Sabtu, 28 Februari 2015

Booster Menyusui Itu....

Sabtu, Februari 28, 2015 0 Comments

Masa-masa menyusui adalah masa yang menyenangkan dan menegangkan. Kenapa menyenangkan, karena kita sebagai seorang ibu dapat memberikan nutrisi yang sangat dibutuhkan bayi kita dan tidak ada minuman lain yang dapat menandingi ASI tersebut. Alasan lain simple sih, kita bisa mengirit biaya susu tambahan atau susu formula karena ASI itu sehat, higienis dan GRATIS :D Berbahagialah para ibu-ibu yang ASInya melimpah. Selain itu menyusui juga bisa menjadi hal yang menegangkan, kenapa? Karena bagi ibu yang ASInya ga melimpah seperti saya pasti punya pikiran "Apa cukup ya ASIku buat dedek?", "Gimana nanti kalau ternyata dedek ga kenyang-kenyang?", "Gimana nanti kalau pas balik kerja ga punya stok ASIP untuk dedek?" dan banyak kecemasan lainnya. Selain itu di masa-masa awal dedek menyusui juga ga kalah menegangkan. Masa-masa dimana dedek masih belajar mengisap membuat puting bundanya lecet dan luka..huhu.. dan pastinya membuat rasa trauma ga ingin menyusui lagi.

Baca : Kegalauan Ibu Baru : ASI Tidak Keluar, Susah BAB dan Takut Kontrol Jahitan

Sebenernya menyusui ini adalah pilihan menurut saya. Ibu yang dianugerahi ASI melimpah ada juga lho yang ga mau menyusui anaknya, mungkin menurut dia ada alasan yang kuat sehingga dia ga mau menyusui anaknya atau hanya karena pingin dilihat kalau anaknya minum susu formula mahal. Who knows? Hanya dia yang mengerti isi hatinya sendiri :) Ada pula ibu yang ASInya ga keluar dengan segala usahanya, sehingga dia merelakan anaknya untuk diminumi susu formula, padahal hatinya menjerit perih karena tidak bisa menyusui anaknya. Santai bu,, tidak menyusui anakmu bukan berarti kamu ga bisa menjadi ibu yang baik kok :) Ada juga ibu yang ASInya keluar pas-pasan tapi tetep berusaha untuk mencukupi kebutuhan anaknya, it's me. Saya ga punya punya tabungan ASI yang berjubel di freezer buat Sakha selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Yang saya punya adalah tabungan ASI buat Sakha maksimal untuk 2 hari ke depan, sudah cukup bahagia saya :D

Perjuangan saya untuk menyusui ini dimulai di hari ketiga setelah Sakha lahir. Masih ingat kan cerita saya waktu setelah melahirkan ASI saya ga langsung keluar, musti nunggu 3 hari supaya ASI saya keluar. Banyak banget makanan yang saya makan supaya ASI saya lekas keluar. Pas ASI saya udah keluar pun, makanan itu tetep saya makan. Karena kan saya di rumah ortu waktu cuti melahirkan, jadi disana ada ibuk dan bulik yang selalu masakin dan nyiapin makanan saya setiap harinya. Alhamdulillah banget. Berikut adalah makanan alami yang saya makan sebagai booster ASI saya.

1) Pepaya
Pepaya, buah tinggi kalium yang baik untuk ibu menyusui
Siapa yang ga kenal pepaya. Selain bagus untuk pencernaan ternyata pepaya juga bisa untuk menambah produksi ASI. Pepaya mengandung vitamin A dan vitamin C, serta beberapa mineral penting yaitu kalium, asam folat, dan enzim papain. Enzim ini membantu pencernaan protein. Ibu menyusui membutuhkan banyak protein untuk memproduksi ASI. Selain itu ibu yang kelelahan merawat bayi akan kekurangan kalium, sehingga disarankan memakan makanan yang mengandung banyak kalium. Kandungan kalium di buah pepaya ternyata lebih banyak 50% dibandingkan buah jeruk. Kakurangan kalium ini bisa membuat mood menjadi buruk, padahal untuk memproduksi ASI dibutuhkan mood yang baik. Benar saja ya, setelah memakan buah pepaya ini membuat mood saya menjadi baik, apalagi saya memakannya dengan keadaan dingin. Sehari saya bisa menghabiskan setengah buah pepaya besar.

2) Kecipir
Kecipir, sayuran tinggi protein
Kecipir ini merupakan jenis sayur yang rendah kalori dan memiliki banyak kandungan serat. Selain itu kandungan protein dalam buah kecipir sangat tinggi yaitu setara dengan kedelai. Kecipir juga memiliki kadar kalsium yang tinggi sehingga baik untuk kepadatan tulang dan gigi. Dengan manfaat kecipir yang banyak seperti itu pastinya dibutuhkan untuk ibu menyusui. Saya biasanya memakan kecipir dengan cara di "kulup" atau dijadikan kulupan. Nasi putih, kulupan kecipir parutan kelapa berbumbu tempe goreng adalah menu wajib saya waktu cuti melahirkan di rumah. 

3) Daun Katuk
Daun katuk mengandung laktagagum yang terbukti memperlancar ASI
Yang ini sudah umum kan ya? Yup daun katuk terbukti mampu memperlancar ASI karena mengandung zat laktagagum. Saya memakan daun katuk dengan cara dimasak bukan dilalap :D Mirip-mirip dengan masakan sayur bayam plus ada irisan jagung di dalamnya. Enak dan seger banget daun katuk ini. Sayang dulu di rumah carinya agak susah, jadinya selama cuti hampir 3 bulan saya cuma makan sayur ini paling hanya 3 kali aja.

4) Air Kacang Hijau
Kacang hijau tinggi protein, asam folat dan tiamin
Kacang hijau merupakan salah satu biji-bijian yang tinggi protein. Selain itu kacang hijau juga mengandung asam folat yang tentunya membantu dalam produksi ASI. Kacang hijau juga mengandung Tiamin atau vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi energi karena ibu menyusui butuh energi lebih besar dibanding saat hamil. Bila kekurangan tiamin Anda jadi mudah tersinggung, sulit konsentrasi dan kurang bersemangat. Saya mengkonsumsi kacang hijau ini dengan cara meminum air rebusannya. Setelah itu ampasnya dibuat kolak deh, makin seneng saya :D

Di rumah orang tua, empat makanan itu yang paling sering saya konsumsi untuk memperlancar ASI. Alhamdulillah waktu cuti melahirkan itu ASI saya lancar, sampe saya bisa mompa dan menyetok ASIP. Saya optimis ketika nanti balik ke perantauan pasti saya bisa menyetok ASIP untuk Sakha. Dan ternyata setelah balik ke perantauan dan kembali bekerja, ASI saya seret dong! ASIP yang saya bawa dari kampung cuma cukup diminum Sakha selama 2 hari. Di rantau saya ga punya pembantu, jadi semuanya diurusin berdua sama suami. Masak pun ga pernah karena pulang kerja udah hampir maghrib dan pasti udah capek banget untuk beres-beres rumah. Makanan pun beli seadanya aja di sekitar kontrakan. Hal tersebutlah yang membuat ASI saya seret. Terpikirlah saya untuk membeli booster ASI yang praktis. Alhamdulillah setelah meminum booster tersebut ASI saya lumayan lancar walaupun saya cuma bisa nyetok ASIP untuk diminum Sakha selama 1 hari. Alhamdulillah banget walaupun sistem kejar tayang :D Sejauh ini ada 2 booster ASI yang saya konsumsi.

