Minggu, 18 Februari 2018

# travelling

Alun-Alun Kota Probolinggo, Tempat Favorit Sakha Saat Mudik

Yuhuu, karena belum nemu tema mau nulis apa kali ini saya mau nulis tentang tempat yang pasti kami kunjungi saat mudik ke Probolinggo. Yes, tiap di Probolinggo destinasi angon Sakha ya pasti di tempat ini. Karena emang di alun-alun kan si kecil bisa bebas lari-larian atau jalan-jalan sambil liat hewan. Mirip kayak yang dilakuin Sakha pas di Bon Rojo Blitar.
 
 
Alun-alun kota Probolinggo terletak di Jalan KH Mansyur, Mangunharjo, Mayangan, Kota Probolinggo. Seperti kayak alun-alun di kota lain, alun-alun disini juga berdekatan dengan lokasi masjid agung, rumah tahanan dan stasiun. Biasanya saat ke alun-alun, kami memarkir kendaraan di parkiran stasiun.
 
Alun-alun Probolinggo ini sangat ramai dikunjungi orang-orang terutama saat weekend atau saat liburan sekolah tiba. Kami pernah mengunjungi alun-alun ini saat pagi dan malam, kebetulan waktu itu suasana liburan jadi ya pasti rame banget.

Saat pagi hari tiba, terutama saat weekend, banyak sekali penjual berjualan di sisi depan alun-alun. Rata-rata mereka menjual makanan dan minuman, mulai dari bubur, bakso, pecel, soto, es degan, dan lain-lain. Karena waktu itu kami udah sarapan dari rumah, kami langsung cuzz aja masuk area alun-alun. Luas area tempat ini ga terlalu besar. Di tempat ini terdapat permainan anak-anak seperti jungkat-jungkit, prusutan, mangkok putar dan ayunan. Sangat disayangkan kondisinya kurang terawat, tapi masih bisa lah dibuat Sakha mainan.
Saat Sakha main prusutan
Bosan dengan permainan anak-anak, pengunjung bisa duduk beristirahat di kursi yang disediakan sambil menikmati pemandangan rumput hijau, plus disana terdapat kolam ikan yang tentunya akan menarik perhatian si kecil. Di sini si kecil juga bisa berlari-larian di rumput hijau sambil mengejar burung merpati dan burung dara, persis seperti saat Sakha di alun-alun kota Malang. Sakha happy banget.
Sakha liat ikan


Kalau ada panggilan alam disini, ga perlu khawatir karena terdapat toilet umum yang disediakan. Untuk sholat pun, kita tinggal nyeberang aja udah sampai di masjid agung kota Probolinggo.

Di malam hari saat liburan, keadaan alun-alun ini ga kalah ramai lho. Di area samping alun-alun terdapat banyak sekali jenis permainan anak berbayar, mulai dari odong-odong, mobil-mobilan, bianglala mini, kereta mini, mandi bola, dan komedi putar mini. Sakha seneng banget naik odong-odong waktu itu.
Enaknya le naik odong-odong
Ga mau menyia-nyiakan peluang, pemilik odong-odong pun juga menggelar barang dagangannya berupa mainan anak-anak. Yes, banyak banget penjual mainan anak-anak di sepanjang jalan alun-alun ini, tepatnya di depan masjid agung. Untung Sakha ga minta macem-macem, bisa bangkrut nanti emaknya..hehehe..
 
Seperti saat berkunjung di pagi hari, saat malam kami juga memarkir kendaraan di parkiran stasiun. Sebelum masuk area alun-alun, biasanya kami menikmati bakso Stasiun Probolinggo. Ini bakso paling enak di kota Probolinggo menurut saya. Kadang saat bosen dengan bakso, kami memilih menyantap soto ayam yang dijual di deretan kios di belakang alun-alun. Yes, jadi saat malam tiba, di bagian belakang alun-alun terdapat banyak kios yang menjual berbagai macam kuliner, salah satunya soto ini. Porsinya banyak buangeeet lho..

Saat makan di alun-alun ini, pasti Sakha udah riweh sendiri dan ga betah duduk di kursi. Kenapa? Karena banyak kereta kelinci yang lewat mengelilingi alun-alun. Selain kereta kelinci juga ada mobil-mobilan plus kereta naga yang lewat. Beneran membuat perhatian anak terdistraksi karena emang kendaraan-kendaraan itu full music dan full lampu kerlap kerlip.


Sakha membabi buta pengen naik, padahal posisi kami lagi makan. Akhirnya eyang kakung Sakha yang nemenin, kebetulan beliau maemnya cepet. Sakha seneng banget diajak naik kereta kelinci. Tarifnya Rp. 5.000 per orang beberapa kali puteran. Ga puas naik kereta kelinci, dia nunjuk-nunjuk pengen naik kereta naga. Karena eyang kakung sangat sayang Sakha, akhirnya diturutin juga keinginan Sakha naik kereta naga itu. Kereta naganya unik banget, dibikin bertingkat gitu. Pokoknya Sakha mau naik yang paling atas, gitu katanya :D

Melihat Sakha asyik naik kereta naga berkeliling alun-alun, kami yang gede ini juga pengen lho. Akhirnya eyang uti Sakha mengajak untuk naik mobil-mobilan. Ya semacam mobil lampu dengan alunan lagu full musik seperti yang ada di alun-alun kidul Jogja. Bedanya ga seperti biasanya si mobil biasanya digenjot dan bisa disewa untuk berapa kali putaran, disini mobilnya emang beneran ada mesinnya. Jadi penumpang ga perlu repot-repot menggenjot. Trus pak sopirnya udah stanby pula, jadi ya penumpang tinggal duduk manis, karena pak sopir yang pegang kendali..hoho.. Seru banget, saya sama ayah Sakha kebagian duduk madep belakang. Saya mah cuek aja, ayah Sakha nih yang malu-malu. Kan ini kampung halamannya.. :D
Serunya naik mobil lampu
Jadi mobil kecil di atas tuh berarti total mengangkut tujuh orang, antara lain eyang uti, eyang kakung, tante, ayah, ama, Sakha dan pak sopir. Untung ga ada kejadian ban bocor atau gimana ya..hahaha.. Oh ya sekali putaran dengan penumpang sebanyak itu, cukup membayar Rp. 15.000 saja.

Setelah capek berkeliling alun-alun kami memilih leyeh-leyeh di rumput di dalam area alun-alun. Herannya Sakha belum capek lho. Dia masih semangat lari-larian sambil ngejar gelembung dari sabun. Kalau ga gitu dia ngejar mainan lampu yang dilempar ke atas trus jatuhnya muter-muter ke bawah itu lho.. entah itu namanya apa ya..hehehe.. Pokonya di area dalam alun-alun ini banyak banget orang berjualan gelembung sabun dan mainan itu.

Kayaknya alun-alun ini bukan jadi tempat favorit Sakha aja deh, kayaknya semua anak kecil bakal happy diajak main kesini. Sudahkan ajak si kecil ke alun-alun? Hehehe.. yuk yak yuk..tunggu apa lagi..

 

1 komentar:

Follow Me @granitprihara