Tampilkan postingan dengan label wisata blitar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata blitar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2019

Outbond di Kesambi Trees Park Blitar

Jumat, Agustus 16, 2019 0 Comments
Kali ini saya mau flashback tentang pengalaman kami akhir tahun lalu saat rekreasi di area Kesambi Trees Park. Wow tempat apakah itu? Jadi Kesambi Trees Park ini adalah area taman pohon yang dikembangkan sebagai destinasi wisata di daerah penangkaran rusa Maliran. Kesambi Trees Park ini masih satu lokasi dengan penangkaran rusa Maliran. Jadi pengunjung ga cuma bisa kasih makan rusa, lebih dari itu pengunjung bisa juga ngadem plus berfoto ria di area Kesambi Trees Park. Banyak banget spot foto instagramable disini.

Rabu, 24 Januari 2018

Fish Garden Blitar, Wisata Edukasi Mengenal Aneka Jenis Ikan

Rabu, Januari 24, 2018 0 Comments
Masih belum bisa move on dari euforia mudik akhir tahun 2017 kemarin. Seperti biasa, agenda saat mudik selain kumpul dengan keluarga adalah mengeksplor destinasi wisata baru di kota tercinta. Kali ini pilihan destinasi wisatanya sangat deket banget dari rumah, lokasinya masih di pusat kota Blitar. Nama tempatnya adalah Fish Garden.


Kenapa kita ujug2 pilih main kesini? Alesannya ya itu tadi, karena tempat ini deket dari rumah..wkwkwk.. Kalau tahun lalu kan kami udah explore tempat wisata yang terletak di sekitaran kabupaten Blitar, seperti Kebun Kopi Karanganyar, Kebun Teh Sirah Kencong, Bukit Teletubies, Hutan Pinus Gogoniti dan Penangkaran Rusa Maliran. Kali ini fokus destinasinya di area Blitar kota aja.. :)






Fish Garden terletak di Jalan Bengawan Solo no. 101 Pakunden Blitar. Lokasinya pas banget di depan SMAN 3 Blitar. Biasanya tempat ini buka mulai dari pukul 08.00 - 17.00. Nah pas liburan sekolah plus liburan akhir tahun kemarin, tempat ini dibuka sampai malam sekitar pukul 21.00. Begitu tulisan di papan pengumuman yang saya lihat.

Sebenarnya apa sih menariknya Fish Garden ini? Konon info dari internet tempat ini merupakan wisata edukasi ikan air tawar. Disini pengunjung bisa lebih mengenal dunia ikan, terutama lewat koleksi ikan air tawar yang dipelihara disini. Adakah anak kecil yang ga suka lihat ikan? Pastinya jarang banget kan ya, kami yang segede ini aja antusias...hohoho.. Apalagi si kecil.. Yuk langsung masuk!

Sebelum masuk kami diharuskan membeli tiket seharga Rp. 13.000 per orang. Untuk si kecil usia PAUD ke atas diwajibkan membayar ya. Oh ya saat akan pulang nanti, tiket masuk ini bisa ditukarkan dengan ikan hias yang disediakan. Wow, seru sekali..
Tiket masuk Fish Garden
Masuk area Fish Garden kami disambut oleh banyak koleksi jenis-jenis ikan air tawar, selain itu ada pula penyu dan kura-kura di dalam aquarium besar. Jadi suasana di dalam ruangan ini dibuat gelap, cuma mengandalkan sumber cahaya dari aquarium. Hal itu membuat tempat ini terlihat menarik karena pasti mata kita akan fokus ke ikan-ikan di dalam aquarium.
Koleksi penyu
Jenis ikan air tawar yang dikoleksi di aquarium ini antara lain ikan Sidat, Gurami albino, Catfish, Toman, Maskoki, Arwana, Louhan, Red devil, Araipama, dan masih banyak yang lain. Tapi ada beberapa aquarium yang kesannya terlalu kecil untuk ikan-ikan tersebut. Jadi kayaknya jumlah ikan di dalam aquarium itu kebanyakan, jadinya si ikan ga bisa bebas bergerak, doi cuma diam aja sambil sedikit menggerak-gerakkan kepalanya. Melase.. 