5) Mama Soya
Mama Soya si booster ASI cihuy
Hore akhirnya saya menemukan booster ASI yang langsung diminum seperti susu. Oh ya sebelumnya saya mengkonsumsi susu ibu menyusui, tapi entah kenapa rasanya aneh dan ngga ngaruh banget ke ASI. Saya menemukan merk Mama Soya ini pas waktu browsing-browsing. Banyak banget yang merekomendasikan susu kedelai ini. Mama Soya adalah susu kedelai yang mengandung ekstrak daun katuk. Cara penyajiannya cukup dengan menuang air hangat seperti membuat susu. Saya meminum Mama Soya ini dua kali sehari, pertama waktu pagi di kantor dan kedua setelah makan malam. Hasilnya membuat ASI saya jadi kentel dan keluar banyak. Ada rasa penuh gitu di payudara, sehingga saya di kantor mompa 2x. Lumayan buat mimik Sakha besok di daycare :)

Baca : Menitipkan Anak di Daycare??

6) Hulbah Fenugreek
Hulbah Fenugreek, ASI booster sekali hap
Waktu itu stok Mama Soya saya habis dan ketika pengen repeat order ke penjualnya ternyata stok mereka juga habis. Tiba-tiba saya kepikiran, gimana ya booster ASI yang praktis itu yang ga usah nyeduh pake air hangat. Soalnya jarak kubikel saya sama pantry lumayan jauh jadi males bolak balik (Dasar pemalas granit!) Saya browsing-browsing lagi dan akhirnya nemu merk Hulbah Fenugreek ini. Fenugreek adalah tanaman yang mengandung Fitoestrogen yang dipercaya sebagai pelancar ASI sampe 300%. Saya meminum hulbah ini juga 2x sehari, pagi setelah makan dan malam setelah makan. Hasilnya sama seperti waktu saya meminum Mama Soya.

Walaupun saya menyetok ASIP dengan sistem kejar tayang dan pasti melelahkan, yang pasti saya tetap bersyukur. Alhamdulillah Sakha lulus S1 ASI Eksklusif. Alhamdulillah target awal ga muluk-muluk saya sudah terpenuhi. Untuk ibu-ibu yang ASInya seret dan masih ingin terus berjuang, ga ada salahnya untuk mencoba booster ASI ala saya. Yang pasti ASI akan keluar lancar ketika ibu bayi dalam kondisi happy dan ikhlas. Semoga kita selalu menjadi ibu yang berbahagia ya :*

Sumber Gambar :
Kartun Ibu Menyusui : http://ybicdn.azureedge.net/wp-content/uploads/2014/01/mother-breastfeeding-baby-vector.jpg
Pepaya : http://i1.wp.com/caraturunkanberatbadan.com/wp-content/uploads/2016/03/Resep-Diet-Pepaya-Cara-Menurunkan-Berat-Badan-7-Hari.jpg?resize=640%2C416
Kecipir : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbhvHdhZJwDfpZKWp8L287fOd3S_96sHExDBBcuiAn9PQJTO67_avgBa0A82UUkqcoJhEfwxskIC_8ZxAZN9tU-uzGAwHKJAGctfjxlqEXbj683PGeItqlTj36CZHUxJ6D5c7UNGp3NfmA/s1600/Kecipir.jpeg
Daun Katuk : https://carapemesanandeepseafishoilsoftgel.files.wordpress.com/2016/09/katuk3.jpg
Kacang Hijau : http://penulispro.com/wp-content/uploads/2015/05/kacang-ijo3.jpg
Mama Soya : https://www.google.com/imgres?imgurl=https://ecs7.tokopedia.net/img/
Hulbah : http://tokoherbalanna.com/wp-content/uploads/2013/04/HULBAH-MABRUUK.jpg

Rabu, 11 Februari 2015

Lika-liku Diapers Sakha

Rabu, Februari 11, 2015 0 Comments
Hi All, kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan memilih diapers yang cocok buat Sakha. Sebelumnya saya mau sharing dulu nih kapan Sakha mulai pakai diapers. Dulu pas Sakha lahir, saya bodoh banget atuuh ga ngerti dunia per-diapers-an. Ga ada persiapan pula buat belanja-belanji diapers pas menyambut Sakha lahir. Saya cuma belanja popok kain yang banyak sama dijahitin bumer popok kain juga. Sejak lahir sampe Sakha umur 3 minggu, Sakha full pake popok kain. Do you know what I feel? Stress boook. Udah cucian menggunung, si bayi kurang tidur dan si emak juga kurang tidur. Kenapa kurang tidur? Karena tiap Sakha pipis dia akan nangis merasa ga nyaman karena basah semua. Tangisan Sakha yang cetar membahana waktu itu akan membangunkan emaknya yang lagi mau berangkat bobok. Yep jam tidur new babby born mommy sudah tidak sama lagi kayak masih zaman belum ada anak.

