Selasa, 08 Agustus 2017

Sumber Ubalan, Kolam Renang Sejuk di Kabupaten Kediri

Selasa, Agustus 08, 2017 0 Comments
Hai masih ada sisa cerita saat liburan mudik kemarin nih, gimana kami berwisata di daerah kabupaten Kediri. Kenapa kok nyasar ke Kediri? Ceritanya kami pengen piknik sambil berenang gitu, tapi kan kolam renang Sumber Udel di Blitar pasti ramai banget saat liburan. Akhirnya kami mencari alternatif wisata kolam renang lain, nemulah di google tempat bernama Sumber Ubalan ini.

Ceritanya kakak saya waktu kecil pernah main kesini, katanya tempatnya sejuk dan nyaman, cocok banget buat piknik. Sumber Ubalan ini terletak di daerah Wates, Kabupaten Kediri tepatnya di desa Plosoklaten. Dari kota Blitar kira-kira memakan waktu satu jam perjalanan menggunakan mobil. Ancer-ancernya gampang banget, cukup andalkan mbah google map..hehehehe..

Setelah sebelumnya kami berpanas-panas kasih makan rusa di Maliran Deer Feeding, sekarang waktunya kami bersejuk-sejuk ria disini..hohoho.. Sebenernya yang renang cuma Sakha, ayah Sakha plus pak dhe Sakha aja sih. Saya dan budhe Sakha cuma jadi penonton setia aja..


Sampai di lokasi wisata Sumber Ubalan, ternyata emang bener tempat ini sejuk banget. Disi banyak banget pohon-pohon besar yang tumbuh. Harga tiket masuk kawasan wisata ini cukup murah, yaitu Rp. 5.000 untuk dewasa dan Rp. 4.000 untuk anak-anak.
Loket Sumber Ubalan
Masuk area wisata ternyata banyak banget pedagang makanan dan cindera mata yang berjualan di area dalam. Di dalam sini juga banyak tersebar permainan anak-anak, seperti ayunan dan mangkok putar. Selain itu banyak pula tempat untuk duduk bersantai. Selengkapnya berikut rambu wisata disini.
Rambu wisata Sumber Ubalan
Kios cindera mata
Nah karena kami nyampe sini itu siang hari sekitar jam 13.30 kami memutuskan untuk langsung menuju area kolam renang. Ternyata untuk masuk ke area kolam renang, ada tiket masuknya juga :D, per orangnya wajib membayar Rp. 4.000. Kolam renang di tempat ini ada dua yaitu kolam renang anak dan kolam renang dewasa. Di sekitar kolam renang terdapat gazebo untuk duduk bersantai, selain itu juga terdapat area permainan anak-anak.
Gazebo di area kolam renang
Suasana kolam renang saat itu cukup ramai, walaupun demikian ga menyurutkan Sakha, ayah Sakha dan pakdhe Sakha buat nyemplung. Perkiraan kami kalau kolam renang ini bakal panas ternyata salah besar, renang disini bener-bener "iyub" alias teduh. Airnya pun kelihatan jernih tanpa kaporit..hoho..

Langsung dah mereka pada nyemplung. Sama seperti saat di BJBR beberapa waktu lalu, Sakha demen banget lho mainan air. Tapi dia sempat trauma juga karena badannya "njungkel" ke depan trus ga sengaja meminum air kolam. 


Nah setelah kejadian njungkel itu, Sakha ga mau nyemplung lebih dalam lagi ke air. Beraninya cuma duduk di pinggir doang. Ya semoga besok-besok Sakha lebih berani lagi main airnya. Semoga Sakha ga kayak emaknya ini yang ga bisa renang..eaaa..
Sakha ga berani nyemplung
Nah ceritanya mereka kan lagi asik main air, saya dan budhenya Sakha leyeh-leyeh di pinggir kolam renang. Kebetulan kami dapet rezeki, ada orang yang meminjamkan tikar yang udah disewanya. Kayaknya sih karena tikar mereka bawa masih muat banyak trus yang disewa jadi ga terpakai. Jadilah kami memakai tikar tanpa perlu membayar. Makasih banyak Pak..Buk.. :D

Iyes, di kolam renang ini juga disediakan penyewaan tikar, ban besar serta ban kecil semacam bentuk bebek dan angsa untuk alat bantu renang. Kalau ga salah lihat harga sewanya Rp. 5.000 sepuasnya. Karena Sakha udah ga mau nyemplung, niat menyewakan Sakha ban bebek yang lucu pun ditunda. Akhirnya Sakha digendong ayahnya ke tengah menuju timba raksasa yang bisa numpahin air. Sakha heboh banget disana.
Sakha diguyur timba raksasa
Capek mengeksplorasi kolam anak, ayah Sakha pengen berenang di kolam dewasa. Tapi Sakha ga mau lepas dari dekapan ayahnya, alhasil dia tetep ngamplok si ayah walaupun masuk di pinggiran kolam renang sedalam 1,5 meter.
Otw kolam renang dewasa
Melihat Sakha udah mulai kedinginan, saya langsung mengajak Sakha menuju kamar mandi untuk mandi. Nah saya kira bakal ada antrian panjang di kamar mandi, ternyata engga lho. Saya juga kaget ternyata keadaan kamar mandinya bersih, lantainya juga ga licin..hohoho..

