Senin, 25 Juli 2016

# travelling # wisata blitar

Blitar Punya Kebun Teh Yang Kece Lho!

Sebelum balik ke perantauan lagi, alangkah baiknya kita refreshing sejenak ke tempat yang adem-adem. Saya dan suami mengajak serta kakak dan kakak ipar saya untuk jalan-jalan di sekitar Blitar. Karena saya dan suami pengen cari tempat refreshing selain Kebon Rojo, kakak langsung kasih ide perkebunan teh Sirah Kencong untuk tempat destinasinya, tapi ibu ga mengizinkan karena medan untuk kesana sangat berat. Jalan berbatu dan berkelok-kelok menjadi alasan, apalagi musim hujan udah turun. Selain itu karena kami naik mobil Agya yang lumayan ceper dikhawatirkan "nyanggrok" gitu dah. Ada yang tau bahasa indonesianya nyanggrok?hahaha..

Baca : Bon Rojo : Tempat Angon Anak Murah Meriah di Blitar

Tapi dasar anak-anak, rasa penasaran mengalahkan segalanya. Kami berempat sepakat untuk pergi ke kebun itu tanpa bilang ke ibuk. Kami bilangnya mau ke Waduk Wonorejo (Bohong ini ga baik, jangan ditiru ya!) Kami berangkat pagi sekitar jam 9an. Kebun Sirah Kencong ini terletak di kelurahan Ngadirenggo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Jaraknya kurang lebih 35 km dari kota Blitar dan waktu tempuh perjalanan sekitar 90 menit. Perkebunan Sirah Kencong ini ada di kawasan PTPN XII. Sebenernya ada 2 jalur untuk menuju kebun teh Sirah Kencong ini, yaitu jalur via Semen (jalur lama yang rutenya berat) dan jalur via Tegalasri (jalur baru yang ga terlalu berat). Kami memilih jalur kedua. Berhubung kakak dan istrinya udah pernah kesana via jalur ini, jadi sangat membantu banget sebangai penunjuk jalan.

Kalau dari Blitar ambil saja jalur menuju Kota Wlingi. Dari Wlingi menuju Pertigaan Kawedanan belok ke kiri (ke utara) sampai ketemu Pertigaan Tegalasri. Dari pertigaan itu belok kiri sampai ketemu SDN Ngadirenggo 2. Lurus terus sampai ketemu pertigaan belok kanan. Selanjutnya akan melewati kawasan perkebunan kopi Pidjiombo yang akan bertemu dengan jalur dari arah Semen. Tinggal ikuti petunjuk arah disana saja, nyampe deh di kebun teh Sirah Kencong. Sampai di kebun teh, mbak petugas akan menagih tiket Rp. 5000 per orang. Untuk parkir mobilnya Rp. 3000. Murah banget kan.. :)

Keluar dari mobil kami disambut dengan hawa super adem. Selain itu ada patung harimau yang membuat Sakha tertarik. Langsung lah dia mendekati patung "auuum" dan menaikinya. Seneng banget mukanya waktu difoto.
Sakha dan patung "auuumm"
Selesai memotret Sakha hawa lapar datang. Belilah kami bakso di sekitar kebun ini, harga seporsinya Rp. 6000. Isinya banyak dan rasanya lumayan enak. Selesai maem bakso, kakak mengajak kami mencari spot foto yang keren yaitu di sekitar pos pantau. Pos pantau ini berada di sekitar Candi Sirah Kencong. Kami berjalan kaki lumayan lama, sekitar 20 menitan dengan medan naik dan turun. Apalagi ditambah menggendong Sakha, aduhai capek juga "boyok" ini. 

