Sabtu, 08 Juli 2017

# travelling

Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Wisata Kekinian di Kota Probolinggo

Hai hai hai, setelah vakum nulis kurang lebih selama dua minggu kali ini saya mau posting lagi nih. Tema yang dipilih adalah tentang liburan..hoho.. Jangan kaget kalau besok-besok postingan saya dipenuhi tema travelling. Ceritanya saat liburan Idul Fitri di Probolinggo saya diajak keluarga disana untuk berkujung ke Bee Jay Bakau Resort (BJBR). Pas banget sama postingan saya beberapa waktu lalu kalau saya pengen banget ke tempat itu...hohoho..


Jalan-jalan kali ini dilakukan saat H-2 lebaran alias hari Jumat. Kami berangkat ke BJBR sehabis sholat Jumat. Ayah Sakha sengaja sholat di Masjid Agung Probolinggo, sementara saya, tante dan eyang uti Sakha menunggu di alun-alun sambil angon Sakha. Alun-alun Kota Probolinggo ini cocok banget untuk bermain anak-anak, seperti taman kota Bon Rojo di Blitar.


Selesai sholat Jumat kami langsung cuzz ke BJBR. Ceritanya keluarga di Probolinggo udah lebih dari sekali kesana, jadi udah hapal banget jalannya. Lama perjalanan dari alun-alun ke BJBR sekitar 10 menit menggunakan mobil. BJBR ini terletak di dekat pelabuhan Probolinggo, di pesisir pantai Mayangan. Di perjalanan kami juga melewati pasar ikan yang baunya sangat khas *baca : amis.. :D

Untuk memasuki kawasan BJBR kami harus melewati gerbang pelabuhan, tarif masuknya Rp. 500 per orang. Tiket parkir kendaraan roda empat adalah Rp. 2.000. Kami mendapatkan tiket masuk gerbang dan karcis parkir yang harus ditunjukkan di pintu keluar. Kami diwajibkan memutari kawasan pelabuhan untuk memasuki pintu masuk BJBR. Sakha demen banget lewat sini karena dia bisa lihat kapal laut secara nyata.. :D
Tempat parkir yang luas
Memasuki kawasan BJBR kami disambut tempat parkiran yang super luas banget. Karena kami datang di siang bolong, kondisi pengunjung cukup sepi. Selesai parkir kami langsung menuju tempat penjualan tiket masuk. Harga tiket masuk dibedakan sesuai KTP. Jadi kalau pake KTP Probolinggo bisa dapet diskon 50%. Lumayan kan! :D Berhubung KTP saya udah ikut Probolinggo saya happy aeee.. Sebelumnya eyang uti Sakha udah fotokopi KTP kami semuaa.. :D
Tiket BJBR
Harga tiket di hari Senin - Jumat adalah Rp. 20.000 sedangkan di hari Sabtu & Minggu adalah Rp. 40.000. Berhubung menjelang lebaran ini adalah high season jadi harga tiketnya ngikut harga Sabtu & Minggu. Kami membayar Rp. 80.000 untuk empat orang karena menyerahkan fotokopian KTP Probolinggo kami. Sakha ga bayar nih, kan masih kecil.. :D

Area BJBR ini luas banget. Mengingat kami ga yakin bisa muterin semua area, kami fokus pada hutan bakau aja. Langsung dah kami masuk ke area hutam bakau, di pintu masuk petugas memberikan gelang tanda bukti supaya kami bisa bebas keluar masuk.
Peta area BJBR
Memasuki kawasan hutan bakau, kami disambut oleh lampion bergambar monyet. Sakha girang banget dan langsung minta foto bareng lampion monyet itu. Konon ternyata lampu-lampu lampion dengan bentuk berbagai jenis zodiak tersebar di jalur hutan bakau ini. Kalau malam hari tiba, lampion zodiak ini akan dinyalakan. Tentunya akan romatis sekali berjalan menyusuri hutan bakau sambil menikmati gemerlap lampion..hoho..
Sakha niruin monyet
Ga perlu takut kesasar saat menyusuri jalan kayu di pesisir hutan bakau, karena di tiap lintasan terdapat rambu-rambu yang jelas, kapan harus lurus atau belok. Asal kita ngikutin rambu itu ga akan kesasar deh..hehehe..