Dulu di benak saya, harga diapers itu mahal. Lalu saya juga ngebayangin kalau selesai pake diapers, gimana buangnya. Ibuk bilang "Kalau di rumah embah bisa tuh sampah-sampah diapers dibuang dengan cara dipendam dalam tanah, lha kalau kita ga punya lahan masak mau dibuang di tempat sampah..Pamali kotoran anak dibuang sembarangan". Oke belumlah ada pikiran untuk pakein Sakha diapers. Tak dinyana rezeki datang, ada sahabat saya yang memberi kado clodi. Saya pun akhirnya browsing-browsing tentang clodi. Barang ajaib banget. Clodi adalah cloth diapers. Yep, diapers yang bisa dicuci ulang, which is biaya yang saya keluarkan adalah biaya sabun cuci untuk perawatan aja. Saya seneng banget karena clodi ini sangat membantu. Sakha ga perlu kebangun waktu dia pipis pas bobok. Total saya punya 6 clodi, dan 5 di antaranya adalah kado dari teman-teman saya. (Gak bondho Nit!!) :p

Jadi pas pagi, siang, sore saya pakaikan Sakha clodi. Semua berjalan lancar, tiap maksimal 3 jam sekali saya ganti (insertnya :p) karena permukaan clodi masih kering, dan cuma insertnya yang basah. Karena clodi harus sering diganti sedangkan saya ga ingin waktu tidur malam Sakha (dan emaknya) terganggu, saya dan keluarga memutuskan kalau lebih baik pas waktu malam hari Sakha dipakein diapers sekali pakai aja. Trus kakak saya juga bilang kalau anaknya dulu juga dipakein diapers waktu bobok malam aja. Whokeeeyy mari kita hunting diapers, dan perjalanan emaknya Sakha di dunia per-diapers-an pun dimulai. 

Diapers pertama Sakha adalah "Mamy Poko Pants Standar". Saya masih inget banget beli diapers ini di Indomaret. Pada waktu itu saya membeli yang ukuran S isi 22. Kalau ga salah dulu harganya 30 ribuan. Jadi 1 pcs diapers ga sampai 1500 perak. Mayan murah ya. Saya rutin makein diapers ke Sakha kalau pas mau bobok malam aja dan waktu imunisasi. Review saya untuk diapers ini yah bintang 3 dari 5 bintang. Diapers ini penampakannya simple ga ada warna-warna kartun mencolok, cuman ada gambar boneka mamy poko dengan warna biru doang, monocrom gitu lah. Selain itu dia lumayan nyerap banyak tapi saya ga suka bunyi "kresek-kresek" nya waktu dipakein ke Sakha. Mayan berisik. Selain itu, setelah saya lepas diapersnya trus cek kulit Sakha kayak lembab banget gitu. Belum ada tanda-tanda ruam sih, tapi saya ngerasa karet di diapers itu meninggalkan bekas kerutan di pinggang Sakha, ga nyaman aja kelihatannya.
Diapers pertama Sakha Mamy Poko Pants Standar : 3 dari 5 bintang
Keliatan kalau Sakha ga nyaman waktu itu kok ya pas ada yang ngasih kado lahiran berupa diapers Mamy Poko tapi versi yang lebih mahal. Yep, kalau ga salah inget dulu Sakha dapet diapers "Mamy Poko Extra Dry New Born". Nah saya baru tau kalau Mamy Poko untuk new born adalah yang tipe tape, bukan yang pants. Agak repot juga ya makein diapers yang tipe tape, karena takut ga pas aja di perutnya. Apalagi pas anak lagi rewel kakinya "mancal-mancal" tambah susah lagi ngepasinnya. Review saya untuk diaper ini adalah bintang 4 dari 5 bintang. Selain karena designnya yang menyenangkan yaitu gambar Winnie The Pooh full colour, ternyata daya serapnya juga oke. Trus pas selesai pake ini, kulit Sakha lembabnya ga terlalu banyak. Tapi buat memutuskan untuk pake diapers tipe tape ini agak merepotkan menurut emaknya Sakha, jadi waktunya move on ke lain hati (lain diapers maksudnya). Oh ya pas waktu itu saya browsing-browsing ternyata harga diapers ini lumayan mahal sekitar 30 ribu untuk isi 14 pcs, which is 2000 perak lebih per pcs.
Mamy Poko Extra Dry New Born : 4 dari 5 bintang
Berasa cucok dengan merk Mamy Poko yang agak premium, saya cari info tentang Mamy Poko Extra Dry yang bertipe pants. Waktu itu saya carinya di Indomaret. Waktu itu yang lagi ada diskon adalah "Mamy Poko Pants Extra Soft". Saya lupa berapa harganya waktu itu, yang jelas bikin kalap mata karena diskonnya itu. Murah lah pokoknya (kalau lagi diskon). Review saya tentang diapers ini adalah biasa aja, ga soft-soft banget lho. Full colour juga masih dengan design Winnie The Pooh. Nilai plus dari diapers ini adalah ada bagian perekat di belakang diapersnya. Jadi selesai pake, digulunglah diapers itu dan direkatin pake perekatnya. Taraa jadi rapi dan siap masukin ke plastik sampah. Ada garis indikator pipisnya juga lho. Kita ga perlu bolak balik ngecek bagian dalam diapers anak. Cukup dilihat aja itu garis, kalau dia berubah warna dari kuning ke hijau brarti tanda pipis adek udah banyak. Oh ya FYI aja, Sakha ga nyaman pake diapers ini. Soalnya pas dipake kayak bulky gitu, trus pernah sampe bocor. Saya ga ngerti kenapa soalnya bocornya itu sering, padahal pas saya cek dalemnya belum terlalu basah. Jadi rating untuk diapers ini 3 dari 5 bintang menurut saya.
Mamy Poko Pants Extra Soft : 3 dari 5 bintang
Perjalanan pencarian diapers yang pas untuk Sakha belum berakhir. Apalagi saya harus balik ke Yogyakarta untuk kembali bekerja. Saat di Jogja nanti Sakha akan dititipkan di daycare waktu saya kerja. Dan daycare Sakha ada aturan kalau dedek yg dititipkan sebisa mungkin dipakein diapers. Karena kalau pake clodi takutnya ga steril. Brarti Sakha akan full day diapers dong ya? Iyesss. Karena itu saya banyak cari-cari info tentang diapers yang murah tapi kualitasnya bagus. Dasar emak emak :p Oke waktu itu banyak yang merekomendasikan "Sweety Fit Pantz". Katanya walaupun harganya terjangkau tapi kualitasnya di atas Mamy Poko Standar dan hampir mirip kayak Mamy Poko Extra Dry. Houuuww..sapa yang ga pengen coba hayoo. Oh ya ada juga yang bilang kalau Sweety yang pants ini bahannya beda jauuuuh sama Sweety yang tape. Saya langsung cari-cari Sweety ini di swalayan paling murah di Jogja yaitu Pamella. Alhamdulillah juga waktu itu lagi ada diskon. Kalau ga salah inget harganya sekitar 57 ribu ukuran M isi 40 pcs. Nah ternyata Sweety Fit Pantz ini mengeluarkan varian baru yaitu "Sweety Fit Pantz Dry Active". Harganya sih sama tapi isinya dikurangin 2 jadinya 57 ribu ukuran M isi 38 pcs. Lumayan lah ya per pcs nya 1500 perak. Review buat diapers ini lumayan banget. Nyerap banyak trus bahannya lumayan lembut. Walaupun agak "kresek-kresek" tapi dia ga bulky lho. Designnya juga oke dengan kartun Hello Kitty dan Dear Daniel. Kasih 4.6 bintang dari 5 bintang deh buat Sweety. Oh ya Sweety ini termasuk merk diapers yang lumayan lama pake di daycare. Murah meriah sih :)
Sweety FitPantz Dry Active : 4.6 dari 5 bintang
Hohoho udah nemu diapers yang cocok buat Sakha? Eits nanti dulu. Belum belum belum. Hari itu saya iseng-iseng buka Lazada dong. Saya rencana mau coba beli diapers tapi lewat online. Kan lumayan tuh ongkirnya gratis. Dasar emak-emak yang suka searching-searching, saya ga cuma cari diapers Sweety aja, tapi juga iseng cari-cari diapers merk lain. Lucky me ayeee, ternyata diapers merk Pampers lagi diskon boook. Ini bukan Pampers yang biasa tapi "Pampers Active Baby Pants". Saya lupa detail harganya berapa. Yang jelas promonya itu beli yang ukuran M isi 76 6 pcs dapet gratis yang ukuran M isi 34. Saya beli banyak untuk stok. Nah intinya setelah saya itung-itung jatohnya pampers per pcs itu 1700 perak. Ga beda jauh sama Sweety ya dari segi harga, tapi dari segi kualitas berbeda jauh. Pampers ini bahannya lembut bangeeet. Trus dia itu tipe celana tapi yg saya suka dia bisa nutupin pusar anak, design-nya agak memanjang gitu lah intinya. Designnya lucu full colour gitu. Soal daya tahan, mayan lama kok. Trus pas abis pake saya cek kulit Sakha engga lembab book.. Ajaib. Oh ya Pampers ini punya garis indikator pipis trus karet di pinggangnya juga lembut jadi ga ada bekasnya di pinggang Sakha. Saya kasih review 4.8 dari 5 bintang. Alhamdulillah rezeki Sakha ngalir lagi, waktu itu ada temen yg jenguk Sakha. Beliau kasih kado Pampers Active Baby tapi yang tipe tape. Alhamdulillah stok pampers semakin menggunung.
Pampers Active Baby Pants : 4.8 dari 5 bintang
Oh ya seiring berjalannya waktu, karena stok Pampers dah mau habis waktunya saya hunting-hunting lagi. Waktu itu ga ada diskon diapers di Lazada, akhirnya saya iseng ngecek Bilna. Ternyata ada diskon Sweety Fit Pantz. Yaudah akhirnya balik lagi pake Sweety..hehehe..murah meriah sih.. Langsung dah emak Sakha nyetok banyak. Di akhir-akhir stok Sweety mulai habis, masalah muncul. Bokong Sakha ruam, tambah lagi ada bekas karet seperti baret-baret di pinggang Sakha. Mungkin karena waktu itu cuaca Jogja lagi panas banget, jadi kulit Sakha gampang keringetan jadinya ruam deh. Jadi gimana.. Apakah Sakha ga akan pake diapers selamanya? Belum waktunya (Dasar emak males). Saya akhirnya searching-searching lagi tentang diapers yang tidak menyebabkan ruam dan bekas pada pinggang. Dari forum-forum dan blog para emak-emak banyak yang merekomendasikan "Merries Pants Good Skin". Katanya kualitasnya bagus banget tapi harganya juga bersahabat banget. Oke saya beli Merries di Pamella..Waktu itu lagi ada diskon, harga 49.000 dapet ukuran M isi 34. Lumayan banget lah ya..sebiji nya ga sampe 1500 perak. Review saya untuk diapers ini 4.8 dari 5 bintang. Karena harganya yang terjangkau, kualitas Merries juga oke. Walaupun designnya ngebosenin karena cuma satu warna aja tapi daya serapnya bagus, trus bahannya lembut ga pake ada "kresek-kresek" nya. Selain itu karet di pinggang ga bikin berbekas. Oh ya Merries Good Skin ini ga bulky, fit banget malah. Jadi enteng dipakenya. Sampai sekarang Sakha masih setia pakai Merries Good Skin ini alias Merries ijo.
Merries Pants Good Skin : 4.8 dari 5 bintang
Nah demikian cerita saya tentang perlika-likuan diapers Sakha. Semoga dapat memberikan manfaat ya. Yang pasti kondisi anak satu dan yang lain ga sama. Sakha udah cocok banget sama Merries ijo, tapi bisa aja anak lain ruam-ruam pas pake diapers itu. Apa kabar clodi Sakha? Kabar baik,,hehehe,, clodi ini biasanya saya pakein kalau Sakha di rumah full sama saya atau kadang kalau Sakha BAB sebelum mandi. Jadi sambil menunggu air buat mandi mendidih (Sakha masih mandi pake air anget), saya pakein dia clodi dulu daripada langsung pakein diapers. Dan rencananya clodi ini nanti akan saya pakai lagi waktu Sakha belajar toilet training. Semoga berhasil mak!

