Selasa, 09 Agustus 2016

Akhirnya Jahitanmu Dilepas Juga Nak!!

Selasa, Agustus 09, 2016 0 Comments
Hari itu setelah kejadian Sakha "njungkel" dari motor saya mengambil cuti 3 hari untuk merawat Sakha di rumah. Hari kamis tanggal 4 Agustus saya masuk kerja lagi karena bulik saya datang dari Blitar untuk menjaga Sakha. Hari kamis itu juga lah Sakha akan kontrol jahitan pertama kali. Selasa pagi Sakha jatuh, Kamis habis maghrib Sakha kontrolnya. Saya dan mas memilih tetap kontrol ke IGD Hepilen karena kejauhan kalau musti ke JIH. Tiba di RS Hepilen kami disambut dgn perawat, untungnya waktu itu IGD ga ramai jadi Sakha langsung ditangani. Kami bilang ingin kontrol jahitan Sakha karena menurut kami udah 3 hari dan waktunya diganti perban.

Baca : Bunda Panik, Nak!!

Seperti biasa Sakha emang udah ngeri duluan ketika harus ditidurkan di ranjang pasien, dia berontak banget dan akhirnya dia dibedong supaya badannya ga gerak2. Walopun udah dibedong tetap aja tangisannya yg keras pecah, saya pun cuma bisa pegangin & mengelap air mata serta keringetnya. Hari itu dokter jaga nya masih muda tapi enak banget diajak sharing. Perawat langsung mengecek jahitan Sakha, membersihkan, memberi obat dan mengganti perban. Dokter juga mengecek gimana keadaan jahitan Sakha. Dokter bilang kalau luka jahitan Sakha di hari ini bagus, tidak bernanah & hampir kering. Kira2 3 hari lagi bisa lah dicabut, karena emang kalau anak kecil itu proses regenerasi kulitnya cepat. Luka jahitan di orang dewasa biasanya membutuhkan waktu seminggu sampai 10 hari untuk kering, anak kecil bisa cuma butuh waktu 5 hari saja. Saya menanyakan ke dokter apakah berarti hari Minggunya jahitan Sakha pasti bisa dilepas. Beliau bilang seharusnya bisa, tapi akan dilihat dulu perkembangannya. Dokter ga ngasih Sakha obat karena keadaan Sakha yg aktif & sehat, dokter cuma berpesan kalau Sakha harus rajin makan yang bergizi yang mengandung banyak protein. 

Hari Minggu pun tiba, kami memeriksakan jahitan Sakha lagi di waktu habis maghrib karena siang dan sore kami ada acara. Tiba di RS seperti biasa Sakha menangis & rewel. Apalagi waktu dia dibedong supaya ga berontak di ranjang pasien, dia teriak-teriak. Sekali lagi saya cuma bisa pengangin dia dan mengelap keringatnya yang keluar, saya gagal menenangkannya.. ibu macam apa saya ini!!! Hari ini dokter yang jaga sudah agak berumur, sayang sekali dokter kali ini agak tidak ramah dan irit bicara. Memegang Sakha pun tidak. Dia cuma tanya ke perawat, "Gimana Sus jahitannya?", perawat jawab bahwa jahitan Sakha udah kering. Dokter cuma menjawab "Ya udah kalau kering dilepas aja Sus!".. wewww..Untungnya perawat yang memeriksa Sakha kali ini adalah perawat yang menangani Sakha waktu dijahit. Syukur juga perawatnya ramah banget. Setelah perawat mengecek luka jahitan lebih lanjut, beliau memutuskan untuk melepas jahitan Sakha sebagian. Mungkin karena ada beberapa jahitan yang belum kering benar. Ceritanya Sakha dijahit 5 jahitan, yang dilepas adalah jahitan genap yaitu nomer 2 dan 4. Darah menetes sedikit ketika mbak perawat menarik benang jahitan itu, saya nyeri melihat Sakha menangis keras. Dokter bilang kepada kami untuk kembali lagi hari Selasa untuk melepas jahitan sisanya. Dokter juga berpesan bahwa lebih baik waktu untuk melepas jahitan itu di pagi atau siang hari karena kalau malam akan membuat anak trauma sampai kebawa di tidur malamnya. Okeee..karena saya ga ingin Sakha trauma, pulang dari RS saya mengajak Sakha lihat kuda dan pokemon di jalan Malioboro..hoho..bukan lihat langsung, tapi cuma lihat di dalam mobil karena kami cuman muterin jalan Malioboro.. Semoga dengan lihat kuda dan pokemon kamu jadi lupa kalau kamu sebelumnya teriak2 ketakutan di ranjang pasien RS ya Nak!! :)

