Senin, 12 September 2016

# travelling # wisata jogja

Refreshing di Hutan Pinus Mangunan


Libur tlah tiba. libur tlah tiba. Horay, horay, horay! Hari ini adalah hari Raya Idul Adha. Kebetulan saya dan suami ga mudik, karena cuti saya habis. Alhasil ibuk saya yang dateng ke Jogja. Nah karena saya dan suami jarang banget jalan-jalan waktu di Jogja, sempat bingung juga nanti ibuk akan diajak kemana ya. Kemarin di grup wa emak-emak juga pada rame tentang destinasi wisata Jogja. Ternyata ga cuma saya aja yang dapet tamu agung dan bingung harus mengajak jalan-jalan kemana, emak-emak yang lain juga dapet. Sempet ada yang kasih opsi ke Hutan Pinus, Kaliurang, Kalibiru, dan Pantai. Saya sebenernya semakin bingung harus kemana, kalau terlalu jauh males juga soalnya Sakha mesti rewel..hehehe.. Ibuk saya juga punya rute refreshing yang oke menurut beliau sendiri, yaitu? that's right.. Pasar Beringharjo :D Jadi galau enaknya ngajak ibuk jalan-jalan ga ya...

Hari pertama ibuk di Jogja kami lewati dengan di rumah aja, soalnya malemnya ada undangan nikahan. Ternyata di hari kedua ibuk pengen didrop di Pasar Beringharjo, trus nanti kalau beliau udah kelar belanja langsung kita jemput. Oke lah, pagi beliau belanja ke pasar, malemnya kami ajak jalan-jalan ke Lippo Plaza. Menyenangkan banget, karena emang di Blitar ga ada mall..hehehehe..

Hari ketiga, pas hari Idul Adha ini habis sholat Ied, kami nganggur ga ada tujuan mau kemana. Akhirnya tiba-tiba kepikiran enak kali ya kalau refreshing di Hutan Pinus. Langsung dah tanpa persiapan kami berangkat setelah googling-googling rutenya. Nampaknya tidak terlalu jauh, kayaknya ga sampe satu jam perjalanan kita udah nyampe sana. Let's go mari kita berangkat. 

Untuk berangkat kesana kami melewati Jalan Imogiri Timur, lurus terus. Sampe perempatan dekat Lapangan Jejeran, harusnya lurus aja. Tapi sayang ga bisa soalnya ada perbaikan jalan, akhirnya kami belok kanan ke Jalan Stadion Sultan Agung menuju Jalan Imogiri Barat. Melewati Jalan Imogiri Batar lurus terus sampe ketemu pertigaan, ambil arah ke Jalan Bakulan Imogiri. Lurus terus aja sampe nemu pertigaan, lanjut ke arah Jalan Makam Raja. Lurus ikutin jalan aja sampe nemu plang besar bertuliskan "Hutan Pinus" belok kanan. Jalannya mulai berkelok-kelok disini. Ikutin saja Jalan Mangunan ini. Harus ekstra sabar pokoknya selain karena medannya berkelok-kelok, lebar jalan ini juga kecil banget. Untuk mobil siap-siap masuk gigi 1 terus. Kira-kira ga sampe 15 menit udah sampe lah kita di depan Hutan Pinus Mangunan. Horayyy...

Kesan pertama pas melewati hutan menuju ke parkiran apa? Sereeeem. Soalnya pohon pinusnya gede-gede dan tanahnya merah, plus cuacanya agak mendung. Pas nyampe sana sekitar jam 10.30 an. Parkiran mobilnya penuh semua, maklum memang lagi liburan kan ya. Alhamdulillah nemu parkiran walaupun medannya ga begitu rata, naik gitu. Jadinya mesti pake ganjalan di rodanya alias pake "kek". Biaya parkir mobil di hutan pinus ini 10ribu rupiah dan dibayar di awal. Setelah membayar parkiran kami memasuki kawasan hutan pinus yang terletak di seberang tempat parkir. Ternyata untuk masuk hutan pinus ini ga dikenakan biaya alias gratis...wohoooo..

Di tempat ini kursi-kursi kayu kecil bertebaran di mana-mana. Banyak banget orang yang duduk-duduk disana, banyak pula yang langsung duduk di tanah. Ada juga satu ayunan yang bisa digunakan untuk spot foto, tapi harus mengantri ya..hihihi.. Di sisi kiri hutan terdapat gardu pandang yang pastinya juga harus mengantri kalau untuk menjadikannya spot foto. Kami berjalan ke arah kanan (ke arah bawah) karena ada sesuatu yang menarik perhatian kami. Apa itu? Di sisi bawah ramai banget orang bergelantungan di pohon.. Kok bisa??