Dari area aquarium kami lanjut berjalan terus. Sampailah kami di area semi terbuka. Kami disambut ratusan ikan koi yang tersebar di kolam sisi kanan dan kiri. Wow, Sakha senang sekali liatnya. Tapi sayang sekali ada beberapa ikan yang mati, mungkin saking ramainya pengunjung, pengurus belum sempat untuk mengecek keadaan ikan disana.
Banyak ikan dimana-mana
Di sekitar area semi outdoor ini terdapat pujasera tempat berjualan makanan, hall untuk tempat duduk pengunjung, hiburan panggung musik, area terapi ikan, plus stand tempat penukaran tiket masuk dengan ikan. Jadi bagi pengunjung yang capek berjalan bisa leyeh-leyeh di kursi yang disediakan, plus bisa menikmati jajanan dan hiburan musik elekton..hohoho.. mayan..
Hall yang disediakan
Jangan lupa tukar tiketnya dengan ikan nanti sebelum pulang
Waktu itu kami lebih tertarik dengan area terapi ikan. Saya ga ikut nyoba, takutnya keenakan malah menimbulkan kontraksi dini nanti..hehehe.. Biar ayah, pakdhe, budhe dan Sakha aja yang coba..hoho.. Terapi ikan disini gratis lho, sepuasnya pula..mantab..
Asiknya terapi ikan
Puas dengan terapi ikan kami lanjut mengeksplor rute berikutnya. Sakha udah nunjuk-nunjuk kereta mini di yang lagi muter disana. Yes, langsung deh kami beli tiketnya. Harga tiket kereta mini adalah Rp. 5.000. Sakha cuma ngantri sebentar, trus langsung deh tancap naik. Kirain cuma dua kali putaran, eh ternyata muter sampe lima kali. Sampe Sakha bosen..wkwkwk..
Booth kereta mini
Pas saya lagi asik liatin Sakha naik kereta, ternyata pakdhe budhe Sakha udah beliin kami tiket buat nonton bioskop 3D. Huwooow, serruuu. Yes di tempat ini disediakan wahana bioskop 3D, harga tiketnya Rp. 10.000. Wah kebetulan nih kami udah lama banget ga nonton bioskop..hohoho..
Loket bioskop 3D
Studio bioskop disini jangan lah disamakan kayak studio XXI atau cinemaxx ya.. Menurut saya walaupun keadaan studionya sederhana namun tetap nyaman. Kursinya memakai kursi sofa kayu, mirip kursi di rumah saya. Trus peredam suaranya juga ga terlalu kuat, jadi pas di dalam kami masih bisa denger sayub-sayub suara musik elekton yang lagi dimainkan di panggung utama. Itu semua ga bikin kami terganggu, kami cukup enjoy menikmati film yang tampil. Nah saya kira film yang ditampilkan tu cuma berdurasi 15 menit, ternyata durasinya 30 menit dengan tema film yang berbeda-beda. Total ada sekitar tiga film yang dimainkan. Film pertama tentang dunia air, film kedua tentang petualangan kereta roller coaster, dan film ketiga tentang kehidupan dinosaurus. Menurut saya alangkah serunya kalau film-film yang ditayangkan itu yang bertemakan air, laut atau perikanan. Sesuai dengan tema tempat ini kan.. fish gitu..

Selesai menonton bioskop 3D, kami melanjutkan perjalanan ke area belakang. Masuk di area ini kami disambut oleh landmark kincir angin ala-ala negara Belanda gitu. Di sekitarnya juga terdapat taman bunga, miniatur rumah Hobbit dan taman kelinci. Sayang banget keadaan kelincinya lagi lemes ga semangat buat diajak main, soalnya cuaca waktu itu lagi panas banget. Jadinya kami selfie bareng kincir angin aja..hohoho.. Jadi dejavu foto beginian di Kaliurang.
Uhuy, kincir angin belanda KW
Baca : Keliling Dunia di The World Landmark Merapi Park

Di area belakang ini juga terdapat stand penjualan bibit tamanan plus display bermacam-macam jenis tanaman yang diperjualbelikan. Waktu itu ayah Sakha beli bibit bunga matahari seharga Rp. 10.000 per bungkusnya. Doakan bisa tumbuh subur di Jogja ya..hohoho..
Stand penjualan bibit tanaman
Di area outdoor ini juga terdapat gazebo-gazebo yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh. Si kecil pun ga akan bosen karena di area ini terdapat taman bermain yang cukup luas. Sayang banget pas kunjungan kami kesana tu suasananya lagi ramai banget, jadi gazebo-gazebo tersebut udah ditempati pengunjung lain.
Taman bermain si kecil
Di area paling belakang terdapat pujasera yang juga menyediakan makanan dan minuman. Sambil menikmati santapan disana, pengunjung bisa juga sambil memberi makan ikan yang terdapat di kolam yang super luas di area belakang. Saya juga belum jelas sebenernya kolam ini difungsikan untuk apa, apakah untuk pemancingan atau memang hanya didiamkan saja.
Area pujasera di belakang
Area kolam yang besar banget
Di area belakang ini juga terdapat kebun sayur dan buah yang ditanam oleh pemilik. Sayangnya entah karena cuaca yang panas atau karena minim perawatan, cuma beberapa aja sayuran yang tumbuh subur, seperti lombok ini..
Wow cabenya siap petik
Puas berkeliling seluruh area Fish Garden ini, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang tak lupa kami menukar tiket masuk dengan ikan hias yang disediakan. Horee, koleksi ikan di aquarium Sakha bakal nambah nih. Oh ya sebelum pintu keluar, terdapat area yang tentunya menjadi favorit si kecil, yaitu kolam renang mini khusus anak-anak.
Horeee dapet ikan
Kolam renang mini
Hoho, sayang kondisi kolam renangnya lagi super ramai banget, jadinya kami mengurungkan niat untuk mengajak Sakha main air. Nah kira-kira begitulah keseruan kami mengeksplor tempat baru bernama Fish Garden ini. Menurut saya tempat ini recommended banget sebagai destinasi wisata keluarga. Cocok banget sebagai tempat si kecil untuk kenalan dengan berbagai jenis ikan air tawar, jadi belajarnya ga cuma dari buku atau internet aja. Ketemu langsung pasti lebih seru.. :)

Yuk, tunggu apa lagi... Lagi di Blitar? Jangan lupa main ke Fish Garden..