Setelah semua personel renang tadi membilas diri di kamar mandi, kami pun leyeh-leyeh di tikar sambil makan cemilan. Rasanya enak banget. Teduh dan ademnya tempat ini cocok banget dibuat piknik.
Piknik dulu
Setelah melepaskan waktu disini kurang lebih selama dua jam, kami memutuskan untuk pulang. Tekad kami untuk pulang semakin bulat ketika mendengar petugas mengumumkan kalau tempat ini akan tutup karena jam sudah hampir menujukkan pukul empat sore. Sebelum pulang Sakha minta naik mangkuk putar dulu nih..hohoho..
Sakha naik mangkuk putar
Yuhuuu, sekian cerita saya tentang wisata di kolam renang Sumber Ubalan. Menurut kami tempat ini sangat recommended. Walaupun fasilitas yang ada di tempat ini memang bukan model baru, tapi keteduhan kolam renang ini sukses membuat kami betah berlama-lama disini. Tempat ini cocok banget untuk wahana rekreasi keluarga, harga tiket masuknya pun sangat terjangkau..

Yuk mampir di kolam renang Sumber Ubalan! Tempat ini buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00..

Ringkasan : 
Nama Tempat : Kolam Renang Sumber Ubalan
Alamat : Desa Plosoklaten, Wates, Kabupaten Kediri
Harga tiket masuk : Rp. 5.000
Harga tiket masuk kolam renang : Rp. 3.000
Rate : 4.7/5

Jumat, 04 Agustus 2017

Cerita Sakha Ngamar Di Rumah Sakit

Jumat, Agustus 04, 2017 0 Comments
Kali ini langit kelabu sekali lagi menghampiri keluarga kami. Yes kabar duka datang lagi, saya sampai mellow sendiri kok ya masih ada kejadian ga mengenakkan yang menimpa Sakha. Parahnya kejadian itu terjadi saat mendekati hari ultah Sakha. Masih ingat kan tahun lalu Sakha jatuh dari motor, kepalanya kejedug lis jendela dan musti dijahit.. Kami sangat sedih sekali..


Nah kali ini sekali lagi kami melakukan kesalahan dan kecerobohan sebagai orang tua. Sampai saya sedih sendiri, orang tua macam apa kami? Masih aja sering kebobolan dan lengah saat menjaga Sakha. Jadi ceritanya kami sudah bagi tugas, bahwa yang bertugas memandikan Sakha saat hari aktif adalah ayah Sakha, sedangkan saya mandi duluan kemudian menyiapkan kebutuhan saya untuk ke kantor.

Selesai berganti baju untuk bersiap diri berangkat ke kantor, saya menyiapkan pula handuk, minyak telon dan parfum yang akan dipakai Sakha saat berganti baju. Selesai memandikan Sakha, ayah Sakha masih sibuk dengan bak mandi, sedangkan saya masih sibuk dengan handuk Sakha di ruang tengah. Saat lengah itulah, selesai mandi Sakha langsung lari ke arah saya, keset cuma sebentar. Alhasil Sakha kepleset karena di kakinya masih ada bekas air, dan apesnya kepalanya duluan membentur lantai. Walaupun kepala Sakha membentur lantai yang dilapisi evamat, tapi saya yakin kalau benturan itu sakit banget karena Sakha sampai menangis histeris.

Setelah meredakan tangisan Sakha, Sakha udah kelihatan ceria lagi. Aktifitas pagi pun kami lakukan seperti biasa. Sakha berangkat ke daycare dengan ceria, kami berangkat kerja dengan tenang. Tapi saat siang hari tiba, bunda daycare bilang kalau Sakha muntah, demam tinggi dan lemes. Langsung lah kami bawa Sakha ke RS. Sempat galau juga mau bawa ke RS mana akhirnya kami bawa Sakha ke RS X walaupun lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Dengan pertimbangan kalau dibawa ke RS Y yang lebih dekat, Sakha belum pernah periksa disana sama sekali takutnya malah lama prosesnya. Kalau dibawa ke RS Z, RS tersebut tidak bekerja sama dengan asuransi yang kantor kami gunakan. Kalau mau reimburse pasti prosesnya ruwet. Jadilah Sakha kami bawa ke RS X tadi.


Sampai di RS X pihak resepsionis menyarankan agar Sakha dibawa ke UGD supaya penanganannya cepat, karena di jam itu ga ada dokter anak yang available. Sampai di UGD Sakha diperiksa. Kami takut banget karena Sakha ga kayak biasa, dia lemes banget plus suhu badannya 38.5. Dokter UGD pun mengobservasi dengan memberikan obat penurun panas. Setengah jam setelah Sakha minum obat demam, dia malah muntah lagi, demam pun tak kunjung turun. Di saat yang sama, ada dokter anak yang sudah praktek. Dokter UGD pun berkonsultasi dengan dokter anak tersebut. Akhirnya beliau-beliau menyarankan untuk dilakukan observasi lebih lanjut di RS, dengan kata lain Sakha harus opname di RS ini. Sebelumnya beliau-beliau menyarankan Sakha untuk CT Scan terkait dengan benturan di kepalanya. Kenapa CT Scan? Karena Sakha masih kecil, belum bisa mengeluh kalau pusing atau merasakan ga enak di kepalanya. Dengan CT Scan juga bisa diketahui apakah ada ketidaknormalan pada otak anak.