Halohaaa hari Selasa tanggal 9 Agustus pun tiba. Ceritanya ini adalah H-1 Sakha ultah kedua kali..upsss..salah fokus..ini adalah hari Sakha akan dilepas jahitannya. Sebelumnya saya dan mas berencana akan melepas jahitan itu di siang hari di waktu kami istirahat kerja. Jadi rencananya Sakha di daycare dulu sampe istirahat, trus ke RS buat lepas jahitan dan habis itu kembail ke daycare lagi. Tapi karena mas lagi padat kerjaannya, dikejar deadline..huuufft..akhirnya kami mereschedule rencana semula, diputuskanlah ke RS pagi sebelum berangkat ke daycare. Jam 6.15 kami berangkat ke RS, sampai RS seperti biasa Sakha rewel ga ketulungan dan akhirnya dibedong. Dokter jaga kali ini lumayan ramah walaupun ga seramah dokter muda yang dulu. Syukurlah perawat yang jaga adalah perawat yang menangani Sakha sebelumnya. Dokter dan perawat memeriksa kondisi jahitan Sakha dan bilang bahwa jahitan udah bener2 kering dan siap dilepas. Segera perawat memotong jahitan nomor 1, 3 dan 5 di alis Sakha. Ada setitik darah yang mengalir, tapi ga sebanyak yg dulu. Proses pelepasan jahitan ini memakan waktu yang cepat, kira-kira 15 menit. Setelah jahitan berhasil dilepas, mbak perawat memberi luka Sakha betadine dan melapisinya dengan kassa. Beliau berpesan bahwa kassa sudah bisa dilepas nanti di siang hari dan lukanya udah bisa kena air. Alhamdulillah.. :) Saya melihat luka jahitan Sakha hanya berbekas seperti garis dan ternyata tidak mempengaruhi tumbuh alisnya.. :)

Selesai proses melepas jahitan kami segera pamit pulang dan tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih untuk dokter dan perawat yang banyak membantu Sakha dalam proses perawatan luka. Jam juga masih menunjukkan pukul 6.45 pagi. Sebelum mengantar Sakha ke daycare kami beli sarapan & cemilan untuk Sakha. Sampai di daycare Sakha kelihatan riang sekali, maklum dia udah ga masuk 1 minggu karena istirahat di rumah. Proses pelepasan di daycare pun tanpa drama dan membuat saya dan mas bisa lebih semangat untuk bekerja. Sampai jumpa nanti sore Nak, ama dan ayah jemput kamu tepat waktu ya lalu nanti kita main bersama! Horeee jahitan Sakha sudah dilepas jadi Sakha bisa main lompat-lompatan lagi.. :* 

Before :
Sakha bobok pas slese dijahit

After :
Alhamdulillah jahitannya sudah dilepas

Kamis, 04 Agustus 2016

Bunda Panik, Nak!!

Kamis, Agustus 04, 2016 0 Comments
Di suatu pagi yang cerah tanggal 2 Agustus 2016, aktifitas pagi dimulai seperti biasa, saat saya bangun untuk sholat lalu menyiapkan bekal & keperluan tole ke daycare. Sampe akhirnya si tole ikut bangun juga dan mengoprek-oprek isi kulkas. Waktu untuk mandi pagi saya pun tiba, saya request ke mas bojo supaya dia menemani tole main sementara saya mandi. Bergantian nanti ketika mas bojo mandi, saya yang nemenin tole. Ya begitulah rutinitas pagi kami, ga ada yang aneh. Mandilah saya sementara mas bojo mengajak tole melihat kucing di rumah tetangga.