Ringkasan : 

Nama Tempat : Fish Garden

Alamat : Jalan Bengawan Solo no. 101, Pakunden Blitar (Depan SMAN 3 Blitar)

Jam buka : 08.00 - 17.00

Harga tiket masuk : Rp. 13.000 per orang (usia PAUD ke atas wajib bayar)
Rate : 4.5/5

Senin, 08 Januari 2018

Bukit Bonsai, Spot Selfie Terbaru di Blitar

Senin, Januari 08, 2018 0 Comments

Waktu mudik adalah waktu berkumpul dengan keluarga besar, selain itu ga ada salahnya untuk mengeksplor destinasi wisata baru yang ada di kampung kami, di Blitar. Kali ini atas dasar saran kakak saya, kami sepakat untuk mengeksplor suatu kawasan bernama Bukit Bonsai. Ceritanya kakak saya tu sering banget nongkrong disana waktu malam hari untuk menikmati pemandangan kerlap kerlip lampu kota Blitar dari ketinggian.

Bukit Bonsai ini sebelumnya lebih dikenal dengan nama Bukit Soeharto atau Tumpakwaru. Lokasinya terletak di kabupaten Blitar, tepatnya di desa Sumberjati, Kademangan. Kurang lebih memakan waktu perjalanan waktu 25 menit dari kota Blitar. Rutenya adalah dari kota Blitar menuju Kademangan, ikuti arah pantai Tambakrejo. Sampai pertigaan pom bensin Sumberjati belok kiri ke arah Candi Simping lurus sampe nemu pertigaan, lalu belok kanan. Ikutilah jalan tanjakan, Bukit Bonsai terletak di sebelah kiri jalan.

Nah salahnya kami adalah kami kesini di siang bolong. Bisa dibayangkan gimana teriknya matahari waktu itu..hohoho. Pas sampe di area ini kakak ipar saya sempat kaget juga, katanya dulu daerah ini merupakan bukit tandus yang kurang terawat. Sekarang bisa berubah 180 derajat.

Walaupun panas terik, pengunjung siang itu lumayan banyak. Tempat parkir untuk mobil lumayan penuh. Selesai memarkir kendaraan kami berjalan menanjak menuju pintu masuk. Harga tiket masuknya adalah Rp. 5.000 per orang. Anak kecil masih belum bayar lho..hehehe.. 

Suasana di Bukit Bonsai ini sangat panas waktu siang, jadi menurut kami waktu yang paling cocok berkunjung disini adalah sore hari. Konsep wisata tempat ini mirip seperti Bukit Teletubies, yaitu spot wisata selfie dengan background hamparan pemandangan hijau bukit.


Sambil menunggu berkurangnya terik matahari, kami memilih untuk menikmati cemilan dulu di warung-warung dalam lokasi wisata ini. Karena deretan warung sebelah kiri waktu itu sangat rami, kami memilih deretan warung sebelah kanan. Tepatnya setelah pohon berhammock, yang di warungnya langsung berbatasan dengan tebing jurang. Kami memesan mie goreng level, es degan dan pisang nugget. Rasanya enak semua.

Setelah perut kenyang, kami lanjut mengekspor Bukit Bonsai ini. Di tempat ini pengunjung bisa selfie dengan spot unik yang agak berbeda dengan spot yang terletak di Bukit Teletubies. Spot unik yang tersedia disini seperti spot timbangan, spot perahu, spot gardu pandang, spot bulan sabit, spot bunga, spot balon udara, spot cinta, dan spot instagramable lainnya. Ceritanya pas masuk spot-spot ini kami ga melewati pintu utama, karena males memutar. Jadinya kami lewat jalan petak yang berbatu gitu, tapi pemandangannya bagus banget, sayangnya ya panas itu..liat foto kami sampe kileng-kileng.
Kileng-kileng kan? Mengkilap maksudnya
Ternyata untuk foto di spot-spot yang disediakan itu diwajibkan bayar lagi, berdasarkan info yang saya baca biayanya Rp. 5.000 per paketnya. Nah kebetulan saking si mas-mas penjaga spot lagi sibuk, kami lolos dari pantauan dan berhasil foto gratis di satu spot..hehehe.. Maaf ya mas.. :D
Typo dong
Akhirnya kami foto di spot meja kursi plus es jeruknya..hohoho. Kata kakak saya keren kayak foto di mana gitu, di luar negeri?wkwkwk..
Di cafe mana ini?
Karena Sakha udah sambat kalau capek, akhirnya kami memilih untuk mengakhiri wisata di Bukit Bonsai ini. Ya lumayanlah spot-spot fotonya beda dengan bukit sebelah, cocok banget buat pengunjung yang seneng banget berselfie ria. Sekali lagi, jangan contoh kami yang datang di siang bolong ya, karena emang panas mataharinya menyengat banget.
Sebaiknya datang di sore hari ya
Seneng rasanya di Blitar udah banyak alternatif spot-spot wisata, ga melulu cuma di Makam Bung Karno atau Kebon Rojo aja lho. Mau wisata bertemakan hutan pinus, kebun teh, wisata edukasi atau wisata selfie, semua tersedia di Blitar ini.. Tarifnya pun murah meriah..