Oh ya saya mau bagi tips tentang belanja diapers. Karena saya rempong kalau mesti belanja diapers secara offline (alias langsung ke toko). *Soalnya kan mesti nyetok banyak diapersnya, trus pas belanja itu Sakha ikut pula, jadi saya bingung bawanya gimana. Nah saya akhirnya memilih belanja diapers secara online. Itupun saya lihat dulu ada promo apa engga. Sejauh ini saya sudah sering belanja di Lazada, Bilna (sekarang Orami) dan Elevenia. Lumayan banget karena ongkirnya gratis boook. Trus harganya bisa jauh lebih murah kalau kita memanfaatkan voucher-voucher atau promo-promo new member. Jadi rajin-rajin aja bikin user baru :p (Saran apa ini..saya juga belum pernah coba :D)

Nah bagi yang ga suka beli barang-barang via online, jangan lupa pantengin katalog belanja beberapa Supermarket. Biasanya kalau weekend itu banyak banget diskon diapers, susu, beras, bahkan buah segar. Tiap Jumat saya pasti buka katalogpromosi.com atau harga-promo.com. Disana kita bisa melihat semua katalog dari berbagai Supermarket. Kita bisa bandingin harga. Kita tau juga deh mana aja barang yang lagi promo, yang pasti belanja jadi lebih hemat kan. Kalau diapersnya lagi promo, langsung dah tancap ke Supermarketnya buat beli. Semoga tips saya berguna ya :)