Biasalah ya waktu mandi saya lakukan dengan bahagia sambil nyanyi-nyanyi. Tiba2 tangis si tole pecah keras sekali waktu saya mau memakai handuk. Ada apa ini? Mas bojo juga berteriak memanggil2 saya.. 'Jeng..sakha jeng..sakha!!!!', katanya. Saya langsung membuka pintu kamar mandi. Ya Allah betapa terkejutnya saya ketika melihat muka si tole penuh darah. Ya Allah banyak banget darahnya, saya panik banget teriak2 'Ya Allah..ya Allah' entah berapa kali saya teriak. Saya langsung pakai baju seadanya & langsung menjampel luka anak saya dengan handuk seadanya. Mas bojo bilang kalau si tole jatuh ketika manjat motor yang di parkir dekat jendela. Karena waktu manjat tole salah posisi, dia ingin balik badan pegang setir sayang hilang keseimbangan, jatuhlah dia & kepalanya kebentur pinggiran lis dinding jendela. Bocor lah.. T_T

Saya langsung gendong tole & membuka pagar kontrakan sementara mas mengeluarkan mobil. Langsung kami menuju IGD Hepilen. Di mobil tole langsung anteng, mungkin karena saya juga sudah lumayan tenang & menyanyikan lagu kesukaannya. Saya takut banget dia akan tertidur terus akan bablas. Saya takut banget ya Allah, panik banget karena darah masih saja terus mengucur & saya melihat luka di alisnya besar menganga.. T_T
Rasanya perjalanan kontrakan ke hepilen ini lama sekali plus macet di daerah timoho.. ya Allah..saya ga berhenti berdoa dlm hati..

Tiba di IGD langsung saya lari untuk masuk & perawat langsung melakukan tindakan. Perawat membersihkan darah yang bercucuran. Tole teriak2 katakutan & saya ga berhasil menenangkannya. Akhirnya tole dibedong supaya dia tidak berontak. Setelah itu dokter datang dan memeriksa lukanya. Dokter bilang kalau tole harus dijahit karena lukanya dalam. Hancur hati bunda nak, bunda merasa ga bisa jaga sakha, merasa kecolongan jagain sakha, merasa menjadi ortu yang gagal. Sedih banget perasaan saya hari itu mendengar tangisan tole ga ada henti-hentinya. Akhirnya saya dan mas menyetujui saja apa kata dokter yang penting sakha lekas sembuh & ga ada darah yang keluar dr kepalanya.

Dokter melakukan tindakan penjahitan, saya ga sanggup melihat proses itu. Saya memilih pergi keluar & berdoa. Saya menahan air mata saya spy tidak keluar..saya harus kuat.
Proses penjahitan berjalan cepat, mgkn ga ada 15 menit sudah selesai. Saya langsung masuk ke ruangan ketika sudah selesai & menggendong sakha. Kasihan sekali sakha, tenaganya sudah habis untuk menangis.. T_T
Dokter bilang kalau sakha dijahit 5 jahitan & kemungkinan bisa dilepas seminggu kemudian. Dokter juga bilang kalau misal nanti sakha muntah sering banget (min 5 kali) disuruh langsung bawa ke IGD lagi karena ditakutkan akan ada cedera kepala. Dokter kasih sakha antibiotik & obat panas.

Selesai pembayaran kami langsung segera pulang. Sebelumnya kami jg ngabarin ke kantor kalau hari ini kami mengambil emergency leave. Di perjalanan pulang sakha keliatan lemes banget, dia tertidur di perjalanan. Sampe di rumah saya segera mengganti baju tole yang berlumuran darah. Saya coba memberi sakha makan dan minum tapi dia ga mau. Dia menolak sambil rewel. Mungkin yang dia inginkan cuma tidur. Saya biarkan sakha istirahat sementara saya mencuci baju & membersihkan lantai yg banyak darah. Saya lihat mas bojo merasa menyesal sekali atas kejadian ini. Dia ga mau beranjak dari samping sakha, walaupun sakha dah bobok. Ga henti2nya dia bilang 'Maafin ayah le', saya pun mellow lagi sambil nyuci.

Bangun tidur sakha minta maem & mimik. Langsung saya kasih maeman favoritnya kalau pas lagi sakit yaitu Olive fried chicken. Dia maemnya lahap banget. Tapi sayang beberapa saat setelah maem dia muntah. Sedih banget rasanya semua isi perut sakha keluar. Setelah beberapa waktu kemudian saya coba tawarkan sakha puding dan dia mau. Dia maem juga dengan lahapnya, tapi habis itu dia muntah lagi. Rasanya deg2an banget takut kalau ada apa2 sama kepala sakha :(
Saya dan mas bojo harus positif thinking. Sakha saya ajak bobok lagi sambil nyanyi2 supaya mengurangi kegiatan dia duduk siapa tau ga muntah lagi. Alhamdulillah setelah itu sakha ga muntah lagi. Alhamdulillah dia ceria lagi seperti sedia kala & seperti lupa akan lukanya. Semoga sakha sehat selalu ke depannya.

