ke kantor semakin berat. Hasil pumping saya memakai pompa ini lebih banyak daripada saya memakai pompa Pigeon elektrik. Karena kalau pakai pompa manual kekuatan tangan kita bisa menyesuaikan kekuatan hisapan pompa. Dan pasti pompa ini ga berisik. Walaupun tangan lumayan pegel, tapi saya tetep puas dengan hasil pumping pompa manual ini.

Cooler Bag + Botol Plastik ASI
Ekspektasi : Saya membeli cooler bag ini secara online waktu itu. Saya beli merk Unimom karena review cooler bag Unimom itu bagus di forum emak-emak, apalagi dikasih bonus botol penyimpanan ASIP plus ice gel pula. Selain botolnya bisa buat nyimpan ASIP, juga bisa buat botol dot Sakha nanti, karena botol susu ini bisa di match-in dengan tipe dot standart merk apa aja. Dengan harga kurang lebih Rp. 230 ribu, saya dapet 1 cooler bag, 5 botol plasik dan 2 ice gel kecil. Lumayan paket hemat.
Realita : Cooler bag ini berguna banget, lapisan aluminuim nya tebal banget jadi ASIP bisa tahan lama. Yang jadi masalah adalah bonus botolnya itu yang ternyata ga kepake semua. Paling saya pake cuma 2 botol, sisanya ngangkrak karena untuk penyimpanan ASIP saya pake botol kaca. Kualitas icegel nya juga bagus tapi sayang ukurannya kurang besar menurut saya.
Dan bodohnya saya yang ga kepikiran harus butuh dua cooler bag. Kenapa butuh dua? Yang pertama buat saya bawa ke kantor dan yang kedua buat tempat ASIP Sakha di daycare. Cooler bang ini yang saya bawa ke kantor, untuk cooler bag untuk tempat ASIP Sakha saya membeli yang versi murah meriah. Cooler bag murah meriah ini punya merk "Botol Kaca", begini penampakannya.
Saya beli harganya sekitar 60 ribuan, itu sudah dapet bonus ice gel besar ukuran 500 gram juga lho. Lumayan murah kan. Walaupun lapisan alumunium nya ga terlalu tebal, saya cukup puas dengan cooler bag ini karena bisa muat banyak botol dan ada tali panjangnya. Jadi bisa dislempangin gitu bawanya.

Bottle Warmer
Ekspektasi : Saya membeli bottle warmer ini jauh-jauh hari sebelum saya lahiran. Ekspektasi saya pasti urusan pemanasan botol susu bakal lebih gampang, ga perlu susah-susah masak air panas. Tinggal isi air, colokin ke listrik, tunggu agak panas baru deh masukin botolnya. Pasti gampang banget. Apalagi bottle warmer yang saya beli memiliki 4 fungsi yaitu : menghangatkan susu, menghangatkan bubur bayi, untuk strerilizer botol dan dilengkapi perasan jeruk.
Realita :  Bottle Warmer merk IQ Baby yang saya beli seharga Rp 120 ribu ini menurut saya worth it lah. Saya jarang menggunakan warmer ini untuk menghangatkan botol, karena kalau di rumah kan Sakha nenen langsung. Saya lebih sering menggunakan warmer ini untuk menghangatkan bubur atau puree Sakha waktu MPASI. Untuk menghangatkan susu set indikator suhu ke angka 40, untuk menghangatkan MPASI set indikator suhu ke angka 70, sedangkan untuk sterilizer set indokator suhu ke angka 100. Selain itu berhubung saya ga punya perasan jeruk, jadi perasan jeruk dari warmer ini sangat berguna sekali. Oh ya warmer ini memiliki daya 80 watt, masih lumayan ga bikin boros listrik.

Bottle Sterilizer
Ekspektasi : Saya membeli bottle sterilizer ini bareng sama bottle warmer. Sama-sama bermerk IQ Baby. Ya intinya pas lagi semangat-semangatnya beli ini itu sewaktu menjelang lahiran. Ekspektasi saya ya bottle sterilizer ini akan membuat mudah proses sterilisasi botol susu, apalagi bisa muat sampe 3 botol. Ga perlu pake cara tradisional tuang air panas ke botol trus diaduk-aduk dan dibuang airnya. Kita cukup kasih air, masukkan botol ke sterilizer, colokkan ke listrik, dan tinggal nunggu deh. Simple? Should be..
Realita : Saya cuma pakai sterilizer ini satu kali doang. Weew..betapa bodohnya saya karena pas beli ga ngecek daya nya berapa watt. Ternyata sterilizer ini butuh daya 350 watt. Alasan lain karena saya ga pakai sterilizer ini karena waktu balik ke rantau, ga ada tempat untuk naruh sterilizernya karena meja saya terlalu kecil untuk sterilizer ini. Ini ngaruh banget karena pasti bakal males kan kalau harus bolak-balik masukin sterilizernya ke lemari. Jadi untuk urusan sterilisasi botol saya balik ke metode manual ^_^. Ngangkrak dah sterilizer saya, kalau minat beli boleh PM lho..hehehe..

Demikianlah cerita saya tentang peralatan ASIP Sakha. Saya lagi mengingat-ngingat apa ada yang kurang. Misal ada yang kurang saya langsung update ya. Mungkin di postingan lain saya akan menceritakan peralatan MPASI Sakha atau review beberapa dot yang dipakai Sakha. Semoga dapat memberikan manfaat ya, apalagi buat ibu-ibu baru yang biasanya sangat kalap waktu membeli perlengkapan bayinya. See you on my next post :*.

Baca : Ekspektasi vs Realita : Peralatan MPASI Sakha

Sumber Gambar :
Kartun : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGGn7tctFMiZ63F9HnHvBpLl3W93Nmc3dDqmnkt8q38FSqDZuvHHXvSfq7fEhq4dD2m0xOg7aRz5z79TmskHZtpUuXAvjQ1XH0jnR4uqlJBQCYRGO-qwmZaBnGLUv6KveAt7PzI2XihJM/s1600/mimik+susu.jpeg
Botol Kaca : http://s.kaskus.id/r480x480/images/fjb/2015/02/15/botol_kaca_asi_dan_cooler_bag_merk_bka_7678782_1423988227.jpg
Kantung ASIP : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQw0yIvCqhppcVFCvoHywRPJEvR8ALDfBZChP7BpKxC_hFk2Xr7y4oomVBD8vVkHW0FZGkW3aL0_m-D81QWQCQ2znKEfmQKKMfcjUKn6hCZdswlWPWq4Gvo81RL-yZDpmabBNoo7T2G3o/s1600/Image0349.jpg
Pompa ASI Manual : http://halobayi.com/wp-content/uploads/2014/08/4915551_20121204121805.jpg
Cooler Bag : http://id.priceaz.com/price/unimom-cooler-bag-14453110328908070167.html
Bottle Warmer : http://aksesorisbayi.com/wp-content/uploads/2015/05/Bayi-Warmer-IQ-Baby-Disney-3.jpg
Bottle Sterilizer : https://ecs7.tokopedia.net/img/product-1/2016/5/16/4976385/4976385_2dddf747-f842-42b9-ad42-9e55fdfe58b3.jpg