Baca : Sakhi dan Diapersnya


Sumber Gambar :
Kartun Diapers : https://www.clipartsgram.com/image/1811907113-diaper-clip-art-images-illustrations-photos.jpg
Mammy Poko Pants Standar : http://tissueku.com/content/upload/S%2022.jpg
Mammy Poko Extra Dry : https://ecs12.tokopedia.net/newimg/cache/300/product-1/2014/12/4/270964/270964_84c8100c-7bb7-11e4-aeff-72572523fab8.jpg
Mammy Poko Pants Extra Soft : https://mm-storage-prod.mataharimall.co/87339_29764-8fbd42a7a4fb_1_mamy-poko-pants-38-pcs---s.jpeg
Sweety Fit Pantz : https://mm-storage-prod.mataharimall.co/2016/07/22/12/diapers_sweety-fit-pantz-m-38_569327_2.jpeg
Pampers Active Baby Pants : http://s7.postimg.org/y6uhgbuqz/m_76_6_new_Jan.jpg
Merries Pants Good Skin : http://id-live-01.slatic.net/p/merries-popok-pants-good-skin-xl-26-7260-461873-c90e0044b737a7c03cf0c6ea86f1635a-gallery.jpg

Kamis, 15 Januari 2015

Selamat Ulang Tahun ke 27 Ayah

Kamis, Januari 15, 2015 0 Comments
Hari ini ayah Sakha berulang tahun yang ke 27. Di ulang tahun ayah Sakha yang sebelumnya paling kami merayakannya dengan dinner berdua. Nah karena di tahun ini Sakha udah hadir di antara kami, rasanya opsi makan malam berdua pun dicoret. Karena Sakha masih terlalu kecil juga, dan karena kami belum punya si roda empat, rasanya kasian banget kalau Sakha diajak keluar malam-malam.

Karena ga mungkin dirayakan, saya tetep pengen ulang tahun ayah Sakha ini berkesan. Jadi jauh-jauh hari saya merencanakan buat bikin kejutan buat ayah Sakha. Kebetulan dompet kesayangan ayah Sakha udah mulai butut dan rusak, jadi saya membelikan kado dompet kulit untuk ayah Sakha. Trus gimana belinya? Kami kan serumah, sekantor pula..hahaha.. Kalau tiba-tiba saya ngilang kan ga lucu, pasti ayah Sakha akan tau kalau saya lagi merencanakan sesuatu buat dia.. :D

Beruntunglah kita hidup di dunia digital, beruntunglah online shop mulai meraja lela..hehehe.. Yup, untuk pembelian kado ayah ini Sakha dilakukan secara online. Saya beli dompet ini di online shop instagram. Ga puas dengan dompet ini, saya iseng-iseng pengen kasih tambahan kado untuk ayah Sakha. Maklum kami adalah tipe orang yang kurang romantis, jadi mumpung ada event yang pas saya pengen kasih sesuatu yang so sweet gitu. 

Pencarianpun dimulai. Saya cari ide kado ini di instagram lewat hashtag #kadounik, #kadountukayah, #kadountukcowok, edebrew-edebrew. Kira-kira barang apa ya yang ga terlalu besar, selalu diingat dan bermanfaat? Pasti tau kan kenapa saya ga milih barang yang terlalu besar, ya karena biar gampang disembunyikan dari pandangan ayah Sakha sebelum dikasihkan ke dia :D

Setelah pencarian beberapa lama, akhirnya jerih payah saya membuahkan hasil. Saya nemu kado unik, yaitu kalender. Ini bukan kalender biasa, namun kalender dari kepingan puzzle yang gambarnya bisa dikustomisasi. Menurut saya sangat unik, bisa dijadikan pajangan di cubible ayah Sakha nanti. Kalau ayah Sakha lagi bosen ngoding, bisa tuh puzzlenya dimainin..hahaha.. :D

Oke akhirnya saya memesan kalender ini, ukurannya kecil sekitar 14x14 cm. Jadi gampang disembunyikan deh nanti sebelum dikasihkan ke ayah Sakha..hehehe. Untuk gambar yang akan dicetak pada kalender, saya memilih foto kami bertiga saat rekreasi ke candi Prambanan bareng keluarga beberapa waktu lalu. Lha gimana lagi, soalnya kami ga ada foto bertiga dengan kualitas bagus..ya cuma ini aja..
Happy Birthday Ayah
Horee, akhirnya hari H pun tiba. Untuk kado dompet dan kalender ini udah dateng 2 hari sebelum hari H. Saya udah sembunyikan dompet di lemari rumah dan kalender di laci cubible saya supaya ga ketahuan ayah Sakha. Setelah sholat subuh di tanggal 15 Januari 2015 ini saya langsung kasih ucapan selamat ultah ke ayah Sakha. Mumpung Sakha masih belom bangun juga..hahaha. Ayah Sakha mesem-mesem pas saya kasih kado dompet. Langsung deh isi dompet yang lama dipindah ke dompet yang baru. Ciee yang dompetnya baru..

Kejutan masih terus berlanjut. Ceritanya pas ayah Sakha shalat Jumat, saya melipir ke cubicle ayah Sakha buat taruh kalender itu di cubiclenya. Alhasil pas balik dari shalat Jum'at ayah Sakha kaget tiba-tiba ada seonggok kalender di hadapannya. Langsung deh dia chat bilang makasih..so sweet gitu katanya.. :D

Alhamdulillah, kejutan yang saya rencanakan berjalan seperti yang saya pengen. Alhamdulillah ayah Sakha suka. Selamat ulang tahun ya ayah sayang. Semoga sehat selalu, lancar rezeki, makin barokah umurnya.. semoga selalu menjadi suami dan ayah yg baik serta sabar.. mampu mempimpin rumah tangga ini menjadi lebih baik lagi.. luv u ayah.. :*

Kamis, 01 Januari 2015

Mau Lahiran di RS Perlu Bawa Tas Isi apa Yaa??

Kamis, Januari 01, 2015 0 Comments
Halo lamo tak jumpo.. setelah lama absen dalam dunia perblog'an akhirnya ketemu lagi di postingan saya selanjutnya,,, ^_^ Pada kesempatan kali ini saya akan bahas tentang persiapan lahiran terutama barang-barang apa aja yang musti dibawa ke RS waktu lahiran berdasarkan pengalan saya lahiran anak pertama :)
Ceritanya saya udah manteb nih mau lahiran di kampung halaman daripada perantauan. Daripada ngrepotin orang rumah buat belanja-belanji kebutuhan bayi akhirnya saya beli sendiri kebutuhan bayi di jogja, tentunya ditemenin mas bojo ya. Setelah barang keperluan si dedek udah terbeli dibawalah itu barang2 pas saya mudik ke kampung naik kereta. Bisa dibayangkan boo bawa badan aja udah berat apalagi musti bawa koper & tas bayi. Plus pas mau ke stasiun tak ada taksi yang ready akhirnya saya sama mas bojo naik motor sambil eteng2 tas besar. Trus pake acara salah parkir pula di tempat parkir yang tarifnya per jam bukan per hari alhasil pindah parkiran aja pake muterin jalan,, hahaha.. untung ga ketinggalan kereta,, lho lho lho kok malah curhat ini saya.. (bow)

Baca : Mau Lahiran Di Rumah Sakit Mana???

Oke back to the topic. Rencananya saya akan mempersiapkan 1 tas khusus untuk di bawa pas lahiran. Jadi saat keadaan darurat tinggal dibawa aja buk tanpa ribet & ruwet. Tapi proses meracik isi tasnya itu yg mayan bikin ruwet...wkwkw..
Setelah diracik sedemikian rupa inilah isi tas darurat melahirkan versi saya. Ada 2 buah tas yang saya bawa ke RS ternyata, yang pertama berisi peralatan bayi & yang kedua berisi peralatan emaknya : :D

Untuk sang jabang bayi :
  1. Baju bayi
    Kurang lebih saya membawa 6 buah baju bayi. Terdiri dari 2 lengan pendek, 2 lengan biasa & 2 lengan panjang. Berhubung di Blitar kalau siang bisa panas banget dan kalau malam bisa dingin banget, jadinya baju kutungan buat dipake pagi pas dijemur atau siang pas panas-panasnya, sedangkan baju lengan panjang buat malemnya.
  2. Celana bayi
    Celana bayi sama saya bawa 6 buah yang merupakan pasangan si baju bayi, jadi ada yang celana pendek dan ada juga yang panjang.
  3. Popok bayi
    Saya bawa 12 buah popok bayi, ini saya bawa popok kain yang ditali itu lho. Jujur saja pada waktu itu saya belum kenal yang namanya diapers boo. Beneran kuper masalah diapers ini, saya ga ada browsing2 dan ga ada rasa pengen cari tau sebelumnya. Dan saya menyesal,, hahaha. Dulu saya pikir kalau anak kecil dipakein diapers itu bakal kena iritasi, dan saya pikir diapers itu harganya mahal selangit. :D
    Karena saya cuma bawa popok kain doang, bisa dibayangkan kan gimana kalau dedek tiba2 pup atau pipis banyak, semua anggota pakaiannya bakal kotor dan diganti semua. Sedangkan di RS biasanya kita ga akan sempat cuci2. Karena itulah saya sarankan di dalam tas bayi khusus lahiran ini sebaiknya tersedia diapers tipe Tape ukuran S. Saya pasti akan bawa nanti pas lahiran anak kedua..hoho.. :p 
  4. Gurita bayi
    Yup, ibu & bumer saya bilang kalau bayi baru lahir harus dipakein gurita supaya tulangnya bagus. Alhamdulillah saya dapet stock gurita seabrek dari bumer saya, saya bawa 6 ke dalam tas ini.
  5. Bedong
    Bedong ini saya juga dapet dari bumer, beliau jahit sendiri dengan kain motif warna netral. Disini saya cuma bawa 3 doang buat dipake dedek malam hari.
  6. Selimut
    Saya bawa selimut bayi yang ada kupluknya itu. Jadi pas malam hari kalau dia ga dibedong bisa dipake, trus selimut model kayak hoodie ini juga bisa dipake waktu dedek pulang dari RS, supaya hangat dalam gendongan menuju perjalanan ke rumah.
  7. Topi
    Topi saya cuma bawa 1 aja. Topi ini dipake waktu malam hari juga kalau cuaca dingin bisa nutupin kuping dedek. Pas pulang dari RS juga bisa dipakein topi kalau males pake selimut yang ber-hoodie.
  8. Sarung tangan & sarung kaki
    Saya bawa banyak, kalau ga salah inget 6 pasang. Estimasi saya di RS 3 hari dan ga sempat cuci-cuci, jadi pas sehari pake 2 pasang :)
  9. Toiletries bayi
    Toiletries ini saya masukin dalam satu punch plastik, isinya kurang lebih : sabun, shampoo, baby oil, minyak telon, krim anti ruam, tissue basah, lotion bayi, handuk.
  10. Bantal & guling bayi
    Saya kira di RS ga disediakan bantal & guling buat bayi, disana biasanya cuma nyediain box bayi aja, jadinya bawa deh bantal guling 1 set.
Untuk sang emak :
  1. Baju kancing depan
    Baju kancing depan ini saya gunakan waktu habis mandi pagi & sore. Biasanya jam segitu ada tamu yang menjenguk, saya ga pengen menyambut tamu dengan memakai daster gombrong-gombrong,,hehehe,,kesannya ga enak dilihat & surem. Saya bawa sekitar 4 baju kancing depan. Kenapa kancing depan? karena buat nyusuin.. :D
  2. Daster
    Daster saya gunakan waktu bobok malam aja, jadinya cuma bawa 2 biji. Dasternya yang kancing depan juga ya, supaya gampang kalau mau nyusuin dedek.
  3. Jarit
    Jarit ini saya bawa 1. Rencananya cuma buat selimut saya nanti pas bobok, entah kalau pake selimut jarit rasanya adem gitu...nyaman.. Oh ya jarit juga bisa digunakan untuk penutup badan darurat yang sopan. Sapa tau pas malem2 pas kita pake daster ada yang jenguk, kan bisa tuh daster buat nutupin kaki :D
  4. Daleman
    Daleman ini saya bawa banyaaak, termasuk CD dan bra khusus untuk menyusui. Kenapa? karena ibu melahirkan akan keluar nifas, biasanya hari-hari pertama keluar bisa banyak banget, takutnya nanti tembus ke CD, biar aman bawa yang banyak dah. Kalau bra ini bawa banyak takutnya asi setelah lahiran bisa keluar banyak, jadi bisa tembus2 gitu di bra nya jadinya bawa banyak juga dah. Note : jaman itu saya belum mengenal teknologi bernama "breast pad"
  5. Pembalut khusus melahirkan
    Pembalut ini saya bawa 1 plastik isi 5. Gede banget ukurannya,, dan panjang juga,, dan ternyata bikin ga nyaman. Jadi sebaiknya nanti kalian menyiapkan pembalut biasa yang versi "night" aja kalau mau nyaman.
  6. Baju rapih buat pulang dari RS
    Ini saya bawa sepasang, buat pulang dari RS, masak mau pake daster? :)
  7. Gurita emak
    Saya bawa gurita tali 3 biji dan stagen 2 buah.
  8. Peralatan pumping
    Cie,, yang langsung bawa pompa di jaman itu, PD banget saya kalau ASI akan keluar waktu saya di RS, kenyataannya engga keluar sama sekali selama 2 hari saya di RS. Tapi untuk jaga2 ga papa juga peralatan pumping yang terdiri dari pompa & botol kaca atau kantung ASI dibawa di tas.
  9. Toiletries emak
    Toiletries semacam sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk ini kayaknya lebih nyaman kalau bawa dari rumah. Tak lupa peralatan make up simple semacam bedak, lipstik dan parfum.
  10. Peralatan sholat
    Peralatan sholat ini bukan buat saya, tapi buat keluarga yang menemani atau tamu yang menjenguk saya.
  11. Buku catatan & pulpen
    Siapa tau pas di RS butuh catat mencatat, jadi lebih enak kalau bawa catatan sendiri daripada minta ke petugas RS :D
  12. Catatan periksa selama kehamilan
    Kalau kita periksa kehamilan pasti dokter atau bidan akan memberi catatan atau foto USG. Itu saya bawa supaya sewaktu-waktu dokter atau perawat membutuhkannya ga akan repot2 ambil ke rumah.
  13. HP & charger
    Sedikit banyak kita ga akan terpisahkan sama barang ini, jadi harus dibawa dalam tas.
  14. Uang tunai
    Alangkah lebih baik membawa uang tunai secukupnya, misal untuk beli cemilan2 atau makanan di RS. Kalau buat bayar biaya RS mending gesek ATM aja, lebih aman dan non ribet.
  15. Dokumen penting
    Dokumen penting ini kurang lebih seperti : fotokopi KK, fotokopi KTP dan fotokopi surat nikah. Dokumen ini akan berguna buat pembuatan surat keterangan lahir di RS tempat lahiran, atau bahkan pembuatan akta kelahiran. 
Tas bayi
Nah demikianlah kurang lebih isi tas saya. Seinget saya saya pisah barang bawaan itu menjadi 3 tas :
  1. Tas jinjing untuk barang2 emak
  2. Tas bayi jinjing untuk barang2 bayi
  3. Tas santai kecil untuk tempat dokumen, notes dan dompet.
Semoga postingan saya ini bisa bermanfaat untuk calon emak yang bingung mau bawa barang apa aja pas lahiran di RS. Semoga persalinannya lancar dan gangsar ya,, semangat calon emaaak !!! :) :*

Baca : Finally, We Meet Our Little Prince!!!!

Minggu, 30 November 2014

Menitipkan Anak di Daycare??

Minggu, November 30, 2014 0 Comments
Yak! Setelah masa cuti melahirkan saya habis, saya dan suami mantab memilih mentipkan Sakha di daycare selama saya bekerja. Banyak keluarga dan teman yang mendukung, banyak juga yang menyayangkan keputusan itu. Mungkin mereka yang menyayangkan keputusan saya berpikir kalau saya itu adalah ibu yang sangat TEGA dan KEJAM, karena anak masih berumur 3 bulan sudah dititipkan. Tak jarang juga mereka menyarankan supaya Sakha diasuh oleh kakek atau neneknya. Tapi kondisi tidak memungkinkan karena kedua orang tua dan mertua saya masih sama-sama bekerja. Ada pula yang menyarankan lebih baik Sakha diasuh sendiri sama mamanya, dia bilang "Apa ga takut anak umur 3 bulan dititipkan di daycare? dia kan belum bisa ngomong, kalau diapa-apain gimana? kasian kecil-kecil udah disekolahin. Mending kamu resign aja, nanti setelah Sakha gede baru kerja lagi, kan masa kecil anak ga bisa diulang". Saya jawab kalau daycare adalah solusi terbaik keluarga saat ini dan untuk resign saya masih belum siap karena harus berdiskusi matang dengan banyak pihak dan mungkin akan menyakitkan bagi beberapa pihak :)

Ada juga yang menyarankan untuk memakai jasa ART, dia bilang "Mending pake ART aja, anak kerawat dan pekerjaan rumah juga selesai, jadi kamu ga usah capek-capek buat ngurusin pekerjaan rumah yang seabrek". Saya jawab kalau saya takut memakai jasa ART karena memang keluarga saya belum pernah memakai jasa ART. Saya juga ngeri membayangkan kalau Sakha ditinggal di rumah sendiri dengan ART, which is orang asing yang baru saya kenal. Ibu mertua juga bilang kalau mending Sakha ikut beliau saja, karena di kampuang halaman ada orang yang bisa jagain Sakha. Saya dan suami ga menyetujui saran itu, karena kami pengen ketemu Sakha tiap hari, kalau ketemunya 1 bulan sekali? bisa-bisa saya dan suami ga ngerti rasa tanggung jawab sebagai orang tua dong. Karena memang kondisi yang serba tidak memungkinkan itu, kami memilih daycare sebagai solusinya.