Begitulah cerita pengalaman saya tentang paniknya pertama kali anak jatuh, pertama kali saya melihat banyak darah di wajah anak saya, pertama kali saya merasakan sedih yang begitu luar biasa melihat anak saya menangis tak berdaya di ruang perawatan. Saya dan mas yakin pasti di balik musibah ini ada hikmah yang bisa dipetik. Supaya kita lebih hati-hati dalam menjaga anak kita. Supaya kita lebih sadar bahwa anak butuh diawasi dalam bermain tapi alangkah lebih baik kalau kita menemaninya bermain.

Saya akan cerita gimana kronologi kejadian setelah mas bojo menceritakan secara detail. Jadi waktu saya mandi sakha mengajak ayahnya untuk melihat kucing di rumah nomer 3. Jadi ceritanya kontrakan saya ini seperti cluster dengan 6 rumah berjejer dan 1 pagar bersama. Kontrakan saya di nomer 5. Setelah sakha asik melihat kucing dengan ayahnya tiba2 dia balik dengan lari ke rumah pikir ayahnya dia akan ngambil bola karena rutinitas biasanya seperti itu, setelah main kucing ya main bola. Ayahnya mengawasi dari jauh sambil jalan. Naas ternyata sakha malah naik motor yang kami parkir di depan jendela. Dia naik dengan posisi yang membelakangi setir motor. Dia ingin mengubah posisi menjadi hadap setir namun sayang tumpuannya salah dan dia hilang keseimbangan. Langsung dia terjun ke arah kanan (yang disitu adalah jendela) dan kepalanya nyungsep di lis dinding jendela. Ayahnya sudah ga nutut lagi untuk menolong :( Bagi yang ga tau mana itu lis, beginilah penampakannya.
TKP Sakha njungkel
Setelah itu bs dibayangkan gimana keadaan sakha dengan luka karena terbentur lis..huhuhu..jadi membayangkan dia berdarah-darah lagi T_T
Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran ke depannya supaya lebih berhati-hati dalam menjaga anak, semoga para orang tua lain juga bisa mengambil hikmah dan kejadian ini tidak akan terjadi pada anak-anak mereka. Semoga sakha juga lekas sembuh ya tole, nanti kita main lagi.. semangat !! Menjadi orang tua adalah saat kita berdamai dengan diri sendiri, mampu memaafkan kesalahan kita terhadap anak dan berusaha tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.. menjadi orang tua adalah proses belajar tiada henti.. :)
Tetap ceria ya nak...

Baca : Akhirnya Jahitanmu Dilepas Juga Nak!!

Minggu, 31 Juli 2016

Menikmati Suasana Zaman Belanda di Kebun Kopi Karanganyar Blitar

Minggu, Juli 31, 2016 0 Comments

Masih dalam rangka liburan mudik di kampung halaman, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya secara ga sengaja menemukan tempat wisata yang keren di kampung saya tercinta..hohoho.. :D Ceritanya berawal dari iseng-iseng searching di internet. Saya cari tempat apa sih yang baru di daerah Blitar ini, masak mau rekreasi ke Kebon Rojo lagi.. kan bosen ya..hehehe..


Akhirnya nemu lah result di google yaitu "Bukit Teletubies". Terletak di daerah kabupaten Blitar, tepatnya di daerah desa Sumberasri Nglegok. Saya liat di internet tempatnya bagus, mirip bukit teletubies beneran, yang bikin tambah keren itu ada ornamen balon udara yang bisa dijadikan spot foto. Saya udah semangat pengen kesana tapi ternyata jalan untuk menuju sana sangat susah kalau menggunakan kendaraan roda 4. Jalannya menanjak dan rusak. Terpaksa opsi bukit teletubies dicoret.

Dari hasil saya googling, di daerah Nglegok juga ada tempat wisata baru, namanya "Kampung Melon". Wah kayaknya seru ngajak keluarga jalan-jalan di kebun melon, memetik buahnya dan langsung memakannya. Yuk, marilah kita pergi ke kampung melon. Saya, suami, Sakha, kakak saya dan ponakan saya semangat banget waktu perjalanan.