Yuk kalau lagi di Blitar ga ada salahnya cobain wisata selfie salah satunya di Bukit Bonsai ini. Pemandangan saat matahari tenggelam tentunya sangat indah jika dinikmati dari bukit ini. Selamat jalan-jalan yaaaa.. :)

Ringkasan : 
Nama Tempat : Bukit Bonsai 
Alamat : Desa Sumberjati, Kademangan, Kab. Blitar 
Harga tiket masuk : Rp. 5.000

Rate : 4.2/5
 
Sumber gambar :
Pemandangan malam bukit bonsai : instagram/@taufanpa

Selasa, 25 Juli 2017

Maliran Deer Feeding, Tempat Penangkaran Rusa di Blitar

Selasa, Juli 25, 2017 1 Comments
Hiyaaa..masih edisi liburan lebaran 2017 di Blitar. Kali ini kami memutuskan untuk mengunjungi hutan Maliran di Blitar karena melihat postingan foto kakak ipar yang kayaknya seru banget bisa berinteraksi langsung dengan rusa. Sakha tu salah satu tipe anak yang ga takut sama hewan. Sakha demen banget sama tempat wisata yang membebaskan dia berinteraksi dengan hewan, seperti di Cimory, Batu Secret Zoo, atau Bhumi Merapi. Tahun lalu saat diajak main ke Bon Rojo di Blitar pun Sakha juga happy banget.





Maliran Deer Feeding ini terletak di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Maliran Deer Feeding ini bukan merupakan objek wisata baru. Objek wisata ini dulu pernah hapenning banget sekitar tahun 2000an dengan nama "Alas Maliran", trus mulai meredup. Nah akhir-akhir ini booming lagi dengan nama baru yaitu Maliran Deer Feeding.

Rute menuju Maliran ini sangat gampang, dari kota Blitar kita bisa mengambil arah ke kota Srengat. Nyampe pertigaan Tugurante, belok kanan. Ikuti jalan sampai menemui tikungan. Setelah tikungan ambil kanan jalan sampai dijumpai gerbang berhiaskan patung rusa. Masuk gerbang tersebut dan ikutilah jalan yang ada. Ga sampe satu kilo nyampelah kita di wahana wisata Maliran Deer Feeding.

Tiket masuk objek wisata ini cukup terjangkau, yaitu Rp. 5.000 per orangnya. Di pintu masuk wahana wisata, saya sempat heran kok ada tulisan "Dilarang membawa anjing". Ada apa gerangan? Eh saya baru tau dari hasil googling kalau rusa ini takut sama anjing. Biasanya pemburu rusa menggunakan anjing sebagai media untuk memburu rusa.
Tiket masuk Maliran
Dilarang membawa anjing ya
Masuk di area Maliran kami melihat area penangkaran rusa yang dibatasi pagar kawat. Selain memberi makan rusa melalui pagar kawat, pengunjung juga bisa memberi makan rusa dengan langsung masuk ke area penangkaran. Untuk langsung masuk area penangkaran kami harus melewati tangga yang di sebelahnya terdapat spot gembok cinta.. Eaaa..lagi-lagi gembok cinta.. Sama kayak yang kami lihat di BJBR dan hutan pinus Gogoniti.



Naik tangga dulu
Lagi-lagi gembok cinta
Kami sampai Maliran ini kira-kira pukul 11.30an. Cuaca hari itu cukup panas, kenapa? Karena di Maliran ini, tepatnya di kawasan penangkaran jarang banget terdapat pohon-pohon. Sebelum memasuki area penangkaran kami membeli pakan rusa yang dijual di warung. Pakan rusa terdiri dari dua macam yaitu kacang panjang dan kangkung. Harga per ikatnya adalah Rp. 2.000.
Jual pakan rusa
Supaya lebih bisa berinteraksi dengan rusa, kami memilih memberi makan rusa langsung ke dalam area penangkaran, ga usah dibatasi pagar kawat gitu maksudnya. Tapi berdasarkan pengalaman kakak saya disini beberapa waktu lalu, rusa disini agak "liar". Jadi kita harus berhati-hati, karena rusa jantan gampang banget "nyeruduk" untuk meminta makanan.