Percobaan CT Scan pertama pun dilakukan, namun hasilnya gagal. Sakha heboh panik saat ditidurkan di ranjang CT Scan. CT Scan pun ditunda, karena untuk CT Scan pasien harus dalam keadaan tenang atau tidur. Dokter bilang kalau nanti akan dilakukan CT Scan lagi. Supaya Sakha tidur nanti akan ada obat tidur yang harus diminumkan ke Sakha. Keluar dari ruang radiologi, Sakha lanjut observasi di ruang rawat inap. Sebelumnya dia meronta-ronta saat dipasang infus. Perawat gagal memasang infus di tangan kiri Sakha, alhasil tangan kanan Sakha ditusuk lagi. Pilu banget rasanya..

Kami ingin memakai bangsal rawat inap Kelas 1, namun sayang kamar tidak tersedia. Alhasil kami memakai bangsal rawat inap Kelas 2, sekamar berisi empat orang. Rasanya beneran ga enak banget satu kamar diisi banyak orang sakit. Walaupun tetangga sekamar kami ramah-ramah namun kadang standart kebiasaan yang tidak sama dengan kami membuat kami memendam jengkel.

Ga jengkel gimana coba. Di saat pasien anak tetangga sekamar kami baru saja menginjakkan kaki di ranjang rawat inap, sang ibu malah asik video call'an untuk siaran ke seluruh sanak saudaranya dan ke seluruh teman-temannya kalau anaknya lagi dirawat di RS X ini. Padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 dimana harusnya itu adalah waktu untuk pasien istirahat. Saya sampai menghitung berapa kali si ibu video call an malam itu, total sampai 7 kali! Hal itu juga diulangi di siang hari keesokan harinya saat semua pasien anak tidur, si ibu tadi juga mengulangi aksinya bervideo call'an ria! Sementara anaknya yg sakit dikasih mainan HP supaya anteng.. zzzz.. Karena kebisingan itu Sakha dan pasien anak lain kebangun dari tidur siangnya.

Okelah daripada ngomongin kelakukan ibu itu yang bikin gemes, dilanjut lagi cerita Sakha selama opname di RS ini. Sakha mulai rawat inap hari Rabu sore hari. Saya resume dah cerita Sakha rawat inap per harinya.. Cekidot..

Rabu Sore
Sakha masih lemes, tapi senengnya dia doyan makanan RS. Namun sayang selesai makan dia malah muntah-muntah lagi. Obat anti mual dan antibiotik injeksi pun diberikan. Sakha sempat histeris banget saat perawat menyuntik sedikit antibiotik ke tangannya, untuk diketahui apakah ada alergi atau tidak. Sakha udah trauma banget sama yang namanya jarum suntik.

Selesai diberikan obat anti mual dan antibiotik, Sakha malah diare. Ga tau pasti penyebab diare ini. Apakah dari obat atau dari kebersihan kamar. Kalau dari makanan, Sakha cuma makan makanan dari RS saja. Mengetahui Sakha diare, dokter lebih fokus ke diare Sakha dari pada observasi tentang benturan kepala Sakha. Rencana CT Scan hari itu menjadi wacana.

Kamis
Sakha sudah tidak muntah-muntah lagi, tapi diare masih aja keluar mulai pagi sampai siang. Kadar pupnya udah encer banget. Perawat memberi obat lacto B dan zinc. Selesai minum itu alhamdulillah diare Sakha sudah sembuh.

Kabar gembira datang, kamar Kelas 1 sudah ready. Alhamdulillah Sakha bisa pindah kamar ke Kelas 1. Sekamar berisi dua orang pasien, lebih tenang dan nyaman. Alhasil kami semua bisa tidur nyenyak. Selang berapa jam setelah pindah kamar, berita kelanjutan CT Scan datang. Rencananya Sakha akan di CT Scan lagi, tapi sebelumnya Sakha harus diminumi obat tidur dulu biar tenang.

Sakha sukses minum obat tidur sekitar pukul 17.00. Drama banget saat nyuruh Sakha minum obat tidur ini, sampai perawatpun turun tangan. Kami obat tidur Sakha bereaksi lama banget. Yang ada malah selesai minum obat ini Sakha semakin aktif ga bisa dikontrol. Capek beraktifitas, sekitar pukul 21.00 Sakha sudah mengantuk. Saya goyang-goyangkan kepala Sakha, saya gelitikin kaki Sakha, dia tidak bereaksi. Langsung saya kontak perawat untuk membawa Sakha ke ruang radiologi. Sampai ruang CT Scan, lagi-lagi Sakha kebangun saat ditidurkan. Percobaan kedua CT Scan kedua pun gagal lagi.

Perawat menyarankan untuk membawa Sakha CT Scan lagi saat Sakha udah mulai tidur pulas. Sekitar pukul 03.00 Sakha udah bobok pulas. Kami gelitikin dia juga engga bangun, lanjut kami hubungi perawat lagi buat bawa Sakha ke ruang radiologi. Perawat menggeledek ranjang Sakha ke ruang CT Scan, kemudian kami memindahkan Sakha ke ranjang CT Scan. Tapi tetep aja lagi-lagi Sakha kebangun. Percobaan CT Scan ketiga pun gagal lagi.

Kami sempat dilanda putus asa. Perawat bilang akan menyampaikan kejadian kegagalan ini kepada dokter spesialis syaraf. Jadi kami balik lagi ke kamar untuk istirahat.

Jumat
Pagi ini dokter syaraf ada jadwal visit Sakha, beliau bilang kalau dari tanda-tanda fisiknya Sakha masih normal, ga ada kejanggalan. Trus kami ditanya apakah kepala Sakha sering membentur sesuatu. Kalau kepala sering membentur sesuatu sebaiknya dilakukan CT Scan supaya jelas diketahui apa efek dari benturan tersebut. Rencananya dokter akan memberikan obat tidur yang dosisnya ditambah, berharap supaya Sakha bisa anteng saat di CT Scan.

Sekitar pukul 14.00 Sakha minum obat tidur. Kali ini obat tidur diminum di ruang radiologi. Sakha meronta-ronta saat diminumi obat. Kami kewalahan sekali karena sebagian obat tersebut ada yang dilepeh Sakha. Alhasil obat tidur yang ditambah dosisnya ini tidak bereaksi sama sekali. Fiuhhh.

Sedih banget kami, karena untuk melakukan CT Scan perlu perjuangan yang ekstra keras. Saya sungkan juga sama suster dan petugas bagian radiologi, karena berkali-kali rencana CT Scan Sakha gagal. Kami ingin banget lekas keluar dari rumah sakit, tapi karena harus menjalani CT Scan yang tertunda ini jadinya kami tetap harus stay disini.

Perawatpun menyarankan untuk dilakukan CT Scan nanti malam saat Sakha tidur alami. Kami pun mengiyakan, dengan berat hati misal nanti malam Sakha gagal lagi melakukan CT Scan lebih baik kami pulang dan CT Scan bisa dilakukan lain kali saja.

Malam harinya sekitar pukul 20.00 Sakha sudah kelihatan tidur nyenyak. Sebelumnya yang menggendong Sakha ke ruang radiologi adalah ayahnya, kali ini gantian saya yang menggendong. Sampai ruang CT Scan, kami meminta lampu dimatikan. Selain itu perawat melapisi ranjang CT Scan dengan selimut supaya tidak dingin. Saat saya meletakkan Sakha di ranjang itu, ternyata Sakha hanya melek sebentar kemudian tidur lagi. Betapa bahagianya kami semua!

Petugas radiologi pun dengan cekatan melakukan proses CT Scan. Kira-kira setelah lima menit menunggu, proses percobaan CT Scan keempat ini berhasil dilakukan. Terimakasih buat semua petugas dan perawat yang membantu :'D *terharu

Bagian radiologi bilang kalau hasil CT Scan ini akan selesai sekitar pukul 21.00 tergantung dokter radiologinya ready atau engga. Kami pun balik ke kamar lalu istirahat.

Sabtu
Pagi ini perawat bilang kalau hasil CT Scan sudah ready. Hasilnya sudah dikirimkan ke dokter syaraf dan dokter anak. Kami bertekad supaya hari ini kami bisa checkout dari RS ini sebelum pukul 12.00, karena batas akhir checkout adalah pukul 12.00. Selebihnya biaya kamar harus dibayar penuh.

Kenapa kami bertekad untuk checkout? Karena Sakha sudah membaik, tidak ada tanda-tanda lemas, muntah, demam dan diare lagi. Sakha juga sudah mulai aktif, kewalahan sekali kalau lihat dia aktif tapi masih terpasang infus di tangannya.

Kami mengutarakan ingin pulang paksa ke perawat jaga. Perawat bilang sebaiknya menunggu dokter visit dulu. Akhirnya dokter anak yang ditunggu pun datang. Beliau bilang di otak Sakha terjadi pembengkakan, selanjutnya bisa kontrol ke dokter syaraf karena kami minta pulang.
Namun sayang dokter syaraf yang kami tunggu tak kunjung membalas, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang. Ya mungkin karena hari ini hari Sabtu dan dokter tersebut ga ada jadwal visit. Akhirnya sekali lagi kami meminta pulang paksa ke perawat. Rencananya setelah pulang kami ingin konsultasi tentang hasil CT  Scan ini ke dokter syaraf lain yang masih available, supaya lebih cepat.
Setelah dilakukan mediasi akhirnya pihak rumah sakit memberikan surat permintaan pulang paksa. Kamipun menandatanganinya. Sebelum pulang kami membayar tagihan rawat inap secara tunai. Pikir kami supaya lebih cepat dari pada menunggu proses verifikasi yang lama. Toh ujung-ujungnya setelah verifikasi uang kami tetap dikembalikan kan..hoho.. Akhirnya kami pulaaaaanng... senangnyaaa..

* * *

Sampai rumah kami search di internet ga ada dokter syaraf yang praktek di hari Sabtu. Akhirnya kami memutuskan untuk ke dokter syaraf keesokan harinya. Keesokan harinya saat diperiksa dokter Sakha ga takut sama sekali. Selesai melakukan cek fisik Sakha, dokter kemudian memeriksa hasil CT Scan beserta catatan dari radiologi. 

Benar memang catatan radiologi ada hasil Oedema Cerebri. Namun dilihat dari foto CT Scan dokter mengatakan kalau pembengkakan di otak Sakha masih normal, dengan kata lain masih ringan. Tidak ada tanda-tanda pendarahan di sana. Strukur tengkoraknya pun normal. Beliau bilang insyaAllah tidak terlalu serius, asal Sakha dijaga benar supaya kepalanya tidak boleh terbentur lagi. 