Kampung Melon ini berada di desa Modangan, Nglegok. Rutenya adalah dari kota Blitar menuju ke arah Candi Penataran. Sampainya di perempatan Pasar Penataran kami berbelok ke kanan (timur) mengikuti arahan plang tulisan "Kampung Melon". Sampai perempatan besar belok ke kiri (utara) sampai ada perempatan lagi belok kanan (timur). Di perjalanan itu kami tidak menemukan tanda-tanda perkebunan melon, kami hanya melihat papan reklame besar yang bertuliskan "Kampung Melon" dengan gazebo. Ga ada tanda-tanda pengunjung, akhirnya kami lurus terus mengikuti jalan aja. Siapa tau kebun melonnya ada di deket sawah sana..hahaha.. 

Lama mengikuti jalan kami ga sadar sampai di lapangan. Disitu ada petugas parkir. Kami tanya dimana kampung melonnya, orangnya menjawab kalau kami salah arah, udah kebablasan katanya. Orangnya bilang kalau di deket lapangan ini ada perkebunan kopi dan juga caffe, masuknya gratis dan parkirnya Rp. 5000. Kami ga berpikir panjang ya, langsung aja parkir dan berjalan menuju perkebunan kopi. Ga jadi ke kampung melon, ke kebun kopi pun jadi...horaiiii..

Pas nyampe di halaman kebun kopinya saya terbengong-bengong, ternyata tempatnya bagus banget...hahahaha. Masuk halaman kami disuguhi bangunan besar berbentuk seperti benteng yang difungsikan sebagai caffe. Di tengah area terdapat kolam di sekitarnya terdapat kursi-kursi kuno dan mobil kuno. Di sisi lain terdapat bangunan zaman Belanda yang bertuliskan "De Karanganjar Koffieplantage Blitar", mungkin itu adalah pabrik kopi di zaman Belanda dulu.

Bagunan sebelah kiri difungsikan sebagai caffe
Kami langsung memasuki area caffe karena perut udah terasa lapar. Ternyata caffe ini masih soft launching, jadi belum ada daftar menunya. Mas waiters menjelaskan menu apa aja yang tersedia disini. Disini menjual berbagai jenis kopi, jus, minuman cokelat. Untuk makanan yang tersedia adalah cemilan seperti jamur krispi, tahu krispi dan pancake. Kami memesan 3 jenis cemilan itu dan untuk minumannya kami memesan jus semangka, jus melon, ice chocolate dan ice capucino. Harganya ga terlalu mahal dan rasanya enak, kami sampai nambah cemilan lagi.. :)
Suasana caffe di kebun kopi ini
Makan di caffe ini kita seperti naik mesin waktu ke jaman Belanda. Selain karena bangunan caffe yang merupakan gedung tua, dekorasi di caffe ini juga menggunakan ornamen-ornamen jaman dulu. Di dinding caffe terdapat banyak foto-foto tua, hiasan terompet dan radio-radio tua. Musik yang diputar di caffe ini pun musik jaman-jaman penjajahan yang menggunakan ejaan lama..kereen..

Selesai menikmati makanan kami langsung hunting spot-spot foto yang keren. Di bagian depan caffe terdapat sepeda onthel jadoel yang sengaja diparkir untuk menambah kesan keontetikan tempat ini. Selain itu di bagian halaman juga terdapat meja kursi serta mobil jadul yang sengaja dipajang untuk dijadikan spot berfoto pengunjung.
Sepeda onthel menambah kesan kuno
Kursi ini jadi salah satu spot foto favorit
Suasana yang adem serta tenang jauh dari keramaian membuat kami betah berlama-lama di Kebun Kopi Karanganyar ini. Kurang lebih sekitar 3 jam kami melepaskan waktu untuk bersantai di tempat ini. Oh ya pas di caffe saya bertemu teman saya yang ternyata bekerja di tempat ini. Katanya kebun ini ke depannya akan bekerja sama dengan Kampung Melon. Mungkin nanti ke depannya akan ada paket wisata terusan untuk memetik melon dan memetik kopi. Pasti seru ya.. Karena destinasi wisata di Blitar menjadi bertambah banyak.
Suasana yang nyaman di kebun kopi Karanganyar
Bagi yang sedang di Blitar saya sarankan untuk mampir di tempat ini, dijamin ga akan menyesal deh. Karena selain tempatnya yang masih otentik, serta banyaknya spot foto yg keren, makanan dan minuman di tempat ini juga enak serta ga terlalu mahal. Semoga postingan saya kali ini bermanfaat ya. Sampe jumpa di destinasi berikutnya :)

Baca : Blitar Punya Kebun Teh Yang Kece Lho!

Sumber Gambar :
Dua Kursi Putih : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG_AzkD8j68mMD4ipcFNVRHgX28HWyl1B8LkI4wVx35iCWNQeGD4l92WhbvJn5kqhd11RXr15y9Eh8JYNBMydbEaW4vOvwBKNMTAGpKTXz0tEFvVk5znHPXnyC7U7jUq-07cnHj3sHK18/s1600/5+kebun.jpg

Senin, 25 Juli 2016

Blitar Punya Kebun Teh Yang Kece Lho!

Senin, Juli 25, 2016 0 Comments
Sebelum balik ke perantauan lagi, alangkah baiknya kita refreshing sejenak ke tempat yang adem-adem. Saya dan suami mengajak serta kakak dan kakak ipar saya untuk jalan-jalan di sekitar Blitar. Karena saya dan suami pengen cari tempat refreshing selain Kebon Rojo, kakak langsung kasih ide perkebunan teh Sirah Kencong untuk tempat destinasinya, tapi ibu ga mengizinkan karena medan untuk kesana sangat berat. Jalan berbatu dan berkelok-kelok menjadi alasan, apalagi musim hujan udah turun. Selain itu karena kami naik mobil Agya yang lumayan ceper dikhawatirkan "nyanggrok" gitu dah. Ada yang tau bahasa indonesianya nyanggrok?hahaha..

Baca : Bon Rojo : Tempat Angon Anak Murah Meriah di Blitar

Tapi dasar anak-anak, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Kami berempat sepakat untuk pergi ke kebun itu tanpa bilang ke ibuk. Kami bilangnya mau ke Waduk Wonorejo (Bohong ini ga baik, jangan ditiru ya!) Kami berangkat pagi sekitar jam 9an. Kebun Sirah Kencong ini terletak di kelurahan Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Jaraknya kurang lebih 35 km dari kota Blitar dan waktu tempuh perjalanan sekitar 90 menit. Perkebunan Sirah Kencong ini ada di kawasan PTPN XII. Sebenernya ada 2 jalur untuk menuju kebun teh Sirah Kencong ini, yaitu jalur via Semen (jalur lama yang rutenya berat) dan jalur via Tegalasri (jalur baru yang ga terlalu berat). Kami memilih jalur kedua. Berhubung kakak dan istrinya udah pernah kesana via jalur ini, jadi sangat membantu banget sebangai penunjuk jalan.

Kalau dari Blitar ambil saja jalur menuju Kota Wlingi. Dari Wlingi menuju Pertigaan Kawedanan belok ke kiri (ke utara) sampai ketemu Pertigaan Tegalasri. Dari pertigaan itu belok kiri sampai ketemu SDN Ngadirenggo 2. Lurus terus sampai ketemu pertigaan belok kanan. Selanjutnya akan melewati kawasan perkebunan kopi Pidjiombo yang akan bertemu dengan jalur dari arah Semen. Tinggal ikuti petunjuk arah disana saja, nyampe deh di kebun teh Sirah Kencong. Sampai di kebun teh, mbak petugas akan menagih tiket Rp. 5000 per orang. Untuk parkir mobilnya Rp. 3000. Murah banget kan.. :)

Keluar dari mobil kami disambut dengan hawa super adem. Selain itu ada patung harimau yang membuat Sakha tertarik. Langsung lah dia mendekati patung "auuum" dan menaikinya. Seneng banget mukanya waktu difoto.
Sakha dan patung "auuumm"
Selesai memotret Sakha hawa lapar datang. Belilah kami bakso di sekitar kebun ini, harga seporsinya Rp. 6000. Isinya banyak dan rasanya lumayan enak. Selesai maem bakso, kakak mengajak kami mencari spot foto yang keren yaitu di sekitar pos pantau. Pos pantau ini berada di sekitar Candi Sirah Kencong. Kami berjalan kaki lumayan lama, sekitar 20 menitan dengan medan naik dan turun. Apalagi ditambah menggendong Sakha, aduhai capek juga "boyok" ini. 