Akhirnya diputuskan kalau makanan rusa ini akan disembunyikan di jaket kakak, supaya si rusa engga nafsu nyeruduk. Eh tapi-tapi si rusa sukses ngikutin kakak saya kemana pun kakak saya pergi, sambil mengendus-endus manja..eaaa..
Rusa berhasil mendeteksi makanan yang disembunyikan
Akhirnya kacang pun kami keluarkan sedikit demi sedikit dari saku jaket untuk dikasihkan ke rusa. Sakha sengaja dinaikkan di sisa batang pohon yang ditebang supaya aman dari serudukan rusa. Ga berapa lama kami mengeluarkan kacang, sekawanan rusa langsung menuju kami untuk berebut mendapatkan makanan. Pertamanya Sakha seneng banget, tapi lama-lama dia ngeri karena tanduk rusa ada yang sempat mengenai badan Sakha.
Aman, sebelum dikepung sekawanan rusa
Sekawanan rusa yang siap mengepung
Kami juga sempat melihat adegan dua rusa jantan saling bertarung mengadu tanduknya, entah memperebutkan apa. Bapak-bapak petugas sampai mengingatkan kami kalau mending Sakha digendong aja supaya aman.

Yeess, menurut saya rusa disini lumayan liar, mungkin karena saking kelaparan banget kali ya. Lha Sakha mainan batang kayu aja, langsung banyak segerombolan rusa yang dateng mengerumuni Sakha. :O

Di dalam area penangkaran ini hanya disediakan satu tempat duduk dari kayu seadanya tanpa "iyup-iyupan" alias tanpa tutup untuk berteduh. Alhasil kami hanya duduk sebentar disana. Kami memilih ke area luar karena di luar terdapat gazebo yang nyaman untuk duduk. Kami duduk di kursi itu sambil menikmati lezatnya cilot yang dijual pedagang.

Sakha masih antusias untuk kasih makan rusa. Alhasil kami membeli pakan rusa lagi dan Sakha kasih maem rusa dari pagar kawat. Kalau kasih maem rusa dari sini, ga usah takut bakal diseruduk, paling cuma digigit rusa aja.. :D
Kasih makan rusa lagi
Selesai menyantap cilot, kami memutuskan untuk pulang dan lanjut ke destinasi wisata lainnya. Rencananya kami akan mengeksplor kolam renang di daerah Kediri, yaitu Sumber Ubalan. Pantengin postingan saya berikutnya ya..hohoho..

Di perjalanan pulang di mobil kami sukses berdebat tentang bentuk-bentuk rusa yang kami jumpai di Maliran ini, ada yang tanduknya tiga, ada yang tanduknya dua, ada yang tanduknya keras, ada yang tanduknya empuk, ada yang sikapnya brutal, ada yang sikapnya sellow, endebrew-endebrew. Dari perdebatan itu muncullah pertanyaan, apa bedanya rusa dengan kijang? Nah lhooo..

Sekian cerita tentang Maliran Deer Feeding ini. Bagi traveller yang pingin merasakan kealamian tempat penangkaran rusa sambil berinteraksi dengan rusa, ga ada salahnya buat mampir kesini. Harga tiketnya pun lumayan murah, jadi cocok untuk tempat wisata keluarga tanpa harus menguras isi kantong.

Ringkasan :  
Nama Tempat : Maliran Deer Feeding (Penangkaran Rusa Alas Maliran) 
Alamat : Desa Jatilengger Maliran, Kec. Ponggok, Kab. Blitar 
Harga tiket masuk : Rp. 5.000
Harga pakan rusa : Rp. 2.000
Rute : Dari pertigaan Tugurante, belok kanan, ikuti tikungan kemudian ambil kanan. Kemudian masuk gapura bertuliskan 'Wana Wisata Maliran" (patung rusa) 
Rate : 4.2/5

Rabu, 19 Juli 2017

Bukit Teletubies Yang Hits di Blitar

Rabu, Juli 19, 2017 4 Comments
 
Yuhuuu, masih tentang liburan lebaran 2017. Kali ini saya pengen posting tentang pengalaman mengeksplor tempat wisata alami di Blitar, yaitu Bukit Teletubies. Maaf banget kalau akhir-akhir ini postingannya masih berbau travelling. Ceritanya saya pengen banget segera mendokumentasikan ini lewat tulisan biar ga lupa, biar nanti bisa dibaca-baca lagi kalau saya udah tua..hehehe..

Masih inget banget setahun yang lalu saat libur lebaran juga, kami sekeluarga pengen banget jalan-jalan ke Bukit Teletubies. Tapi karena dulu hasil googling bilang kalau jalan menuju sana susah untuk kendaraan roda empat, akhirnya kami memutuskan mencari destinasi lain yang ga kalah oke. Nemulah Kebun Kopi Karanganyar yang saat itu lagi soft launching, itupun dari hasil nyasar.. :D


Tahun ini kami ga pengen melewatkan lagi momen untuk berwisata ke Bukit Teletubies, kami percaya pasti jalan menuju sana akan diperbaiki oleh pemerintah daerah karena ini merupakan salah satu tempat wisata paling hits di Blitar gitu..hehehe..
Setelah sehari sebelumnya kami berwisata di Hutan Pinus Lereng Gogoniti, besoknya kami lanjut wisata ke Bukit Teletubies ini. Kami berangkat dari rumah sehabis duhur. Bukit Teletubies ini terletak di Desa Sumberasri, Nglegok, Kabupaten Blitar. Kami mengandalkan google map untuk petunjuk jalan. Ternyata jalan menuju kesana cukup bagus dan medannya tidak berat. Yang bikin agak ndredeg adalah saat kendaraan secara bergantian harus melewati jembatan sabuk dam aliran lahar Gunung Kelud.