Pemeriksaan fisik Sakha pun hasilnya baik, tidak ada tanda-tanda pupil besar sebelah. Tidak ada tanda-tanda motorik Sakha mengalami gangguan. Puji syukur Alhamdulillah kami tenang sekali mendengarnya. Terimakasih ya Allah...

Sekian cerita saya yang super duper panjang sekali. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari pengalaman buruk kami ini. Semoga kita sekeluarga semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT. Amiin. Oh ya jangan lupa selalu sediakan keset yang 'keset' supaya saat selesai mandi kaki si kecil tidak basah. Thanks for reading yaaa.. ^_^

Sumber gambar :
Title : http://www.allinhindi.com/wp-content/uploads/2015/08/Comedy-Story-in-Hindi1.jpg

Selasa, 01 Agustus 2017

Di Jogja Ada Spesialis Masakan Betawi Lho..

Selasa, Agustus 01, 2017 1 Comments
Yippi, di awal bulan ini izinkanlah saya berbagi cerita tentang dunia perkulineran, lokasinya ga jauh dari kantor tempat saya dan ayah Sakha bekerja. Nah ceritanya waktu itu kami pengen cari makan siang di sekitaran kantor aja. Langganan kami biasanya gupas, warung jawa, pecel, gado-gado kerto atau warung bebek deket kantor. Sekali-kali pengen berbeda ah. Tercetuslah ide untuk makan di tempat makan ini.

Nama tempat makannya adalah Dapur Betawi. Yippi, menu-menu ala Betawi tersedia disini. Lokasinya berada di Jalan Kenari No. 6. Tepatnya di timur perempatan lampu merah Balai Kota Jogja, deket banget sama Bakso Telkom Utomo.


Nah temen kami yang pernah kesini merekomendasikan untuk memesan menu Nasi Uduk Ayam Rica. Katanya rasanya enak banget, bumbu ricanya sedap meresap..hohoho.. Siaap, saya nanti pesen itu aaah..

Nyampe di lokasi ternyata tempatnya minimalis banget. Tempatnya kecil, ga bisa muat orang banyak. Tapi orang-orang yang makan disini pada sadar diri kok, selesai makan ya langsung pulang. Ga ada tuh sesi ngobrol-ngobrol lama gitu. Design tempat ini juga minimalis dengan furniture dari kayu, mirip kayak furniture di Cafe Alive..


Selain meja kursinya yang minimalis, objek yang paling menarik perhatian adalah white board di sebelah meja kasir. Disana terdapat kumpulan tanda tangan dan quote dari pengunjung yang pernah mencicipi masakan di tempat makan ini. Rasanya saya pengen ikutan kasih tanda tangan, tapi saya segera sadar...ku bukan siapa-siapa..untukmu..kucintaimu tak berarti bahwa ku harus memilikimu selamanya.. eaa malah nyanyii..
Arsitektur minimalis
Ah daripada kelamaan nyanyi, langsung dah kami duduk dan memesan makanan. Suasana waktu itu lagi lumayan rame, jadi harus cepet-cepet pesennya biar bisa makan duluan..hehehe.. Ga lama setelah kami duduk, bapak pemilik warung langsung memberi kami daftar menu.. Cekidot..
Daftar menu Dapur Betawi
Kami berempat ~ceritanya temen saya juga ikut makan bareng~ memesan menu yang berbeda-beda, saya memesan ketoprak, ayah Sakha memesan nasi uduk ayam rica, sedangkan dua teman kami memesan soto Betawi..hoho.. Entah kenapa ya kok saya tiba-tiba pengen yang manis-manis, jadinya pesen ketoprak deh gara-gara liat penampakan gambarnya kayak gado-gado.. Padahal sebelumnya saya belum pernah makan ketoprak.. Let's see..

Sambil menunggu makanan datang, alangkah baiknya saya memfoto-foto suasana di tempat makan ini, biar kalian yang baca bisa merasakan feelnya..eaaa..
Suasana tempat makan yang cukup ramai
Pajangan gambar makanan
Ada soto mie

Sembari menunggu makanan datang, kami juga sering menjumpai abang-abang gojek yang order di tempat ini. Tempat ini merupakan pilihan lengkap saat pengen menikmati masakan Betawi, soalnya ga cuma menyediakan soto Betawi aja kan yaa, menu lainnya pun komplit.

Horeeee, akhirnya pesanan kami datang. Dari penampakan porsinya lumayan mengenyangkan lhoo. Kita ulas satu persatu yuk. Dimulai dari ketoprak yang saya pesan. Ketoprak seharga Rp. 15.000 per porsi ini sukses bikin saya kekenyangan. Saya baru tau kalau isian dari ketoprak ini tidak semeriah isian dari gado-gado. Cuman ada lontong, taoge rebus, bihun, tahu, selada dan krupuk plus siraman saos kacang.. :D
Ketoprak
Rasanya sih lumayan enak menurut saya, tapi sayang bumbu kacangnya ga terlalu banyak. Jadi waktu itu ceritanya ada beberapa potong lontong yang ga habis kemakan gara-gara bumbu kacangnya udah habis..hehehe..

Lanjut ke nasi uduk ayam rica seharga Rp. 17.000 per porsi ini kata ayah Sakha enak rasanya. Porsi ayamnya besar, plus ada tambahan lauk seperti tahu dan tempe goreng. Rasa bumbu ricanya enak banget, meresap sedap plus pedes..hehehe. Nah dari penampakannya, nasi nya keliatan sedikit kan. Eh habis dimakan kok ya kenyang banget tho...
Nasi uduk ayam rica
Saya juga nitipi ngicip si ayam rica ini, dan bener aja emang rasanya enak. Oh ya nasi uduk ini juga dilengkapi dengan sambal kacang dan lalapan selada timun tomat. Berhubung ayah Sakha ga doyan kacang lembek, yaudah saya makan aja sambelnya..

Next yang terakhir lanjut ke soto Betawi seharga Rp. 17.000 per porsi. Harga ini udah include nasi putih ya.. Kata temen saya yang makan ini rasa sobetnya enak, gurih dan santannya light. Mungkin temen saya ini salah satu orang yang ga demen santan kentel macam saya..hoho..
Soto betawi
Yuhhuu, paket soto betawi ini juga udah dilengkapi dengan tempe goreng, emping plus sambal dan jeruk nipis. Nikmat banget katanya..hoho..

Range harga makanan di tempat makan ini mulai dari Rp. 12.000 sampai dengan Rp. 20.000. Sedangkan untuk range harga minuman mulai dari Rp. 3.000 sampai dengan Rp. 8.500. Cukup terjangkau bagi kalian yang pengen melepas rindu dengan masakan Betawi di kota Gudeg ini..

Menurut saya terlepas dari tempatnya yang kecil, tempat makan ini sangat recommended untuk dikunjungi. Kalau kangen masakan betawi di Jogja ga perlu khawatir ya, tinggal pesen aja kesini.. Pake gojek juga bisa..hohoho..

Sekian review singkat saya tentang tempat makan ini. Bagi pembaca yang pengen kulineran lagi di sekitar Dapur Betawi ini, ada lagi tempat makan yang enak untuk dikunjungi, misalnya Ropisbak Ghifari atau Bakso Cak Masrur.. Thanks for reading yaa..

Baca : Ghifari, Tempat Makan Spesialis Roti Pisang Bakar

Baca : Di Jogja Kangen Bakso Jawa Timur? Mampir Ke Bakso Cak Masrur Aja..

Ringkasan : 
Nama : Dapur Betawi
Lokasi : Jalan Kenari No. 6, Muja Muju, Umbulharjo, Yogkakarta 
Jam buka : 10.00 - 17.30
Range harga makanan : Rp. 12.000 - Rp. 30.000
Range harga minuman : Rp. 3.000 - Rp. 8.500
Porsi : Kenyang
Rasa : Enak banget
Rating : 4.4/5

Minggu, 30 Juli 2017

Heavy

Minggu, Juli 30, 2017 0 Comments

I don't like my mind right now
Stacking up problems that are so unnecessary
Wish that I could slow things down
I wanna let go but there's comfort in the panic
And I drive myself crazy
Thinking everything's about me
Yeah I drive myself crazy
'Cause I can't escape the gravity

I'm holding on
Why is everything so heavy?
Holding on
To so much more than I can carry
I keep dragging around what's bringing me down
If I just let go, I'd be set free
Holding on
Why is everything so heavy?

You say that I'm paranoid
But I'm pretty sure the world is out to get me
It's not like I make the choice
To let my mind stay so fucking messy
I know I'm not the center of the universe
But you keep spinning round me just the same
I know I'm not the center of the universe
But you keep spinning round me just the same

I'm holding on
Why is everything so heavy?
Holding on
To so much more than I can carry
I keep dragging around what's bringing me down
If I just let go, I'd be set free
Holding on
Why is everything so heavy?

I know I'm not the center of the universe
But you keep spinning round me just the same
I know I'm not the center of the universe
But you keep spinning round me just the same
And I drive myself crazy
Thinking everything's about me

I'm holding on
Why is everything so heavy?
Holding on
To so much more than I can carry
I keep dragging around what's bringing me down
If I just let go, I'd be set free
Holding on
Why is everything so heavy?

Why is everything so heavy?
Why is everything so heavy? 
(Linkin Park ft. Kiiara)
(Lyrics by A-Z Lyric)
 
Tentunya kalian ga asing lagi kan dengan lirik lagu di atas. Yes, lagu ini ada di playlist Joox saya sedari bulan Mei lalu. Saya ga bosen-bosen dengerinnya. Pertama tau dengerin ini lewat categories International Top Hits di Joox, asal pencet button play all. Pertama-tama saya juga ga ngeh kalau yang nyayi lagu ini adalah Linkin Park karena genrenya beda banget dari lagu-lagu sebelumnya. Pertama kali denger lagu ini, rasanya menyayat hati. Lagu ini seperti menceritakan kisah seseorang yang mengalami beban hidup yang berat yang memungkinkan menuju depresi.

Ga berapa lama, saya langsung search liriknya, langsung cari video klipnya di Youtube. Bener aja, saat lihat video klipnya, rasanya hati saya sedih ikut merasakan kesedihan Chester dan Kiiara yang lagi jadi model video klip itu. Apalagi setting video klipnya dibuat semi monocrom, bikin suasana jadi sendu.