Yes, ceritanya kemarin kami sempat kesasar gitu dah gara-gara ga lihat rambu yang terpajang. Di rambu bilang ga boleh belok kanan, eh kami tetep ngeyel belok kanan. Alhasil untuk foto dengan icon tersohor BJBR kami harus memutar balik..hoho. Kami juga ga lupa berfoto dengan objek yang lagi hits di tempat-tempat wisata di seluruh Indonesia. Apa itu? Tak lain tak bukan adalah gembok cinta. Kurang totalitas apa, walaupun cuaca panas membakar kami tetep berfoto disana.. :D
Ampun, panas banget buk
Ga kuat sama panasnya matahari, kami ngiyub dulu di pondok-pondok yang disediakan. BJBR menyebut pondok ini sebagai terminal. Kami leyeh-leyeh sebentar disana sambil menikmati pemandangan laut yang panas. 
Tempat leyeh-leyeh pengunjung
Di BJBR ini tersebar tempat untuk pengunjung beristirahat saat capek berjalan. Selain itu, di BJBR juga tersedia 10 unit bungalow dengan view langsung ke laut. Berdasarkan info yang saya baca di web BJBR, harga per bungalow mulai dari Rp. 700.000. Wow, kayaknya menarik karena pengunjung bisa menikmati sunrise dan sunset dari dalam bungalow. Semoga kapan-kapan bisa nyoba.. :D

BJBR juga menyediakan fasilitas umum yang lengkap, seperti toilet, minimarket dan mushola di sekitar hutan bakau. Design bangunan musholanya seperti kapal pesiar, sedangkan di sebelah minimarket terdapat kapal nelayan yang karam sebagai pamanis bangunan.
Mushola di atas laut
BJ Mart
Kebetulan kami ga masuk ke area minimarket, jadi ga ngerti harga makanan atau minuman disana berapa. Tapi berdasarkan ulasan google, harga makanan dan minuman disini agak mahal dibanding yang dijual di luar. Sekedar info, saat memasuki kawasan BJBR pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. Waduh, jadi inget peraturan nonton bioskop aja.. :D


Puas menyusuri hutan bakau, kami menuruti Sakha yang merengek minta main pasir. Jadi pas mudik ini Sakha lama absen main pasir. Kebetulan eyang utinya bilang kalau di BJBR ada area main pasir, langsung deh kami cus kesana.


Tapi ternyata sebelum sampai di arena bermain pasir, Sakha lebih tertarik dengan bermain air. Sakha antusias minta dicemplungkan ke area air terjun mini. Kata mas petugasnya, ga apa-apa si anak masuk ke area air, langsung deh Sakha sumringah main air terjun mini buatan. Dia girang banget boooook..
Sakha girang main air terjun mini
Di sebelah area ini juga terdapat bola dunia BJBR yang di bawahnya terdapat kolam air laut yang bisa digunakan untuk berendam juga. Langsung kami ngadem kesana, karena udah ga kuat dengan panasnya cuaca. Jadi si bola dunia yang gede ini berhasil menutupi badan kami dari panasnya matahari.. :D Bola dunia ini juga bisa dijadikan objek foto yang keren..hohoho..
Ngiyub di bawah bola dunia
Aduh abot'e
Sakha juga nyemplung di kolam itu. Dia super girang karena ayahnya juga nemenin nyemplung walaupun sambil nyincing celana. Kan ayah Sakha ga bawa baju ganti.. :D Pasir di sekitar area bola dunia ini adalah pasir pantai asli, lengkap dengan cangkang-cangkang kerang kecil. Ceritanya ini adalah pantai buatan, yang dinamakan Pantai Bakau Majengan. Terdapat banyak gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat. Terdapat pula wahana permainan air seperti kano, water ball dan flying fox. Tak jauh dari situ juga terdapat cafe tenda yang menjual makanan minuman ringan.
Pantai Bakau Majengan, pantai buatan di BJBR
Selesai Sakha main air, kami langsung memandikan Sakha. Setelah selesai, kami memilih untuk pulang karena hari sudah mulai beranjak sore, sudah mendekati waktu untuk berbuka puasa..hohoho.. Yes, kami jalan-jalan berpanas ria saat puasa Romadhon..wkwkwk..

So begitulah cerita kami yang diberi kesempatan mengulik sedikit area di sekitar BJBR. Kami ga bisa datengin semua spot-spot di BJBR ini karena keterbatasan waktu. Emang bener BJBR ini merupakan tempat wisata kekinian di kota Probolinggo. Semua spotnya instagramable banget..hehehehe.. Saran saya kalau mau full mengeksplor BJBR, mending sewa bungalow aja trus jalan-jalan disini deh sampai khatam. Saran saya juga lebih baik jangan kesini di siang bolong, karena cuacanya super duper panas banget..hahaha.. Level panasnya sudah menyengat-ngat.. :D