Kurang lebih setelah 40 menit perjalanan dari daerah Mayangkara kami nyampe juga di kawasan wisata Bukit Teletubies. Harga tiket masuk per orang adalah Rp. 5.000. Sakha belum dikenai tiket biaya masuk. Biaya masuk ini dibayar saat kendaraan akan memasuki area parkir.

Nah sampe disana kami terbengong ria karena kondisi parkiran penuh. Untung kami dapet tempat parkir. Waktu libur lebaran ini seperti biasa parkiran didominasi oleh plat kendaraan dari luar kota, ada yang luar pulau malah..hmmmm..

Lokasi objek wisata Bukit Teletubies sendiri ternyata cukup jauh dari parkiran mobil. Jalan yang dilaui sangat menanjak dan berkelok, jadi mobil ga bisa naik. Kalau motor mah langsung naik ke atas bisa kok. Jangan kaget kalau di area parkiran mobil banyak terdapat ojek wisata yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan pengunjung ke lokasi objek wisata. Tarif ojek wisata ini Rp. 5.000 per orang. Kalau PP jadi 10.000 deh.
Ojek wisata
Ada juga kok pengunjung yang memilih untuk berjalan kaki menuju lokasi objek wisata, tapi tekad kami ga sebulat mereka jadinya ya kami naik ojek ajaa..hehehehe.. Saat naik ojek kita bisa menikmati pemandangan yang bagus banget plus nikmatnya gronjalan motor saat melaju di jalan makadam.

Sampai area pemberhentian ojek, kami menaiki tangga yang tidak terlalu tinggi. Cihuy, sampelah kita di objek wisata Bukit Teletubies yang tersohor di Blitar itu. Waktu itu suasananya bener-bener rame. Banyak orang tumplek blek di objek wisata ini. 

Bukit Teletubies ini ternyata dulunya merupakan gardu pantau Gunung Kelud, dengan background bukit hijau yang merupakan lahan tebu, memberikan kesan mirip seperti bukit yang ada di film Teletubies pada era 2000an. Di Bukit Teletubies ini disedikan banyak sekali spot foto yang instagramable banget. Untuk berfoto kita harus merogoh kocek dengan nominal tertentu. Berikut beberapa spot foto yang tersedia :
  • Foto bareng Masaha & The Bear ~ Rp. 5.000 per orang
  • Foto bareng Teletubies ~ Rp. 5.000 per orang
  • Foto efek melayang
  • Foto paralayang
  • Foto balon udara ~ Rp. 10.000 (dewasa), Rp. 5.000 (anak-anak)
  • Foto rumah pohon ~ Rp. 5.000 per orang
  • Foto ayunan hits
Efek melayang
Paralayang
Rumah pohon
Ceritanya kami hanya mencoba beberapa spot aja, lha gimana antriannya panjang banget gitu. Spot foto pertama yang kami jajal adalah Masha & The Bear. Sampe area wisata Sakha udah semangat banget nunjuk-nunjuk si Masha dan bilang 'Amaaaa, Sakha mau foto sama Masha'..hiyaaa... oke nak..yuk mari foto...
Foto bareng Masha
Selesai foto dengan Masha kami berjalan-jalan dulu mencari spot foto yang bagus sambil melipir dari keramaian orang-orang. Berikut beberapa foto-foto yang berhasil diabadikan mas Topan..
Woooww kereeen
Candid bareng mba Ana
Sakha gemess Amaaa
Nah barulah terlintas di pikiran kami, kalau Sakha kapan lagi bisa main kesini. Paling tahun depan kalau mudik belum tentu kami bisa balik kesini lagi, mending untuk eksplor tempat wisata di Blitar yang lain. Akhirnya kami memutuskan untuk berfoto bareng Teletubies dan foto di dalam balon udara.

Karena ramainya pengunjung, foto dengan mereka kita harus mendaftar dulu lho. Petugas menulis nama pengunjung. Kemudian pengunjung menunggu dipanggil sesuai nomor antrian, baru deh bisa foto bareng. Untuk foto bareng Masha Bear dan Teletubies ini tidak disediakan bonus file, makanya harganya terbilang paling murah. Petugas hanya membantu memfotokan dari handphone pengunjung.
Foto bareng Teletubies
Nah spot yang paling niat dalam menawarkan jasanya adalah spot foto balon udara, sampai pake speaker segala. Disini harganya agak mahal karena pengunjung mendapatkan hasil softcopy foto dari jepretan kamera DSLR petugas. Petugas di stand ini kocak banget dalam menawarkan jasa fotonya..

Setelah menunggu antrian yang panjang, akhirnya nama kami dipanggil lho. Horeee, naiklah kami ke property balon udara buatan yang ngehits di bukit ini. Mas fotografer pun juga ga sungkan untuk mengarahkan gaya kalau dirasa gaya kami monoton.. Paling kocak saat petugas ngomong "Mbak, senyumnya yang ikhlas ya.." kepada pengunjung yang susah senyum..bukan ngomong ke saya lho ya.. :p
Foto bareng balon udara
Nah akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya kenapa saat sampai ke area ini banyak banget laptop tersebar di penjuru spot foto, ya karena buat sarana transfer file softcopy hasil foto ke pengunjung.. Good ideaaaa..