Yap disana banyak banget orang sedang bergantung sambil leyeh-leyeh di hammock. Saya baru tau istilah hammock ini ya pas disana kok. Itu semacam kain yang dikaitkan di dua batang pohon yang berseberangan, sehingga orang bisa menaiki kain itu. Nah hammock ini terbuat dari kain parasut dan berat maksimal untuk menaikinya adalah 150 kilogram. Dulu ngetrend nya pake jaring-jaring, mungkin bikin sakit kali ya jadinya diganti kain parasut :p (sotoy). 

Biaya untuk menyewa satu hammock ini adalah 10 ribu rupiah sampe sore hari (maksimal jam 17.30). Kami menyewa dua hammock, satu untuk ibuk dan satu lagi untuk gantian antara saya, suami dan Sakha. Setelah membayar hammock, kami diantar petugas ke lokasi yang kami inginkan untuk dipasangi hammock. Setelah menemukan lokasi yang pas, mas petugas memasang hammocknya. Melihat masnya memasang hammocknya kelihatannya gampang gitu, sempet ngeri juga apa talinya ga kendur ya kalau dimuati manusia-manusia gendut seperti kami.. :D Oh ya masnya juga berpesan kalau sudah selesai kami diminta untuk melepas hammocknya dan dibawa ke pos persewaannya lagi.

Horai dua hammock sudah terpasang manis ga sampe 10 menit pemasangan, siap untuk dinaiki. Ibuk langsung menaiki hammock dan leyeh-leyeh menikmati suasana hutan. Saya, suami dan Sakha bergantian menaiki hammocknya karena takut ga kuat..hahaha.. Sesekali Sakha pengen jalan-jalan menyusuri hutan sambil dia ngambil biji-biji pinus untuk mainan. Menyenangkan sekali refreshing di hutan pinus ini. Ohya saya dan suami gantian ngemong Sakha, pas saya leyeh-leyeh di hammock, suami jalan-jalan sama Sakha. Sebaliknya pas suami leyeh-leyeh, saya yang gantian ngemong Sakha. Sakha lagi seneng explor sekitar jadi maunya jalaaaan aja..hahaha..
Muat juga dipake bertiga :D
Sampai pada waktunya kami kecapekan. Akhirnya hammocknya ditidurin orang tiga, dan ternyata kiat sodara-sodara. Sakha ketiduran sampe ngiler disana. Selagi Sakha tidur saya dan suami ngobrol seru-seruan aja sambil menikmati sejuknya hutan pinus. Hari semakin siang dan semakin sore. Hawa di hutan pinus semakin dingin karena anginnya lumayan kencang, waktunya kami pulang. Oh ya untuk menikmati hammock disarankan datang agak pagian supaya tidak kehabisan. Karena waktu itu ada pengunjung datang sekitar jam 1 siang, dia mau nyewa hammock tapi ternyata kehabisan. Jadi harus menunggu pengunjung lain mengembalikan hammocknya baru dia bisa sewa. 

Di hutan pinus ini fasilitasnya cukup lengkap, ada banyak toilet dan tempat makan. Selain itu ada juga mushola di dekat tempat parkir mobil. Jadi ga kawatirlah berlama-lama disini. Hutan pinus ini tutup jam 17.30. Ini menurut saya sih, soalnya batas maksimal sewa hammocknya sampe jam segitu.

Sekian cerita saya, semoga dapat memberikan manfaat ya. Yang pasti hutan pinus ini masuk ke daftar destinasi favorit penghilang stress lah. Semoga di lain waktu bisa main kesini lagi :)

Rute : Jogja - Jalan Imogiri Timur - Jalan Stadion Sultan Agung - Jalan Imogiri Barat - Jalan Bakulan Imogiri - Jalan Makam Raja - Jalan Mangunan - Hutan Pinus Mangunan
Parkir : 10 ribu (mobil) 
Tiket Masuk : Gratis
Fasilitas : Sewa Hammock (10 ribu sampai sore), mushola, tempat makan, toilet, ayunan, gardu pandang dan pastinya banyak dudukan untuk berfoto
Rating : 5/5

3 komentar:

Follow Me @granitprihara