Untuk pemilihan daycare ini saya dan suami sudah survey jauh-jauh hari semenjak saya hamil besar. Kebetulan daycare incaran kami adalah daycare yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi kantor, sebut saja daycare Ava. Sebenernya kami juga tau daycare ini dari temen kantor. Setelah tau banyak informasi dari teman kantor kami berinisiatif survey untuk melihat secara langsung gimana suasana disana. Kurang lebih beberapa pertanyaan ini yang saya tanyakan ke pihak daycare, semoga bisa dijadikan pertimbangan ya :
  • Berapa uang pendaftarannya, uang bulanannya, serta fasilitas apa aja yang didapatkan di daycare?
  • Anak bisa dititipkan mulai jam berapa sampai jam berapa? Misal melebihi batas waktu tersebut (Over Time), apakah ada biaya tambahan. Serta batas maksimal untuk over time itu sampai jam berapa
  • Anak dikelompokkan sesuai range usia kah? Range berapa-berapa? Dan per kelompok jumlahnya berapa?
  • Bunda atau pengajar anak di daycare minimal pendidikannya apa?
  • Berapa perbandingan jumlah bunda dan anak yang dijaga?
  • Barang apa saja yang perlu dibawa anak dari rumah? Apakah sebelum sampai daycare anak harus dimandikan dulu?
  • Apakah anak sudah dapat makanan atau snack? Berapa kali dan jam berapa saja anak mendapatkan itu?
  • Apakah ada layanan antar jemput anak atau antar jemput ASI?
  • Apakah ada pemeriksaan dokter? pijat bayi?
  • Stimulasi apa yang diberikan kepada anak? Dan apakah stimulasi yang diberikan sesuai dengan rentang usia anak?
  • Jika di suatu saat ada kondisi anak sakit ga terlalu parah apakah boleh masuk daycare? Pada saat sakit apa misal anak ga boleh masuk?
Selain mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tak lupa saya dan suami berkeliling ke area daycare untuk mengetahui secara lebih detail keadaan kamar-kamar, tempat bermain, dapur, kamar mandi, dll. Tujuan kami adalah untuk melihat apakah tempatnya bersih, nyaman, aman, luas atau tidak untuk anak-anak. Alhamdulillah semua pertanyaan saya di atas dijawab dengan jelas oleh supervisi di daycare. Kurang lebih begini rangkuman jawabannya :
  • Biaya yang perlu dikeluarkan untuk daycare Sakha adalah biaya pendaftaran dan SPP bulanan. Sebenernya ada paket bayar tahunan yang jatuhnya lebih murah, tapi kami memilih bulanan saja. Fasilitas yang didapat adalah : Makan 3x sehari, snack dan buah, pemeriksaan kesehatan sebulan sekali, pijat bayi & baby spa 2 minggu sekali, dan free layanan jemput ASIP.
  • Jam kerja penitipan mulai dari jam 07.00 - 17.00. Ada toleransi sampai jam 17.30. Ada yang namanya overtime (OT). Per OT dikenakan biaya 30 ribu. Batas maksimal untuk OT adalah jam 19.30.
  • Anak-anak dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu bayi dan anak. Kategori bayi adalah usia 2,5 bulan sampai minimal 1 tahun, atau menunggu sang anak bisa berjalan. Kategori anak adalah usia minimal 1 tahun sampai 3 tahun. 
  • Bunda yang mengasuh bayi minimal pendidikannya adalah D3 atau kebidanan. Sedangkan yang mengasuh anak adalah pendidikan D1 dan SMA. Sebelum bekerja di daycare, para bunda diberi pelatihan dulu atau semacam training supaya lebih bagus kerjanya.
  • Jumlah perbandingan bunda dan anak yang dijaga adalah 1 : 3. Jadi maksimal 1 bunda akan mengasuh 3 anak dalam satu hari.
  • Barang yang wajib dibawa ke daycare adalah baju ganti (minimal 3 pasang), pampers, handuk, toiletries, ASI/susu, dan botol susu. Sebenernya di daycare ini ga ada aturan apakah anak harus dimandikan dulu atau ga saat diantar, tapi kalau untuk Sakha sebisanya saya mandikan dulu.
  • Di daycare ini anak mendapatkan makan 3 kali sehari : pagi, siang dan sore. Serta mendapatkan snack dan buah untuk satu hari.
  • Daycare menyediakan layanan jemput ASIP secara gratis.
  • Permeriksaan dokter dilakukan satu bulan sekali, dan pijat dilakukan 2 minggu sekali.
  • Stimulasi yang diberikan anak adalah stimulasi sesuai usia dan perkembangan anak, karena tiap anak pertumbuhannya berbeda. Jadi misal ada si A dan B, ternyata si B di usia sekian belum bisa merangkak, maka stimulasi untuk B adalah merangkak. Setelah si B bisa merangkak, akan dilanjutkan stimulasi ke tahap berikutnya.
  • Semisal anak sakit ringan seperti flu atau batuk, diperbolehkan masuk ke daycare. Daycare akan berusaha memisahkan anak yang sakit dan tidak supaya tidak tertular. Untuk penyakit parah yang menular, semisal DB, typus, campak, anak tidak diperbolehkan masuk daycare.
Hal tersebut membuat saya semakin mantab menitipkan Sakha di daycare sewaktu saya kerja. Saya juga bilang ke pihak daycare kalau kemungkinan Sakha masuk di awal bulan November, setelah saya cuti melahirkan 3 bulan.

Di awal November sebelum saya masuk kerja, saya mampir ke daycare untuk melunasi administrasi serta untuk trial menitipkan Sakha supaya nanti ga kaget. Ga lupa saya membawa perlengkapan Sakha. Saya membawa 2 tas, tas pertama adalah untuk wadah baju ganti, pampers, dan toiletries Sakha. Sedangkan tas kedua adalah cooler bag berisi ASIP dan botol susu.

Perasaan saya pertama kali menitipkan Sakha di daycare adalah sedih. Dulu waktu awal survey daycare, saya ga membayangkan kalau menitipkan Sakha akan menjadi sesedih ini. Sedih banget, karena saya dan Sakha selama 3 bulan ga terpisahkan. Pertama kali saya menyerahkan Sakha ke bunda daycare, saya ga bisa membendung air mata. Saya nangis di daycare, padahal Sakha nya lempeng-lempeng saja dititipkan :). Bunda daycare meminta saya agar lebih sabar, karena emang hari pertama semua orang seperti saya...mellow... Lama-lama akan kuat. Karena kalau bundanya mellow, malah anaknya juga ikut mellow dan ga nyaman di daycare.

Yak, dalam hati saya berkata bahwa ini adalah pilihan hidup saya yang harus saja jalani dengan ikhlas. Saya sudah mengetahui konsekwensinya tidak bisa bertemu dengan anak sewaktu saya kerja, dan saya akan menjalani itu dengan ikhlas. Saya berjanji bahwa itu adalah air mata terakhir saya sewaktu menitipkan Sakha di daycare.  Saya berjanji akan selalu ceria melepas Sakha di daycare supaya Sakha ceria juga bermain di daycare. Saya berjanji saya akan bekerja sebaik-baiknya demi Sakha, melenyapkan segala pikiran negatif ketika Sakha tidak bersama saya. Amin, semoga saya bisa menjalani ini semua.. Semangat untuk saya dan para mommy yang senasib seperti saya! :)

Jadi apakah menitipkan anak di daycare adalah masalah? Karena menurut saya ini tidak masalah, semua tergantung kondisi masing-masing keluarga. Alangkah baiknya kita ga saling menjudge atau menyinyir kepada mommy-mommy yang menitipkan anaknya ke pengasuh, nenek kakek atau daycare. Karena kita tidak akan pernah tau dan memahami kondisi mereka yang menjalaninya.. :) Dan untuk kita yang menitipkan anaknya, jangan juga pernah menjudge ibu yang di rumah merawat anaknya sendiri itu hidupnya enak tanpa diliputi beban kerja. Kamu ga akan pernah tau gimana riweuhnya merawat anak sendiri dan juga harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga.. So keep calm.. It's not your life and your business.. Please respect without judging.

Baca : Plus Minus si Anak Daycare



Sumber Gambar :
Daycare : http://www.childinjurylawyerblog.com/day%20care.jpg