Wow, saya ga kebayang berapa omset yang didapat penyedia jasa spot foto ini saat liburan lebaran kemarin. Hitung sendiri lah, pasti banyak banget nominalnya. Ya semoga dengan adanya tempat wisata ini, potensi pariwisata Blitar semakin dikenal. Semoga tempat wisata ini lebih berkembang lagi ke depannya. Jadi kalau mau wisata ke Blitar ga melulu harus ke Makam Bung Karno, Sumber Udel Waterpark ataupun Kebon Rojo..hehehe..


Yuhuuu, ga perlu takut mati gaya saat membawa anak kecil ke objek wisata ini, karena disediakan wahana permainan anak-anak seperti kereta mini, istana bola, dan permainan keruk pasir. Ga perlu risau juga kalau perut kelaparan karena banyak banget warung-warung yang menyediakan makanan seperti bakso, soto, mie instan, dan rujak cingur.

Oh ya berdasarkan chit chat saya bareng tukang ojek wisata saat turun ke parkiran, beliau bilang kalau Bukit Teletubies ini dibuka mulai pukul 05.00 sampai pukul 18.00.. wowww.. Akhirnya setelah sampai parkiran dan menyruput es pelangi langsung dah kami campus pulang. Ternyata untuk parkiran ga ditarik lagi alias gratis..hohoho..

Yuk ya yuk, kalau ke Blitar jangan lupa mampir ke tempat hits ini ya..Recommended! Thanks for reading..

Ringkasan :
Nama Tempat : Bukit Teletubies Blitar (Gardu Kelud Sumberasri) 
Alamat : Desa Sumberasri, Kec. Nglegok, Kab. Blitar 
Jam buka : 05.00 - 18.00 
Harga tiket masuk : Rp. 5.000 per orang
Rate : 4.6/5

Minggu, 16 Juli 2017

Blitar Juga Punya Hutan Pinus Kece Lhoo..

Minggu, Juli 16, 2017 3 Comments
Masih tentang edisi liburan lebaran 2017. Rasanya liburan ini pengen banget eksplor tempat-tempat wisata baru di Blitar. Setelah beberapa waktu lalu kami eksplor tempat wisata kekinian di Probolinggo. Kali ini yuk mari mengeksplor tanah kelahiran sendiri.. :D


Liburan lebaran tahun lalu kami sempat mengeksplor beberapa tempat wisata hits di Blitar, tepatnya di wilayah kabupaten Blitar. Masih kebayang gimana serunya tahun lalu kami main ke Kebun Teh Sirah Kencong dan gimana ceritanya kami kesasar sampe akhirnya nemu Kepun Kopi Karanganyar yang masih soft launching.. Seruuu..



Kali ini selesai silaturahmi dari sanak saudara, kami ngepos di rumah kakak. Kami sebenernya bingung mau kemana, soalnya banyak banget destinasi baru yang belum pernah kami kunjungi, seperti Bukit Teletubies, Bukit Bunda, Bukit Kejora, Alas Kaloka, Hutan Pinus Gogoniti, Gumuk Sapu Angin, Pemandian Cenoa..eh.. :D

Akhirnya setelah berunding diputuskanlah pergi ke Wisata Hutan Pinus Lembah Gogoniti. Kali ini bapak ibuk saya pengen ikutan jalan-jalan juga..hohoho.. Yuk mari kesanaaa..

Wisata Hutan Pinus Lembah Gogoniti ini sering disebut Hutan Pinus Gogoniti. Terletak di desa Kemirigede kecamatan Kesamben, kabupaten Blitar, lama perjalanannya sekitar satu jam dari kota Blitar. Kami berangkat setelah duhur bermodalkan google map. Ancer-ancernya lumayan gampang, dari pertigaan barat SPBU Kesamben, menuju utara ke arah Desa Pagerwojo, Desa Tepas dan kemudian Desa Kemirigede. Tersedia plang penunjuk jalan yang seadanya, namun cukup jelas kok. Biar lebih gampang silahkan ikutin mbah google map.. :D

FYI, pengemudi mobil sebaiknya berhati-hati saat sampai jalan naik menuju hutan, karena jalannya berkelok-kelok dan mulai menyempit. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan kami nyampe juga disana...horeee..

Saat libur lebaran waktu itu pengunjung hutan pinus ini sangat ramai, seramai pengunjung Hutan Pinus Mangunan saat weekend tiba. Selesai parkir kendaraan kami langsung capcus mengeksplor alaminya hutan pinus ini.