Okay, see you on my another post yaaa... Thanks for reading.. ^_^

Ringkasan :
Nama Tempat : Bee Jay Bakau Resort
Alamat : Pelabuhan Pesisir Pantai Mayangan, Probolinggo
Jam buka : 09.00 - 22.00
Harga tiket masuk pelabuhan : Rp. 500
Tarif parkir : Rp. 2.000
Harga tiket masuk area BJBR : Rp. 30.000 (Weekdays), Rp. 40.000 (Weekend atau hari libur), diskon 50% untuk KTP Probolinggo
Rate : 4.5/5


UPDATE 28 Desember 2017
Saat liburan akhir tahun 2017 kemarin, kami mudik ke Probolinggo. Seperti biasa kami pengen ngemong Sakha sambil main air di BJBR ini. Betapa kagetnya kami ketika harga tiket masuk kawasan ini naik harga menjadi Rp. 50.000 per orang. Plus diskon 50% sudah tidak berlaku untuk pengunjung yang memiliki KTP Kota Probolinggo. Ya udiiin, kami membayar tiket penuh..hahaha..
Tiket baru BJBR
Nah maaf banget karena saya lupa buat memfoto pengumuman di bagian pintu masuk yang menyatakan diskon untuk KTP Probolinggo sudah tidak berlaku, dan juga pengumuman yang menyatakan perubahan harga tiket menjadi Rp. 50.000. Padahal disana ada tulisan perubahan harga mulai dari tanggal berapa sampe tanggal berapa gitu. Kalau ga salah inget masa berlakunya sampai liburan sekolah aja, karena termasuk high season.

Nah kunjungan di BJBR kali ini kami manfaatkan buat main air aja, kami ga fokus jalan-jalan ke hutan bakau nya..hohoho.. Di area permainan air, ada wahana baru yaitu area pancuran mini yang cocok banget buat anak-anak. Ya semacam air mancur tapi dia muncrat dari bawah gitu lho. Jadi kalau anak-anak lari-larian di atasnya bisa kecipratan dari bawah. Seru banget kayaknya, tapi sayang Sakha ga berani sama yang muncrat-muncrat semenjak tragedi kesiram air timba raksasa di kolam renang beberapa waktu lalu.

Baca : Sumber Ubalan, Kolam Renang Sejuk Di Kabupaten Kediri

Akhirnya Sakha maunya main di pantai buatan di BJBR ini. Dia asyik banget berendam sambil main bareng ikan-ikan kecil disana. Yes, ikan berenang kesana kemari Sakha kejar-kejar sampe capek. Karena bosen akhirnya Sakha nunjuk-nunjuk perahu dan semangat banget pengen naik perahu. Akhirnya diputuskan kami akan menaiki kano dan perahu sepeda berbentuk bebek. Harga sewa per itemnya adalah Rp. 20.000 sepuasnya. Untuk membeli tiket sewanya harus menuju loket yang berlokasi di dekat wahana air terjun mini.

Yuhuuu, ternyata asyik juga naik kano bareng-bareng. Sebelumnya saya ga tertarik untuk ikut join menikmati kano, tapi melihat ayah, Sakha dan tante Sakha happy banget, saya jadi penasaran. Ternyata dayungnya lumayan berat, tapi tetep happy lah.. :D
Ayo mendayung kano
Capek ndayung, akhirnya saya milih istirahat aja ga naik perahu bebek. Sakha, ayah, tante beserta eyang utinya aja yang naik..hoohoho.. Puas berkeliling di pantai buatan ini, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah. Sebelumnya tak lupa kami mandikan Sakha dan ganti bajunya..hoho.. soalnya cuma Sakha doang yang basah kuyub.. :D
Naik perahu bebek
Sampe jumpa di update an tentang BJBR selanjutnya, siapa tau tahun depan punya rezeki untuk main-main kesini lagi.. Amiin...

5 komentar:

  1. kayanya seru banget tuh!


    nih yang sama serunya!

    promo shopee!

    Cemilan enak bikin kenyang

    https://shopee.co.id/Cemilan+Enak+Bikin+Kenyang+9-12+Jul-col.21147?smtt=1.3089

    BalasHapus
  2. bagus mbak, kapan2 deh aku main ke bjbr juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip.. kalau bisa kesini pas weekdays aja.. biar ga rame.. :D

      Hapus
  3. Tempat wisata yg lumayan keren. Banyak spot foto yg instaragammable. Nggak begitu jauh dari pusat kota Probolinggo, jadi mudah dijangkau. Sebetulnya lebih bagus kalau berkunjung pas malam hari, lebih eksotis karena lampu-lampunya membuat venuenya tampak indah.
    --
    Travel Surabaya Jember

    BalasHapus

Follow Me @granitprihara