Tapi rasa capek itu lumayan terbayar dengan suasana tenang di kebun ini, apalagi kami melewati jembatan sungai dengan airnya bergemericik. Ga afdol kalau ga nyemplung ya. Yuk mari nyemplung. Mak nyessss rasanya, dingin banget airnya. Dinginnya air tak menyurutkan kami untuk berfoto ria.
Jernih dan dinginnya sungai kecil Sirah Kencong
Setelah melewati sungai ini kami melihat rumah dinas pegawai pemetik teh di kebun ini. Rumah-rumahnya kecil berjajar rapi. Karena masih dalam suasana lebaran, pintu rumah-rumah itu terbuka lebar dan banyak orang yang lagi ngobrol-ngobrol di luar. Ga lupa kami menyapa dan bilang permisi ke orang-orang tersebut. Orangnya ramah-ramah banget ga sungkan untuk mempersilahkan kami masuk. 

Setelah rute yang berkelok-kelok selesai, nyampe lah kami di kawasan Candi Sirah Kencong. Berhubung di area itu lagi ramai orang berfoto, akhirnya kamu move on ke Pos Pantau yang memang menjadi tujuan utama kami. Di kanan kiri jalan Pos Pantau kami bisa melihat rimbunan pohon teh yang menghijaukan mata. Keren banget dah.
Jalan menuju Pos Pantau
Ngomong-ngomong, Pos Pantau ini adalah tempat para mandor untuk memantau kinerja anak buahnya dalam dunia perpetikan daun teh. Dari gambar di atas, tempat dengan atap berwana putih itulah yang disebut Pos Pantau.
Mandor Sakha lagi duduk di Pos Pantau
Sampe sekitar Pos Pantau, kami bisa melihat berhektar-hektar hamparan kebun teh. Indah banget dan sangat menyejukkan mata. Kece sekali! Cuaca disini ga panas, lebih cenderung ke mendung. Kami sempat takut kalau hujan turun, karena jalan yang kami lewati ada yang berupa jalan tanah dan batu. Takutnya pas pulang jalannya jadi licin. Doa kami adalah semoga hujan jangan turun dulu. Sebelum hujan datang alangkah baiknya foto-foto dulu ya..
Tau gak saya nunjuk apa?
Cie Sakha pernah ke kebun teh cieee
"Mas ojo dicul tangane" :D
Puas berfoto-foto dan menikmati keindahan kebun ini, akhirnya kami memutuskan untuk turun ke area parkiran. Kurang lebih 2 jam kami menikmati keindahan kebun dari Pos Pantau ini. Bakso semangkok yang kami makan saat berangkat tadi, sekarang ga bersisa karena kami berjalan di jalur yang naik dan turun. Kami laper boooo.. Kami memutuskan untuk membeli pop mie dan membawanya ke area gazebo dekat parkiran. Selesai makan, kami cuzz pulang ke Blitar lagi. 

Di perjalanan pulang, kami berhenti di kawasan pembukaan lahan proyek. Jadi ada semacam tebing yang dipotong trus diratakan dengan tanah untuk dijadikan lahan. Belum tau sih proyek apa, tapi desas desusnya bakal jadi proyek peternakan dan pabrik susu. Entah bener atau engga, yang pasti tetep keren karena area wisata dan perindustrian Blitar semakin berkembang..hoho..

Demikianlah pengalaman saya dan keluarga berwisata ke kebun teh Sirah Kencong. Saran saya kalau berangkat pagi aja, sekitar jam 7 an gitu, supaya disana bisa lama juga. Dan supaya ga kehabisan bakso sih, hahaha. Soalnya pas saya nyampe sana jam sekitar 12 an itu kebagian bakso porsi terakhir. Selain itu turun dari kebun Sirah Kencong ini jangan kesorean, soalnya kabutnya pada turun juga, takutnya bisa menghalangi penglihatan. Kami turun sekitar jam 15.30 an waktu itu, untungnya kabut belum turun.

Kalau saya disuruh kasih score untuk wisata ini, saya kasih 4.8 dari 5 bintang. Yang pingin mencari tempat wisata adem dan tenang di area Blitar ga ada salahnya untuk mampir kesini ya.. Ga ada salahnya pula untuk mencoba destinasi adem yang lainnya seperti kebun kopi Karanganyar.

Baca : Menikmati Suasana Zaman Belanda di Kebun Kopi Karanganyar Blitar

See ya sampai ketemu di destinasi lain.. :)

Senin, 18 Juli 2016

Bon Rojo : Tempat Angon Anak Murah Meriah di Blitar

Senin, Juli 18, 2016 0 Comments
Horeee kali ini adalah postingan saya edisi pulang kampung. Cerita persiapan dan perjalanan pulang kampung saya bersama suami dan Sakha akan saya ceritakan di postingan lainnya. Sekarang saya akan bercerita tentang pengalaman rekreasi murah meriah di kampung tercinta saya, kota Blitar.