Masuk kawasan hutan pinus ini pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Di pintu masuknya ada plang yang menarik perhatian saya, yaitu info dijual voucher wifi seharga tiga ribu rupiah. Saya baru sadar kalau disini susah sinyal karena di gunung..wkwkwk..
Jangan khawatir eksis di sosmed karena ada wifi
Ada pula plang yang menginfokan harga gembok cinta. Hadeeeh, kayaknya gembok cinta ini lagi hits dimana-mana ya..hahaha. Dan tentu saja kami ga beli dong, cuma amazed aja.. :D

Memasuki hutan pinus ini kami melihat terdapat buku tamu. Pas kami baca, banyak banget pengunjung dari luar kota. Ada yang dari Bali, Malang, Surabaya, Jakarta..woww.. Entah itu ngasal atau ga ya ngisinya, tapi emang bener di parkiran banyak banget mobil ber-plat selain AG.
Jangan lupa isi buku tamunya ya
Setelah menaiki tangga buatan dari tanah dan bambu sampelah kami di sisi atas hutan. Disini rasanya adem banget. Kita bisa menikmati indahnya pemandangan hutan pinus sekaligus sambil berfoto-foto ria alias selfie atau wefie. Lha gimana lho hutan pinus ini menyediakan banyak banget spot-spot untuk berfoto. Bahkan sampe antri-antri lhooo.. :D
Tangga dari bambu
Di hutan pinus ini juga banyak disediakan tempat duduk yang terbuat dari kayu alami. Maksudnya kayu alami disini ya tempat duduknya aseli dari batang pohon, tanpa difurnish tanpa dipelitur..hehehe.. Kece banget dah..
Tempat duduk kayu
Dan seperti yang saya singgung di atas, disini juga tersedia gembok cinta cuy. Uhuy, gembok cinta ini kayaknya cocok banget buat pasangan muda yang pengen mengabadikan perasaan saling cintanya di kawasan hutan ini. Kalau kami mah asal bisa foto sama gembok cinta aja udah happy.. :D
Unuy, cuit cuit
Di hutan pinus ga afdol kalau engga leyeh-leyeh di hammock. Jangan salah, disini juga disediakan hammock lho buat gelantungan di antara dua batang pohon. Walaupun ukurannya ga terlalu besar tapi lumayanlah bisa buat leyeh-leyeh. Disini tersedia hammock berupa parasut dan jaring, dan untuk memakainya kita ga perlu keluar biaya alias gratis..hoho.. Hammock ini tersebar di batang-batang pohon pinus, walaupun jumlahnya ga terlalu banyak tapi lumayanlah bisa buat gantian. Sakha nih yang antusias leyeh-leyeh di hammock.
Sakha leyeh-leyeh di hammock
Di hutan pinus ini pengunjung juga bisa melihat indahnya pemandangan sekitar hutan melalui gardu pandang. Terdapat dua buah gardu pandang yang bisa digunakan. Saat naik di atas sebaiknya dilakukan beberapa orang saja, dan jangan lupa untuk melepas alas kaki ya..
Ayah Sakha jadi juru foto gardu
Oh ya btw spot foto yang paling laris buat foto adalah ranting cinta, si gembok cinta kalah pamor deh. Nah untuk foto disini, yang pengen difoto dan yang memfoto harus sama-sama naik tangga. Effort banget dah, tapi hasil fotonya jadi bagus..plus difotoin fotografer handal..mas Topaan.. :* tambah oke daaah..
Spot foto yang sampe antri panjang
Kayaknya segitu aja deh cerita tentang spot-spot foto yang ada di hutan pinus ini. Gimana? Kece banget kan. Tambah kece, hutan pinus ini juga menyediakan tempat makan alias warung kecil-kecil yang udah berjajar rapi. Ga perlu khawatir kelaparan lho ya. Di sekitar warung tersebut terdapat wahana menunggang kuda. Seru banget kan menikmati indahnya hutan pinus sambil menunggang kuda..

Selesai bersantai di hutan pinus kurang lebih sekitar satu jam, akhirnya kami capcus pulang karena hari sudah menginjak sore. Kami mampir buang air kecil dulu di toilet yang disediakan. Letak toiletnya di sekitar parkiran mobil. Jadi jangan khawatir juga kalau kebelet..hehehe..
Tenang, ada toilet kok
Saat membayar parkir, bapak-bapak penjaga parkir bilang kalau biaya parkirnya adalah seikhlasnya. Wow, kami sontak kaget. Di saat tempat wisata lain mematok harga selangit saat libur lebaran, hutan pinus ini tetap dengan kerendahan hatinya tidak mematok harga pasti. Kami doakan semoga ke depannya hutan pinus ini menemukan investor yang kece yang mampu membuat tempat ini lebih kece lagi dengan fasilitas yang lebih menarik. Semoga penduduk sekitar juga mendapatkan mata pencaharian dari hutan pinus ini.. Amiiin...

Sekian review dari saya. Bagi kalian yang lagi di Blitar, jangan lupa main kesini ya. Recommended! Selamat liburaaaaaan.. 

Ringkasan :
Nama Tempat : Wisata Hutan Pinus Lereng Gogoniti 
Alamat : Desa Kemirigede, Kec. Kesamben, Kabupaten Blitar 
Jam buka : 07.00 - 17.30 
Harga tiket masuk : GRATIS 
Tarif parkir : SEIKHLASNYA
Rute : dari pertigaan barat SPBU Kesamben, menuju utara ke arah Desa Pagerwojo, Desa Tepas dan kemudian Desa Kemirigede 
Rate : 4.5/5