Tapi rasa capek itu lumayan terbayar dengan suasana tenang di kebun ini, apalagi kami melewati jembatan sungai dengan airnya bergemericik. Ga afdol kalau ga nyemplung ya. Yuk mari nyemplung. Mak nyessss rasanya, dingin banget airnya. Dinginnya air tak menyurutkan kami untuk berfoto ria.
Jernih dan dinginnya sungai kecil Sirah Kencong
Setelah melewati sungai ini kami melihat rumah dinas pegawai pemetik teh di kebun ini. Rumah-rumahnya kecil berjajar rapi. Karena masih dalam suasana lebaran, pintu rumah-rumah itu terbuka lebar dan banyak orang yang lagi ngobrol-ngobrol di luar. Ga lupa kami menyapa dan bilang permisi ke orang-orang tersebut. Orangnya ramah-ramah banget ga sungkan untuk mempersilahkan kami masuk. 

Setelah rute yang berkelok-kelok selesai, nyampe lah kami di kawasan Candi Sirah Kencong. Berhubung di area itu lagi ramai orang berfoto, akhirnya kamu move on ke Pos Pantau yang memang menjadi tujuan utama kami. Di kanan kiri jalan Pos Pantau kami bisa melihat rimbunan pohon teh yang menghijaukan mata. Keren banget dah.
Jalan menuju Pos Pantau
Ngomong-ngomong, Pos Pantau ini adalah tempat para mandor untuk memantau kinerja anak buahnya dalam dunia perpetikan daun teh. Dari gambar di atas, tempat dengan atap berwana putih itulah yang disebut Pos Pantau.
Mandor Sakha lagi duduk di Pos Pantau
Sampe sekitar Pos Pantau, kami bisa melihat berhektar-hektar hamparan kebun teh. Indah banget dan sangat menyejukkan mata. Kece sekali! Cuaca disini ga panas, lebih cenderung ke mendung. Kami sempat takut kalau hujan turun, karena jalan yang kami lewati ada yang berupa jalan tanah dan batu. Takutnya pas pulang jalannya jadi licin. Doa kami adalah semoga hujan jangan turun dulu. Sebelum hujan datang alangkah baiknya foto-foto dulu ya..
Tau gak saya nunjuk apa?
Cie Sakha pernah ke kebun teh cieee
"Mas ojo dicul tangane" :D
Puas berfoto-foto dan menikmati keindahan kebun ini, akhirnya kami memutuskan untuk turun ke area parkiran. Kurang lebih 2 jam kami menikmati keindahan kebun dari Pos Pantau ini. Bakso semangkok yang kami makan saat berangkat tadi, sekarang ga bersisa karena kami berjalan di jalur yang naik dan turun. Kami laper boooo.. Kami memutuskan untuk membeli pop mie dan membawanya ke area gazebo dekat parkiran. Selesai makan, kami cuzz pulang ke Blitar lagi. 

Di perjalanan pulang, kami berhenti di kawasan pembukaan lahan proyek. Jadi ada semacam tebing yang dipotong trus diratakan dengan tanah untuk dijadikan lahan. Belum tau sih proyek apa, tapi desas desusnya bakal jadi proyek peternakan dan pabrik susu. Entah bener atau engga, yang pasti tetep keren karena area wisata dan perindustrian Blitar semakin berkembang..hoho..

Demikianlah pengalaman saya dan keluarga berwisata ke kebun teh Sirah Kencong. Saran saya kalau berangkat pagi aja, sekitar jam 7 an gitu, supaya disana bisa lama juga. Dan supaya ga kehabisan bakso sih, hahaha. Soalnya pas saya nyampe sana jam sekitar 12 an itu kebagian bakso porsi terakhir. Selain itu turun dari kebun Sirah Kencong ini jangan kesorean, soalnya kabutnya pada turun juga, takutnya bisa menghalangi penglihatan. Kami turun sekitar jam 15.30 an waktu itu, untungnya kabut belum turun.

Kalau saya disuruh kasih score untuk wisata ini, saya kasih 4.8 dari 5 bintang. Yang pingin mencari tempat wisata adem dan tenang di area Blitar ga ada salahnya untuk mampir kesini ya.. Ga ada salahnya pula untuk mencoba destinasi adem yang lainnya seperti kebun kopi Karanganyar.

Baca : Menikmati Suasana Zaman Belanda di Kebun Kopi Karanganyar Blitar

See ya sampai ketemu di destinasi lain.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara