Kamis, 04 Agustus 2016

# curhat # unexpected

Bunda Panik, Nak!!

Di suatu pagi yang cerah tanggal 2 Agustus 2016, aktifitas pagi dimulai seperti biasa, saat saya bangun untuk sholat lalu menyiapkan bekal & keperluan tole ke daycare. Sampe akhirnya si tole ikut bangun juga dan mengoprek-oprek isi kulkas. Waktu untuk mandi pagi saya pun tiba, saya request ke mas bojo supaya dia menemani tole main sementara saya mandi. Bergantian nanti ketika mas bojo mandi, saya yang nemenin tole. Ya begitulah rutinitas pagi kami, ga ada yang aneh. Mandilah saya sementara mas bojo mengajak tole melihat kucing di rumah tetangga.

Biasalah ya waktu mandi saya lakukan dengan bahagia sambil nyanyi-nyanyi. Tiba2 tangis si tole pecah keras sekali waktu saya mau memakai handuk. Ada apa ini? Mas bojo juga berteriak memanggil2 saya.. 'Jeng..sakha jeng..sakha!!!!', katanya. Saya langsung membuka pintu kamar mandi. Ya Allah betapa terkejutnya saya ketika melihat muka si tole penuh darah. Ya Allah banyak banget darahnya, saya panik banget teriak2 'Ya Allah..ya Allah' entah berapa kali saya teriak. Saya langsung pakai baju seadanya & langsung menjampel luka anak saya dengan handuk seadanya. Mas bojo bilang kalau si tole jatuh ketika manjat motor yang di parkir dekat jendela. Karena waktu manjat tole salah posisi, dia ingin balik badan pegang setir sayang hilang keseimbangan, jatuhlah dia & kepalanya kebentur pinggiran lis dinding jendela. Bocor lah.. T_T

Saya langsung gendong tole & membuka pagar kontrakan sementara mas mengeluarkan mobil. Langsung kami menuju IGD Hepilen. Di mobil tole langsung anteng, mungkin karena saya juga sudah lumayan tenang & menyanyikan lagu kesukaannya. Saya takut banget dia akan tertidur terus akan bablas. Saya takut banget ya Allah, panik banget karena darah masih saja terus mengucur & saya melihat luka di alisnya besar menganga.. T_T
Rasanya perjalanan kontrakan ke hepilen ini lama sekali plus macet di daerah timoho.. ya Allah..saya ga berhenti berdoa dlm hati..

Tiba di IGD langsung saya lari untuk masuk & perawat langsung melakukan tindakan. Perawat membersihkan darah yang bercucuran. Tole teriak2 katakutan & saya ga berhasil menenangkannya. Akhirnya tole dibedong supaya dia tidak berontak. Setelah itu dokter datang dan memeriksa lukanya. Dokter bilang kalau tole harus dijahit karena lukanya dalam. Hancur hati bunda nak, bunda merasa ga bisa jaga sakha, merasa kecolongan jagain sakha, merasa menjadi ortu yang gagal. Sedih banget perasaan saya hari itu mendengar tangisan tole ga ada henti-hentinya. Akhirnya saya dan mas menyetujui saja apa kata dokter yang penting sakha lekas sembuh & ga ada darah yang keluar dr kepalanya.

Dokter melakukan tindakan penjahitan, saya ga sanggup melihat proses itu. Saya memilih pergi keluar & berdoa. Saya menahan air mata saya spy tidak keluar..saya harus kuat.
Proses penjahitan berjalan cepat, mgkn ga ada 15 menit sudah selesai. Saya langsung masuk ke ruangan ketika sudah selesai & menggendong sakha. Kasihan sekali sakha, tenaganya sudah habis untuk menangis.. T_T
Dokter bilang kalau sakha dijahit 5 jahitan & kemungkinan bisa dilepas seminggu kemudian. Dokter juga bilang kalau misal nanti sakha muntah sering banget (min 5 kali) disuruh langsung bawa ke IGD lagi karena ditakutkan akan ada cedera kepala. Dokter kasih sakha antibiotik & obat panas.

Selesai pembayaran kami langsung segera pulang. Sebelumnya kami jg ngabarin ke kantor kalau hari ini kami mengambil emergency leave. Di perjalanan pulang sakha keliatan lemes banget, dia tertidur di perjalanan. Sampe di rumah saya segera mengganti baju tole yang berlumuran darah. Saya coba memberi sakha makan dan minum tapi dia ga mau. Dia menolak sambil rewel. Mungkin yang dia inginkan cuma tidur. Saya biarkan sakha istirahat sementara saya mencuci baju & membersihkan lantai yg banyak darah. Saya lihat mas bojo merasa menyesal sekali atas kejadian ini. Dia ga mau beranjak dari samping sakha, walaupun sakha dah bobok. Ga henti2nya dia bilang 'Maafin ayah le', saya pun mellow lagi sambil nyuci.

Bangun tidur sakha minta maem & mimik. Langsung saya kasih maeman favoritnya kalau pas lagi sakit yaitu Olive fried chicken. Dia maemnya lahap banget. Tapi sayang beberapa saat setelah maem dia muntah. Sedih banget rasanya semua isi perut sakha keluar. Setelah beberapa waktu kemudian saya coba tawarkan sakha puding dan dia mau. Dia maem juga dengan lahapnya, tapi habis itu dia muntah lagi. Rasanya deg2an banget takut kalau ada apa2 sama kepala sakha :(
Saya dan mas bojo harus positif thinking. Sakha saya ajak bobok lagi sambil nyanyi2 supaya mengurangi kegiatan dia duduk siapa tau ga muntah lagi. Alhamdulillah setelah itu sakha ga muntah lagi. Alhamdulillah dia ceria lagi seperti sedia kala & seperti lupa akan lukanya. Semoga sakha sehat selalu ke depannya.

Begitulah cerita pengalaman saya tentang paniknya pertama kali anak jatuh, pertama kali saya melihat banyak darah di wajah anak saya, pertama kali saya merasakan sedih yang begitu luar biasa melihat anak saya menangis tak berdaya di ruang perawatan. Saya dan mas yakin pasti di balik musibah ini ada hikmah yang bisa dipetik. Supaya kita lebih hati-hati dalam menjaga anak kita. Supaya kita lebih sadar bahwa anak butuh diawasi dalam bermain tapi alangkah lebih baik kalau kita menemaninya bermain.

Saya akan cerita gimana kronologi kejadian setelah mas bojo menceritakan secara detail. Jadi waktu saya mandi sakha mengajak ayahnya untuk melihat kucing di rumah nomer 3. Jadi ceritanya kontrakan saya ini seperti cluster dengan 6 rumah berjejer dan 1 pagar bersama. Kontrakan saya di nomer 5. Setelah sakha asik melihat kucing dengan ayahnya tiba2 dia balik dengan lari ke rumah pikir ayahnya dia akan ngambil bola karena rutinitas biasanya seperti itu, setelah main kucing ya main bola. Ayahnya mengawasi dari jauh sambil jalan. Naas ternyata sakha malah naik motor yang kami parkir di depan jendela. Dia naik dengan posisi yang membelakangi setir motor. Dia ingin mengubah posisi menjadi hadap setir namun sayang tumpuannya salah dan dia hilang keseimbangan. Langsung dia terjun ke arah kanan (yang disitu adalah jendela) dan kepalanya nyungsep di lis dinding jendela. Ayahnya sudah ga nutut lagi untuk menolong :( Bagi yang ga tau mana itu lis, beginilah penampakannya.
TKP Sakha njungkel
Setelah itu bs dibayangkan gimana keadaan sakha dengan luka karena terbentur lis..huhuhu..jadi membayangkan dia berdarah-darah lagi T_T
Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran ke depannya supaya lebih berhati-hati dalam menjaga anak, semoga para orang tua lain juga bisa mengambil hikmah dan kejadian ini tidak akan terjadi pada anak-anak mereka. Semoga sakha juga lekas sembuh ya tole, nanti kita main lagi.. semangat !! Menjadi orang tua adalah saat kita berdamai dengan diri sendiri, mampu memaafkan kesalahan kita terhadap anak dan berusaha tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.. menjadi orang tua adalah proses belajar tiada henti.. :)
Tetap ceria ya nak...

Baca : Akhirnya Jahitanmu Dilepas Juga Nak!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara