Rabu, 23 Januari 2013

# travelling

Menikmati Sunset di Pura Batu Bolong, Lombok

Pura Batu Bolong 1
Pura Batu Bolong saat sunset
Selesai juga tugas di pulau Sumbawa ini. Tanggal 29 Desember 2012, akhirnya kami pulang ke Bali. Rencananya kami ingin transit dulu satu hari di Lombok, untuk membeli oleh-oleh dan jalan-jalan sebentar. Seperti biasa kami berangkat ke Benete pagi jam 7. Kali ini kami naik taxi, karena kalau naik bus bisa ribet dengan barang bawaan. Soalnya kami ada yang bawa koper dan tas besar, lebih enak kalau ditaruh di bagasi kan..hehe..

Sampai Benete, waktu menunjukkan jam 8 kurang seperempat. Kami antri untuk masuk pelabuhan. Sebelum naik ke jety, pihak security meminta badge kami karena masa berlakunya sudah habis. Hmmm..apa itu bagde? Badge itu semacam tanda pengenal elektronik dengan sistem cardax yang harus dibawa kemana aja selama ada di dalam kawasan PT NNT. Bagde ini memiliki masa berlaku. Karena tugas kerja kami disini 1,5 bulan jadi badge kami hanya 1,5 bulan saja umurnya. Mau masuk pintu gerbang, harus di "tit" dulu, semacam nge "tit" barcode barang di toko swalayan. Mau makan juga harus di "tit" dulu..hehe.. Super sekali keamanan PT NNT ini.

Memasuki jety, kami duduk di kursi belakang sebelah kiri. Satu deret ada 3 kursi, saya memilih dekat jendela supaya bisa menikmati pemandangan laut. Alih-alih menikmati, saya malah tertidur di perjalanan menuju pelabuhan Kayangan. Bangun-bangun, ternyata sudah sampai di pelabuhan Kayangan. Kami keluar jety menunggu urutan. Keren sekali, karena untuk keluar kapal ini ada peraturan deret mana yang harus keluar duluan supaya tidak terjadi antrian. Setelah keluar jety, kami berjalan menuju luar pelabuhan, dan disana travel Pak Yudhi sudah menjemput kami. Ceritanya kami menyewa 1 mobil plus sopir, supaya longgar bagasinya, dan memang sudah dianggarkan kantor..hehe.. :p

Perjalanan pun dimulai, seperti biasa kami menuju Mataram untuk rehat. Sehari sebelumnya Cahyo telah memesan 2 kamar di hotel Sunshine dengan tarif 100 ribu per kamar. Berdasarkan referensi internet, hotel ini tidak jauh dengan Mataram Mall. Cukup murah tarif tersebut mengingat hotel ini sangat strategis letaknya. Seperti biasa Pak Yudhi membelikan kami gorengan dan air mineral. Kami lahap memakan gorengan itu, enak sekali,,,haha,,apa gara-gara kelaparan ya.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, kami sampai di hotel Sunshine. Ternyata hotel ini masuk ke jalan kecil. Tapi masuknya gak terlalu jauh kok. Hotelnya pun lumayan bagus. Jam menunjukkan pukul 12 siang. Kami memutuskan untuk istirahat, baru sore nanti kami akan jalan-jalan dan beli oleh-oleh..hehe..

Sore hari pun datang, kami berangkat ke mall Mataram jalan kaki. Jarak hotel ke mall Mataram kira-kira 250 meter saja. Setelah kami sampai mall Mataram kami langsung meluncur ke KFC, maklum kami kelaparan. Ayam dan cream soup KFC sudah terngiang-ngiang di pikiran saya.. :D Sambil makan, kami menyusun rencana. Mau kemana kami setelah ini? Masih ngeblank. Setelah googling kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Kuta. Yak, bukan cuma Bali yang punya pantai Kuta, Lombok juga punya lhooo..hehe.. Tapi setelah googling berkali-kali, niat itu ditangguhkan karena berdasarkan sumber internet, di Pantai Kuta Lombok sering terjadi tindak kriminalitas. Setelah googling-googling lagi, kami memutuskan untuk pergi ke pantai Batu Bolong. Berdasarkan gambar di google pantai ini lumayan bagus.

Sebelum pergi kesana, kami memutuskan untuk beli oleh-oleh kaos Lombok. Ternyata di sebelah mall Mataram pas ada deretan toko oleh-oleh khas Lombok dengan harga grosir. Kami mborong kaos disana. Kaos disana dijual dengan harga 25 ribuan, dengan kualitas yang lumayan bagus. Untuk ukuran lebih dari XL, kaos dijual dengan harga 30 ribuan. Rencananya kami ingin beli dodol rumput laut disini, tapi kayaknya gak ada yang jual disini. Berhubung jam sudah menunjukkan jam setengah 5 sore kami memutuskan untuk segera berangkat ke pantai Batu Bolong untuk hunting sunset. 