Kota Blitar ini ga terlalu besar dan bisa dibilang kecil. Sekarang banyak sekali tempat wisata baru seperti taman-taman kota, selain itu juga banyak tempat kulineran baru yang enak-enak. Walaupun banyak tempat-tempat wisata baru, tempat wisata yang lama juga ga kalah oke lho. Kali ini saya bersama suami dan Sakha main ke kebun rakyat atau taman kota Blitar. Namanya Kebun Rojo atau biasa disingkat Bon Rojo. Bon Rojo ini terletak di Jalan Diponegoro Blitar, depan SMA Katholik Diponegoro.

Ceritanya dulu waktu kecil ibuk saya sering banget ngemong saya disini. Tempatnya luas dan sejuk karena banyak pepohonan. Saya ingin mengenang masa kecil saya sambil ngemong Sakha. Kami berangkat pagi sehabis sarapan. Kami parkir di sisi selatan Bon Rojo dan masuk lewat pintu samping. Masuknya ternyata gratis. Masuk pintu gerbang kami langsung disambut persewaan mobil remote dan sepeda motor anak yang berjejer. Sakha belum terlalu minat, jadi ya lanjut jalan deh.

Kami langsung belok kiri, karena ada yang menarik perhatian kami. Wow, Bon Rojo sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu yang ada cuma pohon-pohon besar aja. Sekarang kami melihat banyak hewan yang dipelihara, patung berbagai macam hewan dan juga banyak mainan anak-anak. Hewan yang dipelihara antara lain monyet, burung kepodang, burung dara, burung merak, rusa dan tupai. Sakha terperangah banget waktu liat monyet yang bersuara "kung kung kung". Seneng banget dia :D

Puas ngeliatin monyet dan tupai kami move on ke area rusa. Banyak banget rusanya, ada jenis rusa biasa dan ada jenis rusa tutul. Di sekitar tempat hewan disediakan tempat duduk yang nyaman. Sehingga pengunjung bisa duduk nyaman sambil melihat aktivitas hewan-hewan. Oh ya disini juga disediakan makanan hewan, ada kangkung dan kacang panjang untuk dikasihkan ke rusa. Ada juga jagung untuk dikasihkan ke burung dara. Harga per ikat/bungkusnya cuma Rp. 1000.

Kami membeli kacang panjang dan jagung untuk dimakankan ke rusa dan burung dara. Sakha seneng banget, dia heboh sendiri waktu memberi makan rusa dan burung dara. Kapan lagi ya le bisa kasih makanan ke hewan..hehehe..
Rusa maem dulu ya
Burung dara jangan lupa maem juga
Selesai memberi makan rusa dan burung dara kami lanjut berjalan ke sisi kolam ikan. Kolamnya bersih, sayang lupa saya foto. Waktu itu air mancurnya ga nyala jadi Sakha kurang tertarik. Oh ya Bon Rojo ini selain ada kursi untuk tempat bersantai, juga ada gazebo-gazebo kecil. Ga salah lah kalau tiap weekend tempat ini bakal ramai pengunjung soalnya fasilitasnya lengkap.

Mainan anaknya juga cukup lengkap, ada prosotan, ayunan dan jungkat-jungkit. Sepertinya lebih cocok untuk anak TK. Kalau Sakha masih terlalu kecil sehingga perlu pengawasan. Sakha nyaman banget ini naik ayunan sama emaknya. Malah emaknya yang terlalu bersemangat. Maklum kurang piknik :D
Senangnya,,yun ayun,,
Capek bermain wahana anak-anak kami move on ke sisi selatan. Disana banyak patung-patung hewan yang Sakha suka. Dia seneng banget pengen naik patungnya. Kapan lagi nak bisa rekreasi gratis. Balik ke Jogja pun bunda juga belum tau tempat rekreasi yang kayak gini ada atau engga di Jogja. Yuk mari foto-foto dulu sama patung kuda dan patung Auuummm.
Kuda hitam

Naik patung singa
Demikianlah cerita kami berekreasi murah meriah di Bon Rojo Blitar. Ternyata biaya parkir mobil kena biaya Rp. 5000. Cukup mahal ya, mungkin karena plat nomornya N? Wkwkw. Yowes lah yang pasti kalau kalian berkunjung ke Blitar jangan lupa sempatkan diri mengunjungi Bon Rojo bersama orang-orang tersayang ^_^.