Bercerita tentang beban hidup yang berat, tentunya setiap orang pernah mengalaminya. Sebenarnya ada dua pilihan, kita menyerah atau kita tetap berjuang untuk menghadapi beban itu. Simple. Tapi memang untuk menjalankan pilihan kedua tentu tidaklah mudah. Ini tentang berjuang! Butuh tenaga! Butuh support system bisa dari lingkungan sekitar atau keluarga dan teman dekat! Butuh tekad yang kuat!

Mendengar lirik lagu Heavy ini 'And I drive my self crazy.. Thinking everything's about me' saya seperti terbang ke masa lalu saya. Masa dimana saya masih sangat labil. Masa peralihan dari SMA ke dunia perkuliahan. Di umur segitu memang pemikiran saya masih belum terbuka, masih belum bisa berpikir jauh ke depan. Saya jadi inget cuplikan di lirik itu pernah saya lakukan ketika saya merasa putus asa. Yes, saya memacu motor saya dengan kecepatan super tinggi sambil berderai air mata, berharap akan ada motor atau mobil yang menabrak saya, dan saya..(tiiiit)..

Kenapa itu terjadi? Karena kenyataan yang saya dapat tidak seindah bayangan indah yang dia janjikan. Rasanya buat apa saya hidup di dunia. Sungguh pikiran yang picik. Saya beruntung di saat down tersebut, saya menemukan teman untuk saling berbagi. Teman yang benar-benar tidak menghakimi. Teman yang tidak membiarkan saya sendirian di kamar kosan. Teman yang ga capek mendengarkan curhatan saya tentang hal-hal yang sama. 

Selain faktor teman, keluarga juga memberikan dukungan. Karena mereka semuanyalah saya bisa bangkit. Saya kembali dekat dengan Tuhan. Menjadi granit yang baru, yang lebih kuat. Saya percaya Tuhan memberikan rasa terpuruk kepada hambaNya karena Dia sayang pada hambaNya tersebut. Tuhan memberikan masalah kepada hambaNya pasti disesuaikan dengan kapasitasnya. 
Kembali ke hari ini, rasa getir saat menyanyikan lagu ini masih terasa. Tapi saya ikhlaskan itu semua. Rasanya hati menjadi lebih tenang. Terimakasih Linkin Park, sudah menciptakan lagu yang mengingatkan saya dengan masa-masa sedih itu. Dengan begitu saya bisa lebih bisa bersyukur, karena kesedihan itu sudah berlalu.
Untuk Chester, semoga kau tenang di sisiNya. Setelah kepergianmu, saya jadi tau kalau sebenarnya lagu Heavy ini adalah tentang pergulatan hatimu. Saya sedih sekali mendengarnya. Semoga kau diberikan tempat di sisiNya. Semoga keluarga yang kau tinggalkan selalu diberi ketabahan. Amin..
Seandainya kau tak melakukan pilihan itu..pasti keluargamu masih dipenuhi tawa bahagia. Ah sudahlah, ini adalah pilihanmu. Pilihan hidupmu. Tidak ada hak saya ikut campur. Siapa saya..

RIP Chester.

Sekian postingan yang random ini. T_T

Sumber gambar :
Heavy : http://www.heavyjapan.net/style

Jumat, 28 Juli 2017

Cerita Angpau Lebaran Sakha

Jumat, Juli 28, 2017 0 Comments
Masih di bulan syawal, masih dalam nuansa lebaran. Jangan bosan kalau saya masih menulis tentang remah-remah sisa cerita lebaran tahun ini..hehehe.. Kita pasti udah tau bagi anak kecil, hal paling menyenangkan saat lebaran adalah saat mendapatkan angpau. Saya dulu waktu jaman SD demen banget dapet angpau lebaran, sampe saat silaturahmi saya membawa dompet kecil untuk tempat angpau itu..

Dompet kecil ini harus saya bawa kemana-mana saat hari lebaran pertama dan kedua. Kakak saya mau pegangpun ga boleh. Ibuk saya mau bantu bawapun ga boleh. Alhasil dompet itu hilang waktu saya sekeluarga makan soto di depan bioskop Kartika Candra sehabis silaturahmi berkeliling ke keluarga besar. Orang Blitar pasti tau dimana ini..hehehe.. Sekarang tempat itu udah berganti jadi bank BCA.. Nah dompet angpau saya pernah jatuh dan hilang disanaaa..huwwwaaa..

Baca : Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H

Rasanya sedih banget, saya nangis sesenggukan ala anak SD pada umumnya. Lha gimana lho saya udah terlanjur bayangin beli mainan pake angpau lebaran..huhuhu.. Pelajaran berharga nih buat saya, harusnya angpau lebaran dititipkan ibuk aja..hehehe..

Nah tahun ini adalah ketiga kalinya Sakha ikut mewarnai hari-hari lebaran kami. Saat Sakha pertama kali berlebaran tepatnya tahun 2015 lalu, Sakha ga dapet angpau karena belum genap satu tahun umurnya. Yang mau ngasih pasti juga mikir, anak masih bayi kok udah dikasih uang..pasti bakal dihabisin emak bapaknya ini..hahahaha..