Beruntungnya kami, karena di depan deretan toko oleh-oleh tersebut sudah ada taxi yang tidak berpenumpang, kami segera menaikinya. Kali ini kami menemui sopir taxi yang agak cerewet, ngomongnya ngalor ngidul. Kami cuma meng "iya" i aja. Untuk sampai di pantai Batu Bolong, dibutuhkan waktu kurang lebih setengah jam dari kota Mataram. Jalan yang kami lewati berkelok-kelok dan pemandangannya lumayan bagus. Sesampai di tempat tujuan, pak taxi menawarkan untuk menunggu kami dengan argo yang dimatikan. Kami setuju-setuju aja...alhamdulillah..lumayan.. :)

Baru nyadar setelah sampai di sana, bahwa ini bukan hanya pantai, tapi juga Pura. Sebelum masuk di kawasan pura ini, kami diwajibkan untuk memakai selendang dan membayar iuran sukarela. Untuk wanita yang sedang mens, dilarang memasuki kawasan pura ini. Setelah si embak-embak yang manis memakaikan saya selendang, kami segera masuk ke dalam pura. Tak lupa kami jepret-jepret dulu.
Pura Batu Bolong 2
Papan tulisan di Pura Batu Bolong
Masuk ke dalam pura, kami menuruni tangga ke arah batu yang bolong itu. Ternyata ada dua jalan. Yang pertama, ketika ingin melihat orang sembahyang maka ambil jalan ke atas. Yang kedua, kalau ingin menuju pantainya maka ambil jalur bawah yang melewati batu bolong itu. Pertama, kami menuju atas tangga untuk melihat aktifitas umat Hindu yang lagi sembahyang. Sebelum ke atas kami melewati sepasang patung atau arca, mungkin menurut kepercayaannya mereka adalah penjaga pintu gapura tersebut.
Pura Batu Bolong 3
Berpose sebelum masuk pura
Pura Batu Bolong 4
Arca di gapura masuk pura
Sampai di atas pura, pemandangan lautnya bagus banget. Selain itu jarang juga bisa ngelihat umat Hindu sembahyang dengan dibackground'i laut..hehe.. Di atas kami gak lama-lama, sungkan soalnya. Masak ada orang sembahyang kami malah foto-foto. :p
Pura Batu Bolong 5
Pura Batu Bolong
Pura Batu Bolong 6
Beberapa umat Hindu yang sedang bersembahyang di pura Batu Bolong
Kami turun tangga dan menuju arah pantai Batu Bolong. Untuk ke arah pantai kami harus melewati batu yang bolong itu tadi. Kami sempat kaget, karena batu bolongnya gak sama kayak gambar dari google yang kita searching tadi..hehe. Di google kelihatan gede batunya, pas pada kenyataannya kecil batunya, bolongnya juga kecil. Tapi tetep keren menurutku. Berikut foto jalur masuk dan keluar di batu bolong untuk menuju pantai itu.
Pura Batu Bolong 7
Jalan "Batu Bolong" dari pura menuju pantai
Pura Batu Bolong 8
Jalan "Batu Bolong" dari sisi pantai
Akhirnya kami nyampe di pantai, langsung dah pasang posisi duduk untuk menunggu sunset datang. Mas cahyo langsung beraksi mencari spot-spot terbaik untuk kameranya. Saya hanya beberapa kali memotret kalau ada even-even yang bagus aja..hehe.. Pasir di pantai ini hitam keemasan, membuat pantai ini terkesan agak kotor. Tapi tetep keren menurutku, soalnya kita bisa melihat pantai dengan background pura dan sunset. Wii,,hampir sama kayak di Tanah Lot lah..hehe.. 

Di pantai ini banyak orang memancing, mancingnya masih menggunakan alat tradisional yaitu tombak. Hari itu si pemancing kayaknya salah menombak. Pengennya menombak ikan lain, tapi malah ikan fugu yang lucu ini yang kena tombak. Kasian banget, untung lukanya gak parah jadi bisa balik ke tengah pantai.
Pura Batu Bolong 9
Ikan Fugu yang tertombak di pantai ini
Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya sunset datang. Tapi sayang ada beberapa gumpalan awan yang menutupi matahari terbenam itu. Tapi gak papa, masih terlihat bagus dan elegan. Yang penting pikiran fresh bisa melihat pemandangan yang menurutku keren sekali. Berikut beberapa foto sunset di pantai Batu Bolong :
Pura Batu Bolong 10
Pura yang terlihat saat sunset
Pura Batu Bolong 11
Sunset di pantai Batu Bolong
Pura Batu Bolong 12
Siluet saya dan sunset
Setelah puas menikmati sunset di pantai ini, kami melanjutkan perjalanan pulang ke hotel. Beneran ini pak taxi ini mematikan argo. Ketika kami sudah masuk, argo dinyalakan lagi. Sebelum balik ke hotel, kami meminta pak taxi untuk mengantarkan kami ke toko oleh-oleh makanan. Disana kami membeli madu putih, minyak sumbawa, dodol rumput laut, dan beberapa makanan khas Lombok. Setelah waktu menunjukkan pukul 7 malam, kami memutuskan untuk pulang. Oh ya, info taxi dari Mataram ke Pura Batu Bolong pulang pergi menghabiskan 120 ribu rupiah, cukup murah jika dibagi rata orang tiga..hihi. Sampai hotel kami memutuskan untuk istirahat, karena besoknya kami harus ke bandara pagi-pagi. Cukup sampai disini petualagan saya di Nusa Tenggara. Jika di lain waktu ada kesempatan berpetualang di tempat lain pasti akan saya share. Terimakasih untuk para pembaca blog. Sampai jumpa di postingan berikutnya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @granitprihara