Kedua kali berlebaran tepatnya di tahun 2016, Sakha dapet angpau dari beberapa saudara dari Blitar dan Probolinggo. Ceritanya saya punya dua rekening, yang pertama adalah untuk menyimpan biaya sehari-hari dan yang satunya khusus untuk menabung. Nah hasil angpau Sakha tahun lalu saya masukin ke rekening tabungan itu..hohoho..

Ketiga kali berlebaran tepatnya di tahun ini, Sakha saat mudik alhamdulillah dapet angpau yang nominalnya lumayan. Saya dan suami menikmati momen-momen bahagia saat membuka angpau Sakha yang dibungkus amplop yang lucu-lucu. Rasanya seperti flashback beberapa puluh tahun yang lalu saat kami dengan bahagianya menghitung pendapatan angpau kami saat masih kecil. Bedanya dulu ga ada amplop, langsung mentahnya saja..hihihi...

Baca : Cerita Mudik Lebaran 2017

Yuhuuu, tambah bahagia saat angpau yang didapat Sakha memakai mata uang baru..hoho.. Pas ngitung angpau Sakha, kami sempet berandai-andai andai nominal yang kami dapet pas jaman kecil dulu segini, mau dipakai apa ya.. Seumur-umur dapet angpau belum pernah nominalnya nyampe segini..hahaha..
Angpau Sakha
Saya ga pengen angpau Sakha ini masuk rekening tabungan saya seperti tahun lalu, jadi saya semangat empat lima banget pengen bikinin Sakha rekening tabungan..hohoho.. Setelah googling sana googling sini, jatuhlah pilihan saya ke tabungan BRI Junio.. Pas kebetulan saya juga punya rekening BRI pula, walaupun masih Simpedes coyyy.. LOL..

Balik ke Jogja, saya langsung semangat mau bikinin Sakha rekening Junio ini. Sehari sebelum balik kerja saya masih ambil cuti kan ya, langsung minta anter suami buat pergi ke Bank BRI Jalan Cik Ditiro Jogja. Saya membawa kelengkapan persyaratan sesuai yang tertera di website BRI yaitu buku tabungan BRI, kartu keluarga/akte kelahiran dan uang setoran awal.

Kami nyampe sana sekitar pukul 11.30, dapet nomer antrian 74..woww emejing. Padahal saat itu antrian CS masih berada pada nomor 32. Jadi ga ya nabung? Akhirnya dengan tekad yang bulat, kami bertiga nunggu dipanggil, berharap supaya orang yang antri pada ga sabar trus pengen pulang..hehehe.. Ohya sebelum berangkat Sakha foto dulu sama angpaunya.. LOL
Sakha dan angpau
Saat nunggu dipanggil pun, Sakha sampe ketiduran di kursi tunggu..hoaaaam, saya juga ikutan ngantuk. Akhirnya sekitar pukul 13.30 nomor antrian kami dipanggil dong. Horeeee, saat bilang mau buka rekening Junio embak CS menanyakan syarat-syaratnya apa udah dibawa. Ternyata syarat saya kurang lengkap. Nah untuk penduduk luar Jogja yang bekerja di Jogja diperlukan surat keterangan bekerja dari instansi terkait. Saya bilang kalau syarat itu ga tercantum di web BRI, saya juga bilang udah antri panjang banget ke CSnya plus bilang anak saya sampe ketiduran. Si embak pun tampak ga tega..

Saya juga nyaranin ke embak CS untuk telpon kantor tempat saya bekerja supaya lebih percaya, namun ternyata yang dibutuhkan adalah dokumen yang menyatakan kantor saya lokasi dimana dan nomor telponnya berapa gitu. Akhirnya saya kepikiran untuk kasih slip gaji saya. Kebetulan tiap bulan accounting mengirimkan email slip gaji ke masing-masing staff. Dengan wajah memelas saya meminta tolong ke embak CS.

Setelah embak CS berkonsultasi dengan supervisornya, diapprove lah permintaan saya. Surat keterangan kerja bisa diganti dengan slip gaji asal slip gaji tersebut dikirim ke email embak CS. Horeeee..setelah menunggu beberapa menit akhirnya buku tabungan Sakha udah jadi, plus dengan kartu ATMnya.. Alhamdulillah.. :D
Buku tabungan Sakha
Sampe di mobil Sakha masih tampak kebingungan, ya iyalah bangun tidur udah langsung disodorin buku tabungan. Uangku kemana Amaaa? hahaha.. Sakha tampak ga antusias dengan buku tabungannya. Ya mungkin Sakha belum mengerti tentang arti menabung di bank, dia cuma mudeng tentang nabung uang recehan di celengan. Ya semoga ke depannya Sakha bisa antusias menabung di bank.. Kayak Amanya dulu ini lho, yang sedari SD udah mulai semangat menabung di Tabanas..hehehe..
Apa sih ini Ama?
Baca : Permainan Murah Meriah : Menabung Koin

Amiin..amiin.. Semoga si kecil rajin menabung ya ibu-ibu.. Dengan menabung anak bisa belajar mengelola uang, belajar menghargai uang, belajar disiplin, dan belajar hemat. Yuk ajak si kecil menabung.. Sekian cerita angpau lebaran Sakha yang berakhir di rekening tabungan, semoga ke depannya Sakha bisa kooperatif diajak menabung..Amiin... Thanks for reading.. :)

Sumber gambar :
Kartun : http://media.istockphoto.com/vectors/child-saving-money-vector-id497748036